Mutasi Asep Taufik Rohman dari BPKAD ke Diskanak: Sinyal Politik atau Strategi Pembinaan?

0
140 views

Mutasi Asep Taufik Rohman dari BPKAD ke Diskanak: Sinyal Politik atau Strategi Pembinaan?

Kuningan, Mediacakrabuana.id

Keputusan Pemerintah Kabupaten Kuningan merotasi H. Asep Taufik Rohman, M.Si., dari jabatan strategis Kepala BPKAD menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Diskanak) pada pertengahan Juni 2025 menimbulkan pertanyaan besar di benak publik dan pengamat pemerintahan daerah.

Padahal, Asep adalah salah satu dari tiga nama yang lolos dalam seleksi terbuka calon Sekda definitif, bahkan memperoleh nilai tertinggi, yakni 84,67. Mutasi ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah ini bagian dari strategi pembinaan atau justru sinyal politik bahwa Asep tersingkir dari bursa calon Sekda?

Rotasi Asep diumumkan saat Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, melantik sejumlah pejabat eselon II di kawasan wisata Desa Cibuntu. Dalam pernyataannya, Bupati menegaskan bahwa rotasi ini adalah bentuk penyegaran dan dinamika birokrasi.

“Mutasi ini bukan hukuman. Jabatan itu amanah. ASN harus siap dimutasi ke mana pun,” ujar Bupati Dian dalam sambutannya.

Namun, publik mencatat bahwa perpindahan dari BPKAD, dinas yang memiliki otoritas penting terhadap anggaran dan aset ke Diskanak yang relatif kurang strategis secara fiskal, merupakan langkah tak lazim bagi pejabat dengan skor tertinggi dalam seleksi Sekda.

Penempatan baru Asep di Diskanak memunculkan tanda tanya. Jika memang diproyeksikan menjadi Sekda, semestinya ia tetap ditempatkan di posisi strategis seperti BPKAD. Rotasi ini pun dianggap sebagian pihak sebagai sinyal bergesernya arah politik birokrasi.

Di sisi lain, beberapa kalangan menilai mutasi Asep bisa saja bagian dari strategi pembinaan karier agar ia mendapatkan pengalaman lebih luas sebelum menduduki posisi Sekda.

Namun, asumsi ini tidak cukup kuat, mengingat usianya yang sudah mendekati batas maksimal jabatan pimpinan tinggi.

Selain Asep, dua nama lain yang masuk tiga besar seleksi Sekda adalah Guruh Irawan Zulkarnaen (Kepala Bappenda) dan Toni Kusumanto (Asisten Pemerintahan dan Kesra). Keduanya hingga kini masih bertahan di posisi strategis.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa Bupati Dian tengah mempertimbangkan ulang arah penetapan Sekda definitif.

Dari informasi yang dihimpun Media rajawalinews.online (data-red), Asep Rohman dimutasi per 13 Juni 2025 dari BPKAD ke Diskanak. Mutasi dilakukan dalam kegiatan pelantikan di zona wisata Desa Cibuntu.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari BKPSDM terkait dasar pemindahan tersebut.

Sementara itu, sorotan publik juga tertuju pada belum ditetapkannya Sekda definitif. Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat masa tugas Pj Sekda Beni Prihayatno akan berakhir pada 25 Agustus 2025, sehingga penetapan pejabat Sekda definitif harus segera diputuskan. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)