Kuningan Masuk Tahap Kedua Program Sekolah Rakyat, Empat Lokasi Siap Difungsikan Sementara
Kuningan, Mediacakrabuana.id
Kabupaten Kuningan resmi masuk dalam Tahap Kedua pelaksanaan Program Sekolah Rakyat Nasional tahun 2025. Program pendidikan berbasis karakter dan berasrama ini akan mulai digelar setelah empat lokasi bangunan sementara selesai direnovasi dan siap difungsikan dalam waktu dekat.
Sebagai bagian dari agenda pendidikan nasional yang tengah digencarkan pemerintah pusat, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberi akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun siswa berprestasi. Dengan konsep boarding school, para siswa akan ditempa dalam lingkungan yang membangun kedisiplinan, karakter, dan kemandirian.
Sebelumnya, Kuningan belum terlibat karena belum memiliki bangunan, namun kini langkah konkret telah diambil. Dari informasi yang dihimpun Media RajawaliNews (data–red), keempat bangunan sementara yang dipilih adalah gedung bekas sekolah atau fasilitas pemerintah daerah yang sempat tidak terpakai. Menurut Bupati Dian Rachmat Yanuar, “kami akan coba, barangkali ada sekolah atau gedung pemerintah yang tidak terpakai, yang memungkinkan digunakan sementara”.
Inisiasi program ini sudah berjalan sejak masa kepemimpinan Pj Bupati Drs. Iip Saripudin, M.Si. Saat menjabat, beliau mulai melakukan pemetaan lahan dan penjajakan administrasi. Program ini kemudian dipercepat oleh Bupati Dian Rachmat Yanuar, S.Sos., M.Si., yang kini fokus menuntaskan rehabilitasi dan mempersiapkan empat bangunan sebagai base sementara.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sekitar 9 hektar di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, untuk pembangunan fasilitas permanen. Wilayah ini dipilih karena strategis dan ketersediaan lahannya yang memadai.
Dukungan lintas kementerian pun kuat, dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial menyediakan jalan, irigasi, dan sanitasi. Pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa dijadwalkan dimulai pada Juli 2025.
Secara nasional, Program Sekolah Rakyat dijadwalkan berjalan mulai Juli 2025, sementara di Kuningan, proses belajar akan berlangsung di bangunan sementara hingga semester baru tahun ajaran 2025/2026. Gedung permanen akan mulai dibangun sejajar dengan penggunaan bangunan sementara itu.
Dukungan dana dari pusat sebesar Rp100 miliar akan digunakan untuk penyiapan fisik, renovasi, dan operasional awal. Pemerintah berharap program ini dapat menjawab ketimpangan pendidikan dan mencetak generasi yang berkarakter, cerdas, dan mandiri. (GUNTUR – Kaperwil Jabar)















