Mediacakrabuana.id

Terkumpul dicatat dalam kartu data yang berisi konsep ilmu filsafat dan bagian-bagiannya,
konsep filsafat Jawa, dan filsafat Jawa dalam Serat Wedhatama.
Analisis data dalam buku ini menggunakan metode hermeneutika dan heuristika. Objek
formal yang khas bagi filsafat membawa konsekuensi-konsekuensi bagi metode penelitian di
bidang filsafat. Objek itu hanya bisa diselidiki dengan metode hermeneutika, yaitu metode
interpretasi (Bakker dan Zubair, 1990:41).
Dalam interpretasi, seorang peneliti dalam pelaksanaan penelitian akan berhadapan dengan
kenyataan. Kenyataan itu dapat dibedakan menjadi beberapa aspek, bisa berbentuk fakta yaitu
suatu perbuatan atau kejadian, berbentuk data yaitu pemberian dalam wujud hal atau peristiwa
yang disajikan, atau pula dapat wujud sesuatu yang tercatat tentang hal, peristiwa, atau kenyataan
lain yang mengandung pengetahuan untuk dijadikan dasar keterangan selanjutnya, atau mungkin
juga kenyataan berbentuk gejala, yaitu sesuatu yang nampak sebagai tanda adanya peristiwa atau
kejadian (Bakker dan Zubair, 1990:41). Penelitian filsafat mengharuskan peneliti pertama dan
terutama berhadapan dengan manusia hidup, dengan tingkah lakunya, agamanya,
kebudayaannya, bahasanya, struktur sosialnya, kebaikan dan dosanya. Fakta diungkap sebagai
suatu ekspresi manusia entah dalam pribadi manusia sendiri (bahasa, tarian, deklamasi,
kesopanan), atau dalam salah satu produk (puisi, sistem hukum, karya seni, alat, dan struktur
sosial) (Ricman dalam Bakker dan Zubair, 1990:42).
Interpretasi merupakan upaya penting untuk menyingkap kebenaran. Pada dasarnya
interpretasi berarti, bahwa tercapai pemahaman benar mengenai ekspresi manusiawi yang
dipelajari. Unsur interpretasi ini merupakan landasan bagi metode hermeneutika. Dalam
interpretasi itu termuat hubungan-hubungan atau lingkaran-lingkaran yang beraneka ragam, yang
merupakan satuan unsur-unsur metodis (Bakker dan Zubair, 1990:42-43).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here