www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News    
Beranda blog

“Di Balik Kabut Asap & Anggaran Ketat: Turnamen Domino Piala Bupati Sarolangun 2026, Hiburan Atau Pemborosan?”

0

“Di Balik Kabut Asap & Anggaran Ketat: Turnamen Domino Piala Bupati Sarolangun 2026, Hiburan Atau Pemborosan?”

Sarolangun Jambi || Mediacakrabuana.id

Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Sarolangun, sementara pemerintah tengah berupaya menjaga efisiensi anggaran daerah di tahun 2026. Di tengah situasi yang penuh tantangan itu, rencana penyelenggaraan Turnamen Domino ORADO Piala Bupati Sarolangun justru menuai perdebatan tajam di kalangan masyarakat.

Sejumlah warga mempertanyakan prioritas penggunaan uang daerah saat kabut asap mengganggu kesehatan warga, dan anggaran harus dialihkan untuk penanganan polusi udara serta kebutuhan dasar masyarakat. “Kita sedang berhemat di mana‑mana, tapi malah ada rencana gelar turnamen domino yang menghabiskan biaya tidak sedikit,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, pihak penyelenggara berpendapat turnamen ini bukan sekadar permainan, melainkan ajang silaturahmi dan hiburan bagi warga untuk melepas penat di tengah dampak kabut asap. Mereka menyatakan kegiatan ini juga dapat membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat Sarolangun.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada rincian jelas berapa besar anggaran yang dialokasikan untuk Turnamen Domino ORADO Piala Bupati tersebut. Masyarakat berharap pemerintah dapat menjelaskan secara terbuka alokasi dana serta manfaat nyata yang akan didapatkan warga, agar tidak terkesan pemborosan di masa efisiensi anggaran.

(DARMAWAN)

“Muratara Go Provinsi! Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi Lepas Pasukan Keamanan Sekolah (PKS) Berlaga di Tingkat Provinsi Sumsel di Palembang!”

0

“Muratara Go Provinsi! Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi Lepas Pasukan Keamanan Sekolah (PKS) Berlaga di Tingkat Provinsi Sumsel di Palembang!”

MURATARA, MEDIACAKRABUANA.ID

Kabar membanggakan datang dari Polres Musi Rawas Utara (Muratara). Pasukan Keamanan Sekolah (PKS) binaan Polres Muratara resmi dilepas untuk berlaga di perlombaan PKS tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang akan digelar di Kota Palembang.

Pelepasan PKS Polres Muratara tersebut dilakukan langsung oleh Kapolres Musi Rawas Utara AKBP ARDY AGUNG PERMADI, S.H., S.I.K., M.H, pada Senin (26/10/2026) pukul 07.30 WIB bertempat di Kantor Sat Lantas Polres Muratara.

PKS yang akan membawa nama baik Kabupaten Muratara ini berada di bawah binaan Sat Lantas Polres Muratara, dengan pembinaan langsung oleh Kasat Lantas *AKP M. ABDUL KARIM, S.H., M.H., bersama Kanit Kamsel AIPDA HERLI.

Dalam sambutannya, Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi memberikan dukungan penuh dan motivasi kepada para peserta PKS yang akan berlaga.

Kapolres berpesan agar seluruh peserta menjaga kedisiplinan, kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung di Palembang.

“Jaga kedisiplinan, kekompakan, serta junjung tinggi sportivitas selama perlombaan. Berikan hasil terbaik dan bawa nama baik Kabupaten Musi Rawas Utara di tingkat Provinsi Sumatera Selatan,” tegas Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi saat melepas PKS.

Kegiatan pelepasan PKS ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Muratara dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Dengan pembinaan yang telah dilakukan oleh Sat Lantas Polres Muratara, diharapkan PKS Polres Muratara dapat tampil maksimal, kompak, dan memberikan hasil terbaik di tingkat Provinsi Sumsel.

Keluarga besar Polres Muratara dan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara pun mendoakan agar PKS Polres Muratara dapat mengharumkan nama Muratara dan meraih prestasi terbaik di Kota Palembang.

*Turut hadir dalam kegiatan pelepasan:*
– Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi, S.H., S.I.K., M.H.
– Kasat Lantas Polres Muratara AKP M. Abdul Karim, S.H., M.H.
– Kanit Kamsel Sat Lantas Aipda Herli
– Personel Sat Lantas Polres Muratara
– Peserta Pasukan Keamanan Sekolah (PKS) Polres Muratara

Tim Redaksi: Cakrabuana.id / Kabiro

APBD PEMKAB LEBAK BANTEN DIDUGA MENJADI SANTAPAN GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT BANGSAT”

0

“APBD PEMKAB LEBAK BANTEN DIDUGA MENJADI SANTAPAN GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT BANGSAT”

.LEBAK BANTEN|| MEDIACAKRABUANA.ID

Ali Sopyan Relawan rakyat membela Prabowo memintak KPK RI. Tangkap gerombolang pejabat atau penjahat yang menggorok APBD kabupaten Lebak tegas Ali Sopyan.
Pasalnya Realisasi Belanja Perjalanan Dinas pada Sekretariat DPRD Tidak Sesuai Ketentuan
LRA Pemerintah Kabupaten Lebak untuk tahun yang berakhir sampai dengan 31
Desember 2025 (Audited) menyajikan anggaran Belanja Barang dan Jasa Tahun 2025
sebesar Rp734.029.842.948,00 dengan realisasi sebesar Rp675.852.654.477,98 atau
92,07%. Realisasi Belanja Barang dan Jasa tersebut diantaranya direalisasikan pada
Belanja Perjalanan Dinas sebesar Rp62.276.819.015,00.
Komponen dari belanja perjalanan dinas terdiri dari pembayaran uang harian dalam
kota maupun luar kota, akomodasi/biaya penginapan, biaya transportasi, dan biaya
representasi untuk pejabat eselon II. Uang harian perjalanan dinas dibayarkan secara
lumsum sesuai jumlah hari riil pelaksanaan perjalanan dinas. Biaya penginapan diberikan
kepada pelaksana perjalanan dinas luar daerah apabila menginap di hotel atau penginapan
lainnya yang setara dan diberikan sesuai dengan pengeluaran riil (at cost). Apabila
pelaksana perjalanan dinas tidak menginap dapat diberikan biaya sebesar 30% dari tarif
penginapan di kota tujuan. Biaya representasi hanya diberikan kepada pejabat negara,
pejabat daerah, dan pejabat eselon II yang melaksanakan perjalanan dinas dalam rangka
pelaksanaan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan. Biaya transportasi diberikan
sesuai dengan biaya yang dibutuhkan dalam menempuh tempat tujuan dan dibayarkan
sesuai bukti riil (at cost).
Berdasarkan LHP atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan terhadap
Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Pemerintah Kabupaten Lebak Tahun 2024
Nomor 11.B/LHP/XVIII.SRG/05/2025 tanggal 23 Mei 2025 mengungkapkan
permasalahan terkait Belanja Perjalanan Dinas antara lain:
a. Uang harian paket meeting tidak sesuai ketentuan;
b. Perjalanan dinas tidak dilaksanakan;
c. Pembayaran akomodasi hotel tidak sesuai ketentuan;
d. Biaya transportasi tidak digunakan seluruhnya; dan
e. Paket meeting tidak digunakan seluruhnya.
Atas permasalahan tersebut BPK merekomendasikan Bupati Lebak menginstruksikan
Kepala Perangkat Daerah terkait agar:
a. Meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pelaksanaan dan
pertanggungjawaban kegiatan Belanja Barang dan Jasa berupa Belanja Perjalanan
Dinas;
b. Memerintahkan PPTK dan Bendahara Pengeluaran dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya memedomani Standar Satuan Harga; dan
c. Memerintahkan pelaksana perjalanan dinas untuk mematuhi ketentuan dalam i
mempertanggungjawabkan biaya perjalanan dinas.
Menindaklanjuti rekomendasi tersebut Bupati Lebak telah memberikan instruksi kepada
Kepala Perangkat Daerah terkait melalui surat Surat Instruksi Bupati Lebak.
Hasil pemeriksaan BPK secara uji petik atas dokumen pertanggungjawaban
pengelolaan Belanja Perjalanan Dinas tahun 2025 menunjukkan permasalahan sebagai
berikut.Pedoman Pelaksanaan Perjalanan Dinas dan Standar Satuan Harga Belum i
Mengatur Mekanisme Penggunaan Biaya Transportasi dan Terdapat
Ketidakkonsistenan Data pada Lampiran Peraturan Bupati Mengenai Standar
Satuan Harga
Dalam pelaksanaan perjalanan dinas, Pemerintah Kabupaten Lebak menggunakan
Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati
Nomor 104 Tahun 2023 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, yang mengatur Kebijakan Perjalanan Dinas, Tata Cara dan
Mekanisme Perjalanan Dinas dan Pertanggungjawaban Perjalanan Dinas serta
Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Harga, Standar Biaya
Umum, Harga Satuan Pokok Kegiatan dan Analisis Standar Belanja Tahun Anggaran
2025. Hasil analisis terhadap peraturan tersebut diketahui terdapat beberapa hal yang
belum diatur secara rinci, antara lain:
1) Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Harga, Standar
Biaya Umum, Harga Satuan Pokok Kegiatan dan Analisis Standar Belanja TA
2025.
a) Beberapa kondisi yang belum diatur, antara lain:
(1) Pernyataan “Uang transportasi Perjalanan Dinas dibayarkan secara
reimburse melalui rekening Bank pelaksana Perjalanan Dinas yang
ditunjuk sesuai penugasan setelah menunjukkan bukti-bukti
transportasi berupa nota BBM dari SPBU, bukti pembelian Top Up
dengan memperhatikan kewajarannya.”, namun pembelian Top Up
kartu E-Toll belum ditetapkan nilai wajarnya dalam standar satuan
harga ke setiap daerah tujuan perjalanan dinas.
(2) Belum dijelaskan standar biaya transportasi dari Kabupaten Lebak ke
provinsi/kabupaten/kota lain apabila menggunakan Bahan Bakar
Minyak (BBM) untuk perjalanan berangkat dan pulang. Dalam
Lampiran II Peraturan Bupati terdapat uraian Biaya Transport Luar
Daerah ke Jawa Barat senilai Rp2.300.000,00 Orang/Hari. Penyusun
Standar Satuan Harga menyatakan bahwa satuan biaya transportasi
tersebut bukan orang/hari namun orang/kali.
Penyusun SSH menyatakan bahwa perhitungan tersebut dihitung
berdasarkan daerah terjauh di Jawa Barat dengan menggunakan Jarak
dikalikan dengan Penggunaan BBM dengan asumsi 1 liter menempuh
jarak 8 Km, biaya E-Toll dan parkir, tanpa dipisahkan berapa maksimal
biaya transportasi berangkat ataupun pulang.
Penyusun Standar Satuan Harga menyatakan Standar Satuan Harga
tersebut untuk perjalanan berangkat dan perjalanan pulang dan biaya
transportasi tidak dapat digunakan untuk pembiayaan transportasi
ketika sudah berada di lokasi perjalanan dinas karena telah masuk
dalam komposisi transportasi lokal pada Uang Harian.
(3) Belum dijelaskan standar biaya transportasi dari Kabupaten Lebak ke
Provinsi/Kabupaten/Kota lain apabila menggunakan BBM untuk
perjalanan berangkat dan pulang Pimpinan dan Anggota DPRD. Dalam
Lampiran II Peraturan Bupati terdapat uraian Biaya Transport untuk
Pimpinan dan Anggota DPRD ke Jawa Barat senilai Rp2.200.000,00per Kendaraan. Penyusun Standar Satuan Harga menyatakan bahwa
nilai tersebut dianggarkan oleh Sekretariat DPRD.
Hasil permintaan keterangan dengan bagian penganggaran pada
Sekretariat DPRD diketahui bahwa, nilai Rp2.200.000,00 yang
ditetapkan tanpa disertai dengan kertas kerja perhitungan. Nilai yang
ditentukan tersebut untuk menyesuaikan dengan anggaran yang
dimiliki oleh Sekretariat DPRD.
b) Terdapat perbedaan dalam tabel 2) Biaya Penginapan Luar Daerah dengan
lampiran II Peraturan Bupati perihal Kelompok Standar Biaya Umum untuk
menginap di Provinsi DKI Jakarta yang dapat dilihat pada tabel berikut.Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan
Bupati Nomor 104 Tahun 2023 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah, yang mengatur Kebijakan Perjalanan Dinas,
Tata Cara dan Mekanisme Perjalanan Dinas dan Pertanggungjawaban Perjalanan
Dinas.
Hasil analisa dokumen atas pedoman pelaksanaan perjalanan dinas diketahui
beberapa kondisi yang belum diatur, antara lain:
a) Belum adanya penjelasan atas biaya transportasi yang menggunakan mobil
pribadi ke tujuan pelaksanaan perjalanan dinas, dan bagaimana menilai
kewajaran penggunaan BBM, pengisian E-Money untuk pembayaran tol dan
parkir;
b) Belum adanya penjelasan atas biaya transportasi, apakah dapat dibayarkan
seluruh waktu perjalanan dinas atau hanya di waktu berangkat dan waktu
pulang saat melaksanakan perjalanan dinas;
c) Belum adanya penjelasan mengenai lokasi penginapan apakah harus di
provinsi/kabupaten/kota tujuan perjalanan dinas atau diperbolehkan di selain
provinsi/kabupaten/kota tujuan perjalanan dinas; dan
d) Belum adanya ketentuan untuk penggunaan informasi lokasi geografis
seperti koordinat latitude/longitude, tanggal, dan waktu ke dalam foto
digital/dokumentasi kegiatan perjalanan dinas.

.Redaksi membuka Ruang bagi Kepala Dinas,Team Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten lebak banten
untuk memberikan Klarifikasi atau Hak Jawab Resmi Sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku,guna menjamin Informasi yang objektif dan Berimbang”.

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

(Redaksi)

Pelayanan Kelurahan Muara Kulam Dikeluhkan Warga, Urus Surat Keterangan ke Dinsos Dipersulit, Warga: Jangan Persulit Kami!

0

“Pelayanan Kelurahan Muara Kulam Dikeluhkan Warga, Urus Surat Keterangan ke Dinsos Dipersulit, Warga: Jangan Persulit Kami!”

 

MURATARA,  MEDIACAKRABUANA.ID

Sebuah postingan curhatan warga di Facebook Group RRC (Rupit Rawas Community) menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat warganet Muratara. Postingan tersebut berisi keluhan soal pelayanan di Kelurahan Muara Kulam yang dinilai mempersulit warga saat mengurus surat keterangan.

Postingan dengan judul “MOHON PERHATIAN UNTUK PIHAK TERKAIT!” itu diunggah oleh warga di Group Facebook RRC yang merupakan group komunitas terbesar dan teraktif di Kabupaten Muratara dan Musi Rawas.

Dalam postingannya, warga tersebut menyayangkan pelayanan di Kelurahan Muara Kulam yang perlu menjadi perhatian.

“Sangat disayangkan, pelayanan di Kelurahan Muara Kulam perlu menjadi perhatian. Mengurus surat keterangan untuk keperluan ke Dinas Sosial secara mandiri saja terasa sulit, bahkan surat keterangan yang dibutuhkan justru tidak diberikan,” tulis warga dalam postingannya di FB Group RRC yang dikutip Cakrabuana.id, Senin (26/10/2026).

 

Warga tersebut menegaskan, sebagai masyarakat ia hanya ingin mengurus keperluan sesuai prosedur yang berlaku dan tidak meminta perlakuan istimewa. Jika ada syarat yang kurang, ia meminta agar dijelaskan dengan baik.

“Kami sebagai masyarakat hanya ingin mengurus keperluan sesuai prosedur yang berlaku. Jika memang ada persyaratan yang belum lengkap, mohon dijelaskan dengan baik agar kami tahu apa yang harus dilengkapi,” tulisnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak merasa dipersulit ketika ingin mengurus keperluannya sendiri secara mandiri.

“Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit ketika ingin mengurus keperluannya sendiri. Bukankah kelurahan merupakan tempat masyarakat mendapatkan pelayanan dan bantuan administrasi?” tanya warga dalam postingan tersebut.

Di akhir postingannya, warga tersebut memohon kepada pihak Kelurahan Muara Kulam agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan tidak mempersulit masyarakat.

“Mohon kepada pihak Kelurahan Muara Kulam agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan tidak mempersulit masyarakat. Kami tidak meminta perlakuan istimewa, kami hanya berharap mendapatkan pelayanan yang semestinya. Semoga ada perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait. 🙏,” tutup warga.

Postingan tersebut langsung menuai banyak reaksi dan komentar simpati dari anggota Group RRC lainnya. Banyak warganet yang mengaku pernah mengalami hal serupa saat mengurus surat di tingkat kelurahan.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Cakrabuana.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Kelurahan Muara Kulam, Camat Rupit, serta pihak terkait lainnya untuk mendapatkan klarifikasi dan hak jawab terkait keluhan warga yang viral di FB Group RRC tersebut.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan publik yang prima, cepat, transparan, dan tidak diskriminatif.

Diharapkan dengan viralnya postingan di Group RRC ini, ada evaluasi dan perhatian serius dari Bupati Muratara dan jajaran agar pelayanan di tingkat kelurahan bisa lebih baik lagi.

Cakrabuana.id membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya bagi pihak Kelurahan Muara Kulam sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999.

Sumber: Postingan Warga di Facebook Group RRC (Rupit Rawas Community)

Tim Redaksi: Cakrabuana.id
Laporan: – Muratara Sunardi kabiro

“RAMBO NUSANTARA MINTAK KPK RI BERTINDAK DI PEMKAB BANYUASIN SUMSEL”

0

“RAMBO NUSANTARA MINTAK KPK RI BERTINDAK DI PEMKAB BANYUASIN SUMSEL”

.Banyuasin, Sumsel || Mediacakrabuana.id

Ali Sopyan Relawan Rakyat Membela Prabowo . ( RAMBO ) Nusantara menemukan segudang dugaan kasus tindak pidana korupsi yang berdampak kerugian uang negara .

Pasalnya Persentase keterlambatan pada Minggu ke-13 semakin bertambah di Minggu ke-
18 dengan deviasi antara kurva rencana dan kurva prestasi pekerjaan sebesar
56,873%. Dalam periode Minggu ke-13 sampai Minggu ke-18 tidak ada perbaikan
dari CV MGI untuk mengatasi keterlambatan progres pekerjaan. Lebih lanjut
berdasarkan dokumen laporan progres kemajuan fisik bahwa setelah dilakukan
SCM III, dari minggu ke-20 hingga minggu ke-28 tidak terdapat progres pekerjaan
yang signifikan dengan deviasi pekerjaan mencapai -34,925%.
Berdasarkan Kontrak Nomor 620/09/JB-KMKBI/KONTRAK/PPK-
07/BKBK/PUPR/2025 tanggal 25 September 2025 Pasal 17 Penghentian dan
Pemutusan Kontrak ayat (3) menyatakan bahwa kelalaian dari Pasal 1266 dan
1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pemutusan kontrak melalui
pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: (g) Denda keterlambatan
pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima
persen dari Nilai Kontrak) dan PPK menilai bahwa penyedia tidak akan sanggup
menyelesaikan sisa pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis perhitungan denda atas
keterlambatan pekerjaan diketahui bahwa jumlah hari yang terhitung dikenakan
denda adalah 53 hari sebesar Rp312.898.114,43. Nilai tersebut telah melampaui
5% dari Nilai Kontrak pekerjaan. PPK menyatakan bahwa seharusnya pekerjaan
tersebut sudah dapat dilakukan pemutusan kontrak karena sudah memenuhi syarat-
syarat pemutusan kontrak.
Namun, PPK tetap memperpanjang waktu pelaksanaan pekerjaan dengan alasan
itikad baik penyedia. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh Tim BPK,
PPK, penyedia, PPTK, dan pengawas lapangan diketahui pekerjaan tersebut tidak
selesai dilaksanakan.
6) PPK belum mencairkan jaminan pelaksanaan pekerjaan
Berdasarkan hasil analisis dokumen dan permintaan keterangan kepada PPK
diketahui bahwa jaminan pelaksanaan hanya diperpanjang sampai dengan
addendum kontrak II yang dikeluarkan oleh PT Penjamin Kredit Daerah Sumsel
dengan jaminan pelaksanaan Nomor SBJS 20262.1010065 sebesar
Rp345.645.675,00 yang berlaku hingga tanggal 11 Februari 2026. Namun, padaaddendum kontrak III dan IV, PPK tidak memastikan dan tidak memperoleh
perpanjangan jaminan pelaksanaan dari penyedia.
Berdasarkan permintaan keterangan dari PPK mengatakan bahwa mengakui
kesalahannya untuk tidak memastikan jaminan pelaksanaan diperpanjang sebelum
melaksanakan addendum kontrak.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah, pada:
1) Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan bahwa penyedia sebagaimana pada ayat (1)
bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrak, kualitas barang/jasa, ketepatan
perhitungan jumlah atau volume, ketepatan waktu penyerahan, dan ketepatan
tempat penyerahan;
2) Pasal 57 ayat (2) yang menyatakan bahwa PPK melakukan pemeriksaan terhadap
barang/jasa yang diserahkan; dan
3) Pasal 78 pada:
a) ayat (3) yaitu pada:
(1) huruf (a) yang menyatakan bahwa dalam hal penyedia tidak melaksanakan
kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan, atau tidak melaksanakan
kewajiban dalam masa pemeliharaan, penyedia dikenai sanksi
administratif;
(2) huruf (f) yang menyatakan bahwa dalam hal penyedia terlambat
menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan Kontrak, penyedia dikenai sanksi
Administratif;

b. Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Nomor 12
Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Melalui Penyedia pada Lampiran II:
1) Bagian VII Pelaksanaan Kontrak pada:
a) Angka 7.11 Pengendalian Kontrak yang menyatakan bahwa dalam hal terjadi
deviasi antara realisasi dengan target pelaksanaan Kontrak atau terjadi Kontrak
Kritis maka para pihak melakukan Rapat Pembuktian (Show Cause
Meeting/SCM). PPK memerintahkan Penyedia untuk melaksanakan perbaikan
target dan realisasi pekerjaan. Apabila Penyedia tidak mampu mencapai target
yang ditetapkan pada SCM maka PPK mengeluarkan Surat Peringatan (SP)
kepada Penyedia. Dalam hal telah dikeluarkan SP ketiga dan Penyedia dinilai
tidak mampu mencapai target yang ditetapkan, maka PPK dapat melakukan
pemutusan Kontrak secara sepihak dan memberikan sanksi kepada Penyedia
sesuai ketentuan yang berlaku; dan

c. Klausul kontrak pekerjaan yang menyangkut daftar kualitas dan volume pekerjaan,
analisa harga satuan serta spesifikasi teknis pekerjaan.Permasalahan tersebut mengakibatkan:
a. Pengukuran atas prestasi pekerjaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya;
b. Jalan Beko Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I yang dibangun pada tanah
bukan milik pemerintah daerah berpotensi diklaim pihak lain dan terjadi sengketa;
c. Pemkab Banyuasin tidak dapat segera memanfaatkan hasil pekerjaan secara tepat
waktu dan sesuai perencanaan;

d. Tujuan pengadaan terkait umur ekonomis pekerjaan fisik tidak tercapai; dan

e. Kekurangan penerimaan daerah atas klaim jaminan pelaksanaan sebesar
Rp345.645.675,00.
Permasalahan tersebut disebabkan oleh:
a. Kepala Dinas PUPR sebagai PA belum mensyaratkan pengujian core drill dan
pengujian kualitas pekerjaan sebagai syarat pembayaran pekerjaan kontruksi jalan;
b. Kepala Dinas PUPR dan Kabid Bina Marga PUPR tidak cermat dalam merencanakan
pembangunan Jalan Beko Kelurahan Mariana Kecamatan Bsanyuasin I yang dibangun
bukan di atas tanah milik pemerintah daerah;
c. PPK tidak memedomani ketentuan perundang-undangan dalam pelaksanaan, dan
pengawasan pekerjaan; dan
d. PPK Peningkatan Jalan Beko Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I melakukan
addendum kontrak tanpa memastikan menerima jaminan pelaksanaan;
Atas permasalahan tersebut, Bupati Banyuasin menyatakan sependapat dengan
temuan BPK dan akan menindaklanjuti permasalahan tersebut sesuai rekomendasi BPK.
BPK merekomendasikan kepada Bupati Banyuasin agar memerintahkan Kepala
Dinas PUPR untuk:

a. Mensyaratkan pembayaran pekerjaan konstruksi jalan berdasarkan pengujian core drill
dan pengujian kualitas pekerjaan;

b. Lebih cermat dalam merencanakan pembangunan kontruksi jalan;

c. Menginstruksikan Kabid Bina Marga PUPR untuk lebih cermat dalam memastikan
status kepemilikan tanah yang akan digunakan sebagai tanah bawah jalan;

d. Menginstruksikan PPK untuk memedomani ketentuan perundang-undangan dalam
pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan;

e. Menginstruksikan PPK untuk memproses sanksi daftar hitam atas pelaksanaan
Peningkatan Jalan Beko Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I;

f. Menginstruksikan PPK terkait untuk memastikan perpanjangan jaminan pelaksanaan
sebelum melakukan addendum kontrak; dan

g. Memproses kekurangan penerimaan daerah atas klaim jaminan pelaksanaan sebesar
Rp345.645.675,00 dan menyetorkan ke Kas Daerah.

..“Redaksi membuka Ruang bagi Kepala Dinas,Team Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten Banyuasin Sumsel untuk memberikan Klarifikasi atau Hak Jawab Resmi Sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku,guna menjamin Informasi yang objektif dan Berimbang”.

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

( Redaksi )

“Bareskrim Polri Turun Gunung! Dittipidter Bongkar Praktik Migas Ilegal di Desa Mekar Sari Rawas Ilir Muratara, Dua Lokasi Penyulingan & Pemurnian Digerebek”

0

“Bareskrim Polri Turun Gunung! Dittipidter Bongkar Praktik Migas Ilegal di Desa Mekar Sari Rawas Ilir Muratara, Dua Lokasi Penyulingan & Pemurnian Digerebek”

 

MURATARA, MEDIACAKRABUANA.ID

Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik tindak pidana minyak dan gas bumi (migas) ilegal di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Pengungkapan ini menyasar dua lokasi yang dijadikan tempat penyulingan serta pemurnian minyak tanpa izin.

Pengungkapan kasus tersebut diumumkan langsung oleh Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, didampingi Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol. Tedy dan Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi saat konferensi pers di lokasi kejadian pada Jumat (23/10).

“Kami berhasil mengungkap tindak pidana migas di dua lokasi di Desa Mekar Sari. Lokasi pertama merupakan tempat penyulingan minyak, sedangkan lokasi kedua menjadi tempat pemurnian minyak. Harapan kami, dengan penindakan ini lifting migas nasional dapat meningkat,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni.

Modus Operandi dan Para Tersangka
Di lokasi pertama, petugas mengamankan tersangka berinisial S. Tersangka diketahui memperoleh minyak mentah dari wilayah Musi Banyuasin yang kemudian diolah secara ilegal menjadi produk turunan berupa bensin, minyak tanah, dan solar. Aktivitas ini diduga telah berjalan sejak Januari 2025 tanpa dilengkapi izin resmi maupun pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Sementara itu, di lokasi kedua, polisi mengamankan direktur PT Ratiga Abdi Meksa berinisial KF dan manajernya berinisial A. Di tempat ini, minyak olahan mengalami proses pemurnian dengan penambahan bahan kimia tertentu sehingga menghasilkan produk BBM yang menyerupai BBM resmi di pasaran untuk kemudian didistribusikan.

Barang Bukti Diagkut Petugas
Dari kedua lokasi penggerebekan, tim Dittipidter Bareskrim Polri menyita sejumlah barang bukti berukuran besar dan perlengkapan pengolahan, di antaranya:

Kendaraan & Tangki: 1 unit truk tangki biru-putih (Nopol BG 8302 QA), 1 unit mobil pikap Suzuki Carry (Nopol BG 8615 QA) bermuatan 2 buah tedmon kapasitas 1.000 liter, 1 unit tangki penampungan hijau kapasitas 20.000 liter, serta 1 unit tangki merah-putih kapasitas 5.000 liter.

Peralatan Pengolahan: 21 buah tedmon plastik kapasitas 1.000 liter, 8 buah kolam mixer beserta mesin pengolah, 1 unit mesin penyaring (filter), 2 unit mesin blower, genset, selang, 250 segel, serta berkas transaksi penjualan.

Bahan Kimia: 25 liter asam sulfat, 39 jerigen bekas asam sulfat, dan 20 kg pasir silika.

Atas perbuatannya, tersangka S dijerat dengan Pasal 53 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas (Illegal Refinery) dengan ancaman hukuman hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp50 miliar.

Sementara itu, tersangka A selaku Manajer PT Ratiga Abdi Meksa dijerat Pasal 54 huruf a UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas atas tuduhan pemalsuan dan pemurnian BBM tanpa izin usaha, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp60 miliar.

Brigjen Pol. Moh. Irhamni mengimbau seluruh pelaku bisnis minyak mentah ilegal untuk segera menghentikan operasinya. Pihaknya menegaskan tidak akan tinggal diam dan akan terus menindak tegas aktivitas migas ilegal.

Senada dengan hal tersebut, Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi menyatakan siap melakukan penyisiran berkelanjutan di wilayah hukumnya. “Kami tidak akan tinggal diam dan akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku minyak ilegal,” tegas AKBP Ardy.

“SEKDA PEMPROV SUMSEL DIDUGÀ SEWA HOTEL.Rp887.911.000, TIPIKOR KAJATI TURUN TANGAN”

0

“SEKDA PEMPROV SUMSEL DIDUGÀ SEWA HOTEL.Rp887.911.000, TIPIKOR KAJATI TURUN TANGAN”

SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Ali Sopyan pimpinan umum media rajawali news grup mendesak pihak Tipikor kajati Untuk turun tangan atas temuan BPK RI “SEKDA PEMFROV SUMSEL DIDUGÀ SEWA HOTEL.Rp887.911.000, TIPIKOR KAJATI TURUN TANGAN”

ironisnya anggaran belanja sewa hotel sekda nyaris tembus 1 Milyar dana tersebut berasal dari APBD. Bukan dari Warisan SEKDA tegas Ali Sopyan . Lanjut Ali Tipikor kajati harus cepat bertindak ,

Pasalnya Belanja Sewa Hotel dan Belanja Sewa Alat Angkutan Darat Bermotor
Lainnya pada Sekretariat Daerah Tidak Sesuai Ketentuan . Sebut saja otak koruptor
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban Belanja Sewa
Hotel dan Belanja Sewa Alat Angkutan Darat Bermotor Lainya diketahui bahwa
belanja tersebut tidak sesuai peruntukannya, otak oknum pejabat bangsat . hal tersebut disebabkan belanja
tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan yang bukan merupakan kegiatan Setda sebesar Rp887.911.000,00.

Hasil permintaan keterangan kepada PPTK menjelaskan bahwa belanja tersebut
dianggarkan untuk memfasilitasi kunjungan tamu-tamu resmi Pemprov
Sumatera Selatan.

Namun dalam realisasinya, belanja tersebut juga digunakan
untuk memfasilitasi permintaan dari organisasi daerah dan instansi vertikal atas
kegiatan-kegiatan yang bukan merupakan kegiatan resmi Pemprov Sumatera
Selatan dan bukan merupakan tamu undangan Pemprov Sumatera Selatan.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa belanja tersebut direalisasikan
berdasarkan surat permohonan bantuan fasilitas berupa kamar hotel dan
kendaraan dari organisasi dan instansi pemohon yang disetujui oleh Gubernur.

.
.“Redaksi membuka Ruang bagi Sekda ,Team Pelaksanaan Kegiatan Provinsi Sumsel untuk memberikan Klarifikasi atau Hak Jawab Resmi Sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku,guna menjamin Informasi yang objektif dan Berimbang”.

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

( Redaksi)

DUGAAN KEJAHATAN MAFIA BBM BERSUBSIDI DI BANGGAI LAUT: 575 JERIGEN TERBONGKAR, JANGAN BIARKAN HUKUM HANYA GARANG KE RAKYAT KECIL!

0

“DUGAAN KEJAHATAN MAFIA BBM BERSUBSIDI DI BANGGAI LAUT: 575 JERIGEN TERBONGKAR, JANGAN BIARKAN HUKUM HANYA GARANG KE RAKYAT KECIL!”

BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH || MEDIACAKRABUANA.ID

Penggerebekan 575 jerigen solar dan Pertalite di atas kapal jolor tujuan Taliabu, Maluku Utara, bukanlah angin lalu. Ini adalah alarm keras atas karut-marut distribusi energi yang langsung mencekik perut rakyat.

Yang bikin geram, penyelidikan awal justru menyeret nama oknum aparat kepolisian. Kalau ini benar, masalahnya bukan lagi BBM ilegal, tapi sudah menginjak-injak marwah institusi yang digaji dari uang rakyat untuk menegakkan hukum, bukan malah jadi backing atau Pelaku Kejahatan Mafia.

SIAPA PEMASOK, SIAPA PENAMPUNG, SIAPA BEKINGNYA?

Angka 575 jerigen itu bukan sedikit. Itu jumlah masif yang mustahil bisa jalan tanpa restu pihak-pihak berkekuasaan.

Dari mana asal muasal lautan jerigen ini?

Bagaimana bisa lolos dari pengawasan SPBU?

Siapa aktor intelektual di balik layar yang memegang kendali distribusi dan aliran dananya?

Bidpropam Polda Sulteng tidak boleh main-main atau sekedar cari aman. Jangan sampai proses hukum cuma tajam ke nelayan atau pengecer kecil, tapi tumpul begitu menyentuh oknum berseragam. Pangkat, jabatan, atau relasi kedinasan tidak boleh jadi tameng untuk cuci tangan.

SERAGAM BUKAN SURAT IJIN KEBAL HUKUM!

Dugaan keterlibatan Bripka RRP dan lampu hijau yang mengarah ke Kapolsek Banggai harus disidik terbuka tanpa ditutup-tutupi. Ingat, sidang etik dan proses pidana itu dua hal yang beda! Jangan jadikan sidang kode etik sebagai alat diskon hukuman untuk mengaburkan unsur pidana murni. Kalau terbukti ada unsur kejahatan terstruktur, seret ke pengadilan umum. Jangan beri ruang bagi impunitas!

Mutasi jabatan atau penunjukan Plh Kapolsek baru tidak akan menyelesaikan masalah kalau otak di balik kejahatan ini dibiarkan melenggang bebas. Publik butuh keadilan nyata, bukan sekedar rotasi administratif untuk meredam kemarahan massa.

BBM SUBSIDI Bukan KAVLING BISNIS GELAP
melainkan hak rakyat kecil, nelayan, dan pelaku usaha mikro yang berdarah-darah mencari nafkah di tengah himpitan ekonomi.

Dirampok demi keuntungan segelintir mafia berdasi dan oknum serakah adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Pesan tegas untuk Kapolda Sulawesi Tengah: Buktikan bahwa institusi Polri benar-benar bersih dan berpihak pada kebenaran. Jangan biarkan istilah “mafia BBM” cuma jadi tajuk berita sensasional yang ujung-ujungnya masuk angin.

Hukum wajib berdiri tegak tanpa pandang bulu. Barang bukti 575 jerigen sudah di depan mata jangan biarkan dalangnya menguap begitu saja!

BONGKAR JARINGANNYA, SERET OKNUMNYA, ADILI PELAKUNYA! JANGAN ADA YANG KEBAL HUKUM!

” Ketua IWOI Bekasi Pertanyakan Komitmen Pemkab Bekasi terhadap Perlindungan Wartawan”

0

” Ketua IWOI Bekasi Pertanyakan Komitmen Pemkab Bekasi terhadap Perlindungan Wartawan”

BEKASI — MEDIACAKRABUANA. ID

Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bekasi melontarkan kritik keras terhadap belum jelasnya tindak lanjut tuntutan Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya terkait dugaan penghinaan dan penghalangan tugas jurnalistik pada 6 Oktober 2026.

Ketua IWOI DPD Kabupaten Bekasi, Afifudin, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak boleh membiarkan persoalan tersebut menggantung tanpa kepastian. Menurutnya, tuntutan yang telah disampaikan melalui aksi damai bukan sekadar aspirasi untuk didengar, melainkan persoalan yang harus dijawab secara terbuka dan dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Jangan sampai wartawan sudah turun ke jalan menyampaikan tuntutan, tetapi setelah itu semuanya seolah-olah selesai hanya karena ada pertemuan atau jawaban tertulis. Kami ingin tahu apa tindak lanjutnya, bukan sekadar mendengar janji dan pernyataan normatif,” tegas Afifudin. Sabtu, 24/10/2026

Siapa yang Mewakili Wartawan Bertemu Bupati?

Afifudin secara khusus mempertanyakan informasi mengenai pertemuan dengan Bupati Bekasi yang disebut berkaitan dengan persoalan tuntutan wartawan.

Ia mempertanyakan siapa saja yang hadir mewakili Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya, apa mandat yang dibawa dalam pertemuan tersebut, apa yang disampaikan kepada bupati, serta apa hasil konkret yang diperoleh.

“Ini yang harus dijelaskan kepada rekan-rekan wartawan. Siapa yang mewakili dalam pertemuan dengan bupati? Apa yang dibicarakan? Apa jawaban bupati? Lalu, setelah pertemuan itu, tindak lanjutnya ke mana? Jangan sampai banyak yang mengaku sudah berkomunikasi atau bertemu, tetapi wartawan yang memperjuangkan tuntutan justru tidak mendapatkan kejelasan,” ujar Afifudin.

Menurutnya, apabila memang telah berlangsung pertemuan dengan bupati atau pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi, informasi mengenai hasilnya perlu disampaikan secara transparan kepada para wartawan yang terlibat dalam perjuangan tersebut.

Ia menegaskan, mempertanyakan hasil pertemuan bukan berarti menolak komunikasi atau dialog dengan pemerintah. Sebaliknya, komunikasi harus menghasilkan kejelasan, komitmen, dan tindak lanjut yang bisa dipantau bersama.

“Jangan jadikan pertemuan sebagai alasan untuk meredam persoalan. Kalau memang ada kesepakatan, sampaikan apa kesepakatannya. Kalau ada janji tindak lanjut, jelaskan siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana perkembangannya. Wartawan berhak mengetahui hasil perjuangan yang menyangkut kepentingan bersama,” katanya.

Tiga Tuntutan Tidak Boleh Berakhir sebagai Dokumen

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya menggelar aksi damai pada 15 Oktober 2026 dengan membawa tiga tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Tuntutan tersebut meliputi evaluasi terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, permintaan maaf resmi disertai jaminan agar dugaan penghinaan dan intimidasi tidak terulang, serta pengawalan proses hukum dan penegakan akuntabilitas pejabat publik.

Afifudin menilai, ketiga tuntutan itu harus ditanggapi secara serius. Pemerintah daerah tidak cukup hanya menyampaikan bahwa persoalan akan ditangani sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan.

“Jangan berlindung di balik kalimat ‘sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku’ tanpa memberikan penjelasan perkembangan yang bisa dipahami publik. Kalau prosesnya sedang berjalan, sampaikan prosesnya. Kalau belum berjalan, jelaskan kendalanya. Jangan biarkan semuanya menjadi kabur,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tuntutan evaluasi pejabat harus diproses secara objektif sesuai kewenangan dan ketentuan hukum. Namun, proses tersebut juga harus disertai kejelasan informasi agar tidak menimbulkan kesan bahwa aspirasi wartawan diabaikan.

Bupati Bekasi Harus Memberikan Kejelasan

Afifudin meminta Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, memastikan jajaran pemerintah daerah memberikan penjelasan mengenai perkembangan tindak lanjut tuntutan tersebut.

Menurutnya, persoalan ini bukan semata-mata menyangkut hubungan antara wartawan dan pejabat tertentu, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap kemerdekaan pers dan tanggung jawab aparatur pemerintah ketika berhadapan dengan insan pers.

“Bupati harus memastikan persoalan ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Kami tidak meminta keputusan diambil secara serampangan, tetapi kami menuntut transparansi dan kepastian proses. Jangan sampai publik melihat pemerintah lebih cepat memberikan pernyataan daripada menunjukkan hasil,” katanya.

Afifudin juga mengingatkan bahwa wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi. Kritik dan pertanyaan jurnalistik seharusnya disikapi secara profesional, bukan dengan tindakan yang berpotensi merendahkan martabat atau menghambat kerja jurnalistik.

Apabila terdapat dugaan pelanggaran, ia meminta persoalan tersebut diperiksa berdasarkan bukti, keterangan para pihak, dan ketentuan hukum yang berlaku.

IWOI DPD Kabupaten Bekasi Menuntut Transparansi

Sebagai organisasi profesi wartawan, IWOI DPD Kabupaten Bekasi mendorong agar seluruh pihak yang terlibat dalam penyampaian tuntutan maupun komunikasi dengan pemerintah menjaga keterbukaan kepada sesama insan pers.

Afifudin menegaskan bahwa perjuangan mengenai perlindungan profesi wartawan tidak boleh berhenti pada seremoni, dokumentasi pertemuan, atau pernyataan dukungan semata.

“Yang kami pertanyakan sederhana: tuntutannya sudah disampaikan, lalu apa hasilnya? Jika sudah ada pertemuan dengan bupati, siapa yang mewakili dan apa yang dibawa pulang dari pertemuan itu? Jangan biarkan rekan-rekan wartawan terus menunggu tanpa informasi yang jelas,” tandasnya.

Ia berharap Solidaritas Wartawan se-Bekasi Raya dapat memperoleh penjelasan terbuka mengenai hasil komunikasi dengan pemerintah daerah, sementara Pemkab Bekasi diharapkan menyampaikan perkembangan penanganan setiap tuntutan secara proporsional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Afifudin menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menutup ruang dialog dengan pemerintah, melainkan memastikan bahwa dialog tidak berhenti sebagai formalitas.

“Persoalan ini harus dijawab dengan tindakan dan kejelasan, bukan sekadar kata-kata. Wartawan tidak boleh hanya dibutuhkan ketika pemerintah ingin membangun citra, tetapi ketika wartawan menuntut keadilan dan penghormatan terhadap profesinya, justru dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” pungkas Afifudin.

(red)

“Jelang Peringati hari Sumpah Pemuda, Bravo TNI- POLRI dukung Kegiatan di lapangan H.adam Malik Kota siantar”

0

“Jelang Peringati hari Sumpah Pemuda, Bravo TNI- POLRI dukung Kegiatan di lapangan H.adam Malik Kota siantar”

.Siantar ||| Mediacakrabuana.id

kegiatan Fun Run sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada hari Minggu 6 pagi 25 Oktober 2026.

Menanggapi hal tersebut salah satu generasi pemuda kota Siantar yang biasanya di panggil Alvin mengatakan berikan apresiasi kepada walikota Kapolres Siantar, komandan Dandim 0207 Simalungun, komandan danrem, dansat brimob, komandan denpom, komandan Danrindam, dukung kegiatan 3 agenda besar Organisasi KNPI dalam rangka menjelang Sumpah tahun 2028 di lapangan h. Adam malik kota Siantar, sabtu 24/10/2026

“Mengusung tema “Pemuda Bergerak, Indonesia Maju”, kegiatan ini untuk merayakan semangat kepemudaan melalui olahraga dan kebersama masyarakat.

Lanjut menambahkan, semoga setiap komandan Polri dan Komandan TNI semakin erat di tengah masyarakat kota Siantar yang kita banggakan demi menjaga di NKRI

“Detail Kegiatan Sumpah Pemuda KNPI Siantar 2026

Rangkaian acara yang melibatkan kolaborasi dengan Forkopimda, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, KORMI, dan PWI ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 Oktober 2026 dengan beberapa agenda utama:
• Fun Run & Fun Walk: Digelar bersama unsur Forkopimda Kota Pematangsiantar dan komunitas olahraga.

• Car Free Day (CFD): Mendukung ruang gerak sehat tanpa kendaraan bermotor.
• Lomba Mancing & Olahraga Tradisional: Lomba rekreasi masyarakat untuk mempererat kebersamaan.
• Kirab Malam & Doa Lintas Agama: Agenda puncak pemersatu kerukunan antarumat beragama di Pematangsiantar. Ujarnya (s.hadi Purba/red)

“Perlu  Kolaborasi Lintas Sektoral Cegah Paham Radikal”

0

“Perlu  Kolaborasi Lintas Sektoral Cegah Paham Radikal”

*Medan,-* Sumatera Utara (Sumut) Mediacakrabuana.id

merupakan salah satu provinsi dengan anak terpapar radikal di luar Pulau Jawa. Dari 1.011 anak di Indonesia yang terpapar pada tahun 2026, 38 diantaranya terdapat di Sumut.

Hal itu disampaikan Kasatgaswil Sumut Densus 88 Antiteror (AT) Polri melalui Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, SH,MH dalam pemaparannya pada kegiatan Sosialisasi dan Launching
Kolaborasi lintas sektoral dalam pencegahan radikal pada generasi muda di wilayah Sumut untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 di SMA Negeri 5, Jumat (23/10/2026).

“Pada tahun 2025 anak 112 anak yang masuk dalam grup radikal 70 diantaranya masuk dalam True Crime Community (TCC). Sedangkan di tahun 2026 ada 1011 anak masuk dalam
Nihilistic Violent Extremism (NVE) dan True Crime Community (TCC), 38 diantaranya di Sumut,”ungkapnya.

Lebih jauh, perkembangan dunia digital memunculkan fenomena baru yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni Nihilistic Violent Extremism (NVE) dan True Crime Community (TCC).

NVE merupakan bentuk ekstremisme yang ditandai dengan kecenderungan melakukan kekerasan ekstrem tanpa motivasi ideologis atau politik yang jelas. Fenomena ini dapat didorong oleh pandangan yang membenci manusia serta keinginan untuk menghancurkan tatanan masyarakat.

Sementara itu, TCC merupakan komunitas daring yang membahas berbagai kasus kejahatan dan kekerasan. Dalam konteks pencegahan, paparan konten kekerasan secara berulang dapat menjadi perhatian apabila mendorong seseorang untuk meniru tindakan serupa.

Kunto mengatakan, anak-anak dan remaja berisiko terpapar konten kekerasan melalui berbagai saluran, mulai dari permainan daring, media sosial, lingkungan keluarga hingga lembaga pendidikan.

Mewakili Dir Intelkam Polda Sumut, Kabaganalis Dit Intelkam Polda Sumut, DR. AKBP Rudy Chandra, SH, MH mengatakan, upaya mencegah paham radikal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya, generasi muda, khususnya para pelajar, merupakan calon penerus bangsa yang perlu dibekali pemahaman agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kekerasan.
“Adik-adik inilah yang nantinya akan meneruskan bangsa ini. Paham radikal dapat menghancurkan diri sendiri. Penyebarannya bisa berasal dari mana saja, termasuk media sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia dan Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga. Karena itu, kolaborasi antara aparat, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari paparan paham yang mengarah pada kekerasan.

Sementara itu, Kasubdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Pardamean Hutahean, SH, MH, mengingatkan para pelajar agar bijak memanfaatkan internet dan teknologi digital.

Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan konten kekerasan dan merekrut anak muda ke dalam kelompok yang memiliki kecenderungan ekstrem.

AKBP Pardamean berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini tidak adanya lagi anak dibawah umur yang terapapar radikal di wilayah Sumut.

Ketua Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI Sumut, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., menilai ancaman radikalisme terhadap generasi muda harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Menurutnya, generasi muda perlu menjadi perhatian utama agar tidak mudah terpapar propaganda yang dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, dan perilaku mereka.

Media sosial, kata Yafiz, menjadi salah satu jalur penyebaran propaganda yang perlu diwaspadai karena informasi dapat menjangkau banyak orang dengan cepat, biaya relatif rendah, dan tanpa dibatasi wilayah geografis. Konten propaganda juga dapat dikemas secara menarik sehingga mudah diterima oleh kalangan muda.

Bahkan, proses perekrutan dapat berlangsung secara tertutup melalui ruang digital yang sulit terpantau apabila tidak disertai kewaspadaan dan pendampingan.

Yafiz menegaskan, pencegahan radikalisme tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Persoalan tersebut memiliki dimensi yang kompleks, meliputi ideologi, sosial, ekonomi, psikologis, dan digital.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektoral agar deteksi dapat dilakukan lebih cepat dan upaya pencegahan menyentuh akar persoalan,” demikian substansi pesan yang disampaikannya.

Ia juga mengingatkan bahwa agama terkadang digunakan sebagai instrumen pembenaran untuk memengaruhi orang lain. Oleh sebab itu, pemahaman keagamaan yang baik, sikap kritis, serta penguatan kerukunan antarumat beragama menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari ajakan yang mengarah pada kekerasan. *(Tim)*

Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap 3 pengedar Di Dua Tempat Berbeda

0

“Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap 3 pengedar Di Dua Tempat Berbeda”

 

*Sumatra Utara – Deli Serdang,-* Mediacakrabuana.id

Tim gabungan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Deli Serdang bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di dua lokasi di kawasan Bakaran Batu, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Sat Res Narkoba Polresta Deli Serdang melakukan pengungkapan peredaran narkoba pada Selasa (20/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 3 orang pria yang diduga terlibat dalam peredaran sabu serta menyita barang bukti narkotika.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., bersama dengan personil Sat Narkoba dan personil dari BNNK Deli Serdang.

Sat narkoba melakukan penangkapan di 2 lokasi yang berbeda, lokasi pertama di Jalan Bakaran Batu, Dusun II Kec. Tanjung Morawa petugas mengamankan pria berinisial AS alias Benget (35). Dari lokasi tersebut, petugas menyita tiga plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 3 gram, plastik klip kosong, satu blok plastik klip kecil, satu unit telepon genggam, dan satu sekop plastik.

Petugas kemudian mengembangkan penyelidikan ke lokasi kedua di Gang Jambu, Jalan Bakaran Batu, Dusun III, Desa Tanjung Baru. Di lokasi ini, dua pria berinisial RA alias Riki (34) dan RH alias Rizal (29) turut diamankan.

Dari lokasi kedua, petugas menyita dua plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 9,28 gram, tiga plastik klip kecil yang dilaporkan memiliki berat 3,74 gram, satu blok plastik klip kecil, dua unit telepon genggam, serta satu sekop plastik.

Berdasarkan pemeriksaan awal kepada ketiga terduga pelaku menyebut narkotika tersebut diperoleh dari seorang pria yang dikenal dengan panggilan RD. Petugas kini melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri keberadaan dan dugaan keterlibatan pria tersebut. Ujara Kasat

Selanjutnya, ketiga terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Deli Serdang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Kasat Narkoba menyampaikan bahwa Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika d wilayah hukum Polresta Deli Serdang. Petugas diharapkan terus mengembangkan penyelidikan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“kami akan terus melakukan penindakan kepada pelaku pelaku pengedar narkoba dan kami akan menindak tegas” jelasnya

Polresta Deli Serdang mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan ke Call Center 110 apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan masing-masing. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan bersih dari narkoba. *(Tim)*

“Polres Ogan Ilir Ungkap 26 Kasus, Sita 4.200 Liter BBM Ilegal tahun 2026 Hendrika Saputra Kaperwil Aceh 23 Oktober 2026”

0

“Polres Ogan Ilir Ungkap 26 Kasus, Sita 4.200 Liter BBM Ilegal tahun 2026
Hendrika Saputra Kaperwil Aceh
23 Oktober 2026”

Ogan Ilir Sumsel || Mediacakrabuana.id

Media Raja Wali News Grup Tim Pemburu Fakta Korupsi Cetak & Online

Kamis 22 Oktober 2026 Kepolisian Resor (Polres) Ogan Ilir mengungkap tiga perkara menonjol, mulai dari kejahatan jalanan, pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) olahan tanpa izin, hingga kebakaran gudang yang diduga menjadi lokasi penampungan BBM ilegal.

“Pengungkapan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers di Markas Polres Ogan Ilir, Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Kasat Reskrim AKP Rio Pranata Tarigan dan Kasi Humas Iptu Mansyur,Amd.Kep., S.H.,kamis (22/10/2026).

“yang diwawancarai oleh awak media Operasi Sikat I Musi 2026 Ungkap 26 Kasus Pengungkapan pertama merupakan hasil Operasi Sikat I Musi 2026 yang menyasar kejahatan jalanan dan aksi premanisme,Dalam operasi tersebut, polisi menetapkan enam target operasi (TO), terdiri atas tiga kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tiga kasus premanisme.

“Hasilnya, Polres Ogan Ilir mengungkap total 26 kasus, dengan rincian 19 kasus kejahatan 3C dan tujuh kasus premanisme. Pada kategori 3C, polisi mencatat nihil kasus curas, lima kasus curat dengan lima tersangka, serta 14 kasus curanmor dengan empat tersangka.

“Dari kasus curat, satu di antaranya merupakan target operasi, sedangkan pada kasus curanmor terdapat dua kasus yang masuk target operasi. Sementara itu, tujuh kasus premanisme melibatkan delapan tersangka. Tiga kasus di antaranya merupakan target operasi, sedangkan empat lainnya merupakan non-target operasi.

“Seluruh tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,Polisi Sita 4.200 Liter BBM Olahan Pengungkapan kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengangkutan BBM olahan tanpa izin,Perkara ini ditangani Satuan Reserse Kriminal melalui Unit Pidana Khusus (Pidsus) berdasarkan laporan polisi LP/A/15/X/2026/SPKT Polres Ogan Ilir tertanggal 14 Oktober 2026.

“Penindakan berlangsung pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 01.30 WIB, di Jalan Lingkar Selatan, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua pria berinisial AM (31), yang berperan sebagai sopir, dan BK (20), sebagai kernet.

“Operasi Sikat I Musi 2026 Ungkap 26 Kasus Pengungkapan pertama merupakan hasil Operasi Sikat I Musi 2026 yang menyasar kejahatan jalanan dan aksi premanisme,Dalam operasi tersebut, polisi menetapkan enam target operasi (TO), terdiri atas tiga kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta tiga kasus premanisme.

“Hasilnya, Polres Ogan Ilir mengungkap total 26 kasus, dengan rincian 19 kasus kejahatan 3C dan tujuh kasus premanisme,Pada kategori 3C, polisi mencatat nihil kasus curas, lima kasus curat dengan lima tersangka, serta 14 kasus curanmor dengan empat tersangka.

“Dari kasus curat, satu di antaranya merupakan target operasi, sedangkan pada kasus curanmor terdapat dua kasus yang masuk target operasi. Sementara itu, tujuh kasus premanisme melibatkan delapan tersangka. Tiga kasus di antaranya merupakan target operasi, sedangkan empat lainnya merupakan non-target operasi.

“Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim,Mereka diamankan ketika mengendarai mobil Isuzu Traga berwarna putih dengan nomor polisi BG 8157 KL. Dari kendaraan itu, polisi menyita sekitar 4.200 liter BBM olahan berwarna kecokelatan.

“Barang bukti tersebut terdiri atas dua tedmon berkapasitas masing-masing 1.000 liter, empat drum plastik biru berkapasitas 240 liter, 18 jeriken berkapasitas 70 liter, serta enam jeriken berkapasitas 35 liter,Polisi turut menyita dua unit telepon genggam,Atas dugaan perbuatannya, kedua terduga pelaku dijerat dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana disesuaikan melalui UU Nomor 1 Tahun 2026, juncto Pasal 20 huruf C KUHP dan Pasal 591 KUHP tentang penadahan.

“Gudang Diduga Penampungan BBM Ilegal Terbakar Perkara ketiga berkaitan dengan kebakaran sebuah gudang di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, yang diduga digunakan sebagai tempat penampungan BBM ilegal,Kebakaran terjadi pada Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 03.00 WIB.

“Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar, salah satunya dilaporkan merupakan warga Tanjung Raja,Tim Inafis bersama Unit Pidsus Polres Ogan Ilir mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan barang bukti,Di lokasi, petugas menemukan satu unit mobil tangki bertuliskan PT PETRO ARTHA INDO berkapasitas 16.000 liter dalam kondisi hangus terbakar.

“Selain itu, terdapat 92 unit baby tank berkapasitas 1.000 liter yang diduga berisi solar dan ikut terbakar, delapan mesin pompa air, empat kolam penampungan, serta puluhan peralatan lainnya,Polisi juga mengamankan 17 unit baby tank yang masih utuh dan tidak terbakar untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

“Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam pendalaman dugaan aktivitas penampungan BBM ilegal di lokasi tersebut,Namun, kepastian mengenai kepemilikan gudang, asal-usul BBM, serta pihak yang bertanggung jawab masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

“Penyidikan Berlanjut, Pemilik Gudang Diburu Kapolres Ogan Ilir menegaskan bahwa ketiga perkara tersebut telah memasuki tahap penyidikan. Penyidik akan berkoordinasi dengan para ahli dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina, serta Laboratorium Forensik untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi berkas perkara.

“Polisi juga terus menelusuri pihak yang diduga menjadi pemilik atau pengelola gudang yang terbakar tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh dugaan jaringan distribusi maupun penampungan BBM ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir,Pengungkapan tiga perkara tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menekan kejahatan jalanan sekaligus menindak dugaan penyalahgunaan distribusi BBM.

“Proses hukum selanjutnya akan menentukan pihak-pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan alat bukti yang sah.

Jurnalis: rdduparman@gmail.com

Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan dan Pendampingan Hukum Dana Desa melalui Program Jaga Desa di Kecamatan Purba

0

“Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan dan Pendampingan Hukum Dana Desa melalui Program Jaga Desa di Kecamatan Purba”

Simalungun,  Mediacakrabuana.id

Jumat, 23 Oktober 2026 — Kejaksaan Negeri Simalungun melalui Bidang Intelijen dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) melaksanakan kegiatan Entry Meeting Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) dan Pendampingan Hukum Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 di Kantor Camat Purba, Kabupaten Simalungun.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kejaksaan Negeri Simalungun, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Nagori dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan nagori yang tertib administrasi, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Simalungun, Yudhi Saputra, S.H., Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Said Reza Pahlevi, S.H., M.Si., Kasubsi Pertimbangan Hukum Rido Sirait, S.H., Camat Purba Abed Nego Purba.S.STP., M.Si, Jaksa Pengacara Negara, para Pangulu se-Kecamatan Purba, serta jajaran staf Bidang Intelijen dan Bidang Datun Kejaksaan Negeri Simalungun.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Purba menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pendampingan hukum oleh Kejaksaan Negeri Simalungun. Ia juga berharap agar koordinasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah nagori, dan Kejaksaan dapat terus ditingkatkan demi mendukung pengelolaan Dana Desa yang tertib, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara menyampaikan pentingnya pendampingan hukum dalam pengelolaan Dana Desa, khususnya untuk membantu pemerintah nagori memahami aspek hukum dalam pelaksanaan program dan kegiatan pemerintahan maupun pembangunan. Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen menyampaikan pentingnya program Jaksa Garda Desa sebagai sarana penerangan hukum dan upaya preventif untuk mencegah potensi penyimpangan yang dapat menimbulkan permasalahan hukum.

Pada kesempatan tersebut, para Pangulu juga menyampaikan berbagai aspirasi, kondisi, serta kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan nagori, pelaksanaan pembangunan, dan pengelolaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa. Menanggapi hal tersebut, jajaran Kejaksaan Negeri Simalungun memberikan pandangan dan solusi dari perspektif hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sekaligus mendorong pemerintah nagori agar aktif berkonsultasi dengan Jaksa Pengacara Negara apabila menghadapi kendala atau keraguan dalam pelaksanaan kegiatan.

Selain itu, para Pangulu diimbau agar memastikan setiap penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa berorientasi pada manfaat serta kepentingan masyarakat, menghindari kegiatan yang tidak produktif, dan mengutamakan program yang memberikan manfaat nyata bagi warga.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Simalungun juga mengimbau seluruh Pangulu se-Kecamatan Purba agar segera melakukan pengisian dan pemutakhiran data pada aplikasi ASLINMAS secara tertib, lengkap, dan akurat guna mendukung optimalisasi pendataan serta efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan nagori.

Melalui kegiatan ini, Kejaksaan Negeri Simalungun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penerangan dan pendampingan hukum secara preventif kepada pemerintah nagori. Diharapkan, sinergi yang terbangun dapat meminimalkan potensi permasalahan hukum, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta memastikan pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kejaksaan Negeri Simalungun — Mengawal Pembangunan, Mendorong Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, dan Melayani Masyarakat.

(Hadi s purba)

“Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Sumut merupakan salah satu Provinsi Di Luar Jawa Dengan Anak Terpapar Radikal”

0

“Sosialisasi Pencegahan Paham Radikal, Sumut merupakan salah satu Provinsi Di Luar Jawa Dengan Anak Terpapar Radikal”

 

*Medan,-* Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu provinsi dengan anak terpapar radikal di luar Pulau Jawa. Dari 1.011 anak di Indonesia yang terpapar pada tahun 2026, 38 diantaranya terdapat di Sumut.

Hal itu disampaikan Kasatgaswil Sumut Densus 88 Antiteror (AT) Polri melalui Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, SH,MH dalam pemaparannya pada kegiatan Sosialisasi dan Launching
Kolaborasi lintas sektoral dalam pencegahan radikal pada generasi muda di wilayah Sumut untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 di SMA Negeri 5, Jumat (23/10/2026).

“Pada tahun 2025 anak 112 anak yang masuk dalam grup radikal 70 diantaranya masuk dalam True Crime Community (TCC). Sedangkan di tahun 2026 ada 1011 anak masuk dalam
Nihilistic Violent Extremism (NVE) dan True Crime Community (TCC), 38 diantaranya di Sumut,”ungkapnya.

Lebih jauh, perkembangan dunia digital memunculkan fenomena baru yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni Nihilistic Violent Extremism (NVE) dan True Crime Community (TCC).

NVE merupakan bentuk ekstremisme yang ditandai dengan kecenderungan melakukan kekerasan ekstrem tanpa motivasi ideologis atau politik yang jelas. Fenomena ini dapat didorong oleh pandangan yang membenci manusia serta keinginan untuk menghancurkan tatanan masyarakat.

Sementara itu, TCC merupakan komunitas daring yang membahas berbagai kasus kejahatan dan kekerasan. Dalam konteks pencegahan, paparan konten kekerasan secara berulang dapat menjadi perhatian apabila mendorong seseorang untuk meniru tindakan serupa.

Kunto mengatakan, anak-anak dan remaja berisiko terpapar konten kekerasan melalui berbagai saluran, mulai dari permainan daring, media sosial, lingkungan keluarga hingga lembaga pendidikan.

Mewakili Dir Intelkam Polda Sumut, Kabaganalis Dit Intelkam Polda Sumut, DR. AKBP Rudy Chandra, SH, MH mengatakan, upaya mencegah paham radikal merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya, generasi muda, khususnya para pelajar, merupakan calon penerus bangsa yang perlu dibekali pemahaman agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang mengarah pada kekerasan.
“Adik-adik inilah yang nantinya akan meneruskan bangsa ini. Paham radikal dapat menghancurkan diri sendiri. Penyebarannya bisa berasal dari mana saja, termasuk media sosial,” ujarnya.

Ia menegaskan, Indonesia dan Sumatera Utara merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga. Karena itu, kolaborasi antara aparat, sekolah, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk melindungi generasi muda dari paparan paham yang mengarah pada kekerasan.

Sementara itu, Kasubdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Sumut, AKBP Pardamean Hutahean, SH, MH, mengingatkan para pelajar agar bijak memanfaatkan internet dan teknologi digital.

Menurutnya, teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan konten kekerasan dan merekrut anak muda ke dalam kelompok yang memiliki kecenderungan ekstrem.

AKBP Pardamean berharap, dengan terselenggaranya kegiatan ini tidak adanya lagi anak dibawah umur yang terapapar radikal di wilayah Sumut.

Ketua Komisi Kerukunan Antarumat Beragama (KAUB) MUI Sumut, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., menilai ancaman radikalisme terhadap generasi muda harus ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Menurutnya, generasi muda perlu menjadi perhatian utama agar tidak mudah terpapar propaganda yang dapat memengaruhi cara berpikir, sikap, dan perilaku mereka.

Media sosial, kata Yafiz, menjadi salah satu jalur penyebaran propaganda yang perlu diwaspadai karena informasi dapat menjangkau banyak orang dengan cepat, biaya relatif rendah, dan tanpa dibatasi wilayah geografis. Konten propaganda juga dapat dikemas secara menarik sehingga mudah diterima oleh kalangan muda.

Bahkan, proses perekrutan dapat berlangsung secara tertutup melalui ruang digital yang sulit terpantau apabila tidak disertai kewaspadaan dan pendampingan.

Yafiz menegaskan, pencegahan radikalisme tidak bisa dibebankan kepada satu lembaga saja. Persoalan tersebut memiliki dimensi yang kompleks, meliputi ideologi, sosial, ekonomi, psikologis, dan digital.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektoral agar deteksi dapat dilakukan lebih cepat dan upaya pencegahan menyentuh akar persoalan,” demikian substansi pesan yang disampaikannya.

Ia juga mengingatkan bahwa agama terkadang digunakan sebagai instrumen pembenaran untuk memengaruhi orang lain. Oleh sebab itu, pemahaman keagamaan yang baik, sikap kritis, serta penguatan kerukunan antarumat beragama menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari ajakan yang mengarah pada kekerasan. *(Tim)*

“DUGAAN ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT BANGSAT OKU SELATAN RP 44.991.597.568.00”

0

“DUGAAN ANGGARAN PERJALANAN DINAS GEROMBOLAN OKNUM PEJABAT BANGSAT OKU SELATAN RP 44.991.597.568.00”

.OKU SELATAN || MEDIACAKRABUANA.ID

“Ali Sopyan Relawan Rakyat Membela Prabowo ( Rambo ) Nusantara Mendesak jajaran KORTAS TIPIDKOR POLDA SUMSEL tangkap Oknum pejabat atau penjahat bangsat di Pemkab Oku Selatan yang merampok APBD dengan dalih perjalanan dinas . Tegas Ali Sopyan Wasekjen Rambo Nusantara Pasalnya Pertanggungjawaban Belanja Perjalanan Dinas pada Lima SKPD Tidak Sesuai Ketentuan

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan pada TA 2025 menganggarkan Belanja
Perjalanan Dinas Sebesar Rp49.297.957.557,00 dengan realisasi sebesar
Rp44.991.597.568,00 atau 91,26% dari anggaran, yang di antaranya direalisasikan
untuk Belanja Perjalanan Dinas Biasa sebesar Rp32.576.353.571,00 dan Belanja
Perjalanan Dinas Dalam Kota sebesar Rp12.415.243.997,00.
Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik pada dokumen
pertanggungjawaban Belanja Perjalanan Dinas dan daftar hadir pegawai berupa
rekapitulasi fingerprint dari mesin presensi elektronik, hasil konfirmasi kepada
instansi tujuan dan/atau penyelenggara acara, maskapai, dan penyedia akomodasi
yang tercantum dalam bukti pertanggungjawaban, serta keterangan dari pelaksana
perjalanan dinas menunjukkan bahwa terdapat bukti pertanggungjawaban Belanja
Perjalanan Dinas yang tidak sesuai dengan ketentuan sebesar Rp328.999.932,00
dengan uraian sebagai berikut.

a. Pembayaran biaya penginapan perjalanan dinas tidak sesuai dengan satuan biaya
penginapan daerah tujuan
Hasil pemeriksaan atas dokumen pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas
diketahui bahwa terdapat pembayaran biaya penginapan perjalanan dinas pada
empat SKPD yang melebihi ketentuan batas tertinggi yang telah ditentukan dalam
Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan
Regional. Kelebihan pembayaran ini terjadi karena perhitungan biaya penginapan
menggunakan tarif hotel/penginapan melebihi SBU yang berlaku. Kesalahan
penetapan tarif hotel/penginapan ini terjadi sejak bulan Januari 2025 sampai
dengan tanggal 17 Juni 2025 dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72
Tahun 2025 tanggal 18 Juni 2025. Biaya Penginapan melebihi satuan biaya pada
empat SKPD sebesar Rp35.659.332,00 dengan uraian pada tabel 1.2 berikut.Realisasi uang harian perjalanan dinas tidak sesuai dengan tempat tujuan dan
dibayarkan lebih tinggi dari yang seharusnya
Hasil pemeriksaan terhadap bukti pertanggungjawaban perjalanan dinas
diketahui terdapat kelebihan pembayaran akibat perhitungan uang harian
menggunakan tarif yang melebihi SBU. Dalam SBU, uang harian ditetapkan
sesuai dengan masing-masing tempat tujuan kabupaten/kota dalam provinsi
maupun tempat-tempat lain di luar provinsi dan disesuaikan dengan
Eselon/Golongan pelaksana perjalanan dinas. Kelebihan pembayaran uang harian
perjalanan dinas ini terjadi pada dua SKPD yaitu Bapperida sebesar
Rp480.000,00 dan Setda sebesar Rp5.970.000,00.

c. Pembayaran uang harian, uang representasi, dan biaya penginapan perjalanan
dinas Pelaksana Tugas tidak sesuai ketentuan
Pada Kabupaten OKU Selatan terdapat penunjukan pejabat eselon III sebagai
Pelaksana Tugas (Plt) dan/atau Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris DPRD, dan
Penunjukan Staf Bagian Protokol dalam melaksanakan tugas sebagai Plt. Kabag
Protokol. Dalam melaksanakan perjalanan dinas, yang bersangkutan
menggunakan biaya perjalanan dinas sesuai standar biaya perjalanan dinas yang
diperuntukan bagi pejabat eselon II dan Eselon III, yang seharusnya adalah
diperuntukan kepada jabatan definitif.
Berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Bupati OKU Selatan tentang Standar
Biaya Umum dan Surat Perintah Tugas bagi Plh dan Plt, tidak memberikan hak
fasilitas tertentu, maka Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas tidak
diperbolehkan menggunakan standar biaya perjalanan dinas dari jabatan yang
dimandatkan. Sebagai konsekuensinya, Plh dan Plt wajib menggunakan standar
biaya perjalanan dinas sesuai dengan jabatan definitif yang mereka pegang.
Atas hal tersebut terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp54.251.523,00
dengan uraian pada tabel 1 berikut.Realisasi belanja perjalanan dinas tidak dilaksanakan sesuai waktu yang ada pada
surat tugas
Berdasarkan hasil konfirmasi ke instansi tujuan, buku tamu, rekapitulasi
fingerprint, bukti foto kegiatan, dan klarifikasi kepada para pelaksana perjalanan
dinas diketahui bahwa terdapat pelaksana perjalanan dinas yang tidak
melaksanakan perjalanan dinas sesuai dengan jumlah hari yang tercantum dalam
surat tugas dan SPPD sebesar Rp8.999.700,00 dengan uraian pada tabel 1.2
berikut.Biaya Perjalanan Dinas tidak didukung dengan dokumen pertanggungjawaban
pada Setda sebesar Rp1.123.470,00
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban, Buku Kas
Umum, dan klarifikasi dengan Bendahara Pengeluaran, PPK, PPTK, dan Kabag
Perekonomian dan Sumber Daya Alam selaku KPA, terdapat transaksi belanja
perjalanan dinas yang dibukukan di BKU, tetapi tidak didukung bukti
pertanggungjawaban sebesar Rp1.123.470,00 dengan perincian pada tabel 1.
berikut.PPTK, Bendahara Pengeluaran, dan para pelaksana perjalanan dinas masing
masing SKPD mengakui permasalahan perjalanan dinas tersebut dan menerima hasil
perhitungan BPK atas kelebihan pembayaran yang timbul, serta sepakat dan bersedia
menindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK.
Saat penyusunan LHP telah dilakukan penyetoran kelebihan pembayaran
belanja perjalanan dinas ke kas daerah sebesar Rp328.999.932,00 dengan perincian
sebagai berikut:

a. Setda sebesar Rp126.140.693,00;

b. Sekretariat DPRD Rp24.613.000,00;

c. Bapperida sebesar Rp138.625.046,00;

d. Diskepora sebesar Rp29.467.933,00; dan

e. DP2KBP3A sebesar Rp10.153.260,00.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:

a. Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar Harga Satuan Regional
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2023
tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 33 Tahun 2020 tentang Standar
Harga Satuan Regional.Pasal 2 ayat (3) huruf a yang menyatakan bahwa dalam pelaksanaan anggaran,
standar harga satuan regional berfungsi sebagai batas tertinggi yang
besarannya tidak dapat dilampaui dalam pelaksanaan anggaran kegiatan;
2) Pasal 3 ayat (1) yang menyatakan bahwa Kepala Daerah menetapkan standar
harga satuan biaya honorarium, perjalanan dinas dalam negeri, rapat atau
pertemuan di dalam dan di luar kantor, pengadaan kendaraan dinas, dan
pemeliharaan berpedoman pada standar harga satuan regional sebegaimana
diatur dalam Pasal 1 dengan memperhatikan prinsip efisiensi, efektivitas,
kepatutan, dan kewajaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan; dan
3) Lampiran I Standar Harga Satuan Regional yang Berfungsi Sebagai Batas
Tertinggi dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, Bab II. Satuan Biaya Perjalanan Dinas Dalam Negeri, huruf

a. Satuan Biaya Uang Harian Perjalanan Dinas Dalam Negeri dan Uang
Representansi pada Angka 2. Uang Representasi Perjalanan Dinas, paragraf
pertama yang menyatakan bahwa uang representasi perjalanan dinas hanya
diberikan kepada pejabat negara, pejabat daerah, pejabat eselon 1, dan
pejabatan eselon II yang melaksanakan perjalanan dinas jabatan dalam rangka
pelaksanaan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan.

b. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
pada:
1) Pasal 114 ayat (2) menyatakan bahwa pejabat yang menandatangani dan/atau
mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar
penerimaan atau pengeluaran atas pelaksanaan APBD bertanggung jawab
terhadap kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat
bukti dimaksud; dan
2) Pasal 134 ayat (1) yang menyatakan bahwa setiap pengeluaran harus didukung
bukti yang lengkap dan sah mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang
menagih.

c. Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Nomor 158/KPTS/BPKAD/2025
Tentang Rincian Standar Biaya Umum Tahun Anggaran 2025 pada Lampiran
bagian Penjelasan:
1) Nomor 2. Uang Representasi huruf a yang menyatakan bahwa uang
representasi perjalanan dinas dalam negeri hanya diberikan kepada
Bupati/Wakil Bupati, Ketua/Wakil/Anggota DPRD dan Pejabat Eselon II yang
menjalankan perintah perjalanan dinas dalam negeri;
2) Nomor 4 huruf a yang menyatakan bahwa biaya transportasi dibayarkan sesuai
dengan biaya riil terhadap perjalanan dinas luar daerah maupun perjalanan
dinas dalam daerah, dibuktikan dengan tiket pesawat termasuk biaya asuransi,
boarding pass, nota pembelian bahan bakar minyak, dan bukti pembayaran
moda transportasi lainnya.Permasalahan di atas mengakibatkan terbukanya peluang penyalahgunaan
Belanja Perjalanan Dinas yang tidak sesuai sebenarnya.
Hal tersebut disebabkan oleh:

a. Para Kepala SKPD terkait selaku Pengguna Anggaran kurang optimal melakukan
pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan Belanja Perjalanan Dinas yang
menjadi tanggung jawabnya;

b. PPTK Belanja Perjalanan Dinas tidak memverifikasi bukti pertanggungjawaban
Belanja Perjalanan Dinas yang disampaikan para pelaksana perjalanan dinas
sesuai ketentuan;

c. Bendahara Pengeluaran dalam memproses pembayaran Belanja Perjalanan Dinas
tidak sesuai ketentuan; dan

d. Pelaksana perjalanan dinas tidak mematuhi ketentuan tentang perjalanan dinas.
Atas permasalahan tersebut, Bupati OKU Selatan menyatakan sependapat
dengan temuan BPK dan akan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan BPK.

..“Redaksi membuka Ruang bagi Kepala Dinas,Team Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten Oku Selatan untuk memberikan Klarifikasi atau Hak Jawab Resmi Sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku,guna menjamin Informasi yang objektif dan Berimbang”.

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

( Redaksi)

“Gara-gara Protes Sortiran TBS, Warga Muratara Dikeroyok 5 Karyawan Pabrik Sawit PT BSM Singkut, 3 Pelaku Dibekuk Polres Sarolangun!”

0

“Gara-gara Protes Sortiran TBS, Warga Muratara Dikeroyok 5 Karyawan Pabrik Sawit PT BSM Singkut, 3 Pelaku Dibekuk Polres Sarolangun!”

 

Muratara, Mediacakrabuana.id

Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan sadis terjadi di lingkungan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Berkat Sawit Mandiri (BSM) yang berlokasi di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Selasa (21/10/2026) kemarin.

Korban diketahui merupakan warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan, yang menjadi korban pengeroyokan oleh 5 (lima) orang karyawan bagian sortir PKS PT BSM.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tim Cakrabuana, peristiwa pengeroyokan tersebut diduga dipicu protes korban terkait sortiran Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dianggap tidak transparan, tidak adil, dan merugikan petani.

Kronologi: Protes Sortiran TBS di Loading Bay Berujung Pengeroyokan

Awalnya korban yang merupakan petani sawit asal Muratara datang ke PKS PT BSM Singkut untuk menjual TBS. Saat di area loading bay, korban melihat proses sortiran TBS yang dilakukan oleh tukang sortir PT BSM diduga curang dan tidak transparan.

Sortiran TBS yang dilakukan dinilai merugikan petani, banyak TBS yang bagus di-sortir dan dipotong harga secara sepihak tanpa penjelasan yang jelas.

Korban kemudian melakukan protes dan cekcok adu mulut dengan salah satu tukang sortir di area loading bay. Adu mulut yang semula hanya dua orang tersebut diduga memanas dan memicu emosi karyawan lainnya.

Bukannya menjelaskan secara baik-baik, 5 (lima) orang karyawan bagian sortir PKS PT BSM tersebut diduga langsung mengeroyok korban secara bersama-sama hingga korban mengalami luka-luka dan babak belur.

“Korban protes soal sortiran TBS bos, katanya tidak transparan dan merugikan petani Muratara. TBS bagus dibilang jelek, dipotong-potong. Pas protes di loading bay, malah dikeroyok 5 orang karyawan sortir PT BSM. Sadis bos, 1 lawan 5. Korban warga Muratara bos,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya kepada Cakrabuana.

3 Pelaku Dibekuk Polres Sarolangun, 2 Masih DPO

Pasca kejadian berdarah tersebut, korban dan keluarga langsung melapor ke Polres Sarolangun.

Jajaran Satreskrim Polres Sarolangun yang bergerak cepat langsung melakukan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku.

Dari 5 (lima) orang karyawan PT BSM yang diduga terlibat pengeroyokan, sebanyak 3 (tiga) orang pelaku dikabarkan telah berhasil diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Sarolangun untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara 2 (dua) pelaku lainnya dikabarkan masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Informasinya 3 sudah ditangkap Polres Sarolangun bos, 2 lagi masih DPO. Semoga Polres Sarolangun serius tegakkan keadilan, jangan karena korbannya warga Muratara jadi tidak diusut. Ini sudah lintas provinsi, Sumsel-Jambi bos,” tegas warga Muratara.

*Kapolres Sarolangun & Manajemen PT BSM Bungkam*

Saat dikonfirmasi redaksi Cakrabuana melalui pesan WhatsApp terkait kasus pengeroyokan 5 karyawan PT BSM terhadap warga Muratara tersebut, Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah tidak menjawab, pesan hanya centang dua alias bungkam.

Begitu juga pihak manajemen PT Berkat Sawit Mandiri (BSM) Singkut, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait ulah 5 karyawan sortirnya yang diduga mengeroyok warga Muratara gara-gara protes sortiran TBS.

Sikap bungkam Kapolres Sarolangun dan manajemen PT BSM tersebut sangat disayangkan, padahal kasus ini sudah viral dan menjadi perhatian warga Muratara.

Petani Muratara Resah: Sortiran TBS PT BSM Singkut Diduga Rugikan Petani

Kasus pengeroyokan ini membuka tabir dugaan praktik sortiran TBS yang tidak transparan di PKS PT BSM Singkut yang selama ini dikeluhkan petani, khususnya petani asal Muratara.

Banyak petani Muratara yang mengeluhkan sortiran TBS di PT BSM Singkut diduga curang, potongan sortiran terlalu tinggi, dan tidak ada transparansi.

“Memang sortiran di PT BSM itu terkenal keras bos, merugikan petani Muratara. TBS kami yang bagus dibilang mentah, dibilang busuk, dipotong banyak. Kami protes sedikit malah dimarahi. Nah sekarang ada warga Muratara protes malah dikeroyok 5 orang. Ini premanisme di pabrik bos, bukan karyawan,” keluh petani sawit asal Muratara lainnya.

Warga Muratara mendesak agar Polres Sarolangun mengusut tuntas kasus pengeroyokan tersebut dan tidak tebang pilih, serta mendesak Disbun Kabupaten Sarolangun untuk audit sistem sortiran TBS di PKS PT BSM Singkut yang diduga merugikan petani.

Terancam 5 Hingga 7 Tahun Penjara

Jika terbukti bersalah melakukan pengeroyokan, para pelaku terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman pidana 5 tahun penjara, dan bisa hingga 7 tahun penjara kalau korban mengalami luka-luka berat.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pemulihan dan kasusnya masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sarolangun.

Cakrabuana tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya kepada pihak PT BSM Singkut dan Polres Sarolangun.

Tim Investigasi: Cakrabuana
Red: Sunandi – Muratara/ kabiro

“Di Tengah Pekatnya Kabut Asap, PT MMS Gandeng IWOI Muratara & Pemdes Terusan Salurkan Ratusan Masker dan Vitamin untuk Warga!”

0

“Di Tengah Pekatnya Kabut Asap, PT MMS Gandeng IWOI Muratara & Pemdes Terusan Salurkan Ratusan Masker dan Vitamin untuk Warga!”

 

*MURATARA,  MEDIACAKRABUANA. ID

Kabut asap yang semakin pekat menyelimuti Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dalam beberapa hari terakhir menggerakkan kepedulian PT Mitra Muratara Sejahtera (PT MMS). Tidak hanya fokus pada operasional usaha, perusahaan yang beroperasi di Muratara ini menunjukkan empati dan tanggung jawab sosialnya dengan turun langsung membantu warga yang terdampak kabut asap.

Bersama DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Muratara dan Pemerintah Desa Terusan, PT MMS menggelar aksi sosial pembagian ratusan masker dan paket vitamin untuk warga.

Aksi sosial kemanusiaan itu digelar pada Jumat (23/10/2026) di Jalan depan Masjid Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Ratusan masker dan vitamin dibagikan kepada warga yang melintas dan masyarakat setempat yang terdampak langsung pekatnya kabut asap.

Pantauan Cakrabuana di lokasi, warga Desa Terusan terlihat antusias dan menyambut baik bantuan tersebut. Di tengah kondisi udara yang tidak sehat dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap, kepedulian yang ditunjukkan PT MMS, IWOI Muratara dan Pemdes Terusan menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka.

Prinsip PT MMS: Perusahaan Harus Hadir Saat Warga Kesulitan

HRD PT MMS, Erpan Arkah, SH menegaskan, kehadiran perusahaan tidak hanya berorientasi pada operasional usaha dan mencari keuntungan semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan moral saat masyarakat sekitar menghadapi musibah lingkungan seperti kabut asap yang terjadi saat ini.

“Prinsip kami di PT MMS, perusahaan harus hadir saat masyarakat kesulitan. Kabut asap di Muratara sudah sangat tebal beberapa hari ini, jarak pandang terbatas, udara tidak sehat, jadi kami terpanggil untuk membantu. Ini bentuk empati kami untuk warga, khususnya warga Desa Terusan,” kata Erpan Arkah, SH kepada Cakrabuana, Jumat (23/10/2026).

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan memang tidak besar nilainya, namun diharapkan mampu membantu menjaga kesehatan warga di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.

“Bantuan ini memang tidak besar, tapi kami harap bisa membantu menjaga kesehatan warga agar tidak terkena ISPA dan penyakit lainnya di tengah kabut asap ini. Kami akan terus pantau situasi kabut asap di Muratara. Jika dibutuhkan, kami akan kembali salurkan bantuan untuk warga Muratara, terutama di Desa Terusan dan sekitarnya,” ujarnya.

Gotong Royong Lawan Kabut Asap: Kolaborasi PT MMS, IWOI Muratara & Pemdes Terusan

Kolaborasi antara PT MMS, IWOI Muratara dan Pemdes Terusan ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan dampak kabut asap membutuhkan gotong royong dan kepedulian semua pihak. Bukan hanya tugas pemerintah daerah, tetapi juga dunia usaha, organisasi pers, dan masyarakat harus bersatu.

Ketua DPD IWOI Muratara dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kepedulian PT MMS yang telah menggandeng IWOI Muratara dalam aksi sosial tersebut. Menurutnya, peran perusahaan sangat penting dalam membantu masyarakat di saat bencana lingkungan.

“Kami dari IWOI Muratara sangat mengapresiasi kepedulian PT MMS. Di tengah pekatnya kabut asap ini, perusahaan hadir membantu warga. Ini contoh perusahaan yang baik, tidak hanya memikirkan bisnis, tapi juga peduli dengan kesehatan warga sekitar. Semoga perusahaan lain di Muratara bisa mencontoh PT MMS,” ujar Ketua IWOI Muratara.

Sementara itu, Kepala Desa Terusan menyambut baik bantuan masker dan vitamin tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada PT MMS dan IWOI Muratara yang telah peduli dengan warganya.

> “Terima kasih banyak kepada PT MMS dan IWOI Muratara yang sudah peduli dengan warga kami di Desa Terusan. Di tengah kabut asap yang pekat ini, masker dan vitamin ini sangat dibutuhkan warga. Bantuan ini sangat membantu warga kami,” ucap Kades Terusan.

Warga Terusan Sambut Baik, Jadi Penyemangat di Tengah Bencana

Warga Desa Terusan pun menyambut baik bantuan tersebut. Salah seorang warga yang menerima masker dan vitamin mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih PT MMS dan IWOI Muratara, masker dan vitaminnya sangat membantu kami. Kabut asapnya memang sudah sangat tebal, sesak napas kalau tidak pakai masker. Semoga PT MMS makin maju dan sukses,” ujar warga Terusan.

Kegiatan pembagian masker dan vitamin ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan di tengah bencana kabut asap memerlukan kepedulian dan gotong royong bersama. PT MMS telah menunjukkan bahwa perusahaan bisa menjadi bagian dari solusi.

Red: Sunandi – Muratara kabiro

“BALIK NAMA KENDARAAN DI SAMSAT MURATARA DIPERSOALKAN: BIAYA TAK TRANSPARAN, WAKTU TAK PASTI”

0

“BALIK NAMA KENDARAAN DI SAMSAT MURATARA DIPERSOALKAN: BIAYA TAK TRANSPARAN, WAKTU TAK PASTI”

 

MURATARA – MEDIACAKRABUANA.ID Al

Pelayanan pengurusan Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menuai keluhan dari masyarakat.

Seorang warga yang mengurus balik nama kepemilikan mobil roda empat mengeluhkan dua hal utama, yakni besaran biaya yang dinilai tidak transparan dan proses penyelesaian berkas yang memakan waktu lama tanpa kepastian.

Warga tersebut mendatangi Kantor Samsat Muratara untuk mengurus balik nama mobil yang baru dibelinya. Seluruh dokumen persyaratan seperti BPKB, STNK, KTP, dan cek fisik kendaraan disebut telah lengkap.

Namun, saat proses penetapan biaya, ia mengaku disodorkan nominal yang jauh di atas estimasi wajar dan tanpa rincian yang jelas.

“Biaya balik nama yang diminta sangat tidak masuk akal. Ketika saya tanyakan rinciannya untuk apa saja, jawabannya berbelit-belit dan tidak transparan. Saya merasa dipermainkan,” ungkap warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Jumat (23/10).

Selain persoalan biaya, warga juga mengeluhkan lambatnya proses pelayanan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan dokumen STNK dan BPKB baru atas nama pemilik baru tersebut dapat selesai.

“Sudah biaya tinggi, waktu penyelesaiannya pun ditarik ulur tanpa ada SOP waktu yang jelas. Ini sangat merugikan masyarakat,” tambahnya.

Sorotan SOP dan Potensi Pungli

Keluhan ini menjadi sorotan publik mengingat besaran BBNKB dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk penerbitan STNK, TNKB, dan BPKB telah memiliki standar resmi yang diatur dalam peraturan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Minimnya transparansi informasi tarif di ruang pelayanan serta tidak adanya kepastian waktu layanan dinilai menjadi celah potensial terjadinya praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan.

Masyarakat berharap Tim Pembina Samsat yang terdiri dari Bapenda Provinsi Sumatera Selatan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel, dan Jasa Raharja segera melakukan evaluasi dan sidak ke Samsat Muratara.

Adapun tuntutan warga meliputi:

1. Transparansi Tarif: Memasang papan informasi rincian biaya resmi BBNKB dan PNBP secara terbuka di area pelayanan.
2. Kepastian SOP: Menetapkan dan mengumumkan Standar Operasional Prosedur (SOP) waktu penyelesaian berkas secara jelas.
3. Penindakan Oknum: Memberikan sanksi tegas jika ditemukan oknum petugas yang melakukan mark-up biaya atau sengaja memperlambat layanan.

Awak media mencoba komunikasi kepada Kasat Lantas Muratara melalui via Whatsapp (WA) namun tidak ada tanggapan darinya “ungkap cakra”

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Samsat Muratara belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala UPTB Samsat Muratara untuk asas keberimbangan berita.

Red sunandi

“Merajalela! Bandar Narkoba Diduga Buka Lapak di Tepi Sungai Desa Batu Gajah Lama & Baru, Warga Tagih Janji Kapolri Berantas Narkoba Sampai Akar!”

0

“Merajalela! Bandar Narkoba Diduga Buka Lapak di Tepi Sungai Desa Batu Gajah Lama & Baru, Warga Tagih Janji Kapolri Berantas Narkoba Sampai Akar!”

 

Muratara, Cakrabuana.id –

Warga Desa Batu Gajah, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dibuat resah. Peredaran narkoba di wilayah tersebut diduga semakin merajalela.

Berdasarkan postingan warga yang viral di media sosial Facebook, bos-bos narkoba di Batu Gajah baru-baru ini semakin merajalela. Bahkan diduga banyak lapak-lapak narkoba yang beroperasi di tepi sungai. Tak hanya di Desa Batu Gajah Baru, bos narkoba juga diduga buka lapak di Desa Batu Gajah Lama.

“Nah bos bos narkoba di batu gajah baru ini semakin meraja lela la, banyak lapak lapak di tepi sungai la, de pulak bos bukak lapak di desa batu gajah lama pule… mana Kapolri kata ya mau membasmi narkoba apa omon omon be,” tulis warga Desa Batu Gajah dalam postingan Facebook yang viral, Kamis malam (22/10/2026).

Postingan tersebut sontak mendapat banyak respon dari warganet Muratara. Banyak warga yang mengaku resah dengan maraknya peredaran narkoba di Batu Gajah.

Warga menilai, lapak-lapak di tepi sungai Desa Batu Gajah Baru dan Desa Batu Gajah Lama tersebut sudah sangat meresahkan, karena diduga menjadi tempat transaksi narkoba secara terang-terangan.

Warga juga menagih janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang pernah menyatakan akan memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya dan tidak ada tempat bagi bandar narkoba di Indonesia.

“Mana janji Kapolri mau basmi narkoba sampai akar? Di Batu Gajah ini bandar makin banyak lapak, tepi sungai jadi sarang. Kalau memang mau diberantas, tolong buktikan. Jangan omon-omon bae. Kami warga Batu Gajah minta Polres Muratara, Polda Sumsel, BNN turun razia total Batu Gajah Baru dan Lama,” tegas warga lainnya.

Warga Batu Gajah mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Muratara, Kasat Narkoba Polres Muratara, BNNK Muratara, dan Polda Sumsel untuk segera melakukan razia besar-besaran di Desa Batu Gajah Baru dan Desa Batu Gajah Lama, terutama di lokasi-lokasi lapak di tepi sungai yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.

Warga khawatir jika peredaran narkoba di Batu Gajah dibiarkan merajalela, akan merusak generasi muda desa.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Muratara dan Kasat Narkoba Polres Muratara belum berhasil dikonfirmasi terkait laporan warga soal dugaan banyaknya lapak narkoba di tepi sungai Desa Batu Gajah Baru dan Lama tersebut. Tim Cakrabuana.id masih berupaya melakukan konfirmasi.

Cakrabuana.id tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya.

Tim Investigasi: Cakrabuana.id
Red: Sunandi – Muratara kabiro

BERITA TERBARU