www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News | Halaman 158    
Beranda blog Halaman 158

Hikmah Sumut Dukung Penuh Polri Berantas Tuntas Narkoba

0

Hikmah Sumut Dukung Penuh Polri Berantas Tuntas Narkoba

Medan,- Mediacakrabuana.id

Ketua Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Keluarga Besar Mandailing (Hikmah) Sumatera Utara, Muhammad Hasan Pulungan mendukung penuh Polri dalam upaya pemberantasan narkoba secara tuntas. Serta mengajak masyarakat untuk bersatu mendukung Polri dalam memberantas narkoba di Sumut.

“Mengajak seluruh masyarakat bersatu mendukung Polri dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Utara,”jelasnya.

Pernyataan ini sebagai bentuk dukungan terhadap personel Polresta Deliserdang, Bripka BS yang ditembak saat melakukan penangkapan bandar narkoba. Insiden itu terjadi saat korban memburu pelaku bandar di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Dari kronologi yang disampaikan polisi, peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Sidomulyo Desa Sei Rotan, Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Rabu siang, 5 Februari 2025 lalu.

Saat itu, Bripka BS yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang bersama 4 personel lainnya, hendak melakukan penangkapan terhadap seorang bandar narkoba berinsial D.

Korban bersama rekannya sesama polisi saat itu sedang melakukan penyamaran atau under cover sebagai pembeli narkoba. Mendapatkan barang bukti sabu, Bripka BS langsung menangkap bandar narkoba tersebut.

Lalu, antara Bripka BS dan Bandar narkoba sempat terjadi kericuan hingga sejumlah kawan pelaku berdatangan. Lantaran situasi tak kondusif, korban sempat memberikan tembakan peringatan ke udara.

Namun, ada rekan bandar narkoba melempar batu ke tangan Bripka BS yang sedang pegang senjata api. Lalu, senjata api milik korban yang terjatuh langsung diambil rekan bandar narkoba lainnya yang belum diketahui identitasnya. Pria itu langsung menembak Bripka BS. (Tim / Rz)

Perkuat Wawasan Kebangsaan Nasionalis Bertemakan ‘Jangan Biarkan Indonesia Gelap’

0

Perkuat Wawasan Kebangsaan Nasionalis Bertemakan ‘Jangan Biarkan Indonesia Gelap’

Medan,- Mediacakrabuana.id

Perkuat Wawasan Kebangsaan Nasionalis, Masyarakat Nasionalis Penegak Keadilan Indonesia gelar diskusi publik terkait #IndonesiaGelap di tengah-tengah masyarakat Sumatera Utara, Kamis.(20/3/25)

Turut hadir di acara diskusi publik Wawasan Kebangsaan termasuk Prof. Ridha, Mangarinpum Parhusip, Bima Nusa, Mian Joe S, Ardi Kacaribu, Indah Tobing, Ali Akbar Harahap, Juhendri Chaniago yang membuat suasana diskusi semakin hangat dengan membacakan puisinya yang berjudul “Menengok Fajar dan Ceracau Mudik”.

Diketahui pembuka kegiatan diskusi publik tersebut dibuka oleh koordinator Mangatas P. Simarmata dengan mengawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, bertempat di Jl. Perhubungan Udara No. 45Q, Kota Medan.

Diskusi tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemahaman atas kondisi Indonesia saat ini, dengan munculnya demonstrasi dimana mana, atas permasalahan yang terjadi.

Kemudian Diskusi dilakukan dengan Spirit #JanganBiarkanIndonesiaGelap, sekaligus dikaitkan dengan pernyataan Connie Rahakundini Bakrie.

Masyarakat juga harus ikut perduli dengan kondisi yang sedang ‘tidak baik-baik saja’, dengan ikut mengamati perkembangan ekonomi, menyuarakan perbaikan, dan kalau diperlukan ikut dalam proses perbaikan tersebut kedepannya.

Diskusi ini juga sebagai refleksi di bulan Suci Ramadhan Tahun 2025, dengan harapan para pengambil kebijakan di negeri ini agar betul-betul memihak kepada rakyat.

Dan di akhir sesi acara diskusi Ustadz Agus Rizal menyampaikan siraman Rohani dengan dakwah-nya dan ditutup dengan Doa dan Buka Puasa Bersama.(Tim)

Jacob Ereste :Nilai-nilai Spiritual Dari Pemberi dan Pihak Penerima THR Serta Bingkisan Lebaran

0

Jacob Ereste :
Nilai-nilai Spiritual Dari Pemberi dan Pihak Penerima THR Serta Bingkisan Lebaran

Mediacakrabuana.id

Pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) dan bingkisan untuk ikut merayakan hari raya keagamaan, sungguh indah karena menandai rasa peduli, perhatian, simpati atau empati dari pemberi kepada yang diberi. Meski begitu, tidak lantas yang memberi memiliki kelebihan dari yang diberi, kecuali keikhlasan bagi si pemberi dan rasa syukur bagi yang diberi. Sehingga nilai manfaatnya memiliki impak yang positif bagi kedua belah pihak dalam perspektif spiritual yang mempunyai keterkaitan erat dalam pelaksanaan ibadah puasa dan perayaan hari raya lebaran.

Nilai keikhlasan dari yang memberi THR dan bingkisan lebaran itu pasti memiliki unsur kepuasan, kebahagiaan seperti yang menerima THR dan bingkisan lebaran itu dengan penuh rasa syukur bahwa nikmat yang dirasakan oleh orang lain pun — meski sedikit atau sekedarnya saja — telah mendatang kebahagiaan serta kegembiraan pula.

Dalam pemahaman dimensi spiritual, begitulah muatan nilai pemberian THR dan bingkisan lebaran yang menggetarkan rasa syukur bagi pihak yang menerima. Bahwa perhatian, kepedulian serta semacam rasa solidaritas sosial yang bernuansa spiritual mampu menumbuhkan sekaligus memelihara ras syukur atas segala nikmat yang dapat dirasakan, tak hanya dalam arti fisik, tetapi juga psikologis yang bersemayam di dalam hati, seperti vibrasi spiritual lainnya yang tidak terucapkan.

Setidaknya, dengan berkirim dan menerima THR serta bingkisan lebaran itu ikatan perlawanan, mitra dan jalinan persaudaraan jadi semakin langgeng dan kuat dari deraan derita yang mungkin sangat terasa ketika kondisi ekonomi nasional sedang memburuk. Sebab bagi yang memberi THR dan bingkisan lebaran itu dapat dilakukan dalam kondisi ekonomi nasional yang sedang sulit sekarang ini merupakan hal yang terpuji, jika tidak bisa dikatakan pilihan sikap yang luar biasa.

Sementara bagi si penerima, dapat menimbulkan rasa haru dan takjub, bukan hanya karena bisa ikut menikmati kegembiraan dan kebahagiaan pada hari raya lebaran, tetapi yang lebih penting dari semua itu adalah kesetiaan – kawan, perikatan persaudaraan yang jauh berada di luar kalkulasi ekonomi atau sikap pamrih, kecuali semata-mata adanya getaran cinta dan kasih yang tak terlukiskan oleh kata-kata-kata.

Rangkaian peristiwa spiritual serupa itu, mungkin saja tidak akan pernah terjadi dalam tradisi maupun budaya masyarakat yang lain, misalnya yang untuk mereka yang terlanjur memiliki sikap materialistik dan individual seperti fitrah bawaan dari paham kapitalisme yang telah bermetamorfosa menjadi neo-lib sebagai bagian dari gesekan budaya yang juga telah melanda Indonesia.

Inilah bagian dari resume diskusi informal rutin mingguan Senin-Kamis di Sekretariat GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) Jl. Ir. H. Juanda No. 4 A, Jakarta Pusat, hari Senin, 24 Maret 2025.

Karena itu, tradisi atau budaya memberi dan menerima THR maupun bingkisan lebaran dapat dipahami sebagai upaya menjaga dan mengembangkan budaya bangsa agar tidak melupakan falsafah Pancasila yang kini acap dikatakan oleh banyak orang sekedar slogan belaka. Setidaknya, pemberian dan penerimaan THR dan bingkisan lebaran dapat disadari sebagai wujud dari bagian dari keyakinan sistem berbangsa dan bernegara kita yang sesungguhnya penuh nilai-nilai kekeluargaan. Gotong royong yang tidak ada dalam sistem sosial bangsa-bangsa lain.

Banten, 25 Maret 2025

5 Hari Menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446H Peredaran Obat Daftar G Makin Gencar Dan Terang Terangan Di Kampung Pelaukan Poncol Wijayah Hukum Polres Metro Bekasi

0

5 Hari Menjelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446H Peredaran Obat Daftar G Makin Gencar Dan Terang Terangan Di Kampung Pelaukan Poncol Wijayah Hukum Polres Metro Bekasi

Kabupaten Bekasi| Mediacakrabuana.id

Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita – cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, setiap kegiatan dan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan.

Tramadol dan eximer adalah Obat yang tergolong kedalam golongan obat daftar G (G=Gevaarlijk=Berbahaya) yaitu obat yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter ditandai dengan lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K di dalamnya. 

Peredaran obat Tipe G yang dikenal Tramadol dan Eximer semakin menggurita di Kabupaten Bekasi, terpantau oleh awak media di salah satu titik wilayah hukim Polda Metro Kaya,  kecaman karangbahagia.

Kampung Pelaukan Poncol Rt02 Rw03 Desa Karangrahayu kecamatan Karangbahagia , yang menjadi sorotan masyarakat, beberapa oknum warga dari remaja sampai ibu- ibu sengaja menjajakan obat obat Tipe G tersebut secara bebas dan terang-terangan.

Saat awak media menginvestigasi ke titik wilayah tersebut, miris penjual obat Tips G Tramadol dan Eximer menjadi ajang mata pencaharian.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa peredaran penjualan obat Tipe G Tramadol dan Eximer sudah hal biasa dan anehnya lepas dari pengawasan Penegak Hukum, ujar Narasumber, pada Minggu, 23/03/2025.

” Bang disini mah sudah biasa bang, klo cuma cari obat Tramadol dan Eximer mah tiap gang juga ada , coba abang cek aja , ujar Narasumber.

“Banyak yang beli itu remaja, sering bolak-balik kelokasi,” katanya saat ditemui dilokasi.

Eximer dan tramadol merupakan obat yang digunakan untuk menangani pasien gangguan mental dan berisiko ketergantungan. ”Ini merupakan obat golongan G yang harus mendapatkan resep dan izin dokter. Pengawasan peredaran obat ini harus ketat,” ujarnya.

Pihaknya berharap para Aparat Penegak Hukum dan Dinas Kesehatan kabupaten Bekasi secepatnya mengambil tindakan sebelum adanya jatuh korban.

“Semoga diwilayah kampung Pelaukan ini bersih dari peredaran obat-obatan tipe G seperti eximer dan tramadol semoga langsung ditindak karena bisa membahayakan warga sekitar,” ujarnya.

Karena obat tersebut, jika dikonsumsi, akan mengakibatkan gangguan saraf otak manusia, terutama bagi kalangaan generasi muda.

Sebagaimana di maksud, obat tipe G disangkakan melanggar praktik farmasi yang diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Pasal 196 juncto Pasal 98 Ayat 2 dan Ayat 3, juga UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Maka dari itu pihak aparat penegak hukum, badan narkotika nasional kabupaten bekasi/provinsi jawabarat dan badan pengawas obat makanan didaerah kabupaten bekasi serta fasilitas pelayanan rehabilitasi yang baik harus segera dilaksanakan hingga daerah terpencil untuk menanggulangi tindak pidana penyalahgunaan peredaran obat daftar G (gevaarlijk) tramadol maupun eximer. ( Red)

MUSRENBANG RKPD KAB LAHAT TAHUN 2026 BUPATI DAN WAKIL BUPATI “MENATA KOTA MEMBANGUN DESA”

0

MUSRENBANG RKPD KAB LAHAT TAHUN 2026 BUPATI DAN WAKIL BUPATI “MENATA KOTA MEMBANGUN DESA”

LAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Lahat tahun 2026 yang dihadiri langsung Bursah Zarnubi Bupati Lahat yang didampingi Widia Ningsih. SH. MH wakil bupati Kabupaten Lahat 24-03-2025 digedung Kesenian Kabupaten Lahat. Kebijakan Pemantapan Menuju Pembangunan yang berkelanjutan dan Inklusif” Menata Kota Membangun Desa”.Turut hadir dalam kegiatan Unsur Forkopimda Kabupaten Lahat, Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lahat, Para Anggota Dewan, Sekda Lahat, KetuaTP-PKK Kabupaten Lahat Sri Meliyana Bersah, Asisten, Staf Ahli, Jajaran OPD, Kabag, Camat, Lurah, Forum Kades, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, serta undangan lainnya.

Bursah Zarnubi Bupati Kabupaten Lahat dalam sambutannya 24-03-2025 menyampaikan Penyelenggaraan Musrenbang ini merupakan mekanisme perencanaan pembangunan tahunan dalam mengakomodir pentingan masyarakat, sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan rencana program dan kegiatan pembangunan yanv lebih Aspiratif, transparan dan akuntabel, “ujarnya”.

Bupati Lahat Bursah Zarnubi menambahkan dilihat dari beberapa penjabaran target diatas diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk dapat mewujudkan , diperlukanya sinergritas antar pemangku kepentingan sehingga Kabupaten Lahat dapat mewujudkan ” Menata Kota Membangun Desa, “tambahnya”.

Dialog sesi tanya jawab diawali oleh Kepala Desa Banjar Sari Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan setelah diakhir sambutan.

NITA YUPIKA
” TEAM PEMBURU KORUPTOR”

Gunakan Kursi Roda, Korban Dugaan Malpraktek RS Mitra Sejati minta Kapoldasu Tindaklanjutin Laporannya

0

Gunakan Kursi Roda, Korban Dugaan Malpraktek RS Mitra Sejati minta Kapoldasu Tindaklanjutin Laporannya

Medan- Mediacakrabuana.id

Korban dugaan malapraktik, Julita Br Surbakti dan massa Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Deliserdang (JPMD) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapoldasu, Senin (24/3). Dalam salah satu tuntutannya massa mendesak agar pihak Poldasu segera menindaklanjuti laporan korban atas dugaan kasus malpraktik oleh dokter dan manajemen Rumah Sakit Mitra Sejati dengan nomor register Nomor: LP/STTLP/B/303/III/2025/SPKT/Polda Sumatera Utara.

“Perdamaian yang dilakukan pihak RS Mitra Sejati dengan korban tidak sah. Begitu juga dengan kaki palsu yang dijanjikan dalam perdamaian sampai saat ini belum diterima. Kami tidak akan mencabut perkara ini. Karena perdamaian tersebut tidak sah secara hukum. Kami juga minta izin RS Mitra Sejati juga dicabut,”jelas Pengacara Korban, Hans Silalahi, SH, MH.

Lebih jauh, harusnya sebelum ada tindakan medis, harus ada persetujuan dari pasien atau keluarga. “Sedangkan kita mau menebang pohon saja harus minta izin ke Dinas Pertamanan. Apalagi mau mengantisipasi kaki pasien?” ungkapnya.

Dikatakan Hans, kliennya Sebelumnya mengalami infeksi di jari tengah kaki sebelah kanan. Namun, mengapa kaki kanannya yang diamputasi.

Korban yang hadir dalam aksi tersebut menyampaikan, akibat kakinya diamputasi, korban tidak bisa lagi membantu suaminya mencari nafkah.
“Sekarang saya tidak bisa lagi membantu suami mencari nafkah. Saya minta keadilan,”sebutnya.

Korban yang datang menggunakan kursi roda tersebut menangis meminta Keadilan kepada Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan.

Semenjak itu, Pasca diduga Rumah Sakit Mitra Sejati di Jalan AH Nasution melakukan Mal Praktik. Advokat Hans Silalahi, SH, MH mendirikan Bantuan Hukum kepada Pasien dan Masyarakat yang pernah mendapatkan perawatan namun tidak sesuai prosedur kesehatan. Niat baik yang dilakukan Hans malah mendapat stigma negatif dari pihak Rumah Sakit. Sementara Masyarakat senang dengan Posko Bantuan itu. Hans menyesalkan sikap SPKT Polda Sumut yang menerima laporan itu.

” Sebagai warga Negara yang berprofesi Advokat, saya juga merasa ikut merasakan apa yang terjadi kepada korban. Ini murni dari Hati nurani Kok malah saya dilaporkan membuat Posko Bantuan Hukum. Kan Aneh!?Pungkasnya.

Setelah orasi, Massa aksi diterima oleh Wassidik Ditreskrimsus Poldasu, Kompol Martualesi Sitepu yang menyampaikan kasus dugaan tindak malpraktik ini ditangani oleh Unit II, Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu. Selanjutnya, Hans Silalahi bersama korban menuju ruang SPKT. (Tim)

Jacob Ereste :THR dan Gaji Bulan Maret Sangat Diharap Para Pekerja Untuk Merayakan Idul Fitri Dalam Kondisi Ekonomi Yang Masih Sulit

0

Jacob Ereste :
THR dan Gaji Bulan Maret Sangat Diharap Para Pekerja Untuk Merayakan Idul Fitri Dalam Kondisi Ekonomi Yang Masih Sulit

Mediacakrabuana.id

Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau THR sebagai pendapat non upah wajib diberikan oleh pengusaha kepada karyawan atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idhul Fitri. Karena dasar hukum THR telah diatur dalam Permenaker (Peraturan Menteri Tenaga Kerja) No.6 Tahun 2016. Adapun aturan pemberian THR Tahun 2025 untuk karyawan swasta, baik karyawan kontrak dan karyawan tetap diatur oleh Surat Edaran Kemenaker No. M/2/HK.04.00/III/2025 tentang pelaksanaan Pelaksanaan THR bagi buruh/ pekerja atau karyawan yang telah memiliki masa kerja selama satu tahun secara terus menerus atau lebih.

THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Sehingga THR untuk tahun 2025 sudah harus diterima kaum buruh, pekerja atau karyawan pada 24 Maret 2025, karena hari Raya Idul Fitri jatuh pada 31 Maret 2025.

Untuk buruh, pekerja atau karyawan yang telah mempunyai masa kerja satu tahun akan mendapat THR sebesar satu bulan gaji atau upah.

Sedangkan untuk mereka yang kurang dari 12 bulan masa kerjanya mendapat THR sesuai masa kerjanya. Bagi buruh, pekerja dan karyawan harian lepas untuk masa kerja 12 bulan mendapat rata-rata satu bulan. Sedangkan bagi pekerja berdasarkan satuan hasil mendapat THR satu bulan gaji berdasarkan upah rata-rata yang diperoleh setiap bulan. Dan semua bentuk THR untuk buruh, pekerja atau karyawan wajib dibayar penuh, tidak bisa dicicil karena kegunaannya dimaksudkan untuk merayakan hari raya lebaran.

Pemerintah pun telah menetapkan pemberian THR bagi pekerja Ojek Online atau kurir yang berbasis aplikasi untuk memberi bonus hari raya keagamaan sesuai SK Menaker No. M/3/HK.04.00/III/2025 wajib diberikan secara proporsional dengan perhitungan 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih setiap bulan.

Dari pemberitaan yang menebar dalam masyarakat, Perum DAMRI sedang mendapat sorotan karena diduga mengabaikan hal karyawan, terkait dengan pemberian THR, namun penerimaan gaji ditunda. Padahal gaji dan THR sangat diharap agar perayaan hari raya lebaran dan dinikmati juga, meski tetap dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Jadi memang wajar THR dan gaji atau upah pada bulan Maret 2025 dapat segera diterima seminggu sebelum perayaan hari raya lebaran tiba supaya dapat digunakan untuk menyambut hari raya, sebelum waktunya tiba. Setidaknya dengan begitu, kebaikan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya belum gila-gilaan dinaikkan harganya.

Banten, 24 Maret 2025

Dalam Rangka Aniversari Ke 23 GMBI Ksm Sukatani Distrik Kab Purwakarta Adakan Kegitan Bagi Takjil Dan Do,a Bersama

0

Dalam Rangka Aniversari Ke 23 GMBI Ksm Sukatani Distrik Kab Purwakarta Adakan Kegitan Bagi Takjil Dan Do,a Bersama

Purwakarta- Mediacakrabuana.id

Dalam Rangka Aniversari ke23 Lembaga Sosial Kontrol Masyarakat Gerangakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sukatani Distrik Kab Purwakarta Adakan Bagi bagi Takjil buka barsama (Bukber) Dan Do,a Bersama wabil khusus untuk kesebuhan ketua umum,M.Fauzan Rahman,SE Dengan Jajaran Dan Anggota Aktivis LSM GMBI
Dengan Tema Ramadan Berbagi

Kegiatan ini di adakan tiada lain untuk mempererat tali silaturahmi antar Anggota LSM GMBI ksm Sukatani supaya tetap solid dan tetap kompak kedepanya,Dalam membantu masyarakat yang tertindas terdolimi,terimajinalkan dan tersingkirkan

Beni Paizal sebagai ketua Ksm mengatakan Ketika di wawancari awak media,Minggu 23/03/2025 Di acara kegiatan jalan Datar waru Sindanglaya kec sukatani kab purwakarta,bahwa kita sebagai aktivis LSM GMBI masyarakat yang berorganisasi Berperanserta sebagai sosial kontrol masyarakat harus Eksis dalam membatu masyarakat,Jagan pandang bulu siapapun orangnya’yang wajib kita bantu.dan mudah mudahan kita semua bisa melakasanakan kegiatan sosial jagankan 1tahun sekali kalau bisa tiap bulan kita adakan kegiatan”Tegasnya,

Allhamdillah acara hari ini yang bertema Ramadan Berbagi,berjalan dengan lancar Dan saya meminta ke rekan rekan semua tetap solid dan kompak selalu karena tanpa dukungan atau rojongan dari rekan rekan semua anggota ksm sukatani,kita tidak bisa berjalan sendiri,dan setelah lebaran inggsa Alloh kita akan susun program jangka pendek jangka menengah dan Jangka panjang nanti kita akan bahas bersama sama..serta mengundang jajaran Distrik kab purwakarta.Pungkasnya.(teamred)

TINJAU RSUD LAHAT BUPATI DAN WABUP UTAMAKAN FASILITAS DAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN

0

TINJAU RSUD LAHAT BUPATI DAN WABUP UTAMAKAN FASILITAS DAN PELAYANAN KESEHATAN PASIEN

LLAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Kunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat Bupati Lahat Bursah zarnubi dan Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih. SH. MH 20-04-2025 meninjau langsung kondisi fasilitas dan pelayanan Kesehatan di RSUD Lahat. Dalam tinjauan tersebut Bupati dan Wakil Bupati menemukan berbagai permasalahan , dimulai dari ruangan yang kumuh, AC yang tidak berfungsi, hingga toilet yang kotor tidak bisa digunakan. Fasilitas air bersih menjadi sorotan karena banyak keran yang tidak berfungsi, hingga toilet yang kotor tidak bisa digunakan.

Bursah Zarnubi Bupati Kabupaten Lahat 20-03-2025 menuturkan Kami tidak ingin melihat kondisi rumah sakit seperti ini, ruangan jangan sampai kumuh dan panas, ini harus dibersihkan. Jangan sampai ada jamur didinding, itu sangat berbahaya bagi kesehatan pasien.Air disini tidak mengalir , WC banyak yang mati dan kotor. Ini harus diperbaiki secepatnya, kebersihan rumah sakit tidak boleh diabaikan. Pembersihan harus dilakukan lebih rutin, minimal satu jam sekali, “ujarnnya”.

Bursah Zarnubi menambahkan Jangan ada lagi pasien yang ditanya dulu soal BPJS atau lainnya. Utamakan perawatan , administrasi bisa diurus belakangan. Pemda akan bertanggung jawab terhadap pembiayaan bagi pasien yang memang membutuhkan bantuan, ” tambahnya”.

Hal senada yang yang dituturkan Widia Ningsih, SH. MH wakil Bupati Lahat 20-03-2025 menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lahat akan segera melakukan berbagai perbaikan di RSUD Lahat, salah satu langkah utama yang akan diambil adalah pengecatan ulang ruangan yang terlihat kumuh serta perbaikan sistem pendingin udara.

Nanti AC akan dibagi disesuaikan kebutuhan pasien jangan sampai ada pasien yang merasa terlalu dingin atau justru kepanasan, kita atur supaya pasien bisa lebih nyaman. Kebersihan rumah sakit akan lebih diperketat , seluruh area termasuk ruang rawat inap , ruang tunggu, hingga kamar mandi harus selalu dalam kondisi bersih, “ujarnya”.

NITA YUPIKA
” TEAM PEMBURU KORUPTOR”

TANGGUNG JAWAB MORAL SEBAGAI MANUSIA.

0

TANGGUNG JAWAB MORAL SEBAGAI MANUSIA.

MEDIACAKRABUANA.ID

Oleh: Saiful Huda Ems.

Kalian boleh diam sesuka hati kalian melihat ketidak adilan, namun jika nurani kemanusiaan kalian masih hidup, haqul yakin hati kalian pasti akan menangis melihat penderitaan orang-orang lemah yang tak mendapatkan keadilan.

Kalian boleh mati-matian membela penguasa yang kalian yakini benar, namun jika nalar berpikir kalian masih hidup dan dihadapkan dengan berbagai realitas sosial, yang begitu banyak terjadi kesenjangan antara kehidupan hedonis penguasa dan rakyat kelas bawah yang hidup susah, haqul yakin kalian akan berbalik arah untuk menjadi pembela orang-orang lemah.

Sesungguhnya kemiskinan dan penderitaan masyarakat kecil itu terjadi, bukanlah karena takdir, melainkan karena adanya penguasa yang melahap hak-hak mereka, yang menempatkan amanat rakyat tidak di hati dan di pikiran mereka, melainkan di bawah nafsu kerakusan dan ketamakan hidup mereka.

Mempergunjingkan kesalahan orang memang tergolong Ghibah yang dosanya sangat besar, namun jika orang itu penguasa atau pejabat negara, yang dalam kebijakan pemerintahannya terdapat nasib jutaan rakyat yang harus diperjuangkan nasib hidupnya, maka mengkritisi mereka yang menyimpang, hukumnya adalah fardlu ain alias wajib !.

Ingat: Agama hadir tidak untuk membodohkan orang, tidak untuk menumpulkan rasa simpati dan empati terhadap penderitaan orang, melainkan justru untuk menajamkan nalar berpikir dan menghidupkan jiwa kemanusiaan manusia. Karena fakta membuktikan tidak semua manusia memiliki jiwa kemanusiaan, bahkan kadang yang dimiliki adalah jiwa kebinatangan !.

Sangatlah tidak logis dan tidak rasional, banyak rakyat yang hidupnya sangat susah karena tekanan beban ekonomi yang sangat berat, lalu kita akan membiarkan begitu saja penguasa atau para pejabat negara hidup berfoya-foya, bergelimang harta yang didapat dari hasil melahap hak-hak rakyat miskin dan tidak mendapatkan keadilan.

Demikianlah mengapa saya harus terus menerus (nyaris tiap hari) menulis opini politik dan mengkritisi penguasa, serta mengirimkan tulisan-tulisan saya itu ke para pejabat negara (para menteri/wakil menteri) serta ke tokoh-tokoh masyarakat (Ulama, Pendeta, Pastor, Bikhu, Ketum-Ketum Parpol, Advokat, Pengusaha dll.) yang saya miliki no kontak (handphone) nya.

Saya kirimkan pula tulisan-tulisan saya itu ke ratusan WA Group yang saya menjadi bagian anggotanya, saya kirimkan pula ke ratusan teman-teman jurnalis dll. Bukan berarti saya bermaksud untuk menggurui, namun sekedar berusaha untuk mengingatkan betapa kita semua, sebagai manusia yang terdidik harus bertanggung jawab terhadap keadaan bangsa dan negara ini !…(SHE).

23 Maret 2025.

Saiful Huda Ems (SHE).

Hentikan Fitnah! Sengketa Tanah Pematang Kelang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

0

Hentikan Fitnah! Sengketa Tanah Pematang Kelang Sudah Berkekuatan Hukum Tetap

Sumatra Utara – Sergai,- Mediacakrabuana.id

Saipul Amri Kelang, yang merupakan putra daerah setempat, bersama kuasa hukumnya dari R&P Law Firm Medan menggelar konferensi pers di Pantai Romantis, Sergai, untuk meluruskan informasi menyesatkan terkait sengketa tanah di Dusun III Pematang Kelang, Desa Sei Naga Lawan, Kecamatan Perbaungan, (23/3).

Dalam kesempatan itu, Saipul menegaskan bahwa sengketa ini telah melalui proses hukum panjang dan telah berkekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pemberitaan yang tidak sesuai dengan fakta hukum.
Didampingi advokat Dr. Andy Padriadi Wiharjokusumo, S.S., S.H., M.H., Rustam Efendi, S.H., Kukuh Derajat Takarub, S.H., M.H., M.Kn., Jordan Valentino, S.H., M.Kn., Ayu Lestari Malau, S.H., dan Dewi, S.H., Saipul menegaskan bahwa keputusan pengadilan telah final dan wajib dihormati. Mereka meminta semua pihak untuk tidak menyebarkan informasi keliru yang hanya memperkeruh situasi.

Fakta Hukum Perkara Perdata
Sengketa ini telah melalui proses hukum yang panjang antara Beny Halim alias Benny melawan Nelson Sagala, dkk, termasuk Sarudin Purba. Berdasarkan:
Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam No. 76/Pdt.G/2004/PN-LP tanggal 19 September 2005.
Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No. 137/PDT/2008/PT-Mdn tanggal 19 Mei 2008.
Putusan Mahkamah Agung No. 685 K/PDT/2012 tanggal 14 November 2012.
Mahkamah Agung dalam putusan tersebut mengukuhkan kepemilikan tanah sengketa atas nama Beny Halim alias Benny. Eksekusi dilakukan oleh Pengadilan Negeri Sei Rampah pada 10 Mei 2023 sesuai dengan Penetapan Eksekusi Nomor 1/Del/Eks/2023/PN Srh jo. Nomor 15/Eks/2015/76/Pdt.G/2004/PN Srh tanggal 8 Februari 2023.
Fakta Hukum Terkait SHM No. 296 dan SHM No. 299
Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 296 atas nama Sarudin Purba dan SHM No. 299 atas nama Rauli Br. Manihuruk telah dinyatakan cacat administrasi dan/atau hukum karena diperoleh dengan cara melawan hukum. Hal ini didasarkan pada:
Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Nomor 137/Pid.B/2012/PN-LP-SR tanggal 3 Mei 2012.
Putusan Pengadilan Tinggi Sumatera Utara No. 288/PID/2012/PT-Mdn tanggal 25 Juni 2012.
Putusan Mahkamah Agung No. 1538 K/Pid/2012 tanggal 24 Oktober 2012.

Dalam putusan ini, Sarudin Purba divonis bersalah karena melakukan pemalsuan dokumen dalam penerbitan SHM tersebut.
Berdasarkan putusan perdata dan pidana yang telah inkracht, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Utara menerbitkan SK Nomor 20/Pbt/BPN.12/XI/2024 yang membatalkan SHM No. 296 dan SHM No. 299 sesuai dengan Pasal 35 huruf o Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020.
Menanggapi Klaim Sepihak
Saipul bersama tim kuasa hukum menegaskan bahwa klaim dari beberapa pihak yang mengaku sebagai petani tidak berdasar secara hukum. Sengketa ini telah diputus oleh pengadilan dan eksekusi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Lebih lanjut, tuduhan bahwa luas tanah yang dieksekusi melebihi yang diperintahkan pengadilan adalah tidak benar. Eksekusi dilakukan sesuai dengan penetapan pengadilan dan dalam pengawasan ketat dari aparat penegak hukum.
Peringatan kepada Pihak yang Menyebarkan Berita Tidak Benar
Tim kuasa hukum menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu yang merugikan pihak lain merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi sesuai UU ITE dan KUHP.

Jika hal ini terus berlanjut, mereka tidak akan ragu mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah dan hoaks terkait kasus ini.

Sebagai bentuk keseriusan, tim kuasa hukum telah secara resmi melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong ke Polda Sumut.

Langkah ini diambil untuk menindak tegas oknum-oknum yang sengaja menyebarkan informasi palsu demi menyesatkan opini publik dan mencemarkan nama baik pihak yang memiliki hak sah atas tanah tersebut. Mereka menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan demi menjaga keadilan dan menghindari polemik yang tidak berdasar.

Saipul dan tim kuasa hukumnya menegaskan bahwa kasus ini telah selesai secara hukum. Tidak ada lagi dasar bagi pihak-pihak tertentu untuk mengklaim kepemilikan atas tanah tersebut.

Mereka meminta semua pihak menghormati putusan pengadilan dan tidak melakukan tindakan provokatif yang dapat mengganggu ketertiban umum.

“Kami mengimbau semua pihak untuk menghormati supremasi hukum. Tanah ini telah diputus secara sah oleh pengadilan dan segala klaim sepihak adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab. Kami siap mengambil langkah hukum lebih lanjut terhadap segala bentuk pencemaran nama baik,” ujar Saipul dalam konferensi pers yang didampingi para advokat dari R&P Law Firm.

“Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai klarifikasi dan pelurusan informasi di hadapan media dan masyarakat luas. Kami berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara objektif berdasarkan fakta hukum yang ada,”ucapnya. (Tim)

Jacob Ereste :Prabowo Subianto Membongkar Realitas Paradoks Indonesia Agar Bisa Segera Naik Kelas

0

Jacob Ereste :
Prabowo Subianto Membongkar Realitas Paradoks Indonesia Agar Bisa Segera Naik Kelas

Mediacakrabuana.id

Kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia yang sangat besar, dahulu hanya dinikmati oleh penjajah asing, kini kekayaan Indonesia itu dinikmati oleh segelintir orang penjajah dari dalam negeri kita sendiri.

Begitulah kisaran pandangan strategis Prabowo Subianto berjudul Paradoks Indonesia yang dia simpulkan bahwa rakyat di negeri yang kaya raya ini — Indonesia — tapi rakyatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan.

Karena itu, demi mengatasi Paradoks Paradoks Indonesia dan mencegah tragedi terjadi di Indonesia, melalui buku ini Prabowo Subianto — setidaknya sejak tahun 2017 saat buku ini diluncurkan — menjelaskan bagaimana setiap warga bangsa Indonesia turut serta berperan untuk menjawab tantangan sejarah yang kini terjadi, Agat dapat menjadikan bangsa dan negara Indonesia kuat, terhormat, adil dan makmur. Sehingga Indonesia menduduki kelas atas yang disegani, bukan kelas menengah, apalagi kelas bawah yang selalu dianggap remeh.

Buku yang terbit dan dicetak super Lux ini memapar cara (1) membangun kesadaran nasional yang dirinci dengan kesadaran bersama, lalu kesadaran untuk memahami setelah 70 tahun Indonesia merdeka justru sedang menuju kegagalan. Maka itu saatnya sekarang membangun kader bangsa yang tangguh, ulet dan cerdas serta berakhlak mulia untuk membangun masa depan bangsa dan negara Indonesia seperti yang dicita-citakan bersama rakyat dari kemerdekaan Indonesia yang bertekad untuk memakmurkan rakyat secara adil dan merata, tanpa kecuali.

Tantangan bagi bangsa dan negara Indonesia yang nyata harus dihadapi hari ini adalah kekayaan Indonesia mengalir ke luar, karena hanya 1 persen bangsa Indonesia yang menikmati kemerdekaan itu.

Tantang kedua bagi bangsa dan negara Indonesia menurut Prabowo Subianto adalah demokrasi yang dikuasai oleh para pemodal besar. Pemimpin (gadungan bangsa Indonesia) bisa dibeli karena politik-uang seperti yang marak menjelang Pemilu di Indonesia. Begitu juga partai politik, lembaga survei, para pemilih dan media massa bisa dibeli dan dikuasai oleh para pemilik uang yang juga ingin berkuasa.

Strategi untuk mencegah tragedi yang mengerikan itu terjadi di Indonesia, Prabowo Subianto menawarkan strategi untuk seluruh rakyat Indonesia dengan menyadari potensi bangsa dan negara kita yang sangat besar, sehingga dapat mewujudkan ekonomi konstitusi yang acap dikatakan demokrasi dan ekonomi Pancasila serta mengukuhkan demokrasi bagi rakyat yang penuh berdaulat. Implementasi dari ekonomi kerakyatan yang sempat populer dengan sebutan ekonomi Pancasila itu, bisa diwujudkan dengan mencintai produk dari dalam negeri kita sendiri. Sehingga aliran duit ke luar negeri tidak semakin deras lajunya. Maka itu berbagai produk harus segera dapat dilakukan oleh putera dan puteri bangsa Indonesia sendiri.

Ilustrasinya pada tahun 2016 Indonesia membeli sepeda motor sekitar 6 juta unit, kemudian kendaraan roda empat (mobil) sebanyak 1 juta unit setiap tahun. Maka dari belanja untuk kendaraan ini saja sudah tidak Alang kepalang duit kita yang tergelontor ke negeri orang, seperti impor bahan pangan yang terlanjur menjadi trend pemerintah Indonesia sebelumnya sampai sekarang.

Rasio pajak memang harus naik seperti yang tengah digalakkan sekarang, hingga untuk sepeda motor milik rakyat kecil — yang memang tidak mampu membayar pajak — bila telah dua menunggak pajak akan dirampas paksa oleh negara. Lalu pertanyaan yang terselip dalam usaha menaikkan rasio pajak dengan peran warga masyarakat yang tersita kendaraan bermotornya, sungguhkah program pemerintah akan tetap mendapat dukungan dari warga masyarakat yang telah kehilangan kendaraannya sebagai alat untuk mencari nafkah ?

Paparan tentang masalah ekonomi digambarkan oleh Prabowo Subianto bahwa hanya 1 persen orang yang menguasai 49 persen kekayaan warga bangsa Indonesia. Karena rasio gini — ketika itu — Indonesia menurut Credit Suisse hanya 0,49. Artinya, cuma 1 persen orang kita menguasai 49 persen kekayaan Indonesia.

Pada saat yang sama, ada 29 juta rakyat hidup dibawah kemiskinan seperti yang diakui sendiri oleh pemerintah ketika itu (tahun 2015) terdiri dari 8,3 persen penduduk kota, dan 14,2 persen penduduk desa. Pada giliran berikutnya dari kondisi obyektif itu, 68 juta orang Indonesia terancam miskin, karena ada 50.persen orang di Indonesia berada pada ambang kemiskinan jika mengalir getaran ekonomi, apalagi bila sampai terjadi semacam krisis sejak sebelum Pemilu tahun 2024 sampai sekarang rakyat merasa semakin didera derita yang tak juga terselesaikan.

Tragisnya lagi, rasio ketimpangan kepemilikan dan penguasaan tanah (sejak tahun 2014), 72 persen tanah dikuasai sekitar 2,5 juta orang, seperti yang terus terkuat dari kasus lahan di pantai Utara, Tangerang, Banten serta sejumlah perkebunan kelapa sawit yang ratusan jumlahnya menguasai hutan tanpa izin, lalu hendak diputihkan begitu saja oleh pemerintah.

Menurut Prabowo Subianto — yang kini menjadi Presiden Indonesia untuk periode 2024 – 2029, Indonesia harus tumbuh dua kali lipat agar dapat menjadi negara berpenghasilan kelas atas, bukan kelas menengah. Untuk kebaikan kelas itu (negara berpenghasilan kelas atas), PDB per kapita Indonesia harus lebih tinggi dari $13.000 (minimal Rp 208 juta dalam kurs dollar Rp 16.000 sekarang di Indonesia). Untuk mencapai semua itu, ekonomi Indonesia garis tumbuh rata-rata 7 persen dalam jangka waktu lima tahun, baru setelah itu harus digenjot sampai dua digit (minimal 10 persen) per tahun selama 10 tahun berlangsung ke depan.

Yang gawat, kata Prabowo Subianto dalam bukunya yang mengurai pandangan strategisnya agar Indonesia tidak terjerembab dalam tragedi yang memilukan, rasio pajak harus naik (hal 40). Karena bila rasio pajak di Indonesia naik setara dengan negara Zambia, Indonesia sudah perlu berhutang kepada rentenir yang menggandakan uangnya di Indonesia.

Persentase penerimaan negara dibanding dengan besaran produk domestik bruto berkisar dibawah 11 persen. Angka ini sangat rendah jika dibanding dengan negara-negara Asean, apalagi dibanding dengan negara OECD sebesar 34 persen.

Agaknya, semua kebijakan pemerintah terkait dengan rakyat kecil, perlu mendapat pertimbangan yang matang, agar lebih bijak dan tidak semakin mencekik rakyat yang sudah susah hidupnya. Karena wong cilik sudah sepantasnya dilindungi oleh pemerintah sebagai satu-satunya tumpuan bagi rakyat yang tidak berdaya. Maka itu, simbolika dari Kabinet Merah Putih sebagai darah dan perjuangan yang suci, jangan pernah sekejap pun hendak dikhianati.

Tanjung Karang, 19 Maret 2025

Jacob Ereste :Pelayan, dan Pelayan Serta Pelayan Bagi Sri Eko Sriyanto Untuk Peradaban Masa Depan Berbasis Pada Spiritualitas

0

Jacob Ereste :
Pelayan, dan Pelayan Serta Pelayan Bagi Sri Eko Sriyanto Untuk Peradaban Masa Depan Berbasis Pada Spiritualitas

Mediacakrabuana.id

Pelayan, pelayan dan pelayan inilah posisi Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara yang gigih membumikan gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual sejak tiga puluh tahun silam bersama sejumlah tokoh seperti Susuhunan Paku Buwono XII, His Dur, Prof. Dr (HC) KH. Muhammad Habib Khirzin serta pemuka agama lainnya melalui GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) sampai sekarang tiada pernah lelah sambil mempersiapkan pertemuan persaudaraan tokoh spiritual dunia di Indonesia yang dia nilai pantas dan layak menjadi motor penggerak kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual untuk peradaban dunia yang paling ideal di masa depan.

Posisinya sebagai pelayan, dan pelayan serta pelayan untuk seluruh umat beragama dan bangsa-bangsa di dunia, dia akui dengan penuh kesadaran, saat dialog rutin Senin-Kamis di Sekretariat GMRI pada 19 Maret 2025, sehingga sejumlah pengorbanan yang telah banyak dia lakukan tiada sesal untuk perhatian, waktu sampai harta benda miliknya direlakan penuh ikhlas demi dan untuk kebangkitan kesadaran serta pemahaman terhadap spiritual yang sangat dia yakini mampu membenahi tata kehidupan manusia melalui perilaku yang beretika mulia, bermoral baik dan kuat sehingga mempunyai akhlak yang memperoleh restui dari langit untuk kehidupan manusia di bumi.

Sebab menurut keyakinan dan kepercayaannya sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara, untuk memperbaiki etika, moral dan akhlak manusia tidak mungkin dilakukan melalui politik juga tidak cukup denga pengetahuan maupun kemampuan ekonomi yang nyaris kandas dalam pengertian dan pemahaman serta kecerdasan spiritual, lantaran etika, moral dan akhlak manusia bertumpu pada agama yang hanya dapat dilakukan oleh para pemuka agama-agama yang dapat dijadikan panutan. Selebihnya adalah hanya bisa didampingi oleh para budayawan yang memiliki kecerdasan dan kesadaran serta pemahaman spiritual.

Etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai berkah dari Yang Maha Esa serta Maha Kuasa hanya mungkin dijaga dan dipelihara kemuliaannya melalui para tokoh agama yang paling mumpuni dan bertanggung jawab tegaknya integritas dari nilai-nilai kemuliaan manusia yang memiliki mandat dan amanah dari Tuhan sebagai khalifatullah — wakil Tuhan — di bumi. Karena manusia sebagai makhluk satu-satunya yang dipercaya oleh Allah SWT sebagai pemimpin untuk mengurus segala sesuatu yang ada dan yang terjadi di bumi.

Kecuali itu, hanya khalifatullah — dalam perspektif Islam — sebagai makhluk yang mampu menjalankan sunnatullah — untuk memimpin kehidupan manusia di bumi. Adapun sunnatullah itu adalah jalan yang dituntun oleh Allah SWT. Atau jalan Tuhan yang mendapat ridho dari bumi dan langit, atau jagat raya dan seisinya yang ada, termasuk semua makhluk ciptaan Tuhan.

Sunnatullah sebagai ketetapan Allah SWT — jalan yang benar harus ditaati oleh semua makhluk tanpa kecuali bagi manusia yang tidak dibantah untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan. Begitulah sunnatullah yang dapat dipahami sebagai hukum alam, sebagai bagian dari ciptaan dan kekuasaan Tuhan.

Dalam kontek serupa inilah Sri Eko Sriyanto Galgendu memposisikan dirinya sebagai konsekuensi logis dari kepemimpinan spiritual yang disandangnya, yakin dan percaya bahwa dirinya tidak lebih dari pelayan, pelayan dan pelayan untuk kebaikan orang banyak. Lantaran itu pula posisinya sebagai pelayan, dan pelayan serta pelayan merasa berkewajiban untuk mentautkan semua umat beragama, dari berbagai bangsa dan negara untuk menemukan satu kesepakatan dalam kebersamaan menata dunia secara bersama agar lebih baik dalam satu tatanan peradaban yang memuliakan manusia.

Jakarta, 19 Maret 2025

Sikapi Teror Jurnalis Tempo, Ketum IWO Indonesia NR Icang Rahardian Kutuk Keras dan Minta Kapolri Turun Tangan

0

Sikapi Teror Jurnalis Tempo, Ketum IWO Indonesia NR Icang Rahardian Kutuk Keras dan Minta Kapolri Turun Tangan

JAKARTA, MEDIACAKRABUANA.ID

Menyikapi adanya teror berupa pengiraman kepala babi ke kantor Tempo yang ditujukan untuk salah satu jurnalis bernama Fransisca Christy Rosana pada Kamis (20/3/2025) kemarin, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia angkat bicara.

“Ikatan Wartawan Online Indonesis turut merasa prihatin atas kejadian yang menimpa sakah satu insan pers media Tempo dan mengutuk cara-cara yang dilakukan oleh pihak yang tidak senang kepada pekerja jurnalis dalam menjalankan tugasnya dengan cara teror dan sejenisnya,” ucap NR Icang Rahardian SH,MH pada Sabtu (22/3/2025).

Menurut Ketua Umum organisasi profesi jurnalis yang anggota kepengurusannya telah tersebar di 30 provinsi dan 200 lebih kabupaten/kota ini bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk nyata teror dan ancaman terhadap independensi serta kemerdekaan pers, padahal kemerdekaan pers salah satu wujud kedaulatan rakyat sebagaimana disebut di dalam Pasal 2 Undang-Undang 40 Tahun 1999 tentang Pers, dan dijamin sebagai hak asasi warga negara disebut dalam pasal 4 Undang-Undang Pers.

“Para jurnalis itu manusia biasa yang bisa saja ada terdapat kesalahan dalam tugasnya, namun undang-undang mengatur mekanisme yang bisa ditempuh, seperti hak jawab, hak koreksi atas pemberitaan atau produk jurnalistik. Bukan dengan cara teror atau jebskan yang sengaja diniatkan untuk membungkam wartawan,’ tegas Icang Rahardian.

Sebelumnya diketahui, Kantor Tempo mendapat kiriman kepala babi pada Rabu, 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus kotak kardus yang dilapisi styrofoam. Pimpinan Redaksi Tempo Setri Yasra menduga upaya ini sebagai teror terhadap karya jurnalistik Tempo.

“Kami mencurigai ini sebagai upaya teror dan melakukan langkah-langkah yang menghambat kerja jurnalistik,” kata dia. Setri menegaskan kinerja wartawan diatur di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur perlindungan pers dan wartawan di Indonesia.

Kotak berisi kepala babi tersebut ditujukan kepada “Cica”. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan Francisca Christy Rosana, wartawan desk politik dan host siniar Bocor Alus Politik.

Paket tersebut diterima satuan pengamanan Tempo pada Rabu sekitar pukul 16.15 WIB. Cica baru menerima pada Kamis, 20 Maret 2025 pukul 15.00 dan tidaj ada nama pengirimnya.

Meski demikian, Icang Rahardian mendesak agar kepolisian segera mengungkap dan mencari pelaku teror terdebut.

“Tindakan teror terhadap pers merupakan bentuk kekerasan dan premanisme, untuk itu kami mendesak kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengambil tegas atas kejadian dan menghukum pelaku
agar tidak terulang lagi di krmufian hari,” tegas Ketum Ikatan Wartawan Online Indonesia, NR Icang Rahardian.

Senada dengan Icang Rahardian, Ketua Umum Dewan Pers Dr. Ninik Rahayu mengeluarkan pernyataan resmi dan meminta insan pers di tanah air tidak perlu takut untuk tetap bersikap kritis dalam menyampaikan informasi karena adanya teror secara terang-terangan ini.

Ninik menegaskan bahwa penyampaian pesan atas kebenaran serta sikap kritis insan pers harus tetap dipertahankan agar masyarakat dapat menerima informasi secara utuh

“Dewan Pers berharap terhadap pers nasional agar pers tidak takut terhadap berbagai model ancaman dan tetap menjalankan tugasnya secara profesional,” pintanya.

“Pers juga tetap kritis dalam menyampaikan pesan kebenaran serta masukan terhadap pembuat kebijakan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi secara utuh,” tutupnya.

“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

Ketua DPD SPRI SUMUT Burju Simatupang ST.SH Bersama Media Pendamping News & Metropos 24 Bakti Sosial Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H

0

Ketua DPD SPRI SUMUT Burju Simatupang ST.SH Bersama Media Pendamping News & Metropos 24 Bakti Sosial Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H

Medan,- Mediacakrabuana.id

Pengurus DPD SPRI SUMUT ” Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Republik Indonesia Propinsi Sumatera Utara ” bersama jajaran Management Media Pendamping News “MPnews” dan Metropos 24 melaksanakan Bakti Sosial dengan membagikan Ratusan paket Sembako yang terdiri dari, beras, gula, minyak makan dan mie instan, dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Bakti sosial tersebut di ikuti insan wartawan dan warga masyarakat yang tinggal di kota Medan sekitarnya. Acara bakti sosial tersebut dilaksanakan di kantor Media Pendamping News dan Metropos 24, Jl Pantai Barat No 46, Kecamatan Medan Helvetia, Medan Sumatera Utara , (Sabtu, 22- 03-2025.)

Kegiatan bakti sosial tersebut rutin dilaksanakan DPD SPRI SUMUT setiap tahunnya bersama management Media Pendamping News dan Metropos 24, dalam rangka menyambut hari besar keagamaan.

Pada kegiatan acara tersebut Ketua DPD SPRI Sumut sekaligus pimpinan serta pemilik Media Pendamping News dan Metropos 24, Burju Simatupang ST.SH. mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian DPD SPRI UMUT bersama management Media Pendamping News dan Metropos 24 terhadap insan warawan beserta warga masyarakat sekitaran kota Medan.

Tampak hadir pada acara bakti Sosial tersebut, (Ketua DPD SPRI SUMUT) Burju Simatupang, ST. SH. (Sekretaris) Wilmar Tambunan SE. (Bendahara ) Ir.Sahroji.

Salah seorang warga masyarakat yang turut serta dalam kegiatan bakti sosial tersebut Ibu uci berujar, mereka sangat berterima kasih atas adanya kegiatan bakti sosial pembagian sembako tersebut dan berharap agar kegiatan bakti sosial tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya.
Ibu uci pada akhir kata sambutannya mengatakan, mereka akan selalu mendoakan segenap Pengurus DPD SPRI SUMUT beserta pimpinan dan management “MPnews” serta Metropos 24, agar semakin sukses dan berhasil dalam segala kegiatan nya.

Sekretaris DPD SPRI Sumut yang juga merupakan Wakil Pimpinan Redaksi MPnews dan Metropos 24, Wilmar Tambunan SE dalam acara tersebut berharap kedepannya, agar adanya pihak swasta dan pemerintahan yang dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan bakti sosial yang di adakan DPD SPRI SUMUT bersama Media Pendamping News dan Metropos 24 tersebut, serta diharapkan dapat menjadi salah satu sponsor, dalam kegiatan bakti sosial tersebut kedepannya, sehingga masyarakat yang merasakan dampak langsung kegiatan bakti sosial tersebut semakin bertambah jumlahnya. (Rizky Zulianda)

Jacob Ereste :Wacana Ujicoba Mogok Nasional Bagi Media Massa dan Pekerja Pers

0

Jacob Ereste :
Wacana Ujicoba Mogok Nasional Bagi Media Massa dan Pekerja Pers

Mediacakrabuana.id

Dari forum diskusi yang digagas Atlantika Institut bersama Jurnalis Independen Bersatu di Tangerang, Banten 22 Maret 2025, tentang peran Media dan insan pers termasuk penulis freelance muncul wacana untuk mogok nasional atau bahkan menghentikan sama sekali aktifitas media dan insan pers bersama penulis, bukan atas dasar teror seperti yang dialami media Tempo dan pekerja junalisnya yang dikirimi penggalan kepala babi.

Masalahnya, teror yang sekeji itu bukan saja menggambarkan peradaban yang mundur jauh ke belakang, tetapi kesadaran dan pemahaman terhadap fungsi dan peran media serta pekerja profesi insan pers sungguh dianggap tidak memberikan kontribusi apa-apa, kecuali hanya dianggap pembuat gaduh dan keonaran belaka. Belum lagi perlakuan dari sejumlah pihak yang mungkin merasa sangat terganggu oleh pemberitaan, ulasan termasuk opini yang dipublish untuk masyarakat umum, sehingga dianggap mengusik kenyamanan mereka untuk berulah bebas menjalankan usahanya yang pasti dianggap benar dan tidak melanggar hukum, dirasa tidak melabrak etika serta tidak dianggap amoral yang sesungguhnya terbilang dalam perlakuan yang bejat dan tidak berakhlak mulia.

Wacana untuk mogok atau bahkan menghentikan sama sekali segenap aktivitas yang terkait dengan media dan profesi jurnalistik hingga penulis artikel dan esai dalam media yang terbilang maenstrem hingga media sosial berbasis internet sempat menjadi topik perbincangan yang menegang, lantaran apresiasi — apalagi untuk mengharap adanya semacam penghargaan dalam bentuk insentif yang paling sederhana sekalipun seperti jauh panggang dari api.

Peran media sosial yang kini menjadi andalan utama orang banyak memperoleh informasi, publikasi, sarana komunikasi seolah tidak memiliki nilai yang positif, sebagai kontrol sosial serta bagian dari upaya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa yang kritis dan cerdas melalui berbagai bentuk dan ragam media yang mempunyai fungsi dan peran sebagai penyampai informasi, sarana komunikasi serta wadah untuk melakukan publikasi yang diperlukan oleh masyarakat umum.

Artinya, alih-alih untuk mengharap adanya penghargaan yang sepatutnya diberikan oleh pemerintah untuk mensupport inisiatif dan kreatifitas pekerja pers dapat lebih bergairah menjalankan fungsi dan tugasnya yang mulia itu untuk ikut menjaga akal sehat rakyat banyak yang perlu pencerahan dan pemahaman tentang suatu yang sedang berkembang atau menjadi masalah dalam masyarakat, perlu mendapat sandingan pemberitaan, ulasan hingga analisis agar tidak semakin membuat banyak orang tersesat dan salah tafsir, hingga dapat menimbulkan salah dalam menyikapi maupun menghadapi realitas yang sedang terjadi dan dapat menimbulkan korban, kerugian atau malapetaka baru sebagai akibat dari ketidakpahaman pada masalah yang tengah mengancam banyak orang tersebut.

Seyogyanya untuk membangun budaya yang baik untuk memasuki masa depan yang lebih kompleks dan rumit tantangannya perlu keseiapan masyarakat yang cerdas dan kritis yang dapat dibangun melalui media massa yang dapat diuji serta diklarifikasi setiap waktu, sehingga dapat memperoleh kepercayaan serta pengakuan dari publik yang akan menjadikannya sebagai referensi, atau segera meninggalkannya, ketika apa yang disajikannya tidak lagi dapat dipercaya kebenaran, akuraritas hingga validitas data dan fakta yang disajikan.

Sesungguhnya, pihak pemerintah sangat berkepentingan untuk ikut menjaga kehidupan media massa dan pekerja pers yang baik dan bermutu guna menjadi partner dalam melakukan fungsi kontrol. Meski bagi mereka yang korup dan culas, keberadaan media massa dan pekerja pers pasti akan dianggap momok yang mengganggu keasyikan mereka untuk berlaku dan bersikap degil untuk memuaskan birahi kekuasaannya yang tidak sama sekali diorientasikan untuk melayani, melindungi dan mengupayakan kesejahteraan dalam arti luas untuk rakyat yang mereka wakili sebagai eksekutif, atau legislatif hingga fungsi dan perannya sebagai yudikatif.

Penolakan terhadap berbagai aksi dan unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat oleh pihak eksekutif, legislatif maupun yudikatif jelas menunjukkan keengganan mereka terhadap kritik — hingga untuk sekedar didengarkan pun — tidak ada ruang yang tersisa. Karena itu, wacana untuk mogok atau sekalian menghentikan semua aktifitas yang dilakukan media massa bersama segenap pekerja atau pengelolanya sempat mengemuka untuk diujicobakan, alih-alih menguji keberadaan media massa dalam bentuk apapun bersama segenap pekerja melakukan mogok, atau dapat dijadikan semacam langkah awal untuk menghentikan sama sekali dari keberadaan media dan pekerjanya yang selama ini nyaris selalu diperlakukan dengan cara yang tidak baik.

Sampai tulisan ini diturunkan, forum diskusi masih terus berlanjut, belum memberikan keputusan yang final untuk menjadi pilihan, meskipun wacana untuk mogok dan menghentikan semua bentuk aktivitas media massa — termasuk online — bersama segenap pekerja dan kontributornya yang, tetap merasa perlu untuk melakukan ujicoba mogok dan menghentikan untuk sementara waktu semua kegiatan yang biasa mereka lakukan.

“Ya, sekedar wacana melalukan aksi mogok nasional bagi media massa dan pekerja pers, toh boleh saja, karena untuk berinisiatif yang lain sudah tidak bisa, semua terhambat dan disumbat oleh masalah ekonomis. Seperti forum diskusi yang membahas soal wacana aksi mogok nasional yang tidak lagi dianggap sebagai masalah yang penting, setidaknya untuk mendapat perhatian dari aparat pemerintah yang berkepentingan dengan masalah ini. Kendati semua orang paham, mereka selalu lebih sibuk untuk mengurus kepentingan dan keperluan serta kebutuhan untuk dirinya sendiri. Maka, itu diskusi lanjutan akan diteruskan besok sambil menunggu acara waktu berbuka puasa.

Tangerang, 22 Maret 2025

Jacob Ereste :Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini

0

Jacob Ereste :
Sepucuk Surat Yang Kuterima bersama Bingkisan dan THR Untuk Lebaran Tahun Ini

Mediacakrabuana.id

Aktivis itu pilihan sikap….bukan pekerjaan yang menghitung untung dan rugi, maka itu aktivis cenderung terkesan gembel, miskin karena berani berkorban untuk kepentingan dirinya sendiri….

Tapi juga tidak berarti bahwa aktivis itu tak pandai membuat kalkulasi ekonomi, misalnya aktivis Yudha dari Cilengsi datang ke Jakarta hanya untuk mengikuti aksi yang dia anggap urgen untuk dilakukan….jelas ongkos dan jajan makan dan minum sudah dia hitung agar dapat dia atasi agar tidak sampai kafiran atau keleleran…

Lalu nilai apa yang bisa dia dapat dari kalkulasi ekonomi, kecuali nilai-nilai sosial yang mengekspresikan tanggung jawab moral dan sosialnya sebagai warga bangsa (bukan warga negara) yang sangat mungkin tidak banyak dilakukan secara sadar oleh semua orang, termasuk mereka yang terlanjur latah mengklaim dirinya sebagai aktivis…

catatan kaki :
Mulanya surat yang kuterima bersama bingkisan dan THR Lebaran tadi pagi, kukira bagian dari Lailatul qodar dalam wujud yang lain.

Sehingga sempat ingin ku sebut semacam “Puisi Esai” seperti genre sastra yang ada di kebun Denny JA dan kawan-kawan yang telah membangun semangat dan elan vital kreativitas serta etos dari kerja sastra yang tak hendak menyerah atau mati sia-sia ditengah perseteruan politik yang terus gaduh, seakan mengimbangi kebisingan ekonomi Indonesia yang semakin mencemaskan.

Seperti catatan kaki dari tulisan terlampir diatas, sekaligus hendak membuktikan bahwa semua terus bergerak dan berubah, meski seperti keong sawah atau reaksi terhadap kritik dari rakyat yang paling keras sekalipun, tapi tetap tak mengubah pilihan dan kebijakan untuk mendapat keuntungan dari kesempatan apapun.

Sebab untuk seorang pejabat yang pernah menduduki posisi penting di negeri ini akan dianggap sial atau bahkan bodoh masih mau hidup dalam pola kesederhanaan dan kebersahajaan. Apalagi sampai tidak memiliki villa pribadi di hutan lindung Puncak Bogor.

Jadi aktivis dan kesederhanaan itu adalah pilihan sikap yang tidak perlu diubah semacam pelampiasan dendam terhadap kemiskinan yang sesungguhnya tidak perlu menjadi beban hidup, dan juga tidak perlu untuk disesumbarkan kepada orang lain. Sebab pilihan sikap yang kukuh dan tak tergoyahkan itu bagian dari ketangguhan dan kecerdasan spiritual yang nyata, tapi acap dianggap oleh banyak orang sebagai sesuatu yang ghaib.

Banten, 22 Maret 2025

LOKASI HGU PT. BSP – PT.BA DESA KABAN AGUNG KEC.LAWANG KIDUL KAB. MUARA ENIM SUMSEL RIBUT.

0

LOKASI HGU PT. BSP – PT.BA DESA KABAN AGUNG KEC.LAWANG KIDUL KAB. MUARA ENIM SUMSEL RIBUT.

LAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Al Sopyan pimpinan umum media Rajawali news Grup menyikapi adanya pemberitaan yang beredar pasca pertemuan antara warga, camat, PT BSP dan PTBA yang difasilitasi oleh Tim Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan di kantor kecamatan lawang kidul, muara enim pada 18 Maret 2025 lalu maka dapat disampaikan bahwa acara tersebut di inisiasi oleh camat lawang kidul, dimana pada awalnya PT BSP, PTBA, dan Tim Jaksa Pengacara Negara Kejati Sumsel diundang untuk turut hadir bersilaturrahmi dengan masyarakat yang melakukan klaim diatas lahan HGU milik PT BSP yang berada di Desa Keban Agung.

Bahwa, statement dari masyarakat dan kecamatan yang memojokkan PT BSP dengan menyatakan bahwa HGU PT BSP tidak sesuai prosedur adalah tidak berdasar dan menyesatkan.

Dimana perlu kami sampaikan PT BSP telah memiliki lahan yang di klaim masyarakat dimaksud dengan dasar sertifikat Hak Guna Usaha yang diterbitkan pada Tahun 1994 oleh instansi yang berwenang, seperti yang kita ketahui bersama bahwa Hak Guna Usaha adalah alas hak yang diakui secara sah oleh negara berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ali Sopyan pimpinan umum Media Rajawali news Grup. Menyikapi adanya , PT BSP juga telah melakukan penyelesaian hak dengan masyarakat sebelum tahun 1994 dan juga melaksanakan skema pancung alas, sehingga PT BSP tidak dapat mengakomodir permintaan ganti kerugian dari masyarakat atas lahan yang diklaimnya diatas HGU milik PT BSP. Tegas Ali Sopyan
Selanjutnya untuk memperoleh kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak
Sebaiknya menempuh jalur hukum agar mendapatkan kepastian kekuwatan Hukum Tegas Ali Sopyan

MINGGU KE TIGA RAMADHAN DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT BERBAGI BERKAH DIGAPURA MUARA SIBAN LAHAT

0

MINGGU KE TIGA RAMADHAN DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT BERBAGI BERKAH DIGAPURA MUARA SIBAN LAHAT

LLAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat berbagi Berkah Ratusan Takjil di Minggu Ketiga ramadhan 1446 H tahun 2025 bagi pengendara roda dua dan empat yang melintas di Gapura Desa Muara Siban kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan, dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dikediaman Randi Aleksander Bendahara DPD IWO Indonesia Kabupaten lahat.

Seraya berkata penuh tawa salah satu pengendara yang melintas digapura Muara Siban Kecamatab Pulau Pinang Kabupaten Lahat penerima takjil 22-03-2025 mengatakan, Sukses selaku IWO Indonesia, semoga selalu berbagi seperti ini, kami doakan agar selalu jaya dan berkah, “ujarnya”.

Hal yang sama dikatakan pengendara yang melintas di gapura Muara Siban Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 22-03-2025 menuturkan, selama bulan puasa ini saya lihat IWO Indonesia sering berbagi,terbaiklah untuk IWO I, semoga selalu diberi rezeki yang berlimpah, ” ujarnya seraya berlalu “.

HERI AS Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO I) Kabupaten Lahat sekaligus Kabiro Media Rajawalinews.online Group 22-03-2025 melalui Nita Yupika Selaku Sekretaris DPD IWO Indonesia Kabupaten Lahat mengatakan Alhamdulilah diminggu ketiga ini kami dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat dapat berbagi berkah kembali yang berupa takjil untuk masyarakat yang melintas.Kegiatan ini akan terus berlanjut sampai dengan Minggu ke empat dibulan ramadhan tahun 2025 ini.Insyaallah DPD IWO Indonesia Kabupaten Lahat berbagi berkah bukan hanya dibulan ramadhan inj saja,sesudah ramadhan ini akan ada wacana berbagi berkah dalam bentuk lainnya yang tentunya dengan tujuan untuk masyarakat yang membutuhkan, ” ujarnya”.

NITA YUPIKA menambahkan Selesai dari kegiatan berbagi berkah ini salah satu wujud kebersamaan, kekompakkan untuk seluruh jajaran Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat,juga agar dapat saling Asah, Asih dan Asuh untuk semua jajaran IWO I Kabupaten Lahat, “harapnya”.

HERI AS
” TEAM PEMBURU KORUPTOR”

Jacob Ereste :Potensi Umat Islam Dari Zakat Fitrah, Zakat Mal Hingga Hibah Kekayaan Dapat Mengatasi Masalah Kemiskinan Untuk Kesejahteraan

0

Jacob Ereste :
Potensi Umat Islam Dari Zakat Fitrah, Zakat Mal Hingga Hibah Kekayaan Dapat Mengatasi Masalah Kemiskinan Untuk Kesejahteraan

Mediacakrabuana.id

Jika zakat fitrah umat Islam Indonesia dapat efektif dikumpulkan untuk mengatasi fakir miskin akan sangat signifikan hasilnya untuk membangun pemerataan kesejahteraan bagi warga masyarakat yang sangat membutuhkan dalam kondisi ekonomi yang sulit seperti yang terjadi hari ini sejak setahun lalu, sebelum pergantian Presiden yang baru dari Joko Widodo kepada Prabowo Subianto, hasil Pemilu 2024.

Zakat fitrah yang sangat ditaati untuk dipatuhi dan dilakukan oleh umat Islam sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras untuk setiap jiwa, akan terkumpul 244.712.757 jiwa kali 2,5 kilogram, setidaknya dapat mencapai 500 juta kilogram jumlahnya. Karena dari total populasi 281.279.031 jiwa yang ada di Indonesia, merupakan negara dengan jumlah umat Islam terbanyak di dunia. Lalu mengapa potensi umat Islam Indonesia yang begitu besar tidak mampu dimanfaatkan untuk memperbaiki serta meningkatkan kesejahteraan umat Islam yang mayoritas juga dirundung kemiskinan.

Sementara perkembangan jumlah umat Islam di Indonesia cukup pesat, karena pada tahun 2017 berjumlah 207,2 juta jiwa. Atau sebesar 87,2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Pada tahun 2021 tercatat sebesar 236.53 juta jiwa, atau 86,88 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Dan pada tahun 2025 umat Islam di Indonesia sudah mencapai 244.712.757 jiwa. Atau 87,2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Dari separuh umat Islam yang tercatat sekarang (tahun 2025 ada 244.712.757 jiwa) maka nilai zakat fitrah yang dapat dikumpulkan saat menjelang hari raya Idul Fitri tahun 2025
dapat terkumpul 500 juta kilogram beras. Sementara untuk setiap jiwa dapat
dikonversi dengan nilai uang sebesar Rp 40 ribu per jiwa. Maka untuk 244.712.757 jiwa dapat terhimpun dana segar sebesar 244. 712.757 kali 40 ribu rupiah, hampir mencapai Rp 10. 000.000.000.000 (sepuluh triliun rupiah).

Jika diasumsikan dana yang efektif mampu terkumpul separuh dari nilai tersebut — karena sangat mungkin banyak juga umat Islam yang tidak mampu hanya untuk mengeluarkan 2,5 kilogram beras itu, serta ongkos pengelolaannya dan biaya lainnya — maka umat Islam Indonesia dapat memiliki dana segar minimal Rp 5 triliun saat menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini.

Dana sejumlah itu agaknya lebih dari cukup untuk mengentas kemiskinan rakyat kecil untuk membuka usaha agar dapat memperbaiki kondisi kesejahteraan untuk dapat terus bangkit dan maju, sehingga dapat mengurangi beban pemerintah akibat dari berbagai akses yang disebabkan oleh kemiskinan yang akut.

Hasil survey tahun 2018 Indonesia diidentifikasi memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di dunia, setelah Pakistan yang mempunyai penduduk Muslim 231 juta jiwa. Sedangkan data dari Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, pada tahun 2021 jumlah penduduk Indonesia 262,23 juta jiwa. Sebanyak 236 juta beragama Islam, atau 86,88 persen per 1 September 2021.

Pada tahun 2023 dari sumber yang sama menyebutkan 87, 06 persen penduduk Indonesia mengidentifikasi diri sebagai Muslim yang terinci Sunni 99 persen dan Syiah 1 persen. Sedang yang beragama Kristen 10,47 persen, Protestan 7,41 persen, Katolik Roma 3.06 persen, Hindu 1,68 persen, Budha 0,71 persen, dan Konghuchu 0,03 persen dan lain-lain 0,05 persen.

Sejarah mencatat, agama yang pertama masuk ke Nusantara (Indonesia) adalah Hindu pada awal abad ke-4 Masehi yang dibawa oleh para pedagang asing dengan bukti peninggalan dari Kerajaan Kutai dan Tarumanegara yang khas bercorak Hindu. Hingga kemudian Indonesia — sejak zaman Kerajaan Nusantara — menerima kedatangan berbagai agama hingga sekarang Indonesia resmi memiliki 6 agama, yaitu Islam, Protestan Katholik, Budha dan Hindu serta Konghuchu.

Sesungguhnya potensi umat Islam tidak hanya sebatas zakat fitrah yang mampu ikut mengentas masalah kemiskinan di Indonesia, manakala dapat dikelola dengan baik dan efisien. Karena disamping zakat fitrah yang menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk dikeluarkan, juga ada zakat mal yang lebih tidak terhingga jumlah besarannya, bila umat Islam mampu untuk diyakinkan dalam cara pengelolaan serta pemanfaatan dari harta benda dan kekayaan yang dapat dikenakan zakat mal. Apalagi untuk harta benda yang tidak sedikit hendak dihibahkan guna kepentingan orang banyak.

Banten, 22 Maret 2025

BERITA TERBARU