www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News    
Beranda blog

PUTUSAN PN KISARAN DIKUATKAN PT MEDAN, KORBAN PERTANYAKAN EKSEKUSI M. YUSUF OLEH KEJARI BATU BARA”

0

“PUTUSAN PN KISARAN DIKUATKAN PT MEDAN, KORBAN PERTANYAKAN EKSEKUSI M. YUSUF OLEH KEJARI BATU BARA”

BATU BARA – MEDIACAKRABUANA.ID

Pelaksanaan pu”usan perkara pidana penipuan Nomor 988/Pid.B/2025/PN Kisaran menjadi perhatian setelah pihak yang mengaku sebagai korban mempertanyakan belum dilaksanakannya penahanan terhadap M. Yusuf, meskipun Pengadilan Negeri (PN) Kisaran telah menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun dan putusan tersebut dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu Bara sebagai institusi yang memiliki kewenangan melaksanakan putusan pengadilan melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berdasarkan informasi perkara yang tercantum dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Kisaran, Majelis Hakim pada 21 April 2026 menyatakan M. Yusuf terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dakwaan alternatif pertama.

Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi pidana penjara selama satu tahun.

Putusan tersebut kemudian diperiksa pada tingkat banding oleh PT Medan melalui Putusan Nomor 1549/PID/2025/PT MDN tertanggal 4 Juni 2026.

Dalam amar putusan banding, Majelis Hakim yang diketuai Tumpal Sagala, S.H., M.H., menyatakan menguatkan putusan PN Kisaran.

Majelis Hakim Banding juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Sementara itu, berdasarkan data SIPP, pemberitahuan putusan banding kepada Jaksa Penuntut Umum King Richter Sinaga dan pihak M. Yusuf tercatat pada 5 Juni 2026.

Rangkaian putusan tersebut menjadi dasar penting untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan proses hukum, khususnya status kekuatan hukum tetap dan pelaksanaan putusan oleh pihak Kejaksaan.

AMAR PUTUSAN: TERDAKWA DIPERINTAHKAN TETAP DITAHAN

Salah satu bagian penting yang menjadi perhatian dalam perkara ini adalah amar putusan PT Medan yang memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Perintah tersebut bukan sekadar bagian administratif putusan, melainkan harus dipahami dalam konteks ketentuan hukum acara pidana mengenai status penahanan dan pelaksanaan putusan pengadilan.

Karena itu, terdapat pertanyaan yang patut memperoleh penjelasan institusional: bagaimana tindak lanjut Jaksa Penuntut Umum terhadap amar putusan tersebut?

Apakah perintah tetap ditahan telah ditindaklanjuti? Apakah terdapat perubahan status penahanan berdasarkan penetapan atau putusan lain? Atau terdapat pertimbangan hukum tertentu yang menyebabkan pelaksanaan penahanan belum dilakukan?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar tidak terjadi kesalahpahaman publik dalam menilai proses penegakan hukum.

Terlebih, putusan pengadilan merupakan produk lembaga yudikatif yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.

EDI PRANOKO PERTANYAKAN KEPASTIAN HUKUM

Edi Pranoko, pihak yang namanya tercantum dalam daftar barang bukti berupa kwitansi penyerahan uang dalam perkara tersebut, menyatakan hingga Sabtu (31/10/2026), M. Yusuf belum menjalani penahanan sebagaimana yang diketahuinya.

Ia mengaku mempertanyakan tindak lanjut Kejari Batu Bara terhadap putusan pengadilan yang telah dikuatkan pada tingkat banding.

“Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang saya ketahui, yang bersangkutan belum ditahan. Saya sebagai pihak yang dirugikan mempertanyakan bagaimana tindak lanjut Kejaksaan Negeri Batu Bara terhadap putusan pengadilan tersebut,” ujar Edi Pranoko kepada wartawan.

Edi juga menyebut perkara tersebut berkaitan dengan kerugian materiil yang didukung sejumlah bukti kwitansi penyerahan uang dengan nominal mulai Rp5 juta hingga Rp30 juta.

Menurutnya, proses hukum yang telah berjalan hingga tingkat banding seharusnya memberikan kepastian mengenai kelanjutan penanganan perkara.

Ia berharap Kejaksaan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status eksekusi dan alasan apabila terdapat tahapan hukum yang belum diselesaikan.

Keterangan Edi tersebut merupakan pernyataan pihak yang mengaku sebagai korban dan masih memerlukan penjelasan dari institusi penegak hukum maupun pihak terkait lainnya.

KEWENANGAN EKSEKUSI BERADA PADA PENUNTUT UMUM

Dalam sistem peradilan pidana Indonesia, pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap merupakan kewenangan Penuntut Umum.

Hal tersebut secara tegas diatur dalam Pasal 342 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang menyatakan:

“Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap dilakukan oleh Penuntut Umum.”

Ketentuan tersebut juga diperkuat Pasal 30 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021, mengenai kewenangan Kejaksaan dalam melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Dengan demikian, pelaksanaan putusan bukan merupakan pilihan bagi aparat penegak hukum, melainkan kewajiban institusional ketika seluruh persyaratan hukum untuk pelaksanaannya telah terpenuhi.

Namun, kepastian mengenai status inkracht perkara M. Yusuf tetap perlu diperoleh melalui dokumen resmi pengadilan dan konfirmasi Kejaksaan.

Sebab, berdasarkan KUHAP baru, Pasal 299 mengatur kemungkinan dan pembatasan pengajuan kasasi, termasuk berdasarkan ancaman pidana dalam tindak pidana yang didakwakan.

Pasal 300 mengatur tenggang waktu pengajuan kasasi paling lama 14 hari sejak putusan yang dimohonkan kasasi dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum.

Oleh karena itu, status upaya hukum perkara ini harus diperiksa berdasarkan dakwaan, ketentuan yang berlaku, serta administrasi perkara, bukan semata-mata dengan menghitung waktu pemberitahuan putusan banding.

APAKAH SUDAH ADA SURAT PERINTAH EKSEKUSI?

Dalam konteks pelaksanaan putusan, salah satu hal yang perlu diperjelas adalah apakah Kejari Batu Bara telah menerima salinan resmi putusan dan menindaklanjutinya melalui administrasi pelaksanaan putusan.

Publik juga perlu mengetahui apakah telah diterbitkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48), bagaimana perkembangan pemanggilan terpidana, serta apakah terdapat kendala hukum atau teknis dalam pelaksanaan putusan tersebut.

Apabila putusan telah berkekuatan hukum tetap, Pasal 342 KUHAP menjadi landasan kewajiban Penuntut Umum dalam melaksanakan putusan.

Sebaliknya, apabila masih terdapat proses hukum atau keadaan tertentu yang memengaruhi pelaksanaannya, penjelasan resmi Kejaksaan diperlukan agar masyarakat mengetahui dasar hukum yang sebenarnya.

Dengan demikian, persoalan ini tidak seharusnya berkembang menjadi spekulasi mengenai ada atau tidaknya pembiaran terhadap putusan pengadilan.

Yang dibutuhkan adalah transparansi mengenai tahapan, dokumen, dan tindakan hukum yang telah dilakukan.

UPAYA KONFIRMASI KEPADA KEJARI BATU BARA BELUM MENDAPAT TANGGAPAN

Sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan pemberitaan, awak media BADAR.CO.ID telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara terkait perkembangan pelaksanaan putusan perkara Nomor 988/Pid.B/2025/PN Kisaran atas nama M. Yusuf.

Upaya klarifikasi juga dilakukan melalui K. Sinaga selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Batu Bara yang menangani perkara tersebut.

Konfirmasi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai status hukum perkara, kepastian inkracht, tindak lanjut amar putusan yang memerintahkan terdakwa tetap ditahan, serta perkembangan administrasi eksekusi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak Kejaksaan tersebut belum mendapatkan tanggapan maupun keterangan resmi yang dapat disampaikan kepada publik.

Redaksi menegaskan bahwa belum diperolehnya tanggapan tersebut tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai penolakan memberikan klarifikasi.

Awak Media tetap membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan penjelasan resmi kepada Kepala Kejaksaan Negeri Batu Bara, Kasi Pidum, JPU K. Sinaga, penasihat hukum M. Yusuf, serta pihak Pengadilan Negeri Kisaran dan Pengadilan Tinggi Medan.

KEPASTIAN HUKUM HARUS BERUJUNG PADA PELAKSANAAN PUTUSAN

Perkara ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak hanya diukur dari keberhasilan membawa suatu perkara ke persidangan hingga menghasilkan putusan hakim.

Pelaksanaan putusan juga merupakan bagian penting dari rangkaian proses peradilan yang harus memperoleh perhatian serius.

Bagi pihak yang merasa dirugikan, kepastian hukum bukan hanya tentang adanya putusan tertulis, tetapi juga kejelasan mengenai tindak lanjut putusan tersebut sesuai ketentuan hukum.

Sementara bagi institusi penegak hukum, keterbukaan dalam menjelaskan perkembangan perkara merupakan bagian dari tanggung jawab publik dan upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

Kini, penjelasan resmi Kejari Batu Bara menjadi hal yang dinantikan untuk menjawab pertanyaan mengenai status hukum dan pelaksanaan putusan tersebut.

Sebab, masyarakat berhak mengetahui apakah perkara ini masih berada dalam tahapan administrasi hukum atau telah memenuhi seluruh persyaratan untuk dilaksanakan eksekusinya.

Pada akhirnya, kepastian hukum tidak cukup berhenti pada lembar putusan pengadilan. Pelaksanaannya harus berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan, sehingga keadilan tidak hanya diputuskan, tetapi juga diwujudkan.(F.t)Hadi s Purba(

Geger Muratara! Barcode BBM Warga Diduga Dicuri di SPBU Karang Waru Tengah Malam, 99 Liter Raib Jam 01:36 WIB, Minibus Putih BG 8152 QB Terekam!”

0

“Geger Muratara! Barcode BBM Warga Diduga Dicuri di SPBU Karang Waru Tengah Malam, 99 Liter Raib Jam 01:36 WIB, Minibus Putih BG 8152 QB Terekam!”

 

MURATARA — MEDIACAKRABUANA.ID

Sejumlah warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dihebohkan dengan beredarnya unggahan di media sosial yang menyoroti aktivitas pengisian BBM di SPBU Karang Waru.

Postingan tersebut dibagikan oleh akun Facebook Yahya Pgg melalui grup “RUPIT RAWAS COMMUNITY (RRC)”. Dalam unggahannya, warga meluapkan kekesalan lantaran barcode miliknya diduga disalahgunakan pihak lain untuk mengisi BBM tengah malam.

“Kacau nian pom karang waru muratara ko la 2kali dalam minggu ko makai barcode awk tuk ngopk jam 1 malam nian,” tulis akun tersebut.

Berdasarkan bukti screenshot sistem transaksi yang diunggah, kendaraan minibus putih dengan nomor polisi BG 8152 QB tercatat melakukan transaksi di SPBU tersebut pada 31 Oktober 2026 pukul 01:36 WIB dengan volume pengisian sebesar 99,00 liter.

Dugaan penyalahgunaan barcode subsidi ini memicu keresahan. Warga mendesak manajemen SPBU serta Pertamina dan APH untuk meningkatkan transparansi dan memperketat pengawasan pengisian BBM bersubsidi khususnya jam rawan malam hari.

Hingga berita ini diterbitkan, Cakrabuana.id masih berupaya konfirmasi ke pihak SPBU Karang Waru

( Kabiro).

” Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Diduga  Banyak Tikus kantor Berdasi “

0

” Banggai Provinsi Sulawesi Tengah Diduga  Banyak Tikus kantor Berdasi “

.Banggai Provinsi Sulawesi Tengah || Mediacakrabuana.id

Ali Sopyan Pimpinan umum media Rajawili News Grup menyikapi adanya dugaan tikus kantor menerima dana pakai rekening pribadi ala preman yang harus di waspadai . Pasalnya Penerimaan Retribusi Menggunakan Rekening Pribadi Bendahara
Penerimaan
Bendahara dilarang untuk menyimpan uang, cek atau surat
berharga yang dalam penguasaannya atas nama pribadi.

Hasil analisis laporan
penerimaan dan wawancara dengan Bendahara Penerimaan Bagian Umum
Setda menunjukkan terdapat penerimaan retribusi melalui rekening pribadi
bendahara penerimaan dengan uraian sebagai berikut.
1) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
Hasil analisis laporan penerimaan dan wawancara dengan Bendahara
Penerimaan diketahui terdapat pembayaran atas 23 WR sebesar
Rp87.500.000,00 yang diransfer ke rekening pribadi Bendahara
Penerimaan. Lebih lanjut, Bendahara Penerimaan menjelaskan bahwa hal
tersebut dilakukan untuk memudahkan WR melakukan pembayaran
retribusi jika WR tidak membawa uang tunai.
2) Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/VillaHasil analisis laporan penerimaan dan wawancara dengan Kepala Mess
Pemda Mutiara Jakarta dan Bendahara Penerimaan diketahui bahwa
penerimaan retribusi mess disetorkan terlebih dahulu ke rekening pribadi
Bendahara Penerimaan. Penyetoran dari mess ke rekening Bendahara
Penerimaan dilakukan setiap akhir bulan, kemudian Bendahara Penerimaan
menyetorkan dana tersebut ke Kas Daerah pada hari berikutnya setelah
retribusi masuk ke rekening miliknya. Hal tersebut terjadi karena sudah
menjadi kebiasaan di lingkungan Bagian Umum Setda.
Berdasarkan hasil analisis BKU dan rekening koran milik Bendahara
Penerimaan, diketahui bahwa dalam menyetorkan penerimaan Retribusi
Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa ke Kas Daerah dilakukan dengan
menarik uang tunai dari rekening pribadi Bendahara Penerimaan untuk
disetorkan langsung ke Kas Daerah atau mengirimkan dana ke rekening
salah satu pegawai Bagian Umum Setda kemudian menarik uang tunai dan
menyetorkan ke Kas Daerah.

“Sampai berita ini diterbitkan oleh Redaksi pejabat yang bersangkutan belum di Konfirmasi

Bersambung Edisi berikut nya ….!!

( Redaksi)

“ANGGARAN  BELANJA DINAS PERHUBUNGAN KAB.OMU TIMUR SUMSEL Rp 20.503.283.300.00, DDUGA KEBOBOLAN “

0

“ANGGARAN  BELANJA DINAS PERHUBUNGAN KAB.OMU TIMUR SUMSEL Rp 20.503.283.300.00, DDUGA KEBOBOLAN “

Oki Timur Sumsel || Mediacakrabuana.id

Pimpinan umum Media Rajawali news Grup ( Ali Sopyan ) mendesak pihak jajaran Tipikor usut anggaran belanja dishub Oku Timur pasalnya Realisasi Belanja Tidak Sesuai Ketentuan pada Dinas Perhubungan

LRA Dinas Perhubungan Kabupaten OKU Timur Tahun 2025 menyajikan anggaran
Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp20.503.283.300,00 dengan realisasi sebesar
Rp19.510.354.776,00 atau 95,16% dari anggaran.
Kepbup OKU Timur Nomor 26 Tahun 2025 tentang Penetapan Besaran Uang

Persediaan pada SKPD di Lingkungan Pemkab OKU Timur Tahun Anggaran 2025
menetapkan batas tertinggi Uang Persediaan (UP) Dinas Perhubungan sebesar
Rp180.000.000,00 yang terdiri dari UP Tunai sebesar Rp108.000.000,00 dan UP Kartu
Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebesar Rp72.000.000,00.

Berdasarkan hasil pemeriksaan atas dokumen Surat Perintah Pelaksana Tugas Tahun
2025 dari Bupati OKU Timur diketahui bahwa Dinas Perhubungan selama Tahun 2025
dipimpin oleh dua Pelaksana Tugas (Plt) dengan uraian dimuat pada tabel sebagai
berikut

Sampai Sampai berita ini diterbitkan oleh Redaksi pejabat yang bersangkutan belum di Konfirmasi

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

( Redaksi)

Jalan Alternatif Tanjung Agung – Semendo Aman Dari Begal, Isu Penodongan Dipastikan HOAKS* *Advokat Joni Aria Saputra, S.H., M.H., CHCS. Angkat Bicara*

0

“Jalan Alternatif Tanjung Agung – Semendo Aman Dari Begal, Isu Penodongan Dipastikan HOAKS*

*Advokat Joni Aria Saputra, S.H., M.H., CHCS. Angkat Bicara*

*MUARA ENIM, SUMSEL* – MEDIACAKRABUANA.ID

Beredarnya informasi di media sosial dan grup WhatsApp tentang adanya aksi pembegalan dan penodongan di Jalan Alternatif Tanjung Agung – Semendo dipastikan *HOAKS* dan tidak benar.

Hal tersebut ditegaskan oleh Advokat / Pengacara asal Muara Enim Tepatnya Desa Tanjung lalang, *Joni Aria Saputra, S.H., M.H., CHCS.*, setelah melakukan konfirmasi langsung ke Aparat Penegak Hukum di wilayah tersebut.

“Setelah saya konfirmasi langsung ke Polsek Tanjung Agung dan Polsek Semendo, kabar adanya penodongan dan begal di jalan alternatif Tanjung Agung – Semendo itu tidak benar, itu HOAKS. Tidak ada laporan polisi terkait kejadian tersebut di wilayah hukum Polsek Tanjung Agung maupun Polsek Semendo,” tegas Joni Aria Saputra kepada awak media, Sabtu [31/10/2026].

Menurut Joni, isu hoaks tersebut sangat merugikan masyarakat, terutama warga Semendo yang setiap hari melintas di jalur tersebut untuk bekerja, berkebun, dan mengangkut hasil bumi. Selain itu, isu tersebut juga menimbulkan keresahan dan ketakutan yang berlebihan.

“Jalan Alternatif Tanjung Agung – Semendo dalam kondisi aman dan kondusif. Aparat Kepolisian dari Polsek Tanjung Agung dan Polsek Semendo secara rutin melakukan patroli. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan takut melintas,” jelasnya.

Advokat yang juga berprofesi sebagai Konsultan Hukum ini meminta kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Ia mengingatkan, penyebar berita hoaks dapat dijerat dengan hukum.

“Bagi oknum yang sengaja menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat, dapat dijerat Pasal 28 Ayat Jo Pasal 45A UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE, dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun. Jadi jangan asal share,” tegasnya.

Joni Aria Saputra,S.H.M.H.,CHCS. mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar:
.Tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya dari grup WhatsApp atau Facebook.
– Selalu melakukan cek dan ricek ke pihak kepolisian terdekat jika mendengar isu kriminalitas.
– Tetap waspada dan berhati-hati saat berkendara di malam hari, namun tidak perlu takut berlebihan karena situasi aman terkendali.

“Kepada masyarakat Tanjung Agung, Semendo, dan sekitarnya, silakan melintas dengan aman dan nyaman. Jalan alternatif Tanjung Agung – Semendo aman dari begal. Jika ada hal mencurigakan, segera lapor ke Polsek terdekat,” tutupnya.

( Redaksi/Ali Sopyan )

Karyawan Dan Pensiunan Mitra Ogan Tegaskan Berita 470 Karyawan Tolak PB Tidak Benar, Mandat Resmi Ada di PD FSP.PP-SPSI Sumsel

0

“Karyawan Dan Pensiunan Mitra Ogan Tegaskan Berita 470 Karyawan Tolak PB Tidak Benar, Mandat Resmi Ada di PD FSP.PP-SPSI Sumsel”

Ogan Komering Ulu – Mediacakrabuana.id

Karyawan dan Paguyuban Pensiunan PT Perkebunan Mitra Ogan menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait pemberitaan di sejumlah media online lokal yang mengatasnamakan 470 karyawan menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Perjanjian Bersama (PB).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat bersama yang digelar di kediaman Ketua Paguyuban Pensiunan PT Perkebunan Mitra Ogan, Lili Sumantri, di Baturaja, Jumat (30/10/2026), mulai pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB.

Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua SPSI Mitra Ogan, Rayulisman, bersama Ketua Serikat Pekerja Mitra Ogan (SPMO), Maryanto. Pertemuan ini menjadi momentum untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus menegaskan sikap serta pihak yang secara resmi diberi kuasa untuk memperjuangkan hak-hak karyawan dan pensiunan.

Tegaskan Pemberitaan 470 Karyawan Tidak Benar

Dalam rapat tersebut, para karyawan menyampaikan keresahan atas pemberitaan media online lokal yang dalam beberapa pekan terakhir mengatasnamakan 470 karyawan PT Perkebunan Mitra Ogan yang disebut-sebut menolak Perjanjian Bersama tertanggal 11 Agustus 2026 di Jakarta.

Mereka menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar menurut keterangan dan sikap yang disampaikan dalam rapat.

Karyawan juga menyatakan tidak pernah melimpahkan persoalan yang mereka hadapi kepada pihak lain di luar pihak yang telah mendapatkan kuasa resmi.

Klarifikasi ini dinilai penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah proses penyelesaian hak-hak pekerja yang masih menjadi perhatian karyawan maupun pensiunan.

Mandat Resmi Diberikan kepada PD FSP.PP-SPSI Sumsel

Dalam kesempatan itu, SPSI Mitra Ogan dan Serikat Pekerja Mitra Ogan (SPMO) menegaskan bahwa kedua organisasi tersebut tidak pernah memberikan mandat, baik secara lisan maupun tertulis, kepada pihak lain di luar kuasa resmi yang telah ditetapkan.

Mandat penuh untuk mengawal persoalan tersebut telah diberikan kepada Ketua Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan–Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD FSP.PP-SPSI) Sumatera Selatan, Cecep Wahyudin, SP, beserta tim kuasa hukum, PP FSP.PP-SPSI, dan DPP KSPSI di bawah kepemimpinan Moh. Jumhur Hidayat.

Cecep Wahyudin yang turut hadir dalam rapat membenarkan bahwa dirinya telah menerima kuasa penuh dari karyawan, kedua serikat pekerja di lingkungan PT Mitra Ogan, serta Paguyuban Pensiunan.

Dengan adanya penegasan tersebut, para karyawan berharap seluruh pihak dapat menghormati mandat yang telah diberikan dan tidak menimbulkan polemik baru yang berpotensi mengganggu proses penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.

PD FSP.PP-SPSI Sumsel Berkomitmen Kawal Hak Pekerja hingga Tuntas

PD FSP.PP-SPSI Sumatera Selatan menyatakan komitmennya untuk terus mengawal penyelesaian hak-hak pekerja PT Perkebunan Mitra Ogan, baik karyawan yang terdampak PHK maupun para pensiunan.

Pengawalan tersebut akan dilakukan hingga hak-hak para pekerja direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Bersama yang ditandatangani pada 11 Agustus 2026 oleh pihak Direksi PT Perkebunan Mitra Ogan bersama pemegang saham, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dan PTPN III (Persero).

Para karyawan berharap seluruh kesepakatan dalam PB tersebut dapat direalisasikan sesuai tenggat waktu yang telah disepakati bersama manajemen dan para pemegang saham, yakni sebelum akhir Desember 2026.

Bagi karyawan dan pensiunan, realisasi kesepakatan tersebut menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan pemenuhan hak-hak mereka setelah melalui proses penyelesaian persoalan ketenagakerjaan.

Ketua DPC KSPSI OKU Berikan Dukungan

Dukungan terhadap langkah pengawalan yang dilakukan PD FSP.PP-SPSI Sumsel juga disampaikan Ketua DPC KSPSI Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Riski Aidil Fitri, M.Pd.

Ia menyatakan dukungan kepada Cecep Wahyudin beserta jajaran untuk terus memperjuangkan penyelesaian persoalan tersebut hingga tuntas.

Dukungan ini diharapkan memperkuat sinergi antarlembaga serikat pekerja dalam mengawal pelaksanaan kesepakatan yang telah dibuat, sekaligus memastikan hak-hak karyawan dan pensiunan memperoleh kepastian penyelesaian.

Karyawan Minta Semua Pihak Hormati Mandat Resmi

Melalui pernyataan sikap tersebut, karyawan dan Paguyuban Pensiunan PT Perkebunan Mitra Ogan berharap pihak-pihak di luar kuasa resmi tidak mencampuri persoalan yang sedang mereka perjuangkan.

Mereka menegaskan bahwa mandat pengawalan telah diberikan kepada PD FSP.PP-SPSI Sumsel beserta tim hukum dan perangkat organisasi di tingkat atasnya.

Selain itu, karyawan meminta manajemen PT Perkebunan Mitra Ogan tetap konsisten menjalankan Perjanjian Bersama yang telah disepakati, sehingga hak-hak karyawan terdampak PHK maupun pensiunan dapat segera direalisasikan sesuai kesepakatan.

Bagi mereka, yang terpenting saat ini adalah kejelasan pelaksanaan PB, kepastian waktu pembayaran atau pemenuhan hak sesuai ketentuan, serta penyelesaian persoalan secara tuntas tanpa menimbulkan polemik berkepanjangan.

Rapat bersama tersebut ditutup dengan doa dan foto bersama sebagai bentuk kebersamaan serta harapan agar perjuangan penyelesaian hak-hak karyawan dan pensiunan PT Perkebunan Mitra Ogan dapat berjalan lancar hingga seluruh kesepakatan direalisasikan.

“Warga Duga Ada Kecurangan di SPBU Karang Waru Muratara Terkait Pengisian BBM Tengah Malam”

0

“Warga Duga Ada Kecurangan di SPBU Karang Waru Muratara Terkait Pengisian BBM Tengah Malam”

MURATARA —  MEDIACAKRABUANA.ID

Sejumlah warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dihebohkan dengan beredarnya sebuah unggahan di media sosial yang menyoroti aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Karang Waru. Postingan tersebut dibagikan oleh akun Facebook Yahya Pgg melalui grup “RUPIT RAWAS COMMUNITY (RRC)”.

Dalam unggahannya, warga tersebut meluapkan kekesalannya lantaran mendapati barcode miliknya diduga disalahgunakan oleh pihak lain untuk mengisi BBM pada waktu tengah malam.

“Kacau nian pom karang waru muratara ko la 2kali dalam minggu ko makai barcode awk tuk ngopk jam 1 malam nian,” tulis akun tersebut, yang menyiratkan bahwa kejadian serupa sudah berulang kali terjadi dalam kurun waktu satu minggu pada pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan bukti tangkapan layar sistem transaksi yang diunggah, kendaraan minibus berwarna putih dengan nomor polisi BG 8152 QB tercatat melakukan transaksi di SPBU tersebut pada 31 Oktober 2026 pukul 01:36 WIB dengan volume pengisian sebesar 99,00 liter.

Dugaan penyalahgunaan barcode subsidi ini memicu keresahan dan pertanyaan dari masyarakat terkait pengawasan distribusi BBM di SPBU Karang Waru. Warga mendesak pihak manajemen SPBU serta instansi terkait untuk meningkatkan transparansi dan memperketat pengawasan pengisian BBM bersubsidi, khususnya pada jam-jam rawan di malam hari, agar tidak merugikan masyarakat yang berhak.

Red sunandi

“Geger Rawas Ilir! Iwan Van Helen (41) Ditangkap Satres Narkoba Polres Muratara, 39 Paket Sabu 21,34 Gram Disimpan di Kantong Celana Biru!”

0

“Geger Rawas Ilir! Iwan Van Helen (41) Ditangkap Satres Narkoba Polres Muratara, 39 Paket Sabu 21,34 Gram Disimpan di Kantong Celana Biru!”

MURATARA, – MEDIACAKRABUANA.ID

Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Polda Sumatera Selatan, kembali membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu.

Kali ini, seorang pria berinisial Iwan Van Helen Bin Katimin (41) ditangkap di sebuah pondok di Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita 39 paket plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 21,34 gram.

Puluhan paket tersebut ditemukan tersimpan di dalam kantong celana pendek berwarna biru yang dikenakan terduga pelaku.

Kapolres Muratara AKBP Ardy Agung Permadi melalui Kasat Narkoba membenarkan penangkapan tersebut dan menegaskan komitmen Polres Muratara dalam memberantas peredaran narkoba di Bumi Beselang Serundingan.

Saat ini pelaku beserta barang bukti diamankan di Mapolres Muratara untuk proses penyidikan lebih lanjut.

( Kabiro)

“Viral! Pemkab Muratara Bangun Mess Kejari Lubuklinggau Rp 2,4 M Pakai APBD, Warganet: Sebegitu Takutnya Pemda Sama Kejaksaan?”

0

“Viral! Pemkab Muratara Bangun Mess Kejari Lubuklinggau Rp 2,4 M Pakai APBD, Warganet: Sebegitu Takutnya Pemda Sama Kejaksaan?”

MURATARA,  MEDIACAKRABUANA.ID

Pembangunan Mess Kejaksaan Negeri Lubuklinggau yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) senilai Rp 2,4 Miliar menjadi sorotan publik dan viral di media sosial.

Sorotan itu mencuat setelah akun Facebook pribadi bernama _Mang Abdi_ memposting foto papan informasi proyek pembangunan tersebut, Jumat (30/10/2026).

Dalam postingannya yang berjudul _“Bagaimana ini”Mang Abdi menulis:

“Apa rakyat Muratara boleh nginap di mes kejaksaan LLG. Sebegitu takutnya PEMDA Muratara dg KeJAksaan LLG. Sehingga menggelontorkan Anggaran APBD sangat fantastis…”

Postingan tersebut langsung ramai dengan 33 like dan 15 komentar warganet yang mempertanyakan urgensi proyek tersebut.

Berdasarkan foto papan proyek yang diunggah, tertera detail proyek: Pekerjaan Pembangunan Mess Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Lokasi Kota Lubuklinggau, Nilai Kontrak Rp 2.496.500.000,-, Sumber Dana APBD Kabupaten Musi Rawas Utara, Tanggal Mulai 01 September 2026, Waktu Pelaksanaan 120 Hari Kalender, Pelaksana CV. Zidane Putra / CV. Cahaya Muratara Konstruksi.

Warganet mempertanyakan manfaat pembangunan mess Kejaksaan Lubuklinggau yang berada di luar wilayah Kabupaten Muratara, namun dibiayai oleh APBD Muratara.

“Jalan di Muratara masih banyak rusak, kok malah bangun mess di Lubuklinggau? Manfaat untuk rakyat Muratara apa? Apa rakyat Muratara boleh nginap di mess itu?” tulis salah satu komentar warganet.

Hingga berita ini diterbitkan, Cakrabuana masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas PUPR Kabupaten Muratara dan Pemkab Muratara terkait tujuan dan urgensi pembangunan tersebut.

Tim Investigasi Cakrabuana.id

“PEMBANGUNAN JALAN COR BETON DIDESA BANDAR JAYA KIMBAR LAHAT APBD TA 2026 DIDUGA SUDAH BANYAK YANG RETAK INDIKASI KERUGIAN NEGARA MENGUAT”

0

“PEMBANGUNAN JALAN COR BETON DIDESA BANDAR JAYA KIMBAR LAHAT APBD TA 2026 DIDUGA SUDAH BANYAK YANG RETAK INDIKASI KERUGIAN NEGARA MENGUAT”

Lahat, Sumsel || Mediacakrabuana.id

Pembangunan Jalan Cor Beton Permukiman Desa Bandar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Sumber Dana APBD Tahun 2026 Pelaksana CV. KAE LANGGENG WIJAYA nilai Kontrak Rp.382.926.000, 00 Pemerintah Kabupaten Lahat Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan diduga sudah banyak yang retak ,menggunakan semen conch dan baturaja, diduga menggunakan material tidak sesuai spek jalan cor beton.

Tindakan mengurangi takaran material demi menghemat biaya (fraud atau kelalaian kerja) berakibat fatal pada kekuatan beton.
Kandungan Semen Terlalu Sedikit atau Tidak sesuai dengan standar mutu beton jalan minimal (misalnya setara K-250 atau K-300).
Agregat Kotor Pasir atau kerikil yang digunakan mengandung lumpur/tanah di atas batas toleransi, sehingga semen tidak bisa mengikat agregat dengan sempurna.

Kegagalan Fondasi dan Tanah Dasar Ini adalah penyebab fatal nomor satu. Beton memiliki kuat tekan yang sangat tinggi, tetapi kuat tariknya sangat lemah. Jika tanah di bawahnya amblas atau tidak stabil, beton akan menggantung.
Kurang Pemadatan Tanah dasar atau lapisan makadam di bawah beton tidak dipadat menggunakan roller (stoomwalls) dengan benar.Tanah Labil/Bergerak,Konstruksi dilakukan di atas tanah ekspansif (mudah menyusut dan mengembang) tanpa adanya perbaikan tanah terlebih dahulu.Lapisan agregat di bawah beton terlalu tipis, sehingga tidak mampu membagi beban mati beton secara merata.

Warga kecewa ketika retak tembus struktural hanya ditambal menggunakan acian semen tipis (kamuflase) demi mengejar formalitas foto laporan serah terima.
“Kalian pikir kami tidak mengerti dan tidak tahu teknik? Retak terbelah begini cuma diolesi semen encer biar kelihatan mulus dari jauh. Itu bukan memperbaiki, itu namanya membohongi publik dan menipu negara!” ujar salah satu warga desa Bandar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 10-2026 yang mengaku bernama ijonk”.

Untuk Pengawas proyek yang dibayar untuk kerja,Jalan retak dari ujung ke ujung begini kok bisa lolos pengawasan,Jangan sampai tidak diawasi. Sering kali kontraktor mencoba menutupi komplain dengan menyiram celah retakan menggunakan semen encer atau aspal tipis agar terlihat rapi secara visual saat serah terima,kami warga berharap proyek seperti ini jangan asal diterima,jangan asal bayar karna uang itu uang rakyat.”tutur salah satu warga yang meminta namanya jangan ditulis”.

Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Lahat Sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikomfirmasi.

” BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”

HERI AS & NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

“Geger Karang Jaya! Oknum Kontraktor Asal Desa Maur Inisial A Diduga Jadi Cukong PETI, Excavator Masuk Hutan Rusak Lingkungan, Warga Resah!”

0

“Geger Karang Jaya! Oknum Kontraktor Asal Desa Maur Inisial A Diduga Jadi Cukong PETI, Excavator Masuk Hutan Rusak Lingkungan, Warga Resah!”

 

MURATARA, SUMSEL.MEDIACAKRABUNA.ID

Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kali ini, aktivitas PETI yang menggunakan alat berat excavator diduga beroperasi di wilayah Kecamatan Karang Jaya.

Parahnya, aktivitas PETI yang merusak lingkungan tersebut diduga kuat dimodali dan dikelola oleh oknum kontraktor asal Desa Maur, Kecamatan Muratara, dengan inisial A.

Informasi tersebut dihimpun Tim Investigasi Cakrabuana.id dari laporan warga Karang Jaya yang resah melihat aktivitas alat berat keluar masuk kawasan hutan.

Warga menduga oknum kontraktor inisial A tersebut memanfaatkan alat berat excavator yang biasa digunakan untuk proyek konstruksi untuk aktivitas PETI.

“Oknum itu kontraktor bos, asal Desa Maur inisial A. Dia punya excavator tiga. Sekarang excavatornya bukan untuk proyek lagi, tapi diduga untuk main PETI di Karang Jaya. Alat beratnya keluar masuk hutan, siang malam kerja,” ungkap salah seorang warga Karang Jaya yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Akibat aktivitas PETI tersebut, lingkungan di sekitar Karang Jaya diduga mengalami kerusakan parah. Lahan hutan diduga rusak digali, aliran sungai diduga menjadi keruh, dan ekosistem lingkungan terancam.

Warga mengaku heran, seorang kontraktor yang diduga mendapatkan proyek dari pemerintah daerah justru diduga beralih menjadi cukong tambang ilegal.

“Kalau kontraktor kan dapat proyek dari Pemda, harusnya beri contoh yang baik. Ini malah diduga jadi bos PETI, merusak hutan kami. Darimana modalnya? Jangan-jangan uang proyek untuk modal PETI?” ujar warga lainnya dengan nada kesal.

Warga menilai aktivitas PETI dengan excavator tidak mungkin dilakukan tanpa modal besar. Sehingga warga menduga oknum kontraktor inisial A tersebut bertindak sebagai pemodal atau cukong.

Merespons keresahan tersebut, masyarakat Karang Jaya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Bupati Musi Rawas Utara untuk segera bertindak tegas.

“Kami minta Polres Muratara dan DLH Muratara segera turun cek ke Karang Jaya, tutup PETI itu. Kami juga minta Bupati Muratara blacklist oknum kontraktor Desa Maur inisial A itu dari semua proyek Pemda Muratara jika terbukti main PETI,” tegas perwakilan warga Karang Jaya.

Warga juga meminta Inspektorat dan Kejaksaan untuk memeriksa harta kekayaan oknum kontraktor tersebut.

Berdasarkan *Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dipidana dengan *pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, oknum kontraktor asal Desa Maur inisial A yang diduga terlibat belum memberikan keterangan resmi. Tim Cakrabuana.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan.

Cakrabuana.id tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya kepada pihak yang disebutkan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tim Investigasi Cakrabuana.id / Biro Muratara

“KORTAS TIPIDKOR POLRI DIMINTAK USUT SILPA PEMKAB PURWAKARTA TAHUN 2023 DIDUGA ADA TINDAK PIDANA KORUPSI.”

0

“KORTAS TIPIDKOR POLRI DIMINTAK USUT SILPA PEMKAB PURWAKARTA TAHUN 2023 DIDUGA ADA TINDAK PIDANA KORUPSI.”

Purwakarta.Jabar || Mediacakrabuana.id

Ali Sopyan Rambo Nusantara mengendus adanya dugaan kasus tindak pidana korupsi dalam
Penggunaan dana Silpa tahun 2023 tidak menggambarkan nilai yang sebenarnya .

“Pasalnya
Pemkab Purwakarta menyajikan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SILPA) pada LRA sampai dengan 31 Desember 2023 sebesar
Rp37.251.937.661,00.

Namun demikian, SILPA tersebut tidak menggambarkan
nilai yang sebenarnya, karena Pemkab Purwakarta mencatat Utang Belanja
sebesar Rp167.156.907.916,00 dan Utang Jangka Pendek Lainnya sebesar
Rp28.204.254.916,00 pada Neraca per 31 Desember 2023.

Selain itu, terdapat
Kas Daerah yang ditentukan penggunaannya dari sisa DAU Spesific Grant (SG)
yang digunakan tidak sesuai peruntukan sebesar Rp57.434.635.530,00.
Utang Belanja dan Utang Jangka Pendek Lainnya terbentuk dari pelaksanaan atau penyelesaian pekerjaan/kegiatan yang telah dianggarkan pada
APBD namun belum dibayar sampai dengan 31 Desember 2023.

Relawan Rakyat Membela Prabowo ( Rambo ) Nusantara menduga haltersebut terindikasi ada pirus korupsi .

Pasalnya Pada Utang
Belanja terdapat kewajiban akrual atas kegiatan yang bersifat rutin di bulan
Desember 2023 seperti biaya listrik, internet, air, belanja jasa tenaga, dan TPP.

Demikian halnya, Kas Daerah ditentukan penggunaannya yang digunakan tidak
sesuai peruntukannya untuk membayar belanja kegiatan dengan sumber dana
lain, yang seharusnya masih tersedia di Kas Daerah.

Perhitungan defisit riil TA 2023 yang mempertimbangkan DAU-SG yang
digunakan tidak sesuai peruntukannya, Utang Belanja non akrual murni TA 2023,
Utang Jangka Pendek Lainnya, Piutang DBH Provinsi, Piutang Treasury Deposit
Facility (TDF), termasuk kejadian setelah tanggal neraca (subsequent event)

Berupa pembayaran Utang Belanja dan Utang Jangka Pendek Lainnya pada TA
2024, serta realisasi penggunaan sisa DAU-SG pada TA 2024, disajikan pada
tabel berikut.

“Redaksi membuka Ruang bagi Kepala Dinas,Team Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten Purwakarta untuk memberikan Klarifikasi atau Hak Jawab Resmi Sesuai Mekanisme Hukum yang berlaku,guna menjamin Informasi yang objektif dan Berimbang”.

Bersambung Edisi berikut nya ….!!!

( Redaksi)

“Habib Abu Djibril Basyaiban Dan Karhutla Panglima Jilah Kini Akan Menanggulangi Bersama-sama, Kamis 29-10-2026,”

0

“Habib Abu Djibril Basyaiban Dan Karhutla Panglima Jilah Kini Akan Menanggulangi Bersama-sama, Kamis 29-10-2026,”

kalimantan – kabarnusa24.com

Selepas Presiden Prabowo Subianto memanggil Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah ke Istana Kepresidenan di antaranya dalam pembahasan kebakaran hutan dan lahan KARHUTLA .

panglima jilah membantu dengan segala upaya menindak lanjuti perintah presiden prabowo subianto agar karhutla segera dapat di atasi

Menurut Panglima Jilah dukungan pemerintah terhadap Kalimantan khususnya kalimantan Barat tidak hanya berkaitan dengan penanganan karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga telah memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

panglima jilah menggandeng beberapa tokoh masyarakat dan ulama’ untuk membantu menanggulangi karhutla
di antara yang di gandeng panglima jilah adalah tokoh SANTRI habib abu djibril basyaiban yang merupakan PEMBINA PESANTREN RI dan penasehat di era presiden jokowi.

habib abu djibril basyaiban menuturkan kepada awak media bahwa keperdulian panglima jilah sangat luar biasa untuk membantu penanggulangan karhutla
kami bersinergi memohon kepada dzat yang maha menjadikan alam semesta ini.

alhamdulillah berbuah hasil hujan rahmat mengguyur kalimantan puncaknya hari rabu hampir seluruh masyarakat kalimantan merasakan kebahagiaan dengan turunnya hujan sehingga dapat meredakan karhutla karna kami sebagai santri di ajarkan apapun harus meminta kepada tuhan yang maha esa,tuhan semesta alam,

karna santri di ajarkan mampu menyelesaikan masalah apapun dengan cara yang telah di didik di dalam pesantren,di antara kemarau yang sangat panjang menyebabkan hutan dan gambut mudah terbakar penyelesaiannya adalah riyadhoh beritual sebagaimana sholat istisqo dengan cara yang benar dan beraturan sesuai tuntunan,

sebagaiman bola pasti semua orang mampu untuk menendang akan tetapi jika tidak beraturan tidak akan dapat memasukkan dalam gawang
alhamdulillah dengan cara kebersamaan allah mengkabulkan apa yang kita inginkan,

doa bermunajat dengan aturan cara yang benar adalah senjata yang paling ampuh untuk menyelesaikan semua masalah yang ada.

kedepan habib abu djibril basyaiban akan terus bersinergi dengan panglima jilah untuk menjaga silaturahmi ke pesantren pesantren dan terus bersama menjaga berpegang teguh terhadap pilar PBNU (Pancasila Bhineka tunggal ika Negara kesatuan republik indonesia Undang undang 1945) sesuai tujuan apa yang telah di ajarkan oleh para pendiri banga ini pungkasnya,

( Redaksi )

“Diduga Sengaja Menghidar Dari Konfirmasi Sekdes Cianting Purwakarta Dinilai Tabrak UU KIP dan UU Pers”

0

“Diduga Sengaja Menghidar Dari Konfirmasi Sekdes Cianting Purwakarta Dinilai Tabrak UU KIP dan UU Pers”

PURWAKARTA – MEDIACAKRABUANA.ID

Kamis 28 /10/2026
Sikap Sekretaris Desa (Sekdes) Cianting, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jabar yang diduga sengaja menghindar saat hendak dikonfirmasi oleh awak media memicu sorotan tajam.

Awak media bertemu dengan sekdes di kantor desa Cianting,menayakan pemotongan pajak dan bukti pembayaran pajak pembebasan lahan. selasa;27/10/26

Sekdes menjadwalkan awak media kembali hari Kamis ke kantor desa Cianting lagi,biar kita persiapkan dan bisa konfirmasi langsung kepala desa ucap sekdes

Keluhan Sekdes Permintaan Data DBH 2016 – 2025 Oleh Kejaksaan Negeri :

Kalau saat ini saya sedang sibuk sekali, untuk permintaan Kejaksaan terkait DBH 2016-2025 ucap Sekdes.

Sedangkan kami,berkas yang sudah sekian lama jarang menyimpannya atau di buang,makanya sedang mencari berkas tersebut,ujar sekdes.

Ya, kalau emang di kami tidak ada berkas terpaksa kami minta ke kacamatan,karena pihak sana selalu ada berkas tutur sekdes

Perihal oknum perangkat desa tersebut dinilai tidak kooperatif dan terkesan menutup-nutupi informasi publik dengan dalih klasik “sedang berada di lapangan”.

Kejadian bermula saat sejumlah wartawan mendatangi Kantor Desa Cianting untuk melakukan klarifikasi terkait sebuah persoalan pemerintahan desa.

Namun, alih-alih mendapatkan transparansi, pihak desa seolah enggan menemui dan beralasan bahwa Sekdes sedang tidak berada di tempat karena agenda luar,Di lapangan whatsapp sekdes

Sikap tidak kooperatif ini diduga kuat melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Sebagai pejabat publik, Sekdes memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memberikan informasi yang berhak diketahui oleh masyarakat luas demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih.

Selain UU KIP, tindakan menghindar ini juga berpotensi menabrak Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa siapapun yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi tugas jurnalis dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan serta informasi dapat dikenakan sanksi pidana.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah pihak menyayangkan pola komunikasi yang dibangun oleh aparat Desa Cianting.

Di tengah tuntutan keterbukaan informasi pada era digital, tindakan “kucing-kucingan” dengan media dinilai mencoreng kredibilitas pelayan masyarakat.

Masyarakat dan insan pers berharap instansi terkait, mulai dari Camat Sukatani hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, segera turun tangan memberikan pembinaan disiplin Pejabat publik

Semestinya bersikap responsif dan tidak menjadikan alasan dinas luar sebagai tameng untuk lolos dari pengawasan sosial.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Cianting Kades, sekdes belum memberikan jawaban resmi terkait warga di minta untuk membayar Pajak tersebut.

( Red/ Om Lim )

“Tragedi Maut Lapas Bukittinggi Mei 2025: Jejak Kelam dan Kecurigaan Publik atas Mutasi Kilat Mantan Kalapas”

0

“Tragedi Maut Lapas Bukittinggi Mei 2025: Jejak Kelam dan Kecurigaan Publik atas Mutasi Kilat Mantan Kalapas”

BUKITTINGGI, MEDIACAKRABUANA.ID

29 Oktober 2026 – Peristiwa kelam yang merenggut nyawa empat warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bukittinggi pada Mei 2025 lalu terus menyisakan tanda tanya besar sekaligus memicu kecurigaan publik. Insiden maut yang terjadi akibat keracunan racikan alkohol bahan parfum dan menewaskan narapidana masing-masing Ilham, Ali Akbar, Frengki alias Hengki, serta D dinilai tidak boleh sekadar menjadi catatan sejarah tanpa evaluasi struktural yang transparan.

Kecurigaan publik semakin menguat lantaran respons instansi berwenang pascatragedi tersebut justru diwarnai langkah mutasi yang janggal. Seharusnya, pejabat yang menjabat sebagai Kepala Lapas pada masa insiden itu terjadi menjalani rangkaian pemeriksaan menyeluruh serta ditangguhkan jabatannya terlebih dahulu. Namun, yang bersangkutan justru secara tiba-tiba dipindahkan dan menduduki posisi baru sebagai Kepala Lapas Kelas II A Muara Beliti di Sumatera Selatan.

Sejumlah kalangan pemerhati hukum menilai rotasi kilat tersebut mencederai rasa keadilan serta memunculkan asumsi adanya upaya pengamanan jabatan di balik musibah kemanusiaan. Dalam kerangka tanggung jawab komando, seorang pimpinan tertinggi di unit pelaksana teknis seharusnya berada di garis terdepan untuk menjalani investigasi menyeluruh atas bobolnya pengawasan barang terlarang di dalam area tahanan, bukan langsung dipindahkan ke wilayah lain tanpa proses pemeriksaan yang terbuka.

Desakan agar Inspektorat Jenderal Kementerian terkait membuka hasil audit secara transparan terus disuarakan berbagai pihak. Publik dan keluarga korban menuntut agar penegakan hukum dan sanksi administratif diterapkan secara adil tanpa pandang bulu, demi mengembalikan integritas serta marwah institusi pemasyarakatan di Indonesia.

Redaksi membuka ruang Hak Jawab, Hak Koreksi, dan klarifikasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang terkait dengan pemberitaan ini, khususnya jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta pejabat yang bersangkutan. Tanggapan, sanggahan, atau konfirmasi resmi dapat dikirimkan langsung melalui alamat email atau kontak resmi redaksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Urgensi Otoritas Pusat:

# Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia di Jakarta

# Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta

# Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di Jakarta

# Ketua Ombudsman Republik Indonesia di Jakarta

# Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Jakarta

Publisher -Red

Satu Anggaran Dua Proyek, Pembangunan Rumah Singgah Dinsos P3A dan Tower Radio Diskominfo Diduga Tabrak Undang-Undang.

0

“Satu Anggaran Dua Proyek, Pembangunan Rumah Singgah Dinsos P3A dan Tower Radio Diskominfo Diduga Tabrak Undang-Undang.”

Purwakarta Jabar || Mediacakrabuana.Id

Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya

Kepala dinas Sosial, R. Muchamad Nurcahja, ST., MM,Saat di konfirmasi di ruang kerja menjelaskan Pelaksanaan proyek pembangunan Rumah Singgah yang dikelola oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Anggaran beat itu banyak pekerjaan ,Kamis 29 Oktober 2026 di ruang Kerjanya

Proyek Rehab Rumah Singgah tersebut digabungkan dalam satu satuan anggaran yang sama dengan pembuatan Tower Radio oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sebuah langkah regulasi Percepatan pemindahan radio ungkap kadis

Saat ini,masih di pakai dari Pihak Radio, setelah selesai mereka pindah ke Diskominfo di bawah,karena bekas radio nanti.nya untuk penampungan Seperti : orang orang terlantar, ODGJ, PPA dll.

Apalagi,lahan kita juga di pakai pihak Provinsi sama untuk pemanfaatan,makanya pihak Pemprov pinjam pakai Terhadap kami ungkap Kadis

Akhirnya, Bupati Purwakarta (om Zein) merintahkan untuk merehab disini aja,dan juga gedung radio setelah kosong , sedikit yang harus di rehab nantinya tegas kadis.

Lumayan banyak yang harus di rehab, kalau saat ini emang terlihat sedikit pekerjaan,karena belum eksen gedung radio ,masih di pakai, insyaallah secepatnya akan pindah ke lokasi diskominfo ucapnya

Dan kita menantang narsum bapak yang mengatakan anggaran besar pekerjaan minim apa dia tahu apa saja yang di kerja dan dia punya apa tidak RAB nya jangann asal bicara tegas kadis

Saat di tanya oleh gabungan awak media online :

Pengabungan dua nomenklatur kegiatan dari instansi yang berbeda ke dalam satu pos anggaran apa menyalahi prinsip dasar tata kelola keuangan daerah, pertanyaan awak media

Kadis mengatakan, tidak di kernakan kita sudah ada persetujuan dari dua dinas dan sekda ucap kadis

Kadis Sosial Purwakarta Memberikan Jawaban Tidak Melanggar Aturan :

Kritik keras datang dari sejumlah pengamat kebijakan publik yang menilai bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seharusnya memiliki Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang terpisah, spesifik, dan transparan sesuai dengan tupoksi masing-masing.uang

“Secara aturan normatif tata kelola keuangan negara dan daerah, penggabungan anggaran untuk dua instansi yang berbeda fungsi—dalam hal ini urusan sosial-perlindungan anak dan urusan komunikasi-informatika—bisa dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap undang-undang pengelolaan keuangan daerah,” ujar seorang praktisi hukum yang enggan disebutkan namanya.

Ia menambahkan, pemisahan anggaran sangat krusial guna menghindari tumpang tindih kewenangan, mempermudah pengawasan, serta mencegah potensi kerugian negara akibat ketidakjelasan pertanggung jawaban penyerapan anggaran.

Secara aturan pengelolaan keuangan daerah, pengalihan sisa anggaran APBD secara langsung untuk membangun proyek lain yang berbeda jenis tidak diperbolehkan tanpa melalui mekanisme Perubahan APBD (APBD-P) atau mekanisme pergeseran anggaran yang sah.

Lanjutnya,Setiap pelaksanaan program dan kegiatan keuangan daerah harus sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah ditetapkan.

Anggaran untuk “Rehab Rumah Singgah” (Dinas Sosial / Dinas Perumahan) tidak bisa serta-merta langsung dipakai untuk “Pembangunan Tower Menara” (Dinas Kominfo / Pekerjaan Umum) karena

Aturan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah :

Proses lelang, penunjukan vendor, konstruksi fisik, hingga pengawasan kedua proyek tersebut harus tunduk pada ketentuan pengadaan nasional:

Perpres No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

(beserta perubahannya dalam Perpres No. 12 Tahun 2021). Aturan ini wajib diterapkan untuk proses tender (e-katalog atau lelang umum) agar pengerjaan fisik bangunan dan pemeliharaan struktur berjalan akuntabel dan sesuai spek kontrak.

Perbedaan Nomortur (Rekening Belanja):

Kedua pekerjaan tersebut memiliki kode rekening, target kinerja, dan output yang sepenuhnya berbeda.

Perbedaan Satuan Kerja (OPD):

Urusan rehabilitasi sosial/perumahan berbeda ruang lingkup dengan urusan infrastruktur telekomunikasi/ menara.

Pengalihan sepihak tanpa prosedur tata kelola keuangan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran administratif hingga indikasi tindak pidana korupsi (penyalahgunaan wewenang/anggaran) tutupnya

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Diskominfo Purwakarta belum berhasil dikonfirmasi,atas keterangan resmi dari Kadis Sosial,terkait alasan teknis maupun payung hukum yang mendasari penggabungan anggaran kedua proyek tersebut.

Masyarakat dan lembaga swadaya setempat mendesak agar pihak Inspektorat serta aparat penegak hukum segera melakukan audit investigatif terhadap dokumen perencanaan anggaran proyek tersebut demi transparansi ke publik.

( Om Lim )

49 Sekolah Tingkat SMA Di Siantar Ikuti LCC,Budi Mulia Juara Pertama

0

“49 Sekolah Tingkat SMA Di Siantar Ikuti LCC,Budi Mulia Juara Pertama’

PEMATANGSIANTAR || MEDIACAKRABUANA.ID

Sebanyak 49 sekolah tingkat SMA di kota Pematangsiantar mengikuti LCC (Lomba Cerdas Cermat).Kompetisi ini merupakan kerja sama antara Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik)Wilayah VI Propinsi Sumatera Utara dengan lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation.

Lomba adu kecerdasan dan ketangkasan antar pelajar SMA terbaik secara langsung dibuka oleh Kepala Cabdisdik M.Syahrizal Damanik,SPd.MPd di Aula sekolah Budi Mulia,Kamis (29 Oktober 2026).

Sahrizal mengatakan LCC ini menjaring pelajar SMA yang terbaik di Pematangsiantar untuk mengikuti LCC di tingkat Propinsi Utara dan sekaligus menyambut hari guru.

Dari pantauan kru media ini,tampakAcara LCC yang diikuti para pelajar berlangsung sportif dan agak mendebarkan dengan di semangati oleh yel yel sporter masing masing.
Dari hasil kompetisi dan putusan dewan juri dengan ketua Ahmat Tahir Hutauruk dan dua anggota juri Resna Napitu serta Rahel Sitinjak memutuskan,juars Enam dimenangkan SMA swasta Mars dengan perolehan nilai 720 ,juara Lima dimenangkan SMA swasta Teladan,juara Empat dimenangkan SMA Negeri 4 dengan nilai 970.

Kemudian,untuk juara Ketiga dimenangkan SMA swasta RK Bintang Timur dengan nilai 1070 sekaligus pemberian piala dan uang senilai Rp 1000..000,- oleh Kepala sekolah SMA Negeri 5 Rahmat Nasution,SPd.MPd yang juga ketua MK2S Pematangsiantar,juara Kedua dimenangkan SMA swasta Seminari dengan nilai 1150 dengan pemberian piala dan uang senilai Rp 1500.000,-olah Kasi SMA Cabdisdik,Sinurat dan Juara Pertama dimenangkan SMA swasta Budi Mulia dengan perolehan nilai1890 dan pemberian piala dan uang senilai Rp 2000.000,-oleh Kacabdis Syahrizal Damanik.
(S.Hadi Purba)

Alfianto SH: Mengucapkan Selamat Kepada Brigjen TNI (Purn) Waston Purba SIP Jadi Ketua Yayasan USI 2026-2031

0

“Alfianto SH: Mengucapkan Selamat Kepada Brigjen TNI (Purn)
Waston Purba SIP
Jadi Ketua Yayasan USI 2026-2031”

Pematangsiantar. Mediacakrabuana.id

Universitas Simalungun (USI) yang terletak di Jalan SM Raja Kota Pematang Siantar Provinsi Sumatera Utara sejak berdiri 1965 dibawah naungan Yayasan USI (Universitas Simalungun).
USI telah menjadi Universitas salah satu Institusi Pendidikan Tinggi yang turut berberkontibusi dalam pengembangan SDM(Sumber Daya Manusia)di wilayah Provinsi Sumatera Utara husus nya di kota Pematangsiantar.

Tokoh Pemuda Alfianto SH yang biasa’ dipanggil Alvin mengatakan Selamat atas pelantikan Brigjen TNI (Purn)Waston Purba SIP sebagai Ketua Umum Yayasan USI Universitas Simalungun Provinsi Sumatera Utara selama lima tahun Kamis29/10-2026.

Alvin juga menambahkan mengingatkan kembali kepada Pengurus untuk bekerja sama dengan semua stakeholder Pemerintah Kota Pematang Siantar dan Kab Simalungun Provinsi Sumatera Utara termasuk Alumni dan civitas akademik untuk kemajuan USI ujarnya Hingga saat ini USI masih memiliki pengalaman untuk mencerdaskan generasi muda Kota Pematang Siantar Simalungun bahkan dari Wilayah Provinsi Sumatera Utara yang alumni USI (S.Hadi.Purba/Red)

“Keren! Satlantas Polres Muratara Borong 3 Penghargaan Bergengsi Sekaligus, Kapolres AKBP Ardy Agung Permadi Apresiasi Kerja Keras Kasat Lantas AKP M Abdul Karim!”

0

“Keren! Satlantas Polres Muratara Borong 3 Penghargaan Bergengsi Sekaligus, Kapolres AKBP Ardy Agung Permadi Apresiasi Kerja Keras Kasat Lantas AKP M Abdul Karim!”

MURATARA, MEDIACAKRABUANA.ID

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Polres Musi Rawas Utara (Muratara). Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Rawas Utara (Muratara) berhasil memborong tiga penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang penilaian kinerja jajaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

Capaian luar biasa ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan kekompakan seluruh personel Satlantas Polres Muratara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Adapun tiga penghargaan bergengsi yang berhasil diborong Satlantas Polres Muratara yakni:

1. Juara Ketiga Penyelesaian Persentase Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas)
2. Juara Kedua Kawasan Tertib Lalu Lintas
3. Juara Ketiga Kampung Tertib Lalu Lintas

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Muratara, AKP M Abdul Karim, S.H., M.H. bersama jajarannya.

Kapolres Muratara, AKBP Ardy Agung Permadi, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang ditorehkan satuan pembina fungsi Satlantas Polres Muratara.

Menurut Kapolres, prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan yang dilakukan seluruh personel Satlantas Polres Muratara.

“Ini prestasi hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan yang dilakukan seluruh personel Satlantas Polres Muratara. Terus berkarya, tingkatkan pelayanan, dan jadikan setiap pencapaian sebagai motivasi untuk meraih prestasi yang lebih baik,” tegas Kapolres Muratara, AKBP Ardy Agung Permadi, S.H., S.I.K., M.H.

Kapolres menjelaskan, tiga penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kinerja.

“Tiga penghargaan ini menjadi harapan kedepan Polres Muratara bersama jajaran terus meningkatkan pelayanan, terutama menekan angka kecelakaan lalu lintas, dan mewujudkan kawasan serta kampung yang tertib berlalu lintas di Bumi Beselang Serundingan,” jelasnya.

“Tetap semangat Polisi Bersama Masyarakat. Melindungi, mengayomi dan melayani terus digaungkan untuk mewujudkan Muratara yang aman dan tertib,” tukasnya.

Dengan diraihnya tiga penghargaan ini, diharapkan Satlantas Polres Muratara semakin semangat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Muratara.

Tim Investigasi Cakrabuana.id / Biro MurataraNadi

“SEKJEN RAMBO MUARA ENIM SOROTI POLEMIK 58 Bidang Tanah Warga Desa Darmo Digusur PTBA, Alasan Masuk HGU PT BSP Tapi Warga Belum Terima Ganti Rugi*

0

“SEKJEN RAMBO MUARA ENIM SOROTI POLEMIK 58 Bidang Tanah Warga Desa Darmo Digusur PTBA, Alasan Masuk HGU PT BSP Tapi Warga Belum Terima Ganti Rugi*

*MUARA ENIM, SUMSEL* – MEDIACAKRABUANA.ID

Berdasarkan informasi Di laoangan Sebanyak 58 bidang tanah milik warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, diduga digusur oleh PT Bukit Asam Tbk [PTBA] dengan alasan lahan tersebut masuk dalam Hak Guna Usaha [HGU] PT Bukit Sawit Plantation [PT BSP].

Ironisnya, hingga alat berat meratakan kebun warga, masyarakat pemilik lahan mengaku belum pernah menerima ganti rugi dalam bentuk apapun dari pihak perusahaan.

Peristiwa penggusuran terjadi pada Selasa 20/10/2026 Warga mengaku kaget saat melihat kebun karet, sawit, dan tanaman buah yang sudah puluhan tahun mereka garap, tiba-tiba diratakan oleh bulldozer yang dikawal oknum pengamanan.

“Kami punya 58 bidang, itu tanah turun-temurun dari kakek kami. Tiba-tiba PTBA datang bilang ini masuk HGU PT BSP. Kalau memang HGU, mana ganti ruginya? Kami belum terima sepeser pun,” ujar salah satu warga terdampak Darmo yang enggan disebutkan namanya

Menurut warga, lahan tersebut telah mereka kuasai dan garap secara turun temurun sejak sebelum adanya HGU. Bahkan beberapa warga memiliki Surat Keterangan Tanah [SKT] dari Desa, Surat Jual Beli.

Warga mempertanyakan:

*1. Legalitas HGU yang Diklaim*
PT BSP disebut-sebut sebagai anak perusahaan atau afiliasi yang lahannya dikelola PTBA. Warga meminta agar PTBA menunjukkan peta HGU yang tumpang tindih dengan lahan warga secara terbuka di hadapan BPN.

*2. Tidak Ada Sosialisasi dan Musyawarah Ganti Rugi*
Sesuai UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah, setiap pengadaan untuk kepentingan umum atau perusahaan wajib melalui musyawarah dan ganti rugi yang adil. Warga Darmo mengaku tidak pernah diajak musyawarah.

*3. Dugaan Kriminalisasi*
Saat warga mencoba mempertahankan lahannya, mereka justru mendapat intimidasi dan ancaman akan dilaporkan sebagai penyerobot lahan HGU.

“Kami ini petani kecil. Kalau memang negara mau ambil, berikan ganti rugi yang layak. Jangan main gusur seperti penjajah,” teriak warga lainnya.

Akibat penggusuran tersebut, 58 Kepala Keluarga [KK] di Desa Darmo terancam kehilangan mata pencaharian. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Sekjen RAMBO Muara Enim meminta Pemerintah Memberikan perlindungan hukum dan keadilan kepada warga dengan Cara :

1. Bupati Muara Enim dan DPRD Muara Enim Segera Turun dan Hadir Di Tengah Tengah Penderitaan yang di Alamai masyarakat.

2. Kepala BPN/ATR Kabupaten Muara Enim untuk membuka peta HGU PT BSP secara transparan

3. Direksi PT Bukit Asam Tbk untuk menghentikan aktivitas penggusuran sebelum ada ganti rugi dari PT BSP

4. Komnas HAM dan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel

Warga mengancam akan menggelar aksi besar-besaran dan menduduki lahan jika pihak PTBA dan PT BSP tidak menghentikan aktivitas dan tidak memberikan kejelasan ganti rugi.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak Humas PTBA dan Manajemen PT BSP belum memberikan keterangan resmi.

( Tim / Kabiro)

BERITA TERBARU