Sumsel, Media Cakrabuana.id

Kebakaran hebat hingga menghanguskan puluhan rumah yang terjadi di Lorong Kerangga, Desa Sungsang 1, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selata, Sabtu (2/4/2022) sekitar pukul 19.00 WIB, diduga disebabkan jeriken berisikan BBM jenis Pertalite yang terbakar hingga tumpah ke jalan
Akibat kebakaran ini menghanguskan hampir seluruh rumah berbahan kayu. Adapun data² pemilik bangunan rumah/ kontrakan yg terbakar dan terdampak (data awal) di desa sungsang.I Kec.BA.II yaitu :

1.Gedung Walet milik An. H. Darwis yg terbuat dr kayu.

2.Rumah milik An. Linda.

3.Rumah milik An. Budi.

4.Kontrakan milik An. Yani yg dihuni oleh Amir Hamzah (Bugis) & diatasnya gedung walet yg terbuat dr Kayu.

Kontrakan milik An. Nurmini sbnyk 3 pintu yg dihuni oleh An. Amir Hamzah (Sungsang), Teddi (Anak Nurmini) & An. Nurmini.

5.Kontrakan milik Armin sbnyk 4 pintu yg dihuni oleh anak sendiri An. Herman, An. Junaidi per 2 pintu.

6.Rumah milik An. Leni.

7.Rumah milik An. Teguh (dampak).

8.Rumah milik An. H. Isa.

9.Rumah milik An. H. Dewi Madura.

10.Kontrakan milik An. H. Darna.

11.Kontrakan rumah yg dihuni oleh Eli Nasrun.

12.Rumah milik An. Erma.

13. Rumah milik An. Mardiana.

14.Rumah milik Madiyah.

15.Rumah milik Epol.

16. Rumah milik Burhan.

17.Rumah milik Arsad.

18.Rumah milik H. Ateng (dampak)

19.Bangunan rumah milik An. Ita (kosong).

20. Bangunan rumah milik Karim.

21.Kontrakan milik An. Nawi yg dihuni oleh Ujang.

22.Kontrakan milik An. Nawi yg dihuni oleh An. Anwar.

23.Kontrakan milik An. Dona yg dihuninya sendiri.

24. Rumah milik An. Silis yg dihuni olehnya sendiri (sumber api).

25. Rumah milik An. Erni.

26.Kontrakan milik An. Erni yg dihuni oleh An. Lina & An. Jon.

Data korban Lika- Luka

1. Burhan 39 tahun :Luka percikan api

2.Ali  19 th : Luka Robek

3. Riki 20 th : nyeri dada

4.Novan 26 th: Luka Robek

5.Abdullah 45 th : Luka Robek

Dugaan pemicu kebakaran itu dikemukakan Kapolsek Sungsang Iptu Bambang Wiyono yang menyebutkan kebakaran terjadi berawal dari warga yang melihat kobaran api dari jeriken yang berisikan BBM jenis pertalite yang tiba tiba mengeluarkan api.Kendati demikian, Iptu Bambang Wiyoni, belum memastikan bagaimana api tersebut muncul.

“Dari keterangan saksi yang pertama kali melihat, api berasal dari jeriken minyak. Dengan sebuah handuk basah warga tersebut pertama berusaha memadamkan namun karena api yang semakin membesar, jeriken itu ia dorong ke jalan yang akhirnya tumpah justru membuat kobaran semakin membesar,” ungkapnya.

Hingga kini yang terdata dari pihaknya ada dua gedung walet besar berbahan dasar kayu yang ikut terbakar.

“Sampai sekarang kami masih mendata, namun ada dua gedung walet besar di dalam lorong yang ikut terbakar,” ungkapnya.

Terakhir ia menyebutkan, kebakaran yang terjadi di kampung atas air ini baru di bisa dipadamkan tiga jam kemudian, di mana warga setempat secara bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Api baru bisa kita padamkan sekitar pukul 21.00 WIB,” ungkapnya. (Ali Sopyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here