“PEMBANGUNAN TEMBOK PENAHAN TANAH DESA LAWANG AGUNG KEC KOTA AGUNG LAHAT APBD TA 2026 DIDUGA GUNAKAN MATERIAL TIDAK SESUAI SPEK”
Lahat,Sumsel || Mediacakrabuana.id
Tinggi Tembok Penahan Tanah di bawah 1 Meter
Tulangan Utama: Besi 10 mm (Polos/Ulir) masih bisa digunakan dengan jarak yang rapat (misal per 15 cm), jika hanya menahan tanah halaman atau taman datar.
Tulangan Sengkang/Pembagi: Besi 6 mm – 8 mm.
Tinggi Tembok penaan Tanah 1 hingga 2 Meter
Tulangan Utama: Besi 13 mm (Ulir) sangat disarankan untuk area kritis yang menahan momen tekuk terbesar.
Tulangan Sengkang/Pembagi: Besi 8 mm – 10 mm.
Tinggi Tembok penahan Tanah di atas 2 Meter
Tulangan Utama: Besi 16 mm hingga 19 mm (Ulir) wajib digunakan karena tekanan lateral tanah meningkat secara eksponensial seiring bertambahnya tinggi.
Tulangan Sengkang/Pembagi: Besi 10 mm.
Ketebalan Selimut Beton: Pastikan besi tertanam minimal 5 cm hingga 7,5 cm di dalam beton (tidak menempel langsung ke tanah atau bekisting). Jika selimut beton terlalu tipis, air tanah akan merembes, membuat besi berkarat, dan DPT akan runtuh dalam beberapa tahun.
Lubang Sulingan (Drainase): Buatlah pipa pembuangan air (sulingan) di dinding DPT. Sehebat apa pun besi yang Anda gunakan, dinding tetap bisa jebol jika air di belakang tanah terjebak dan menciptakan tekanan hidrostatik yang luar biasa besar.
Semen: Gunakan Semen Portland Komposit (PCC) atau tipe standar. Jika area pengecoran sangat basah/rawa, disarankan menggunakan semen tipe khusus yang tahan sulfat.
Pasir Beton: Harus menggunakan pasir yang bersih, tajam, dan bebas dari kandungan lumpur (maksimal lumpur 5%). Jangan gunakan pasir laut atau pasir urug karena akan melemahkan beton.
Kerikil / Split: Gunakan batu pecah (split) ukuran 1/2 atau 2/3 (antara 1 cm hingga 3 cm). Ukuran ini ideal agar beton bisa mengalir lancar di sela-sela besi tulangan yang rapat tanpa menyisakan rongga udara (keropos).
Pembangunan Tembok Penahan Tanah Permukiman Desa Lawang Agung Kecamatan Kota Agung Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Pelaksana CV. GUNUNG LIWAT JAYA, Nilai Kontrak Rp.286.527.000 APBD Tahun Anggaran 2026 Pemerintah Kabupaten Lahat Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Diduga menggunakan material tidak sesuai dengan SPEK Pembangunan Tembok Penahan Tanah, mengggunakan sirtu kurang bersih, besi 10 mm dengan cincin besi 6mm , menggunakan semen conch, adukan dicampur batu mangga, Terindikasi akan rugikan negara.
Menggunakan besi 10 mm polos untuk tembok penahan tanah di atas 1 meter adalah bentuk perhitungan yang kurang meyakinkan.Tujuannya agar Biaya hemat dengan membeli besi 10 polos, Namun tidak akan sebanding dengan biaya kerugian,jika kemungkinan terjadi dinding tersebut tidak akan bertahan lama ,”ujar salah satu warga desa Lawang Agung 29-10-206 yang mengaku bernama Reki “.
Saat hujan deras, tanah di belakang dinding akan menyerap air, membuat berat tanah meningkat berkali-kali lipat sekaligus menciptakan tekanan besar air,saya khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan sedangkan tembok tersebut sangat diharapkan bertahan lama untuk menahan tanah agar tidak longsor, “tambahnya”.
Sirtu (Pasir Batu) adalah material campuran alami yang terdiri dari pasir dan batu.Diproyek konstruksi, sirtu adalah material yang sangat bagus untuk lapis fondasi jalan, pengurukan lahan datar, atau pemadatan dasar tanah, tetapi menurut saya jika digunakan sebagai bahan utama pembuatan Dinding Penahan Tanah kurang bagus, seharusnya menggunakan pasir bersih bercampur split (batu pecah).
Dan lagi jika menggunakan sirtu yang bercampur tanah atau kotor berarti untuk membeli material yang murah, mengirit dana,”ujar warga Lawang Agung yang menyebut namanya soleh”.ia menambahkan diadukan pengecoran mereka menambahkan batu mangga, dan menggunakan besi 10 dan semen conch, “ujarnya”.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikomfirmasi.
” BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”
HERI AS & NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”
















