Purwakarta  Mediacakrabuana.id

Klarifikasi berita sebelumnya dengan judul,Anggota Polri Bripda Yuma Dwiki Saputra Tugas Di Polres Purwakarta Jawa Barat Diduga  Menelantarkan Istri Dan Anak.

Dengan adanya Surat Terbuka

Kepada Yth

Bapak Jendral Polisi  Listyo Sigit Prabowo. Di Mabes Polri  jl. Trunojoyo  Kebayoran Baru Jakarta Selatan .

 Asalamualaikum wr wb Salam Sejahtera Bapak Jendral Polisi  Listyo Sigit Prabowo . Yang Terhormat . Bersama surat ini saya sampaikan adanya sala satu anggota Polri Bernama Yuma Dwiki Saputra dengan pangkat Bripda tugas di Polres Purwakarta Jawa Barat. Telah menelantarkan seorang istri dan Anak Balita.

Sangat disayangkan jika kasus ini sempat Rame dimensos dan di Media Masa, Tentu akan mencoreng nama baik kesatuan Polri.

 Saya atas nama .Keluarga  dari Tindy Al, Sangat mengharapkan dapat di selesaikan Sesuwai peraturan yang berlaku di tatanan  lingkungan  Polri. Atas Bantuan Bapak Listyo  Sigit Prabowo  Kapolri yang Mulya . Kami atas nama Keluarga Besar Media Rajawali news. Grup  , Mengucapkan Trimakasih ( Ali Sopyan  Pimpinan umum ) ( Redaksi)*

Dengan adanya Krafikasi berita sebelumnya :

.Saya Bripda Yuma Dwiki Saputra ingin menanggapi perihal pemberitaan yang sedang terjadi dibeberapa portal berita, tentang diri saya yang dianggap menelantarkan keluarga. Adapun berita tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang dimana saya selaku suami masih berkomunikasi baik dan memberi nafkah terhadap keluarga saya. adapun pemberitaan yang ada sangat tidak obyektive dengan tidak menayakan dan mengkonfirmasi kepada kedua belah pihak. khusus nya spribadi saya yang di muat  dalam hal ini fakta dilapangan nya tidak sepeti itu yang memberikatan bahwa saya menelantarkan keluarga saya. saya disini siap memberikan bukti bukti yang bisa menjawab itu semua, adapun saya tidak melampirkan untuk menjaga nama baik pihak keluarga kedua belah pihak. tetapi saya sangat kecewa sampai adanya bahasa penelantaran,menalak ketika sedang hamil dan tidak menafkahi. saya bisa buktikan semuanya. ada pun saya Sebagai anggota Polri tidak lepas tanggung jawab sebagai suami, dan keluarga Tindy dan Sdri. Tindy pun tau  saya mendampingi untuk cek kandungan dan merekapun tau bila mana saya tidak bisa mendampingi ada kaka saya dan orang tua saya yang mendampingi.dan memberikan apa yang harus saya berikan terhadap istri saya. kenapa tidak dimuat beritanya seperti yang memang harus menjadikan saya sebagai sesorang yang sangat bersalah.

dalam hal ini mengenai talak yang saya berikan itu tidak semena mena seperti apa yang orang lain tau mengenai talak, beberapa gangguan yang mungkin saya berpikir kurang ajar sampai dengan orang tua saya dirawat dirumah sakit untuk beberapa waktu karena ada perkataan dari Sdri Tindy. 

 karena  ada bahasa bahwa saya tidak menafkahi istri dan anak saya. saya bisa buktikan semua yang memang akan membuat perkataan tidak menafkahi itu sala dan tidak benar. jujur banyak kewajiban kewajiban saya yang di tolak oleh keluarga dan Sdri Tindy Sendiri dengan Bahasa  ” GUA GAK BUTUH DUIT ELO, DAN ELO URUSIN AJA BERKAS PERCERAIAN SAMA ELO. ” adapun saya mengajak istri saya untuk satu atap dengan saya namun dia tidak mau dengan alasan Bertengkar dengan Kaka ipar saya. dan masih banyak kejadian yang merugikan saya dan keluarga saya. sampai saat ini saya dan keluarga selalu menanyakan banyak hal termasuk Aqikah anak yang tau tau terlaksana dan dianggap saya tidak membiayai acara tersebut. sampai sampai dalam mediasi yang dilaksanakan POLRES PURWAKARTA dihadiri oleh kedua belah pihak, Sebagai Mediator ya itu Kabag SDM KOMPOL ADI FAUZI. S.E., M.M , PAUR WATPERS BAG SDM IPDA BEJO BASUKI dan Ustad Saepul. dalam mediasi yang dilaksanakn adapun perkataan dari Sdra. TASLIM selaku ayah dari sdri, Tindy ialah ” Jangan memikirkan masalah Biaya” dalam menjelaskan untuk kehidupan saya dan Sdri. Tindy. 

dan ada yang aneh bahwa dalam mediasi di POLDA JABAR tertanggal 14 Agustus menghasilakan kesepakatan bahwa kita akan bercerai. sedangkan pemberitaa ini muncul setelah adanya mediasi yang menjelaskan bahwa adanya penelataran. saya pribadi tidak habis pikir umtuk adanya permasalah di up di media.

Yuma Dwiki Saputra saat di tanya melalui Whatsapp .Surat menalak siapa yang bikin yang di anter ke Kios oleh bapak Dedi Hatibi. Tidak menjawab

Yasmine lahir 5 juni 23′ sudah berapa kali yuma melihat anak nya dan tangal berapa àja… dan apa yang telah diberikan ke yasmine …? Mhn jawaban nya Yuma tidak menjawab 

Sepengetahuan saya selaku orang tua.Tindy’  Yuma menemui anak nya baru 2 X. Perkiran Yasmine berumur 3 hari. Dan 

Yasmine berumur 7 hari . Sampai sekarang yuma selalu bapak kadung dari Yasmine sampai berita diterbitkan anaknya sudah berumur 84 hari belum pernah datang lagi’ apa itu bukan menelantarkan Anak …..?

Sampai berita ini diterbitkan Dedi Hatibi dan Delis Ernawati selaku orang tua Yuma Dwiki Saputra belum bisa dimintai keterangan”.

 (Tim/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here