www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News | Halaman 157    
Beranda blog Halaman 157

Wakil Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO.I), Ali Sofyan Akan Melaporkan Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bogor ke Aparat Penegak Hukum,”

0

Wakil Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO.I), Ali Sofyan Akan Melaporkan Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bogor ke Aparat Penegak Hukum,”

Kabupaten Bogot – Mediacakrabuana.id

Dikutip dari, Media Global Expose TV

Seorang pria bernama Lili diduga mencoba menawarkan sejumlah uang kepada wartawan agar berita mengenai anggota DPRD Kabupaten Bogor dihapus. Lili mengaku sebagai perantara Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bogor, Junaidi Samsudin.

Upaya ini bermula dari pemberitaan terkait seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga merangkap sebagai Ketua RW aktif di Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Beberapa minggu setelah berita tersebut terbit, Lili menghubungi wartawan dari Lidik Krimsus dan meminta agar berita tersebut dihapus.

“Awalnya, kami diajak bertemu oleh Lili di sebuah warung kopi di wilayah Cileungsi. Saat pertemuan itu, Lili meminta agar pemberitaan mengenai Junaidi Samsudin dihentikan dan dihapus,” ujar Agus, wartawan Lidik Krimsus, Sabtu (29/3/2025).

Menurut Agus, dirinya menolak permintaan tersebut dengan alasan bahwa berita yang telah terbit tidak dapat dihapus. Ia pun menawarkan opsi pemasangan iklan sebagai alternatif, namun tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

“Dalam pertemuan itu, Lili bersama tiga rekannya meminta agar berita dihapus, tetapi kami menolaknya. Kami hanya menawarkan opsi pemasangan iklan, tetapi Lili meminta waktu untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan Junaidi Samsudin,” jelasnya.

Beberapa hari setelah pertemuan itu, Lili kembali menghubungi Agus dan kembali menawarkan uang agar berita dihapus. Namun, Agus tetap menolak permintaan tersebut.

“Saya kembali dihubungi setelah pertemuan itu, dan Lili tetap meminta agar berita dihapus. Saya tetap menolak karena berita tidak bisa dihapus begitu saja,” kata Agus.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Junaidi Samsudin membantah adanya upaya suap tersebut.

“Rugi banget saya menyuap kamu. Haddeeuuhhh, kaya berita mahal aja. Yang ada justru sebaliknya, kamu yang mau cari duit dari saya dengan pemberitaan tersebut. Benar nggak? Daripada ngasih kamu puluh-puluh juta, mending saya kasih ke yatim dan dhuafa,” jawab Junaidi Samsudin.

Menanggapi dugaan ini, Wakil Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Ali Sofyan, menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Lili adalah bentuk upaya suap dan pembungkaman terhadap pers.

“Itu jelas merupakan upaya penyuapan kepada wartawan karena menawarkan sejumlah uang agar berita dihapus. Ini adalah tindakan pembungkaman terhadap pers, yang tidak dapat diterima dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ali Sofyan.

Ali Sofyan juga berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak melakukan tindakan yang tidak etis terhadap insan pers.

“Harapan saya, kejadian ini bisa menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi tindakan seperti ini. Kami juga akan segera melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum,” pungkasnya.
 ( Red)

Jacob Ereste :Program Kemensos Untuk Pemberdayaan Masyarakat Miskin Yang Berdaulat Atas Kedaulatan Pangan

0

Jacob Ereste :
Program Kemensos Untuk Pemberdayaan Masyarakat Miskin Yang Berdaulat Atas Kedaulatan Pangan

Mediacakrabuana.id

Tekad Kemensos yang disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono untuk 3,17 juta penduduk miskin yang terbilang ekstrem harus selesai teratasi tahun 2026. Target Kemensos ini patut didukung segenap pihak yang berkepentingan untuk mengatasi masalah kemiskinan akut di Indonesia. Karena memang program bantuan sosial maupun program PKH harus diarahkan pada sikap mandiri dan mendorong sikap dan sifat dari ketergantungan yang tidak kunjung selesai.

Pernyataan Wakil Menteri Sosial ini patut dicatat bagi warga masyarakat yang mengidolakan kemandirian dan kebebasan masyarakat miskin untuk mengatasi masalah nasional yang menjadi beban pemerintah secara nasional. Maka itu program pengentasan masyarakat miskin yang ekstreme harus menjadi perhatian dan didukung oleh semua pihak agar masalah nasional ini tidak lagi menjadi beban bagi bangsa dan negara Indonesia memasuki era Indonesia Emas tahun 2045. Karena masalah kemiskinan sangat menentukan kualitas bagi manusia Indonesia di masa mendatang. Utamanya Maslah pendidikan yang sangat erat korelasinya dengan kemiskinan.

Ungkapan Agus Jabo Priyono yang diungkapkan saat menyampaikan bantuan di Pondok Pesantren Suryabuana, Pakis, Magelang sangat meyakinkan lantaran dia sendiri berlatar aktivis sangat cukup memiliki perhatian yang keberpihakan kepada rakyat kecil. Oleh sebab itu, program Kemensos patut dikawal serta didukung eleh segenap elemen masyarakat yang ingin membebaskan segenap warga bangsa Indonesia dari kemiskinan seperti cita–cita proklamasi yang tertuang dalam UUD 1945.

Langkah untuk memberdayakan ekonomi masyarakat agar produktif serta meningkatkan mutu kehidupan yang layak dengan penghasilan sendiri — tidak lagi bergantung pada bantuan, subsidi atau sejenis PKH –harus terwujud, sehingga dapat hidup lebih sejahtera. Upaya Kemensos untuk mengawal proses pemberdayaan masyarakat miskin ekstreme ini perlu juga mendapat pengawalan dari warga masyarakat agar program yang ideal itu dapat benar-benar terlaksana, bukan sekedar pencitraan seperti banyak program yang telah dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, janji Kemensos untuk memberdayakan warga masyarakat perlu dikawal bersama, sehingga capaiannya dapat maksimal mengatasi masalah kemiskinan dalam waktu satu tahun seperti yang dijanjikan tuntas pada tahun 2026.

Program membuat model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan di Jawa Tengah sangat diharap dapat berhasil sehingga dapat segera ditetapkan di daerah lain di seantero jagat Indonesia yang masih banyak dirundung kemiskinan.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan ini idealnya dapat bergandengan dengan Koperasi Unit Desa yang menjadi penyalur distribusi bibit tanaman yang diperlukan, pupuk hingga penampung hasil panen untuk didistribusikan ke pasar. Sebab kelemahan umumnya para petani dan nelayan di Indonesia adalah selalu menjadi mangsa tengkulak, rentenir dan mafia pangan yang menguasai sirkulasi pasar. Oleh karena itu, sistem dari praktek pelaksanaan Koperasi Unit Desa (KUD) dapat mengikuti cara yang dilakukan oleh petani di Eropa — khususnya Belgia — mulai dari perencanaan musim tanam, hingga bibit dan pupuk disediakan sepenuhnya oleh pihak koperasi yang tidak profit oriented, namun lebih mengutamakan keberlanjutan usaha para petani sesuai dengan perencanaan serta iklim musim yang ada di negeri kita.

Khayalan terhadap masa kejayaan suku bangsa Nusantara semasa sebelum Indonesia merdeka, toh hasil bumi dari negeri kita menjadi primadona hingga bangsa Eropa mau berabad-abad menjadikan negeri di Nusantara sebagai koloni mereka. Prakteknya dari kejayaan suku bangsa Nusantara itu dahulu, setidaknya pemerintah tidak perlu merasa lebih pintar atau bahkan beranggapan lebih bijak dari petani dan nelayan itu sendiri. Sebab mereka pasti akan memilih yang terbaik dari apa yang hendak mereka lakukan, sehingga pemerintah sekedar menjadi pendamping dan memenuhi keperluan usaha para petani dan nelayan dalam menjalankan usahanya. Agaknya, hanya cara pendampingan dan memberi dukungan kemudahan bagi petani dan nelayan Indonesia, kedaulatan petani dan nelayan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dapat segera tercapai. Masalahnya, selama ini petani dan nelayan masih sering diperlakukan seperti sapi perahan.

Banten, 29 Maret 2025

Jacob Ereste :Teror Surat Yang Terkirim Bersama Bingkisan & THR Menjelang Lebaran

0

Jacob Ereste :
Teror Surat Yang Terkirim Bersama Bingkisan & THR Menjelang Lebaran

Mediacakrabuana.id

Kalau sungguh bangsa Indonesia sudah capek mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia yang dilakukan oleh orang Indonesia juga — selebihnya bangsa asing — mungkin saatnya sekarang bisa dihentikan agar kita dapat lebih percaya bahwa mereka yang telah membuat rakyat Indonesia menjadi susah dan sulit mewujudkan cita-cita luhur dari kemerdekaan bangsa hingga membentuk negara kesatuan Republik Indonesia — bukan kerajaan — mungkin sudah saatnya semua kritik, saran, pendapat serta usulan hingga protes dan aksi unjuk rasa dihentikan saja. Sebab semua itu tidak pernah dapat membuat kesadaran para pejabat negara untuk memanfaatkan kesempatannya mengemban harta kekayaan negara yang didulang dari keringat rakyat.

Karena para pengentit duit rakyat adalah pengkhianat bangsa dan negara. Mereka seperti lintah penghisap darah yang menguras semua isi perut bumi dan kekayaan alam tanpa perduli terhadap kerusakan yang diakibatkannya. Karena itu, agar semua perilaku buruk mereka itu tidak sampai mengurangi keyakinan kita bahwa karma dan laknat Tuhan kelak akan mereka terima juga. Karma akan mendera mereka sampai anak, cucu, menantu dan istinya atau suaminya sendiri juga akan dilaknat oleh bumi.

Mungkin saja laknat dan karma yang mereka terima itu kelak tidak sampai membuat mereka jatuh miskin, tetapi tubuh mereka akan dihinggapi oleh banyak penyakit, bisa saja terus berprilaku mewah, tetapi semua itu tidak menjadi berkah bagi dirinya sendiri maupun untuk semua anggota keluarga mereka pasti akan saling bergilir didera masalah.

Begitulah kutukan bumi yang mewakili rakyat tidak berdaya setelah melakukan perlawanan habis-habisan hingga seperti tidak lagi memiliki apa-apa, kecuali sekumpulan do’a semata. Tentu saja Tuhan pun pasti mendengar jerit pilu dari derita rakyat yang tertindas kalah, sebab bagi rakyat tiada ada boleh bersikap menyerah meski pada akhirnya kalah.

Sebagai rakyat yang telah habis kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap kezaliman yang dilakukan rezim penguasa, tiada pilihan bagi keimanan yang teguh untuk membiarkan saja semua terjadi sebagai keyakinan bahwa semua adalah bagian dari kehendak Tuhan dan semuanya harus kembali kepada Tuhan.

Kalaupun kelak mereka akan terkutuk dan menerima semua azab yang sepatutnya mereka terima atat pembalasan terhadap semua perbuatan mereka di dunia ini, semoga tidak menambah kerusakan yang ada dan harus menjadi bagian dari beban hidup kita. Sebab beban hidup kita sudah sejak lama menerima beban akibat oleh ulah culas mereka.

Jadi, mungkin akan lebih menyenangkan bagi mereka yang culas dan degil itu untuk terus mengentit duit rakyat, dana haji, uang asuransi termasuk duit pensiun hingga subsidi bodong dan bantuan sosial itu dipersilahkan saja untuk diambil dengan sesuka hati, sehingga rakyat tidak lagi perlu ikut pusing melakukan pencegahan.

Begitu juga dengan sikap semena-mena aparat pemerintah pusat hingga pemerintah daerah sampai ke desa, silahkan, monggo berbuat sekehendak hati kalian, karena sebagai rakyat mungkin lebih patut untuk mengurus dirinya sendiri.

Surat bernarasi panjang seperti naskah orasi tokoh demonstran yang mengedor-gedor rumah rakyat di Senayan, Jakarta itu, terkirim bersama bingkisan lebaran dan THR menjelang sehari lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun 2025 seperti terkesan jatuh dari langit, membuat geger tetangga kiri kanan seperti paket kepala babi untuk Media Tempo yang membidik pekerja pers pada bulan suci Ramadan tahun ini.

Aku kaget dan terkesima cukup lama, seperti orang yang menerima teror tanpa pernah mau diusut agar tidak terulang kembali supaya tidak sampai menimbulkan keresahan, kenyamanan dan ketenteraman yang sepatutnya dijamin dan dijaga oleh pemerintah.

Banten, 29 Maret 2025

PRESIDEN NGGEDABRUS !.

0

PRESIDEN NGGEDABRUS !.

Oleh: Saiful Huda Ems.

Ikan busuk dimulai dari kepalanya, politisi-politisi jadi busuk dimulai dari pemimpinnya. Kasihan bangsa yang dipimpin oleh Presiden Nggedabrus dan yang tunduk pada kemauan mantan Presiden Rakus !.

Perlawanan mahasiswa tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jakarta hingga luar Jawa, nyaris tiap hari tanpa henti. Meskipun stasiun-stasiun TV jarang memberitakannya. Bukannya hal seperti itu dijadikan renungan, melainkan pemerintah malah sibuk menuduh gerekan mereka ditunggangi. Basi !…

Para pendukung Presiden Nggedabrus dan mantan Presiden Rakus yang malas berpikirpun keberatan, dan menuduh mahasiswa itu mengklaim pergerakannya untuk kepentingan rakyat. Padahal jika mereka mau berpikir rasional, mahasiswa itu juga rakyat yang sesungguhnya ! Jadi bagaimana bisa mahasiswa tidak boleh menyebut pergerakannya untuk kepentingan rakyat?!

Bukankah dirinya, orang tuanya, saudaranya mahasiswa dll.nya itu juga rakyat ?!. Berpikirlah, jangan gadaikan idealisme pemikiranmu pada tempat Penggadaian Ideologi yang sekarang berada di Solo ! Ia sudah menjadi Sampah Sejarah ! Monster penghancur harapan rakyat kecil Indonesia yang tertindas !.

Presiden Nggedabrus berkali-kali menyindir rakyat yang mengkritisinya telah terhasut atau digunakan oleh kepentingan asing, sedangkan dirinya sendiri malah sangat sering menggunakan orang asing sebagai konsultan politiknya, sebagai penasihat ekonominya dll. Apakah kepikunan sudah menghinggapi Pak Tua?.

Maka pesanku; teruskanlah perjuangan kalian, adik-adik mahasiswaku. Jadilah agen perubahan (agent of change) yang memiliki kekuatan moral (moral force). Jangan gunakan pendekatan kekerasan (violent approach) yang biasa aparat lakukan, namun kedepankan intelektual dan militansi juang (intellectual and militant activism), untuk membongkar apa-apa yang selama ini mereka sembunyikan.

Kalian boleh marah pada penguasa, namun jangan pernah mau dibenturkan dengan personil-personil TNI/POLRI, sebab merekapun anak-anak bangsa yang memiliki keluarga dan persoalan hidup seperti kalian.

Apakah kalian lupa adik-adikku, jika Bapak-Bapak/Ibu-Ibu TNI/POLRI itu juga banyak yang mempunyai anak-anak mahasiswa seperti kalian? Maka ajaklah mereka berdiskusi yang baik, dan pastikan mereka bersedia mengawal perjuangan kalian untuk melawan ketidak adilan !.

Mungkinkah? Sangat mungkin, karena kami pernah melakukannya dan berhasil. Jika kalian gagal melobi mereka untuk mendukung perjuangan kalian, ya biarkan saja, tidak perlu putus asa, teruslah saja berjuang dengan kekuatan moral !.

Akhirul kalam, selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Minal Aidin Wal Fa’izin. Taqabbalallahu minna waminkum shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin. 🙏 Merdeka !…✊️ Adili Jokowi atau Revolusi !…✊️(SHE).

29 Maret 2025.

Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Aktivis ’98. Salah seorang inisiator penggulingan Rezim Orde Baru Soeharto di Berlin Jerman (1991-1995) dan di Jakarta serta Bandung (1996-1998).

TANGGUNG JAWAB MORAL SEBAGAI MANUSIA.

0

TANGGUNG JAWAB MORAL SEBAGAI MANUSIA.

Mediacakrabuana.id

Oleh: Saiful Huda Ems.

Kalian boleh diam sesuka hati kalian melihat ketidak adilan, namun jika nurani kemanusiaan kalian masih hidup, haqul yakin hati kalian pasti akan menangis melihat penderitaan orang-orang lemah yang tak mendapatkan keadilan.

Kalian boleh mati-matian membela penguasa yang kalian yakini benar, namun jika nalar berpikir kalian masih hidup dan dihadapkan dengan berbagai realitas sosial, yang begitu banyak terjadi kesenjangan antara kehidupan hedonis penguasa dan rakyat kelas bawah yang hidup susah, haqul yakin kalian akan berbalik arah untuk menjadi pembela orang-orang lemah.

Sesungguhnya kemiskinan dan penderitaan masyarakat kecil itu terjadi, bukanlah karena takdir, melainkan karena adanya penguasa yang melahap hak-hak mereka, yang menempatkan amanat rakyat tidak di hati dan di pikiran mereka, melainkan di bawah nafsu kerakusan dan ketamakan hidup mereka.

Mempergunjingkan kesalahan orang memang tergolong Ghibah yang dosanya sangat besar, namun jika orang itu penguasa atau pejabat negara, yang dalam kebijakan pemerintahannya terdapat nasib jutaan rakyat yang harus diperjuangkan nasib hidupnya, maka mengkritisi mereka yang menyimpang, hukumnya adalah fardlu ain alias wajib !.

Ingat: Agama hadir tidak untuk membodohkan orang, tidak untuk menumpulkan rasa simpati dan empati terhadap penderitaan orang, melainkan justru untuk menajamkan nalar berpikir dan menghidupkan jiwa kemanusiaan manusia. Karena fakta membuktikan tidak semua manusia memiliki jiwa kemanusiaan, bahkan kadang yang dimiliki adalah jiwa kebinatangan !.

Sangatlah tidak logis dan tidak rasional, banyak rakyat yang hidupnya sangat susah karena tekanan beban ekonomi yang sangat berat, lalu kita akan membiarkan begitu saja penguasa atau para pejabat negara hidup berfoya-foya, bergelimang harta yang didapat dari hasil melahap hak-hak rakyat miskin dan tidak mendapatkan keadilan.

Demikianlah mengapa saya harus terus menerus (nyaris tiap hari) menulis opini politik dan mengkritisi penguasa, serta mengirimkan tulisan-tulisan saya itu ke para pejabat negara (para menteri/wakil menteri) serta ke tokoh-tokoh masyarakat (Ulama, Pendeta, Pastor, Bikhu, Ketum-Ketum Parpol, Advokat, Pengusaha dll.) yang saya miliki no kontak (handphone) nya.

Saya kirimkan pula tulisan-tulisan saya itu ke ratusan WA Group yang saya menjadi bagian anggotanya, saya kirimkan pula ke ratusan teman-teman jurnalis dll. Bukan berarti saya bermaksud untuk menggurui, namun sekedar berusaha untuk mengingatkan betapa kita semua, sebagai manusia yang terdidik harus bertanggung jawab terhadap keadaan bangsa dan negara ini !…(SHE).

23 Maret 2025.

Saiful Huda Ems (SHE).

Setya Kita Pancasila Perkuat Sinergi dengan KOREM 051/Wijayakarta

0

Setya Kita Pancasila Perkuat Sinergi dengan KOREM 051/Wijayakarta

Cikarang Mediacakrabuana.id

, 27 Maret 2025 – Setya Kita Pancasila disambut hangat oleh Danrem 051/Wijayakarta, Brigjen TNI Nugroho Imam Santoso, S.E., M.M., beserta jajaran dalam kunjungan yang bertujuan memperkuat kerja sama strategis. Pertemuan ini menyoroti berbagai program kolaboratif untuk masyarakat, di antaranya:

 Penguatan ideologi Pancasila,

Pemantauan kesehatan dan gizi masyarakat,

Pendidikan tambahan seperti Bahasa Inggris dan Matematika, serta

Pencegahan stunting dan pemberian bingkisan untuk anak-anak.

Sekjen Setya Kita Pancasila, Meyske, mengapresiasi dukungan penuh dari KOREM 051/Wijayakarta yang menjadikan program ini efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran. Sementara itu, Ketua PPA, Gisella Anasthasia S., S.S., M.H., menekankan pentingnya meningkatkan jangkauan program serta kebutuhan tenaga pengajar tambahan.

“Kami sangat terbuka untuk memberikan pelatihan metode mengajar dan penguatan Bahasa Inggris kepada rekan-rekan yang berpotensi, demi memperluas dampak program ini,” ujar Gisella.

Kerjasama ini menjadi bukti nyata sinergi antara Setya Kita Pancasila dan KOREM 051/Wijayakarta dalam membangun generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter untuk mendukung Indonesia Emas. [Rom_kfs]

Jacob Ereste :Permohonan Maaf Lahir & Batin Tradisi serta Budaya Yang Luhur Penuh Makna Sakral & Spiritual

0

Jacob Ereste :
Permohonan Maaf Lahir & Batin Tradisi serta Budaya Yang Luhur Penuh Makna Sakral & Spiritual

Mediacakrabuana.id

Mohon maaf lahir dan batin itu harus ikhlas dan jujur diucapkan sebagai pernyataan untuk memaafkan siapapun secara lahir (yang tampak kasat mata perbuatannya) serta memaafkan yang bersifat batin, karena yang bersifat batin ini lebih penting dari yang berujud (lahir) seperti hutang yang tidak lagi perlu dipersoalkan secara hukum. Tapi apakah permaafan secara batin itu bisa dipastikan sudah selesai setelah diucapkan ?

Karena itu, kejujuran dan keikhlasan yang bersemayam di hati (kalbu) menjadi sebagian rahasia bagi manusia dan sebagian lagi milik Tuhan yang tidak bisa diabaikan oleh manusia. Inilah buah yang dapat perolehan dari pengembaraan spiritual, menyadari keterbatasan diri sebagai manusia yang tiada apa-apa sesungguhnya di hadapan Tuhan.

Adapun untuk orang yang menerima permaafan itu jelas lebih tidak tahu pasti apakan permaafan yang ucapkan itu sungguh ikhlas atau sekedar kamuflase semata ? Lalu mengapa dalam Islam budaya memaafkan begitu gampang dilakukan dalam budaya massal seperti saat hari raya Lebaran ?

Ternyata, budaya memaafkan itu sesungguhnya jauh lebih mulia dari menerima permaafan atas kesalahan dan kekeliruan atau ketidaksengajaan atas suatu perbuatan yang kita lakukan, baik yang disengaja maupun atas perbuatan yang tidak disengaja.

Budaya meminta maaf dan memberi maaf itu sungguh patut dijaga dan terus dilestarikan, seperti kebiasaan yang sudah menjadi semacam kesepakatan umum pada setiap kali berjumpa bisa secara spontan untuk saling bersalam-salaman. Tak lagi penting siapa yang memulai, tapi hakekat keikhlasan, kejujuran dan kebahagiaan semburat dalam jabatan tangan yang erat dan hangat.

Jadi, sesungguhnya betapa indah hidup ini, sehingga kemudian — masing-masing penuh suka cita untuk saling mendoakan agar hidupnya lebih berbahagia bersama seluruh kerabat dan sahabat, sehingga kegembiraan hidup bisa terus menyala menerangi hari ini hingga masa depan.

Begitulah makna Idul Fitri bisa dipahami secara awam seusai menunaikan ibadah puasa pada bulan ramadan maupun saat lebaran Haji yang lebih abdol disebut Hari Raya Idul Adha.

Dan tradisi mudik itu pun yang dibangun oleh masyarakat urban umumnya yang berada di kota besar, pun tak cuma sekedar kangen kampung halaman dengan segenap sanak famili yang masih ada di kampung, tetapi juga merupakan bagian dari cara berbagi kebahagiaan dan kegembiraan kepada seluruh saudara dan handai taulan yang ada di kampung halaman.

Jadi, tradisi mudik itu bukan sekedar untuk berbagi kangen semata, tetapi juga berbagi kebahagiaan sehingga acap oleh-oleh atau buah tangan yang dibawa saat mudik seperti satu keluarga yang sedang pindah rumah, lantaran barang bawaannya acap melampaui kapasitas yang wajar, sehingga acap terkesan berlebihan.

Jadi, makna dari kampung halaman itu sendiri tak hanya sekedar berarti tempat kelahiran atau tempat hidup bertumbuh menjadi dewasa, sebab makna kampung halaman itu dapat saja diartikan juga dimana usia lebih dominan dihabiskan hingga menjelang senja seperti yang disadari dan dinikmati oleh banyak orang. Maka acara untuk bermaaf-maafan pun tidak kalah banyak yang dilakukan melalui surat elektronik via whatsApp atau via telopon langsung berikut tampilan gambar dari masing-masing yang tengah melakukan komunikasi via telepon seluler yang maha canggih di abad ini.

Karena itu, jaringan seluler atau internet internet tidak kalah sibuk dari jumlah jutaan orang yang mudik. Sebab yang tidak mudik justru lebih dominan menggunakan saluran telepon untuk sekedar memberitakan tak sempat pulang ke kampung pada tahun ini, atau ingin menyampaikan pemberitaan yang lain, atau sekedar bertanya tentang kondisi kesehatan dan situasi suasana lebaran di kampung sekarang.

Setidaknya titip pesan untuk semua keluarga, semoga selalu sehat dan berbahagia, meski belum bisa menyertakan THR dan mengirimkan bingkisan lebaran. Sebab yang penting adalah, permohan maaf telah diucapkan, dan permaafan telah diberikan secara lahir dan batin. Siapa tahu, lebaran berikutnya kita tak lagi di dunia. Begitulah hakikat dari permohonan maaf lahir dan batin yang menjadi tradisi dan budaya kita yang luhur penuh makna yang sakral dan muatan spiritual yang perlu dilestarikan.

Banten, 29 Maret 2025

Jacob Ereste :Perayaan Hari Raya Lebaran Di Kampung Dahulu Yang Kini Tidaklah Mungkin Terulang Keindahan dan Keasyikannya

0

Jacob Ereste :
Perayaan Hari Raya Lebaran Di Kampung Dahulu Yang Kini Tidaklah Mungkin Terulang Keindahan dan Keasyikannya

Mediacakrabuana.id

Seperti biasa tradisi di kampung kami saat lebaran itu biasa menyajikan Ketupat Lebaran bersama sekubal (makanan yang dibuat dengan ketan putih atau ketan hitam dengan cara dibungkus dan dikukus seperti memasak ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa muda)berikut beragam lauk pauk yang istimewa, sehingga semua penikmat ketupat dan sekubal lebaran itu tidak akan pernah merasa bosan menyantapnya. Maka itu mulai dari jenis gulai opor, rendang hingga sayur sop yang khas kampung kami tersaji berjejer di meja makan, sehingga semua tamu yang singgah di rumah tinggal di giring duduk di meja makan.

Jika, tetamu yang sudah menyantap ketupat atau sekubal (semacam lemang) yang tersaji pada setiap hari raya lebaran Idhul Fitri maupun lebaran haji ( Hari Raya Idhul Adha) akan menjadi sajian favorit bersama kue dodol yang dibuat sendiri di rumah oleh Nenek dan Tante tercinta. Biasanya, persiapan makanan dan kue lebaran di kampung kami dahulu dibuat secara berdana-sama anggota keluarga dekat, mulai dari memotong hewan hingga membuat beragam jenis bumbu atau resep untuk membuat kue khas lebaran yang jarang tersaji pada hari biasa.

Pendek kata, perayaan hari lebaran dahulu di kampung kami dahulu serunya seperti menyambut dan mempersiapkan sebuah pesta besar yang sungguh hidmat dan sakral. Lalu lantunan pembacaan kitab suci pun tidak cuma sekedar untuk cepat tamat selama bulan ramadhan, tetapi alunan suara pun sungguh indah, sehingga saat didengar pada siang hari pun — saat jam mengantuk — tidak seorang pun merasa keberatan dan terganggu oleh lantunan ayat suci yang merdu dan indah itu. Pembacanya pun saling bergilir dari anggota keluarga yang perempuan hingga kepada Kakek atau cucu dan cicit yang selalu ikut mendampingi pembacaan ayat suci tersebut. Masing-masing pembaca ayat suci itu dapat dipastikan telah memiliki insting penakar dari kecepatan pembacaan agar semua ayat suci itu dapat dirampungkan pada malam hari raya tiba.

Yang unik dari dalam lingkungan keluarga kami sebagai petani yang terbilang unggul, beragam macam dari buah-buahan pun tak jarang ikut dominan disajikan. Bahkan sayur mayur langka hingga jenis gulai yang jarang disajikan, pada hari raya lebaran Idhul Fitri atau Idhul Adha acap tersajikan juga atas inisiatif Nenekku yang kreatif dan sedikit memiliki selera seni, yaitu gulai santen rebung yang menjadi lauk paling favoritku.

Suasana perayaan di kampung kami dahulu memang terasa selalu meriah dan memberi kesan yang menginginkan hingga selalu diharap dapat segera kembali terulang dalam kesempatan berikutnya. Sebab hampir semua panganan khas masyarakat petani, seperti uni jalar, jagung rebus — bahkan terkadang disiapkan juga tempat untuk membakar jagung atau membuat sate dari daging kambing yang disembelih sendiri itu, sehingga sepanjang hari usai menunaikan sholat hari raya, mulai meja makan di ruang tengah hingga teras rumah serta halaman yang lumayan luas, dipenuhi sahabat dan kerabat serta tetangga kiri kanan sebelah rumah.

Pendek kata, kegembiraan dalam kebersamaan semakin membuat rasa kangen ketika menjadi ingatan di masa sekarang, setelah terhempas di kota besar menjadi bagian dari masyarakat urban perkotaan.

Setelah bertahunan menjadi masyarakat urban di kota, semua itu tinggal kenangan, sehingga menambah nostalgia kesedihan yang menginginkan dapat kembali terulang, meski pun tidak mungkin jarum jam dapat berputar mundur. Begitulah fitrahnya masa lalu yang meninggalkan nostalgia hanya untuk dikenang, meski selalu dicoba untuk diputar ulang seperti kadet atau piringan hitam penyimpan lagu nostalgia yang mampu untuk membangkitian semangat hidup yang mungkin dapat lebih bergairah.

Stok makanan dan minuman yang cukup banyak itu lantaran keluarga masih harus menerima banyaknya kedatangan saudara dan anggota keluarga yang sudah tinggal di tempat yang jauh, sebagai konsekuensi dari pekerjaan atau semacam usaha yang dilakukan, atau karena ikatan perkawinan yang biasanya ikut diboyong oleh sang suami ke daerah tempat tinggalnya.

Dalam sesi ini biasanya, mereka yang sanjau itu akan menggembol beragam macam buah tangan utamanya untuk yang mereka pahami yang mungkin tidak dimiliki oleh keluarga besar yang akan dikunjungi. Maka itu, pada session ini biasanya tak kalah seru, sebab cerita dan berita pun akan menambah meriah acara apapun yang akan diadakan kemudian.

Begitulah kisah kangen warga masyarakat urban di perkotaan yang cuma bisa mengenang masa indah perayaan hari lebaran di kampung dahulu pada kisaran tahun 1960 – 1970 saat usia remaja yang paling indah untuk menyerap semua nuansa dan nilai-nilai sakral dan spiritual dari suasana perayaan hari lebaran yang tidak mungkin lagi bisa diulang keindahan dan keasyikannya sekarang.

Depok, 28 Maret 2025

DISHUB PROVINSI SUMSEL DIDESAK BERTINDAK ANGKUTAN BATU BARA MERAJALELA DARAT MAUPUN PERAIRAN.

0

Ali Sopyan sedang di ruang tunggu PT.BA

DISHUB PROVINSI SUMSEL DIDESAK BERTINDAK ANGKUTAN BATU BARA MERAJALELA DARAT MAUPUN PERAIRAN.

SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Pimpinan umum Media Rajawali news grup ( Ali Sopyan ) menyikapi adanya permasalahan angkutan batu bara di wilayah Sumsel yang menimbulkan simpang siur impor Masi ke kalangan masyarakat luwas .
Pasalnya kejadian sejumlah bangunan dan jembatan yang ke tabrak oleh tongkang angkutan batu bara di alur sungai musi. Sumsel tidak seluruhnya milik PT. BA. Yang dapat dikatakan perusahan. Negara Sehingga Haltersebut menimbulkan Salin tuding antara perusahan batu bara suwasta dengan PT. BA. Sumsel hal tersebut . Berdampak PITNAH satu sama lainya Yang dapat menimbulkan pidana . Akibat ke tidak pahaman. Tegas Ali Sopyan. Ironisnya pihak dishub terkesan tutup mata dengan adanya menjamur mobil tronton angkutan batu bara yang diduga melebihi kapasitas daya angkutan yang berdampak kerusakan jalan raya serta menimbulkan penyakit plek paru paru rakyat yang dilintasinya oleh kenderan angkutan batu bara dampak dari semburan debu batu bara.

Lanjut Ali Sopyan Pimpinan umum Media Rajawali news yang berasil konpirmasi ke pihak PT.BA. Dengan tegas Kuwasa hukum
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengatakan
Dengan adanya pemberitaan yang menyoroti berbagai aspek operasional perusahaan.
Sebagai perusahaan tambang milik negara, PTBA selalu berkomitmen menjalankan kegiatan usaha dengan tata kelola yang baik, menerapkan prinsip good mining practice, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Terkait pemberitaan tersebut, kami menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat:

  1. Produksi Batu Bara di Sumatera Selatan
    tidak hanya berasal dari PTBA, tetapi juga dari berbagai perusahaan lainnya, termasuk sektor swasta. Total produksi batu bara di Sumsel pada tahun 2024 diperkirakan lebih dari 100 juta ton, yang berasal dari berbagai perusahaan tambang.
  2. Pengangkutan Batu Bara PTBA
    senantiasa mengutamakan aspek lingkungan dan keselamatan dalam operasionalnya. Pengangkutan batu bara PTBA sepenuhnya menggunakan modal transportasi kereta api dan hauling road khusus, Tidak menggunakan jalan umum, dan tidak menggunakan mobil lisasi angkutan batu bara Sekalipun ada angkutan batu bara yg menggunakan mobil tronton bukan dari PT. BA.
  3. Tanggapan atas Insiden Tongkang di Keramasan, Kertapati Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi pada 12 Maret 2025, di mana Tongkang Kapuas Jaya 3023 yang ditarik oleh Tugboat Johan Jaya 171 mengalami kendala akibat arus kuat saat bermanuver di perairan Keramasan, Kertapati. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut .

Dan sebagai bentuk tanggung jawab, PT Bukit Prima Bahari (BPB)—anak perusahaan PTBA sekaligus sebagai operator kapal—bersama pihak terkait telah segera berkoordinasi dengan warga terdampak dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dengan baik dan damai. PTBA melalui BPB terus meningkatkan standar keselamatan operasional, termasuk penguatan pengawasan, peningkatan pelatihan awak kapal, serta penerapan prosedur keselamatan yang lebih ketat untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, PTBA terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada energi serta mengembangkan hilirisasi dan industrialisasi batu bara. Upaya ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, baik di Sumatera Selatan maupun secara nasional.

Kami menghormati kebebasan pers dan mengapresiasi peran media dalam memberikan informasi kepada publik. Kami berharap setiap pemberitaan tetap mengedepankan etika jurnalistik serta prinsip keberimbangan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat. Tutur Ali Sopyan
( Red )

Jacob Ereste :Pernyataan Ketua DPR RI Yang Tidak Realistis dan Sangat Mencederai Hati Rakyat

0

Jacob Ereste :
Pernyataan Ketua DPR RI Yang Tidak Realistis dan Sangat Mencederai Hati Rakyat

Mediacakrabuana.id

Boleh jadi karena tulalit — dangkalnya pengetahuan dan pemahaman dera penderitaan rakyat, atau ekspresi asli dari kemunafikan, adanya pernyataan Ketua DPR RI yang mengaku-ngaku mengapresiasi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dalam penggunaan uang negara untuk kesejahteraan rakyat.

Pidato Ketua DPR RI yang tidak bermutu dan tidak bermoral itu justru disampaikan pada rapat penutupan masa sidang II Tahun Sidang 2024-2025 di Gedung DPR RI, pada hari Selasa, 25 Maret 2025. Dimana sebelumnya DPR RI cq Komisi III DPR RI melakukan pembahasan revisi UU TNI di hotel mewah secara tertutup pula hingga perlu digeruduk oleh Aliansi Rakyat hingga membuat kesadaran warga masyarakat, betapa tidak bermoral nya perilaku tersebut. Sementara rakyat pun sedang dihimpit habis oleh deraan ekonomi yang parah.

Kecuali itu, kebijakan efisiensi anggaran pun jauh sebelumnya telah tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025 yang ditandatangi Presiden pada 22 Januari 2025.

Lantas dimana pengetahuan, pemahaman serta kesadaran dari DPR RI terhadap kebijakan keprihatinan untuk melakukan efisiensi itu seperti yang dimaksudkan untuk kesejahteraan rakyat ? Jadi jelas pernyataan Ketua DPR RI itu sebagai sikap munafik atau setidaknya pembangkangan atau penipuan terhadap rakyat yang selalu diatasnamakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Karenanya, terbukti benar bahwa DPR RI tidak lagi mewakili kepentingan rakyat, tetapi hanya mewakili kepentingan partai atau paling tidak kepentingan pribadi anggota parlemen itu sendiri.

Padahal, pembahasan revisi UU TNI dapat dilaksanakan di Gedung DPR RI yang telah lebih dari cukup untuk disebut mewah dan lengkap fasilitasnya yang dibiayai oleh uang rakyat. Maka itu, perayaan Ketua DPR RI itu terkesan sangat menghina serta merendahkan pengetahuan rakyat yang telah dikhianati dan dianggap bodoh, seakan-akan tidak memahami kebijakan efisiensi yang tengah dilakukan pemerintah demi dan untuk rakyat. Sehingga nilai dari pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah dari APBN dan APBD dari Tahun Anggaran 2025 itu yang disebut bernilai Rp 306,69 triliun tidak dapat dipercaya demi dan untuk kepentingan rakyat. Padahal, dari rincian efisiensi itu disebutkan Rp 356,1 triliun merupakan efisiensi belanja dari kementerian dan lembaga. Dan Rp 50,59 triliun dari pengurangan dari transfer untuk pemerintah daerah.

Masalahnya, ketika pemerintah melakukan pembiaran terhadap perilaku DPR RI yang melakukan pemborosan dengan melakukan rapat di hotel mewah itu, bukan cuma sekedar membuat rakyat tidak percaya terhadap sikap kepatuhan yang harus dihormati dan ditaati, tetapi juga membuat rakyat kecewa dan dapat beranggapan sama, untuk tidak mematuhi kebijakan yang telah diputuskan oleh pemerintah. Paling tidak telah terjadi pembangkangan atau pengkhianatan pada perilaku adil yang telah diamanahkan oleh konstitusi kita.

Banten, 28 Maret 2025

Tinjau Langsung Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg, ini Yang Disampaikan Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin aras Genda.

0

Tinjau Langsung Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg, ini Yang Disampaikan Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin aras Genda.

Pagar Alam-sumsel || Mediacakrabuana.id


Guna memastikan pendistribusian Gas Melon 3 Kg Di Kota Pagar Alam berjalan aman dan lancar, Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin aras Genda, SH, Sik MT di dampingi para PJU melaksanakan monitoring langsung gebrak pasar yang dilakukan oleh empat Agen Gas Melon 3 Kg ke tiga Kecamatan yakni Dempo Selatan, Dempo Utara dan Dempo Tengah. Jum’at 28 Maret 2025.

Dalam kesempatan nya Kapolres AKBP Erwin aras Genda didampingi camat Dempo Selatan mengatakan kegiatan merupakan kerja sama antara Polres Pagar Alam dengan pemerintah Kota Pagar Alam melalui dinas Disprindakop, Satgas Pangan para agen gas 3 kg dan juga pangkalan.

Pihaknya sengaja datang ke lokasi gebrak pasar yang dilakukan oleh empat Agen Gas Melon 3 Kg dimana saat ini di Kecamatan Dempo Selatan keadaan masyarakat yang ikut antre terpantau lancar dan tertib.

Kapolres juga menegaskan bahwa Kota Pagar Alam tidak mengalami kelangkaan terhadap pendistribusian dari Pertamina ke agen maupun penyaluran dari agen ke pangkalan hanya saja saat ini permintaan masyarakat meningkat seiring dengan banyaknya kebutuhan masyarakat menjelang puasa terutama di kalangan penggiat kuliner.

” Saya pastikan sampai saat ini pasokan Gas Melon 3 Kg di Kota Pagar Alam stabil dan tidak macet namun kebutuhan masyarakat akan gas melon 3 Kg terus meningkat,” ucap Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin aras Genda.

Sambung Kapolres kedepannya kegiatan seperti ini akan terus dilakukan dan dirinya berharap agar masyarakat tidak terpancing isu yang menyesatkan dimana dikabarkan bahwa Kota Pagar Alam mengalami kelangkaan gas 3 kg atau gas Melon.

” Ada 110 ribu tabung gas elpiji 3 yang datang ke Kota Pagar Alam dengan jumlah yang cukup besar saya rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” Pungkas Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin aras Genda. (Heri,CK)

DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT PEDULI KORBAN SI JAGO MERAH DIDESA KARANG ANYAR LAHAT SELATAN

0

DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT PEDULI KORBAN SI JAGO MERAH DIDESA KARANG ANYAR LAHAT SELATAN

LAHAT SUMSEL ||MEDIACAKRABUANA.ID

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat Heri As yang didampingi Nita Yupika selaku Sekretaris,Prengki Dinata selaku Wakil sekretaris dan Randi Aleksander selaku bendahara berikan langsung bantuan kepada Panitia penerimaan bantuan yang diterima Freddy Irawan selaku Sekdes didampingi oleh Alfiansyah selaku Kadus satu dan Babinsah desa Karang Anyar untuk warga desa karang Anyar Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang terkena musibah kebakaran pada 27-.03-2025 malam,mengakibatkan dua rumah habis terbakar yaitu rumah ibu paria dan bapak syarif.

Lisa warga desa karang anyar Kecamatan Lahat Selatan Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 27-03-2025 menuturkan Kami turut mendoakan agar warga desa kami yang tertimpa musibah kebakaran ini lebih sabar,semoga diberikan rezeki yang berlimpah dan akan ada rezeki yang menggantikannya dari semua musibah ini,”ujarnya”.

HERI AS Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat/Kabiro Media Rajawalinews.online Group 27-03-2025 mengatakan kami DPD IWO Indonesia Kabupaten Lahat mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang melanda warga desa karang anyar,semoga diberi ketabahan dan kekuatan akan ujian ini.Kami berharap untuk Pemerintah Kabupaten Lahat untuk dapat mengulurkan bantuan kepada keluarga yang terkena musibah kebakaran ini “ujarnya”

HERI AS menambahkan semoga bantuan ini sedikit meringankan beban bagi warga yang tertimpa musibah. Allah swt memberikan cobaan kepada umatnya tidak akan melebihi batas kemampuan umatnya,semoga semua musibah ini dapat tergantikkan dengan kebahagiaan Aamiin Yra,”tambahnya”.

NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

Kades Wanakerta H.Somad Pembangunan Infrastruktur Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

0

Kades Wanakerta H.Somad Pembangunan Infrastruktur Guna Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Purwakarta, Jabar || Mediacakrabuana.id

Program Dana Desa (DD) merupakan salah program Yang sudah terbukti dapat menyelesaikan permasalahan yang selama ini kita hadapi dalam hal Pembangunan Desa,Demikian dikatakan H. Somad Muhammad kepala Desa (Kades) Wanakerta Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat, Saat berbincang-bincang dengan Awak Media Online Cakrabuana id “

Untuk itu tinggal bagaimana kita menjalankan Program tersebut, mana yang lebih kita Prioritaskan, Tentu melalui proses Musyawarah Desa yang di Tuangkan atas kesepakatan bersama dengan Masyarakat. Dan Tokoh masyarakat

Kades sebagai Pengemban Amanah harus bisa memberi masukan kepada warga dan sekaligus menerima Aspirasi dari masyarakat nya mengenai skala prioritas Pembangunan,Ujar H. Somad”

Untuk Desa Kami ini, Semenjak DD di kucurkan Pemerintah Pusat,Pembangunan infrastruktur yang kita Utamakan lebih dulu, ini kita lakukan Demi Peningkatan Ekonomi Masyarakat,Dimana konektifitas antar Rt,RW harus tuntas agar semua warga dapat merasakan Manfaat DD tersebut,tegasNya. “

Disamping itu,Proyek Pembangunan Infrastruktur sudah dapat terukur,dalam hal penyerapan tenaga kerja, Masyarakat yang sedang menganggur bisa kita kerjakan guna peningkatan perekonomian Mereka,Lanjut Nya.”

Wawan salah satu Warga setempat, Senin 24/3/25 Mengaku sangat terbantu dan Senang dengan adanya program DD,Seraya mengapresiasi Kinerja Aparat Desa Wanakerta yang tidak henti-hentiya mengupayakan Pembangunan yang dapat menyentuh langsung kepada kebutuhan Masyarakat, (Taslim )

ADE KUSWARA : TIDAK BOLEH ADA PENGANGKATAN TENAGA NON-ASN BARU DI KABUPATEN BEKASI

0

ADE KUSWARA : TIDAK BOLEH ADA PENGANGKATAN TENAGA NON-ASN BARU DI KABUPATEN BEKASI

Bekasi – Mediacakrabuana.id

26 Maret 2025 –
Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar acara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Rabu, 26 Maret 2025, bertempat di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh pejabat pelaksana, pejabat fungsional, serta 9.051 PPPK yang baru saja dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, S.H., menyampaikan rasa syukur atas pelantikan besar ini, yang menjadi langkah strategis dalam meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab aparatur sipil negara di Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah, setelah melalui berbagai tahapan sejak Oktober 2024 hingga Maret 2025, hari ini kita melantik 9.051 PPPK tahap pertama, yang terdiri dari 5.220 tenaga teknis, 421 tenaga kesehatan, dan 3.410 tenaga guru. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya ucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang telah resmi dilantik,” ujar Bupati Ade Kuswara.

Bupati juga menekankan pentingnya mematuhi regulasi terkait larangan pengangkatan tenaga honorer baru, yang telah berlaku sejak 2005 dan dipertegas melalui Undang-Undang ASN Tahun 2023. Arahan ini ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan pelaksanaan kebijakan sesuai aturan.

Bagi para PPPK yang baru dilantik, Bupati mengingatkan pentingnya kinerja maksimal, pengembangan kompetensi, dan kesiapan menghadapi tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Semoga para PPPK yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan baik dan bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera,” pesan Bupati.

Di sisi lain, Bupati menyampaikan kepada tenaga non-ASN yang belum mendapatkan formasi dalam seleksi tahap pertama agar bersabar. Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan mengusulkan skema PPPK paruh waktu setelah pelaksanaan seleksi tahap kedua.

Acara ditutup dengan pesan Idul Fitri dari Bupati Ade Kuswara kepada masyarakat Bekasi, sembari berharap momentum ini menjadi pijakan awal untuk membangun Kabupaten Bekasi yang lebih baik.

Dry

GEROMBOLAN PEJABAT ATAU PENJAHAT RAMPOK DANA APBD / APBN DI PEMKAB MUARA ENIM SUMSEL

0

GEROMBOLAN PEJABAT ATAU PENJAHAT RAMPOK DANA APBD / APBN DI PEMKAB MUARA ENIM SUMSEL

MUARAENIM SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Berbagai dalih untuk merampok uang negara di Pemkab Muara Enim Sumatera Selatan Kebobolan uang negara meliaran rupiah belum disentuh hukum.

Pasal nya pihak Pemkab Muara Enim mengeluarkan dana sebesar cukup pantastis .

Ironisnya pihak aparat penegak hukum mandul dalam menyikapi atas kebobolan uang negara di Pemkab Muara Enim Pasalnya pada saat itu pemkab Muara Enim di pimpin oleh Drs H. Muhamad Rizali Pasalnya Pembayaran Tunjangan Perumahan DPRD dan Tunjangan Transportasi Anggota DPRD Tidak Sesuai Ketentuan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun 2023 menganggarkan Belanja
Pegawai sebesar Rp1.018.111.989.103,00 dengan realisasi per 31 Desember 2023
sebesarRp905.296.146.233,22 atau 88,92% dari anggaran. Realisasi tersebut di
antaranya adalah Tunjangan Perumahan dan Tunjangan Transportasi Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan Pemberian Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kabupaten
Muara Enim Tahun 2023 diatur dalam Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 3 Tahun 2021 tentang Tunjangan Transportasi dan Tunjangan Perumahan bagi
Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 60 Tahun 2022.

Hasil pemeriksaan dokumen realisasi Tunjangan Perumahan dan
transportasi DPRD, serta permintaan keterangan kepada Sekretaris DPRD
menunjukkan terdapat pembayaran Tunjangan Perumahan DPRD dan Tunjangan
Transportasi Anggota DPRD sebesar Rp4.666.722.870,00 yang tidak sesuai
ketentuan dengan uraian sebagai berikut.
a. Pembayaran Tunjangan Perumahan DPRD Tidak Sesuai Ketentuan Sebesar
Rp4.039.422.870,00
Berdasarkan permintaan keterangan kepada Sekretaris DPRD dan reviu
dokumen, diketahui hal-hal sebagai berikut.
1) Tunjangan Perumahan untuk Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPRD
dibayar berdasarkan Peraturan Bupati Muara Enim Nomor 3 Tahun 2021
tentang Tunjangan Transportasi dan Tunjangan Perumahan bagi Anggota
DPRD Kabupaten Muara Enim sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Bupati Muara Enim Nomor 60 Tahun 2022, masing-masing sebesar
Rp23.000.000,00, Rp20.000.000,00, dan Rp19.000.000,00 per orang per
bulan; rincian pada Tabel 1.5.Keterangan:
1) 2,75% merupakan persentase sewa terhadap nilai bangunan berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor
373/KPTS/2001;
2) Luas bangunan (Lb) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun
2006 tentang Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintahan Daerah
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor
11 Tahun 2007 pada Lampiran, Bagian III huruf A angka 7 dan 8 serta huruHarga satuan (Hs) bangunan untuk luas bangunan melebihi 186 m2
mengikuti harga satuan rumah negara tipe A dan luas bangunan 96 s.d. 185
m2 mengikuti harga satuan rumah negara tipe B. Sesuai dengan Keputusan
Bupati Muara Enim Nomor 969/KPTS/DPUPR/2022 tentang Standar Harga
Satuan Tertinggi Bangunan, harga satuan tertinggi bangunan gedung negara
pada Kecamatan Muara Enim (Zona 1) adalah sebesar Rp6.580.000,00
untuk rumah negara tipe A dan sebesar Rp6.530.000,00 untuk rumah negara
tipe B;
4) Nilai sisa bangunan (Ns) sesuai Lampiran Surat Keputusan Menteri
Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 373/KPTS/2001 ditetapkan
sebesar 60%; dan
5) Faktor klasifikasi tanah/kelas bumi sebesar 60% dengan perbandingan
menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebesar Rp464.000,00 (kelas
tanah A21), yaitu Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang terletak
pada Kelurahan Air Lintang Kecamatan Muara Enim.
Hasil perhitungan ulang atas Tunjangan Perumahan DPRD berdasarkan
Lampiran Surat Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah
Nomor 373/KPTS/2001 menunjukkan besaran Tunjangan Perumahan Ketua,
Wakil Ketua, dan Anggota DPRD seharusnya masing-masing adalah sebesar
Rp19.542.600,00, Rp16.285.500,00, dan Rp9.697.050,00 dengan formula
perhitungan sebagai berikut.

Sampai berita ini diterbitkan oleh Redaksi pejabat yang bersangkutan belum di Konfirmasi”.

Bersambung Edisi berikut nya …!!!
( Red)

Jacob Ereste :Revisi UU Polri Justru Akan Mempersempit Ruang Publik

0

Jacob Ereste :
Revisi UU Polri Justru Akan Mempersempit Ruang Publik

Mediacakrabuana.id

Pembahasan revisi UU Polri — seperti revisi UU TNI yang justru semakin santer dan banter menjadi sorotan dan tanggapan dari warga masyarakat — benar DPR RI sungguh terkesan seperti oplet yang mengejar setoran. Proses pembahasan Revisi UU Polri terkesan terburu,-buru juga dan mengabaikan secara total partisipasi publik, seperti diungkap dalam siaran pers Koalisi Masyarakat Sipil Untuk Reformasi Kepolisian yang beredar luas dalam pembahasan masyarakat.

Memang kabar yang santer tentang rencana pembahasan RUU Polri memang menjadi perhatian berbagai kalangan seusai DPR RI mensahkan UU TNI yang diawali di sebuah hotel mewah secara tertutup, tanpa melibatkan warga masyarakat untuk ikut memberikan pandangan serta masukan yang dianggap perlu agar tidak menimbulkan masalah ketika diimplementasikan prakteknya di lapangan. Toh, pada prinsipnya UU TNI itu bisa disahkan tanpa menimbulkan masalah, utamanya dalam hal materi pembahasan. Namun yang menjadi soal adalah proses pelaksanaan pembahasan yang dilakukan DPR RI justru bertentangan dengan program pemerintah untuk melakukan efisiensi dan penghematan dana. Kecuali itu adalah tidak transparan dalam teknis dalam pembahasannya yang mengabaikan peran serta masyarakat.

Suara yang mulai marak diteriakkan tentang rencana pembahasan RUU Polri terlanjur membuat warga masyarakat tidak percaya akan dilakukan secara baik dan benar dengan sosialisasi lebih awal hingga dilaksanakan secara terbuka untuk mendapat masukan serta usulan yang sepatutnya dilakukan bersama masyarakat. Pernyataan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat, Hinca Panjaitan perlu meyakinkan bahwa pembahasan revisi UU Polri memberi jaminan akan dilakukan secara terbuka kepada awak media di Komplek Parlemen Senayan, 24 Maret 2025. Padahal, memang begitulah seharus mekanisme pembahasan revisi UU dilakukan dan harus terbuka untuk memperoleh masukan dan usulan serta perbaikan dari masyarakat agar tidak menimbulkan masalah dan membuat kerugian warga masyarakat.

Sebab menurut berbagai sumber serta kajian Atlantika Institut Nusantara, revisi UU Polri memberi peluang untuk membrangus kebebasan berpendapat dan berekspresi hingga hak memperoleh informasi serta hak stiap warga negara Indonesia atas privasi utamanya bagi media sosial dan digital. Karena Polri akan diberi kebebasan untuk melakukan berbagai cara pengamanan dan pengawasan terhadap ruang siber berikut penindakan, pemblokiran atau pemutusan dan memperlambat akses ruang siber, seperti tertuang dalam pasal 16 ayat 1 huruf (g) dari RUU Polri tersebut.

Tindakan untuk memperlambat atau memutus akses internet itu dapat merujuk pada kejadian pada tahun 2019 di Papua Barat, hingga menurut Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum.

Akibatnya, tentu saja wewenang Polri yang berlebihan ini akan mempersempit ruang siber dalam konteks kebebasan berpendapat dan berekspresi bagi publik maupun pekerja pers online yang berbasis internet.

Banten, 27 Maret 2025

Jacob Ereste :Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban

0

Jacob Ereste :
Tradisi Mudik Produk Budaya Masyarakat Urban

Mediacakrabuana.id

Tradisi mudik pada hari raya keagamaan, merupakan produk budaya masyarakat urban dari suatu desa atau daerah ke daerah lain atau yang umumnya berada di kota besar untuk menjenguk keluarga dan sanak familinya yang masih setia menunggu kampung halaman atau tempat berkumpul awal dari keluarga besar sebelumnya di tempat tersebut.

Fenomena urbanisasi ini — masyarakat desa atau daerah yang umumnya bermukim di kota–kota besar, tidak hanya menandai banyaknya warga desa atau masyarakat daerah yang meninggalkan desa atau daerahnya untuk mencari nafkah di kota, tetapi juga menandai tiadanya pekerjaan di desa atau di daerah yang tidak bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya atau bersama keluarganya yang ikut serta pindah ke kota. Meski kondisi ekonomi dari pekerjaan yang dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan untuk dirinya maupun bersama keluarga, tidak juga dapat memenuhi hasrat yang diidealkan.

Namun peluang kerja secara serabutan memberi banyak peluang untuk dilakukan, tidak seperti yang dapat diperoleh di desa atau daerah yang terpaksa ditinggalkan itu.

Dari sisi yang lain, memang jelas di desa atau daerah asal yang bersangkutan tidak memberi banyak peluang untuk dijadikan tumpuan hidup, sehingga pilihan terbaik adalah melakukan urbanisasi yang berujung merananya desa atau daerah asal sang urbanisasi semakin mengukuhkan kondisi kemiskinan, lantaran tidak sedikit sumber daya alam setempat semakin tidak dapat maksimal untuk dimanfaatkan. Atau bahkan, tidak sedikit yang berpindah tangan kepada kaum urban dari daerah lain yang mampu memanfaatkan peluang dan kesempatan di daerah tersebut.

Secara sosiologis, perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain memang akan membuat pergerakan yang dinamis semakin bertumbuh dan berkembang lantaran pengaruh psikologis untuk lebih gigih dan kuat berjuang untuk hidup lebih baik — yang dirasa lebih bebas dan merdeka — karena untuk meraih kesuksesan seperti terlepas dari berbagai beban — karena relatif tidak lagi memiliki rasa sefan dan sungkan — untuk melakukan pekerjaan apa saja bentuknya, sebab yang utama ialah hasil Raihan yang maksimal dapat dicapai. Karena itu pun sifat dan sikap materialistik jadi cenderung menguat dan mewarnai cara dan pola hidup mewah sebagai takaran umum dari apa yang dipahami sebagai kesuksesan. Meski begitu, tetap saja ada sedikit diantaranya yang idealis untuk tidak menempatkan keberhasilan secara material, tetapi lebih mengedepankan bagi hal-hal bersifat intelektual atau bahkan spiritual wujudnya.

Demikian juga untuk kaum muda di desa atau di daerah, lebih yakin dan percaya untuk lebih maju — utamanya untuk memperoleh kualitas pendidikan yang baik dan unggul — lebih memiliki peluang bisa diperoleh dari pendidikan yang ada di kota besar hingga di negara maju yang terkemuka di dunia.

Jadi warna pemudik pada waktu-waktu tertentu dalam arus yang sangat besar, juga cukup dominan diwarnai oleh para pelajar serta mahasiswa yang sedang menempuh studi dalam berbagai bidang maupun tingkat. Hanya saja sayangnya, setelah lulus pun dari lembaga pendidikan formal itu, sangat dominan yang enggan untuk kembali hidup dan menetap di tempat asalnya. Jadi mereka ini pula — setelah menyelesaikan studinya dan mendapat pekerjaan di kota karena enggan bekerja di desa atau di tempat asalnya — kini ikut menyemarakkan acara pulang mudik pada saat hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri tahun ini.

Jakarta, 26 Maret 2025

Relawan PRABOWO Setya Kita Pancasila Bersama Korem 051/WKT Gelar Pendidikan Pancasila & Astacita Kepada Anak-Anak Petani di Sukatani Cikarang

0

Relawan PRABOWO Setya Kita Pancasila Bersama Korem 051/WKT Gelar Pendidikan Pancasila & Astacita Kepada Anak-Anak Petani di Sukatani Cikarang

Bekasi, Mediacakrabuana.id

Rabu, 26 Maret 2025 – Dalam rangka mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan, Setya Kita Pancasila bekerja sama dengan KOREM 051/Wijayakarta menggelar kegiatan edukasi di Desa Sukamana, Sukatani, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Acara ini berfokus pada anak-anak dan keluarga petani dengan tujuan membangun generasi yang kuat, tangguh, dan berkarakter cinta tanah air.

Disela – sela kegiatan tersebut awak media berhasi mewawancara Sekjen Setya Kita Pancasila Meyske Yunita,.S.E.,M.M., dirinya mengatakan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan  untuk Membentengi anak-anak dari bahaya Radikalisme, Bahaya Kejahatan TPPO, Bahaya dari Narkoba, untuk itu kita mesti hadir disini bagi anak-anak Indonesia agar kiranya bisa menjaga anak-anak kita ini dan memudahkan mereka menggapai masa depan yang gemilang.ujarnya

Lanjut, menurut wanita yang berprofesi pengusaha ini menambahkan bahwa Kolaborasi antar TNI-Polri menyalakan Nasionalisme Pada Anak-Anak, dan Lewat Edukasi Kreati dan Kolaborasi Antar kita sebagai lini Ormas bersama dengan TNI Polri maka Kegiatan ini bisa diisi dengan pembelajaran nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar ideologi bangsa, serta pengenalan AstaCita sebagai langkah memperkuat rasa nasionalisme sejak dini. Selain itu, anak-anak diajak untuk kreatif menggambar, mewarnai dan belajar Bahasa Inggris dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif sehingga semua mudah dicerna oleh mereka.jelasnya

Sedang Gisella Anasthasia S., S.S., M.H. , Ketua Perlindungan Perempuan dan Anak Setya Kita Pancasila, juga menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki motivasi tinggi untuk membangun Indonesia yang lebih baik. “Melalui pendidikan seperti ini, kita membangkitkan rasa cinta tanah air sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka. Anak-anak ini adalah aset penting bagi masa depan bangsa,”
Saat ini yang kita lakukan hanyalah memberi contoh dan teladan sebagai sosok anak-anak muda yang militan, berintegritas, bertalenta dan juga menjunjung tinggi kemanusiaan tanpa batas waktu dan keadaan. ucapnya.

DUKUNGAN TNI-POLRI BANGKITKAN SEMANGAT CINTA NEGARA PADA ANAK-ANAK

Tidak hanya itu, dukungan dari TNI dan Polri semakin memperkuat semangat kegiatan ini. Dengan semangat kebersamaan, acara juga menjadi momen berbagi kebahagiaan melalui pembagian Baju untuk Lebaran serta bingkisan kue-kue favorit anak-anak, yang disampaikan langsung oleh KOREM 051/Wijayakarta Babinsanya bersama Bimaspol setempat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi inspirasi bagi anak-anak, tetapi juga perhatian bagi masyarakat dan pemerintah untuk terus mendukung tumbuh kembang generasi Indonesia menuju Indonesia Emas,”tambah Gisell.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mencetak generasi yang tangguh, berjiwa Pancasila, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Setya Kita Pancasila dan KOREM 051/Wijayakarta menunjukkan bahwa langkah kecil ini bisa membawa dampak besar bagi masa depan bangsa. [#SangPenutur]

Satpam BIC Bergaya Preman Mengusir Pedagang UKM Di Depan Perum BIP BIC

0

Satpam BIC Bergaya Preman Mengusir Pedagang UKM Di Depan Perum BIP BIC

PURWAKARTA JABAR || MEDIACAKRABUANA.ID

Senin 24/3/2025 Jam 17.00 Wib
kawasan industri seharusnya mengangkat UKM (Usaha Kecil dan Menengah) masyarakat yang berada dalam kawasan tersebut. Berikut beberapa alasan:

Alasan Hukum

  1. UU No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM): UU ini mengatur tentang hak dan kewajiban UMKM, termasuk hak untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah dan kawasan industri.
  2. Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2016 tentang Kewajiban Pembangunan dan Pengelolaan Kawasan Industri: Peraturan ini mengatur tentang kewajiban kawasan industri untuk mendukung UMKM dan masyarakat lokal.

Alasan Sosial

  1. Meningkatkan kesempatan kerja: Dengan mengangkat UKM masyarakat, kawasan industri dapat meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
  2. Meningkatkan kualitas hidup: Dengan mengangkat UKM masyarakat, kawasan industri dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dengan menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat: Dengan mengangkat UKM masyarakat, kawasan industri dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Namun tidak sesuai dengan kenyataan di lokasi. Setiap hari pedagang UKM Warga kawasan industri selalu di usir untuk berdagang. Padahal pedangan Hanya mencari uang recean untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Asep Goler Bersama Herik Satpam Gagak Rimang yang mengamankan kawasan industri kota bukit indah Bic mengusir pedagang UKM yang berjualan di depan perum Bukit Indah Permai. Asep mengatakan ke pedagang UKM Warga perumahan Dan Warga sekitar kawasan. Dirinya di perintahkan oleh Heru manjanem kawasan industri untuk mengusir pedagang UKM dengan Nada kasar dan mengamankan lokasi.

Bapak jagan menjadi provokator disini. ini kawasan tahu gak bapak saya dan rekan rekan setiap hari di marah oleh Pak Heru gara gara bapak jualan disini dengan nada keras”.ucap Asep.

Ruslan pedagang es kelapa
Tidak menerima atas perkataan Asep seorang Satpam mengatakan diri Provokator. Padahal kita disini sama sama berjualan jadi tidak ada Provokator disini .berharap pimpinan Satpam memberikan tidak tegas ke okmum Satpam. seharusnya Satpam itu memberikan contoh yang baik jagan Asal bicara. Tegas Ruslan

Haris Sebagai humas kawasan industri dan Warga WanakertavSenin 24/”3/25: saat berbincang-bincang mengatakan sebenar nya kita tidak pernah melarang pedagang UKM untuk berjualan di sini Apa lagi ini suasana bulan puasa dan
sepanjang bisa menjaga ke amanan dan kebersihan . ” tapi pengelola koperasi yang melarang seperti Inisial ( D ) dan ( i ) itu juga orang perum ini juga Ucap Haris

Sampai berita ini di Terbit kan oleh Redaksi pejabat yang bersangkutan Heru dan pihak Manajemen kawasan industri belum di Komfirmasi

Bersambung Edisi Berikut. .. !!

( Red / Tslm)

PIS Nasional Ajak Masyarakat Dukung Polri Berantas Narkoba

0

PIS Nasional Ajak Masyarakat Dukung Polri Berantas Narkoba

Medan,- Mediacakrabuana.id

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Sumatera (DPW- PIS) Nasional, Amrin Nasution mendukung penuh upaya Polri dalam pemberantasan narkoba. Pihaknya juga mengajak masyarakat agar mendukung Polri dalam memberantas narkoba.

“Mari kita dukung bersama upaya Polri dalam memberantas narkoba di wilayah Sumatera Utara,”katanya, Selasa(25/3).

Seperti diketahui, Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi yang menduduki peringkat teratas dalam penyalahgunaan narkoba. Pemerintah dan Polri terus berupaya untuk memberantas narkoba di Sumut.

Namun, upaya pemberantasan narkoba ini tak semudah yang diinginkan. Bahkan anggota Polri sampai bertaruh nyawa karena mendapat perlawanan oleh bandar narkoba.

Seperti yang dialami personel Polresta Deliserdang, Bripka BS yang ditembak saat melakukan penangkapan bandar narkoba. Insiden itu terjadi saat korban memburu pelaku bandar di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Dari kronologi yang disampaikan polisi, peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Sidomulyo Desa Sei Rotan, Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Rabu siang, 5 Februari 2025 lalu.

Saat itu, Bripka BS yang bertugas di Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang bersama 4 personel lainnya, hendak melakukan penangkapan terhadap seorang bandar narkoba berinsial D.

Korban bersama rekannya sesama polisi saat itu sedang melakukan penyamaran atau under cover sebagai pembeli narkoba. Mendapatkan barang bukti sabu, Bripka BS langsung menangkap bandar narkoba tersebut.

Lalu, antara Bripka BS dan Bandar narkoba sempat terjadi kericuan hingga sejumlah kawan pelaku berdatangan. Lantaran situasi tak kondusif, korban sempat memberikan tembakan peringatan ke udara.

Namun, ada rekan bandar narkoba melempar batu ke tangan Bripka BS yang sedang pegang senjata api. Lalu, senjata api milik korban yang terjatuh langsung diambil rekan bandar narkoba lainnya yang belum diketahui identitasnya. Pria itu langsung menembak Bripka BS. (Tim/ Rz)

BERITA TERBARU