“TIGA PROYEK JUT DI MUARA ENIM DISOROT! PAGU RP1,2 MILIAR, HASIL PEKERJAAN DIDUGA CEPAT RUSAK, DINAS PERTANIAN MEMILIH DIAM?”
MUARA ENIM, SUMSEL – MEDIACAKRABUANA.ID
Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kabupaten Muara Enim kini menjadi sorotan masyarakat. Tiga titik pekerjaan yang tersebar diDesa Segamit Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), Desa Muara Tengang Semende Darat Tengah (SDT), dan Desa Suka Raja Kecamatan ,Panang Enim
Proyek tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan, terutama terkait kualitas hasil pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, masing-masing proyek tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp400 juta.
Dengan demikian, total pagu anggaran untuk ketiga proyek JUT itu mencapai Rp1,2 miliar.
Namun, besarnya anggaran yang dialokasikan justru memunculkan tanda tanya setelah kondisi fisik jalan yang belum lama selesai dikerjakan disebut-sebut mulai mengalami kerusakan.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian publik adalah informasi bahwa ketiga titik pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh satu CV yang sama. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai proses pengadaan, kapasitas pelaksana, serta mekanisme pengawasan terhadap pekerjaan tersebut.
ANGGARAN BESAR, KUALITAS PEKERJAAN DIPERTANYAKAN
Sejumlah warga penerima manfaat mengaku kecewa terhadap kondisi pembangunan jalan usaha tani tersebut. Mereka khawatir jalan yang seharusnya menunjang aktivitas pertanian justru tidak mampu bertahan lama.
Warga menilai pembangunan infrastruktur yang bersumber dari uang negara semestinya dikerjakan dengan mengutamakan mutu dan kualitas, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan secara administratif.
“Jangan sampai uang negara sudah dihabiskan, tetapi hasil pembangunan tidak bisa dinikmati masyarakat dalam jangka panjang. Kami berharap pekerjaan ini benar-benar diperiksa,” ungkap salah seorang warga kepada awak media, Rabu (4/11/2026).
Masyarakat pun mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume pekerjaan, penggunaan material, dan ketentuan dalam kontrak.
DINAS PERTANIAN BELUM MEMBERIKAN PENJELASAN
Di sisi lain, awak media telah berupaya menghubungi pihak Dinas Pertanian Kabupaten Muara Enim melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait pelaksanaan tiga proyek JUT tersebut.
Namun, hingga berita ini disusun, belum ada jawaban maupun penjelasan resmi yang diterima redaksi, meskipun pesan konfirmasi telah terkirim dan terbaca.
Padahal,
sebagai instansi yang berkaitan dengan kegiatan pembangunan tersebut, penjelasan dari Dinas Pertanian sangat diperlukan guna menjawab berbagai pertanyaan dan dugaan yang berkembang di tengah masyarakat.
APARAT PENGAWAS DIMINTA TURUN TANGAN
Menyikapi persoalan ini, masyarakat berharap Inspektorat Kabupaten Muara Enim maupun instansi pengawas terkait dapat melakukan pemeriksaan langsung terhadap ketiga titik proyek JUT tersebut.
Pemeriksaan diharapkan mencakup kesesuaian spesifikasi teknis, volume pekerjaan, kualitas material, nilai kontrak, proses pengadaan, serta hasil pekerjaan di lapangan.
Jika nantinya ditemukan pelanggaran atau indikasi kerugian keuangan negara, masyarakat berharap persoalan tersebut ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Publik kini menunggu penjelasan: apakah kualitas pembangunan JUT senilai total pagu Rp1,2 miliar tersebut benar-benar telah sesuai dengan ketentuan, atau justru terdapat persoalan yang perlu ditelusuri lebih jauh?
(Khairlani )
















