www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News | Halaman 102    
Beranda blog Halaman 102

RAMBO MENCIUM BAU TAK SEDAP DI PEKAB. BANYU ASIN BKBK Rp 78 MILIAR DI PERTANYAKAN

0

“RAMBO MENCIUM BAU TAK SEDAP DI PEKAB. BANYU ASIN BKBK Rp 78 MILIAR DI PERTANYAKAN”

BANYU ASIN SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Ali Sopyan Relawan Rakyat Membela Prabowo ( Rambo ) Sesuwai Program persiden RI ke 8 Prabowo Subianto yang sedang prang dengan koruptor yang harus di tumpas dan dibersihkan dari muka bumi Nusantara demi membela rakyat . Rakyat Makmur sehat negara Kuwat. Rambo ambil bagian ikut perangi pejabat koruptor tegas Ali Sopyan

Ali Sopyan Dengan suwara lantang. Pasalnya BKBK Gubernur Sumsel, ada aroma taksedap pasalnya BKBK Cair pada saat sedang gencar gencarnya pilkada . Terbukti Pj Bupati Banyuasin menerima Bantuan Keuangan Bersipat Kusus sebesar Rp 78 Milar yang untuk di gunakan Gunakan untuk Ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin menerima Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Gubernur Sumatera Selatan sebesar Rp 78 miliar.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Penjabat Bupati Banyuasin, Hani Syopiar Rustam, SH, dalam sebuah acara yang diadakan di Griya Agung, Palembang, pada Minggu, 23 Juni lalu.

Pemkab Banyuasin mengusulkan BKBK kepada Pemerintah Provinsi pada 19 Februari lalu,” kata Hani Syopiar Rustam.

Usulan tersebut ditujukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banyuasin, termasuk pembangunan jalan, jembatan, lampu jalan, serta perbaikan rumah tidak layak huni.

“Pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Banyuasin,”tambahnya
Hani juga menjelaskan bahwa BKBK adalah bantuan keuangan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), di mana peruntukan dan pengelolaannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
Bantuan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam pembangunan infrastruktur, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyuasin.

Dengan adanya bantuan ini, Pemkab Banyuasin berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaannya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kabupaten Banyuasin,”ungkapnya.

Hani menambahkan BKBK sendiri adalah bantuan keuangan yang bersumber dari APBD yang peruntukan dan pengelolaannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.

Bantuan sebesar Rp 78 miliar ini merupakan langkah konkret dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Banyuaasin provinsi Sumatera selatan “.

  1. ( Redaksi)*

Dari Seresah Jadi Berkah – Langkah PTBA Wujudkan Ekonomi Sirkular di Desa Binaan

0

*Dari Seresah Jadi Berkah – Langkah PTBA Wujudkan Ekonomi Sirkular di Desa Binaan*

*Tanjung Enim, Sumsel || Mediacakrabuana.id

14 Oktober 2025 –* PT Bukit Asam Tbk memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Penerapan 9R dan Pengolahan Serasah menjadi pupuk kompos bagi kelompok binaan Program Bara Agro Sirkuler Group, yang berlangsung di Gedung Utama Bukit Asam, Tanjung Enim, Jumat (10/10/2025).

Ajis Purnomo, Sustainable Community Development Section Head PTBA menjelaskan pentingnya penerapan prinsip 9R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Repair, Rethink, Replant, Reteach, dan Refuse) sebagai upaya nyata menciptakan perilaku berkelanjutan di masyarakat.

“PTBA berkomitmen mendorong masyarakat binaan untuk menjadi pionir dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Melalui pelatihan ini, kita berharap muncul inovasi-inovasi lokal yang mampu mengubah limbah menjadi berkah, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” terang Ajis.

Ia menyebutkan, kegiatan pelatihan 9 R ini diikuti oleh 25 peserta dari enam wilayah binaan PTBA, yaitu Desa Tanjung Raja, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Desa Darmo, Desa Seleman, Desa Tanjung Karangan, dan Desa Tanjung Agung. Mereka merupakan perwakilan kelompok yang aktif mengembangkan sektor pembibitan, peternakan puyuh, perikanan, dan budidaya maggot dalam ekosistem Bara Agro Sirkuler Group.

*Menumbuhkan Kesadaran “I Am Zero Waste” di Masyarakat*
Disampaikan Ajis, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup “I am Zero Waste” sebagai langkah kecil menuju lingkungan yang lebih bersih, produktif, dan berdaya ekonomi.

*Belajar Mengolah Limbah Jadi Nilai Tambah*
Arif Ayatullah, Revegetation Technician Entry PTBA, memberikan paparan dan praktik langsung mengenai teknik pengolahan seresah daun dan limbah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai ekonomi. Peserta diajak memahami proses pemilahan, fermentasi, dan pemanfaatan kembali limbah organik untuk mendukung kegiatan pertanian terpadu di masing-masing desa binaan.

*Masyarakat Antusias Ikut Pelatihan 9R*
Salah satu peserta pelatihan, Ibu Tuti dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Utun Makmur, menyampaikan antusiasmenya.

“Selama ini kami menganggap seresah daun dan sisa hasil ternak hanya sebagai sampah. Setelah pelatihan ini, kami jadi paham kalau semua itu bisa diolah jadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk kebun dan usaha kami. Cara pembuatannya juga sederhana, tidak butuh biaya besar, tapi hasilnya luar biasa,” ungkapnya dengan semangat.

Ia menambahkan, pelatihan ini membuka wawasan baru bagi anggota kelompok untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan.

“Kami ingin menerapkan konsep 9R di desa kami. Kalau limbah bisa dimanfaatkan, lingkungan jadi bersih, tanaman subur, dan ekonomi kelompok juga ikut tumbuh,” sambungnya.

*Wujud Nyata Ekonomi Sirkular di Desa Binaan PTBA*
Bara Agro Sirkuler Group merupakan inisiatif binaan Sustainability PTBA yang mengintegrasikan sektor pembibitan, peternakan, perikanan, dan maggotisasi dalam satu sistem pertanian sirkuler. Melalui pendekatan 9R dan pemanfaatan limbah organik, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan bersih, produktif, dan berdaya ekonomi tinggi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

“Dengan penerapan prinsip 9R dan pengolahan limbah menjadi kompos, PT Bukit Asam mendorong terciptanya ekonomi sirkular desa yang mampu mengurangi timbulan sampah, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menghadirkan lingkungan yang lebih sehat dan Lestari,” pungkas Ajis.

—————–oooooo———————

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Eko Prayitno
Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id

HBAP Toreh Prestasi Internasional Lewat Program Hijau Berbasis Agribisnis Pekarangan

0

*HBAP Toreh Prestasi Internasional Lewat Program Hijau Berbasis Agribisnis Pekarangan*

*Jakarta, Mediacakrabuana.id

13 Oktober 2025 –* PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dalam ajang Asian Impact Award 2025 yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility dan Portman College Malaysia.

Asian Impact Award merupakan ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan di Asia yang telah menjalankan inovasi sosial dan lingkungan secara nyata serta terverifikasi.

Dalam ajang tersebut, HBAP dianugerahi penghargaan kategori Sustainable Livelihood Empowerment atas keberhasilan pelaksanaan Program Desa HBAP (Hijau Berbasis Agribisnis Pekarangan) — sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada optimalisasi lahan pekarangan menjadi sumber ekonomi produktif dan berkelanjutan.

Program yang dilaksanakan di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan ini telah memberdayakan 44 keluarga untuk mengelola pekarangan rumah menjadi lahan produktif.

Skema pertanian yang diterapkan menggunakan pupuk dan pestisida organik, sehingga menghasilkan sayuran sehat bebas bahan kimia yang langsung diserap oleh kantin HBAP sebagai bagian dari rantai pasok lokal. Sejak bergabung dalam program, anggota kelompok tani mengalami peningkatan pendapatan hingga sekitar 30 persen.

Kelompok tani yang menjalankan program ini dikenal dengan nama Riejalang Lestari, yang mengusung moto “Lestari Alam, Makmurkan Bumi.” Nama ini diambil dari Puyang Riejalang, salah satu pendiri Desa Tanjung Lalang, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sumber semangat juang bagi para anggota kelompok.

Penghargaan diterima langsung oleh Giana Hadi Wagiana, Manager HRGA Site & Sustainability HBAP, yang mewakili perusahaan dalam seremoni penghargaan di Selangor, Malaysia.

Direktur HRGA & Sustainability HBAP, Mia Monasari, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berakar dari kebutuhan masyarakat.

“Program Desa HBAP adalah wujud dari semangat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat. Program ini lahir dari kegiatan social mapping yang kami lakukan bersama Universitas Sriwijaya, sehingga intervensi yang kami lakukan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Pengakuan ini memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujar Mia.

Sebagian besar peserta program adalah perempuan, yang berperan aktif dalam pengelolaan pekarangan dan produksi kompos dari limbah organik rumah tangga. Pendekatan ini menciptakan ekonomi sirkular yang mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.

Program Desa HBAP juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, poin ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal, HBAP hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun Indonesia.

Melalui berbagai pelatihan budidaya ramah lingkungan, penyediaan sarana produksi, hingga penguatan akses pasar, HBAP tidak hanya berperan sebagai penyedia energi listrik utama di Sumatera, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sosial-ekonomi masyarakat.

Partisipasi HBAP dalam Asian Impact Award 2025 menjadi bukti bahwa kontribusi CSR perusahaan telah diakui di tingkat regional dan mampu menginspirasi praktik keberlanjutan di Asia Tenggara.

Sebagai informasi, HBAP atau PT Huadian Bukit Asam Power, merupakan sebuah perusahaan patungan (joint venture) antara PT Bukit Asam Tbk dan China Huadian Hongkong Co Ltd. Perusahaan ini berfokus pada pembangunan dan operasional pembangkit listrik di Indonesia untuk mendukung ketahanan energi nasional.

—————–oooooo———————

Untuk Informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Eko Prayitno
P.H. Corporate Secretary Division Head
PT Bukit Asam Tbk
corsec@bukitasam.co.id
www.ptba.co.id

Kepala UPTD KIR Palembang Tegas: Layanan Gratis, Tolak Pungli dan Calo!

0

Kepala UPTD KIR Palembang Tegas: Layanan Gratis, Tolak Pungli dan Calo!

Palembang – Media Cakrabuana ID

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perhubungan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (KIR) menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas pungutan liar (pungli).

Menindaklanjuti Sosialisasi Pemberantasan Pungutan Liar oleh UPP Saber Pungli Provinsi Sumatera Selatan, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Andri Kurniawan, S.Si.T., M.T. mengimbau seluruh pegawai di lingkungan UPTD PKB Dishub Kota Palembang untuk tidak melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun.

“Saya tegaskan, seluruh proses pelayanan pengujian kendaraan bermotor (KIR) tidak dipungut biaya tambahan apapun di luar ketentuan resmi. Jika ada oknum yang mencoba melakukan pungli, akan kita tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujar Andri Kurniawan, Selasa (14/10).

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak berhubungan dengan calo, serta mengurus langsung ke loket resmi yang telah disiapkan oleh UPTD KIR Dishub Kota Palembang.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak tergiur dengan janji cepat dari para calo. Semua layanan KIR bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan transparan tanpa biaya tambahan. Mari bersama-sama kita ciptakan layanan publik yang bersih,” tambahnya.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan kawasan pelayanan KIR aman dari praktik percaloan dan pungli.

“Kami siap mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam praktik tidak terpuji ini. Kami ingin UPTD KIR menjadi contoh pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tutupnya.

Dengan semangat anti-pungli dan pelayanan prima, Dinas Perhubungan Kota Palembang berkomitmen menghadirkan Pelayanan KIR yang Aman, Nyaman, dan Transparan demi mendukung visi Palembang sebagai kota yang tertib transportasi dan berintegritas.(Harto)

Pelaksanaan Kegiatan Reses Masa Sidang IV DPRD Provinsi Sumsel Ke SMKN 8 Palembang

0

Pelaksanaan Kegiatan Reses Masa Sidang IV DPRD Provinsi Sumsel Ke SMKN 8 Palembang

Palembang, – Media Cakrabuana ID

Pelaksanaan Kegiatan Reses Masa Sidang IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025 Di SMKN 8 Palembang. Selasa (14/10/2025)

Muhammad Toha (PKS), Chairul S Matdiah Partai (Demokrat) Aryuda Perdana Kesuma (Golkar), Firmansyah Hakim (Nasdem), Romiana Hidayati (PDIP), dan Abdullah Taufik (Gerindra).

Dalam Reses DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil 1 Kota Palembang adalah Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Seberang Ulu II, Plaju, Kertapati, dan Seberang Ulu I.

‎Muhammad Toha Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil I dalam reses ini menyampaikan bahwa, alhamdulillah hari ini berbagai aspirasi dan yang kami lihat ini dari kualitas penyampaian salah satunya tadi, ada anak yang mengusulkan kepada DPRD atau juga kepada Pemerintah agar memperhatikan fasilitas sekolah-sekolah dan sekolah lain.

“Ternyata yang dipintanya ini menurut kami perlu diapresiasi apa daya pikirnya dan wawasannya yang sudah memperhatikan sekolah-sekolah lain. Kalau untuk sekolah sendiri itu sudah biasa, tetapi dia sudah memikirkan sekolah lain,” Jelas Toha.

Kalau permintaan dari guru tadi umumnya guru-guru yang dia dipikirkan P3K, mereka menanyakan terkait dengan status mereka untuk diangkat menjadi PNS, itu semua ada aturan-aturannya tetapi aturan Untuk sekarang mungkin belum bisa. Hati kami tetap berharap kedepan ada perubahan sehingga mereka juga bisa diangkat secara otomatis.

Toha berharap semoga dengan reses ini semua aspirasi dari guru, siswa, dan masyarakat bisa kita serap dan bisa direalisasikan dengan aturan-aturan yang ada
‎
‎Rafli S.Pd.,M.Pd Kepala Sekolah SMKN 8 Palembang mengatakan pada hari ini reses DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dapil I sehingga dengan adanya reses ini mereka bisa mengatahkan aspirasi mereka dan ini dapat disampaikan untuk masa sidang nanti, mudah-mudahan apa yang di aspirasi, yang disampaikan tadi membawa berkah dan nantinya akan terealisasi.

Untuk hasilnya nanti berdoa yang penting sudah berjuang apa saja yang disampaikan aspirasi dari sekolah maupun dari siswa kita ini. Jadi dari sekolah menyampaikan mungkin penambahan fasilitas baik gedung maupun kelas, bengkel, praktek bagi siswa anak remaja. Kami berharap nantinya ada peluang kerja yang di programkan oleh pemerintah untuk mereka dapat bekerja setelah taman di samping sudah ada program PKK sekolah maupun PKK provinsi,” Ujarnya.

Kita berharap mereka dapat bersekolah dengan baik dapat menyelesaikan dengan baik apapun kondisinya sehingga pada saat nanti mereka akan kita persiapkan untuk menjadi pimpinan di negeri ini yang lebih baik mereka senang, mereka bangga dan berterima kasih,” Tutupnya. (Harto)

Kunjungan Kerja Wakil Bupati OKU Beserta Jajaran Bapenda Kabupaten OKU Ke Bapenda Kota Palembang

0

Kunjungan Kerja Wakil Bupati OKU Beserta Jajaran Bapenda Kabupaten OKU Ke Bapenda Kota Palembang

Palembang, Media Cakrabuana ID

Kunjungan Kerja Wakil Bupati OKU Beserta Jajaran Bapenda OKU Terkait Upaya Optimalisasi Dan Peningkatan Pajak Daerah Di Bapenda Kota Palembang. Senin (13/10/2025)

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Palembang Marhaen SH.,M.SI di dampingi Plt Badan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Sherly Imelia NaNasutio S.Kom., M.Kom., Kepala Bidang Pajak Daerah lainnya M. Izhar S.Pd.,M.Si., Kepala Bidang PBB dan BPHTB Dr. Prabu Mandiri S.STP.,M.Si dan Kepala Bidang Penagihan, Perencanaan dan Pembinaan Pendapatan Daerah Betha Yudha S.STP.,MPA., Menerima Kunjungan Kerja Wakil Bupati OKU

Marhaen SH MSi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang dalam kesempatan ini, menerima kunjungan kerja (Kunker) Wakil Bupati (Wabup) OKU Ir H Marjito Bachri beserta jajaran Bapenda Kabupaten OKU.

Pada kesempatan ini adalah kedatangan Wabup OKU dan jajaran Bapenda Kabupaten OKU tersebut langsung diterima oleh Kepala Bapenda Palembang Marhaen SH MSi di Ruang Rapat Flora Bapenda Kota Palembang beserta jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut dan kunjungan kerja ini disambut baik oleh Kepala Bapenda Kota Palembang.

Pada Kunker ini, Wabup OKU dan jajaran Bapenda Kabupaten OKU melakukan studi banding untuk mengevaulasi terkait upaya optimalisasi dan peningkatan pajak daerah di Kabupaten OKU dengan belajar kepada Bapenda Kota Palembang.

Kepala Bapenda Palembang, Marhaen SH MSi menyambut baik studi banding tersebut. Apalagi Bapenda Kota Palembang selama ini telah berhasil dalam melakukan optimalisasi dan peningkatan pajak daerah.

Marhaen berharap dengan kunjungan kerja dari Wakil Bupati OKU ini bisa berkolaborasi dengan baik, dan semua tujuan untuk masyarakat bisa berjalan dengan lancar. (Harto)

RAMBO AMBIL BAGIAN PRANG LAWAN PEJABAT KORUPTOR SUMSEL.

0

RAMBO AMBIL BAGIAN PRANG LAWAN PEJABAT KORUPTOR SUMSEL.

SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Relawan Rakyat membela Prabowo ( Rambo ) Mengudara di wilayah Sumsel Menurut Ali Sopyan kita membawa panji Relawan Rakyat Membela Prabowo.turut ambil bagian program persiden RI ke 8 Prabowo Subianto yang sedang giat perang melawan koruptor di muka bumi nusantara.dengan hal tersebut Rambo Melesat di Sumatera Selatan Untuk perang dengan pejabat koruptor termasuk kasus korupsi yang terpendam harus di bongkar dan tidak tertutup kemungkinan ada maling berteriak maling sehingga banyak perkara korupsi tertimbun.pasalnya hasil LHP.BPK Sangat mengerikan di berbagai kabupaten dan kota. Diwilaya Sumsel Ratusan melyar uwang rakyat berantakan pasalnya Penganggaran dan Pelaksanaan Belanja Bantuan Keuangan Bersifat Khusus
Belum Mempertimbangkan Kondisi dan Kemampuan Keuangan Daerah
Pemprov Sumsel pada TA 2024 menganggarkan Pendapatan Daerah sebesar
Rp11.429.573.726.458,00 dengan realisasi sebesar Rp10.965.288.224.934,90 atau
95,94% serta menganggarkan Belanja Daerah sebesar Rp11.613.884.803.146,00 dan
merealisasikan sebesar Rp10.908.424.497.431,90 atau 93,93%. Diantara realisasi
belanja tersebut digunakan untuk Belanja Bantuan Keuangan Bersifat Khusus
(BKBK) dengan anggaran sebesar Rp2.141.561.993.237,00 dan realisasi sebesar
Rp1.896.976.798.838,25 atau 88,58%.
Dalam LHP Nomor 44/LHP/XVIII.PLG/05/2024 tanggal 11 Mei 2024 atas
Laporan Keuangan Pemprov Sumsel Tahun 2023 mengungkap penganggaran Lainlain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang Sah tidak didasarkan pada potensi riil,
penganggaran BKBK membebani keuangan daerah, dan rendahnya kemampuan
keuangan untuk mengembalikan kewajiban. Permasalahan yang sama juga diungkap
dalam LHP Kinerja Nomor 04/LHP/XVIII.PLG/01/2025 tanggal 7 Januari 2025 atas
Pengelolaan APBD dalam Rangka Mendukung Pembangunan Nasional TA 2023
s.d. Semester I 2024. LHP Kinerja tersebut mengungkapkan antara lain bahwa
anggaran dan realisasi mandatory spending bidang infrastruktur dan bidang
pendidikan belum sesuai ketentuan, penganggaran pendapatan Dana Bagi Hasil
(DBH) TA 2024 melebihi alokasi anggaran yang telah ditetapkan, dan anggaran
belanja BKBK membebani keuangan daerah.
Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan kepada Gubernur
Sumsel untuk memerintahkan TAPD menyusun rencana aksi mengatasi defisit,
penyelesaian utang dan kebijakan pembatasan penggunaan dana terikat, serta
menyusun perencanaan anggaran PAD berdasarkan potensi riil. Menindaklanjuti
rekomendasi tersebut, Pemprov Sumsel menyampaikan dokumen perencanaan
anggaran berdasarkan potensi riil, namun belum sesuai dengan rekomendasi
berdasarkan rencana aksi.
Hasil pemeriksaan lebih lanjut atas proses penganggaran dan realisasi APBD
Tahun 2024 menunjukkan permasalahan-permasalahan, berikut.Penganggaran BKBK dilakukan secara global tanpa rincian dan tidak
terukur.
Hasil pemeriksaan atas penganggaran BKBK Tahun 2024 menunjukkan Belanja
BKBK dianggarkan secara global sebagai nilai estimasi pagu keseluruhan, dan
belum berdasarkan rencana alokasi per masing-masing kabupaten/kota.
Berdasarkan wawancara dengan TAPD diketahui bahwa Pergub Sumsel Nomor
3 Tahun 2022 belum mengatur mekanisme perencanaan pemberian Belanja
BKBK, sehingga nilai penganggaran dibuat global tanpa rincian, dan telah
berlangsung sejak Tahun 2021 s.d. Tahun 2024.
Nilai alokasi BKBK terus mengalami peningkatan setiap tahun dengan porsi
anggaran belanja yang besar dalam postur APBD Pemprov Sumsel yang disajikan
pada Tabel 1.1 berikut.
TabelPenganggaran BKBK secara global dan tanpa rincian dikarenakan proses
pengajuan proposal penggunaan BKBK dari pemerintah kabupaten/kota beserta
penetapan alokasinya baru dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan,
sedangkan APBD sudah ditetapkan TA-1.
Hasil pemeriksaan atas dokumen usulan kabupaten/kota, hasil verifikasi SKPD
teknis, serta SK alokasi Belanja BKBK Tahun 2023 dan 2024 menunjukkan
bahwa usulan kegiatan yang diajukan kabupaten/kota tidak seluruhnya dianggap
memadai dan disetujui Pemprov Sumatera Selatan. Rincian nilai usulan, hasil
verifikasi SKPD teknis, dan SK alokasi Belanja BKBK setiap kabupaten/kota
pada Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.2 Usulan, Hasil Verifik
(Redaksi)

HELIN IBU RUMAH TANGGA DITIPU KADES DUIT MELAYANG MOBIL MENGHILANG.

0

HELIN IBU RUMAH TANGGA DITIPU KADES DUIT MELAYANG MOBIL MENGHILANG.

Muara Enim || Sumsel Mediacakrabuana.id

Rambo Melesat Relawan Rakyat membela Prabowo mengudara di wilayah Nusantaratara. Khususnya di kabupaten Muara Enim
Sumsel . Ali Sopyan Dewan penasehat Relawan Rakyat Membela Prabowo . ( Rambo ) Sedang melintas di kab. Muara Enim . Menemui Se orang ibu rumah tangga sebut saja Helin warga tanjung enim.korban penipuan kepaladesa Indramayu kec. Panang Enim kab.muara Enim Sumatera Selatan Ironisnya sulit untuk mendapatkan perlindungan hukum Sesuwai dengan berita di bawah ini. Sehingga pihak Propam Polda Sumsel Dimintak turun kepolres Muara Enim. Pasalnya seorang ibu rumah tangga sudah dua kali melaporkan tentang kasus penipuan yang di lakukan oleh Rio Amro RAMIKO Kades Indramayu kec.Panang Enim Kab. Muara Enim.dengan cara gadai mobil Pazero Sepot BG.1257 DY. Dengan nilai Rp 70.000.000.dan diperes oleh Depkolektor 10.000.000. Ironisnya mobil tersebut sudah ada di tangan Kades lagi. Diduga keras kades Indramayu adalah jaringan curanmor terbukti bukan hanya mobil Pazero ada juga mobil Yaris BG1402 EI. Yang saat ini dititipkan dipolres itupun korban penipuan kades yang Sama pelakunya . Haltersebut para korban melaporkan ke pihak polres Muara Enim sebut saja tidak ada tanggapan sehingga Bu Helin yang berhasil di hubungi melalui ponsel genggam nomor 08122127XX dengan tegas mengatakan sudah 2 kali mendatangi kantor polres Muara Enim belum juga dapat tanda bukti lapor Helin korban penipuan pulang melapor dengan tangan hampa tidak dapat surat tanda bukti lapor dari polres Muara Enim sulitnya mencari perlindungan hukum di polres Muara Enim. Diminta pihak propam Polda Sumsel bertindak dengan ada tercoreng nama baik institusi polri yang sedang terpuruk. Akibat prilaku kinerja onum polisi yang kurang tanggap laporan wongcilik yang tertipu. Diduga keras kades tersebut mempunyai beking bertaring tajam di polres Muara Enim. Dan tidak tertutup kemungkinan Kade diduga keras narkoba

( Redaksi)

RIO AMRO RAMIKO KADES INDRAMAYU KEC. PANANG ENIM KAB. MUARA ENIM SUMSEL.

0

RIO AMRO RAMIKO KADES INDRAMAYU KEC. PANANG ENIM KAB. MUARA ENIM
SUMSEL.

MUARA ENIM
SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Asalamualaikum Kepada Yth Pak Kades Rio.Amro . Ijin konfirmasi sejak saudara menjabat kades sudah berapa dana bantuan Desa. Yang anda terima . ……….?
Berapa persen untuk pembangunan kepentingan umum yang sudah di laksanakan pembangunan apa saja .

Setiap menggunakan Dana Desa berapa banyak tokoh masyarakat dan karang taruna yang di ajak musawara dala untuk melaksanakan pekerjaan mana bukti papan nama proyek yang di bangun ……….?.

Mohon kompor Masi ini di jelaskan agar kami tidak salah tulis dalam pemberitaan.
Saya tunggu hak jawab andan 2X24 jam bila tidak mengirimkan hak jawab Kimi terpaksa muat berita apa adanya .
Trimakasi atas kerja samanya ( Ali Sopyan ) Pimpinan umum Media Rajawali news dan Devisi Pengawasan dan penindakan DPP. WRC.( Watch Reltion of Corruption PAN RI. )

Pemkab Purwakarta Hadapi Persoalan Utang Jangka Pendek Akibat Anggaran Belanja Tak Terukur

0

Pemkab Purwakarta Hadapi Persoalan Utang Jangka Pendek Akibat Anggaran Belanja Tak Terukur

PURWAKARTA, JABAR | MEDIACAKRABUANA.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menghadapi masalah utang jangka pendek senilai total Rp144,95 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2023. Kondisi ini timbul akibat penganggaran belanja daerah yang dinilai tidak didukung oleh kepastian ketersediaan kas yang memadai.

Analisis menunjukkan bahwa penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2023 tidak mempertimbangkan perkiraan pendapatan yang terukur secara rasional. Meskipun target Pendapatan Daerah TA 2023 tidak tercapai, sejumlah kegiatan yang telah dianggarkan tetap dilaksanakan. Akibatnya, meskipun masih terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA), jumlah total kegiatan yang dilaksanakan melebihi kas yang tersedia, yang kemudian memicu timbulnya utang.

Utang jangka pendek yang diakui oleh Pemkab Purwakarta tercatat sebesar Rp144.948.064.367,00 kepada pihak ketiga. Jumlah ini terdiri dari tiga komponen utama:

* Utang Belanja Kontraktual TA 2023 yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp59.309.173.921,00.

* Utang Jangka Pendek Lainnya sebesar Rp28.204.254.916,00.

* Utang yang timbul dari penggunaan kas yang seharusnya ditentukan peruntukannya sebesar Rp57.434.635.530,00 untuk membayar kegiatan yang tidak sesuai alokasinya.

Masalah utama yang teridentifikasi adalah penetapan target PAD TA 2023 yang tidak realistis dan diiringi dengan alokasi Belanja yang bersumber dari dana tersebut. Realisasi PAD yang berada di bawah target menjadi kontributor utama ketidakcukupan kas untuk membayar pelaksanaan kegiatan/pekerjaan yang telah dianggarkan.

Analisis tren Laporan Keuangan (LK) Pemkab Purwakarta selama lima tahun terakhir (TA 2019 s.d. 2023) menunjukkan adanya kondisi serupa yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ketidakakuratan penetapan target terbukti pada beberapa jenis pendapatan:

* Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB): Meskipun realisasi BPHTB cenderung stabil dalam lima tahun terakhir, target yang ditetapkan terus meningkat signifikan. Kesenjangan antara anggaran dan realisasi mencapai titik tertinggi pada TA 2023, menandakan bahwa penetapan target tidak mempertimbangkan realisasi tahun-tahun sebelumnya secara rasional.

* Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB): Realisasi Pajak MBLB pada LRA TA 2023 hanya mencapai 76,67% atau Rp10.920.769.225,00 dari anggaran. Anggaran awal MBLB pada APBD murni TA 2023 bahkan mencapai Rp25.000.000.000,00. Tren anggaran yang jauh melebihi realisasi historis mengindikasikan target yang kurang terukur.

* Jasa Giro pada Kas Daerah: Realisasi Pendapatan Jasa Giro pada LRA TA 2023 hanya 11,55% atau Rp1.154.921.051,00 dari target anggaran Rp10.000.000.000,00.

Selain itu, disebutkan pula adanya kesenjangan yang semakin besar antara target dan realisasi Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada TA 2023 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang juga menunjukkan penetapan target yang tidak rasional.

Publisher -Red

Masyarakat mendambakan penyelesaian jalan Sukosari II Palembang

0

:
Masyarakat mendambakan penyelesaian jalan Sukosari II Palembang

Palembang – Media Cakrabuana ID

Ratusan masyarakat Kampung Sukosari, Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang Alang Lebar , Kota Palembang mengadakan gotong royong pembersihan jalan yang baru dibuka di Jalan Sukosari 2 Palembang, Minggu (12/10/2025) pagi

Kegiatan gotong royong yang diikuti oleh warga masyarakat RT 15 RW 05 kelurahan talang kelapa kecamatan Alang Alang Lebar Kota Palembang itu membersihkan akses jalan sepanjang 1 kilometer jalan Sukosari II kelurahan talang kelapa kecamatan Alang Alang Lebar Palembang menuju Jalan Soekarno Hatta Palembang yang baru dibuka tersebut.

Ketua RT 15 RW 05 kelurahan talang kelapa kecamatan Alang Alang Lebar Palembang Nazirin mengatakan, aksi gotong royong itu sengaja dilaksanakan mengingat jalan itu merupakan salah satu akses jalan penghubung antara jalan Sukosari 1 dan jalan Sukosari II yang dipergunakan warga
Masyarakat Kampung Sukosari sekitar kecamatan Alang Alang Lebar Kota Palembang di tersebut terutama dalam memperlancar perekonomian masyarakat ujar Ketua RT 15 RW 05

“Kami juga berterima kasih kepada masyarakat Kampung Sukosari yang sudah ikut serta dalam kegiatan gotong royong. Semoga dengan terbukanya jalan baru ini bisa memperlancar akses transportasi masyarakat di Seputaran Kampung Sukosari tersebut,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya bersama warga setempat mengharapkan agar pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa segera meningkatkan jalan itu dengan cara pengerasan ataupun pengaspalan jalan.

Ia menyebut, saat ini jalan baru ini hanya satu ruas jalan di Kampung Sukosari yang sudah ditingkatkan dengan cara pengerasan, dan diharapkan bisa dilanjutkan oleh Pemkot Palembang kepada Pemerintah kota dan instansi terkait untuk penyelesaian pembangunan jalan tersebut ,mengingat jalan Sukosari I yang dipergunakan akses masyarakat Kampung Sukosari sudah padat karena akses jalan tersebut bersebelahan tempat pengisian bahan bakar kendaraan (Pom bensin) dan mengakibatkan kemacetan dijalan utama Soekarno Hatta Palembang

“Semoga dengan ditingkatkannya jalan tersebut dapat memperlancar perekonomian masyarakat, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sukosari serta masyarakat Lubuk bakung dan sekitarnya
” katanya.

Sementara itu, Salahsatu Tokoh masyarakat Toni Hariadi ST, didampingi sesepuh Kampung Sukosari Hendra Saudi bersama Ir.Tajudin mengapresiasi antusias masyarakat Kampung Sukosari sekitarnya yang sudah melaksanakan gotong royong pembersihan bahu jalan dan saluran drainase di sepanjang akses jalan tersebut.

Ia mengakui, apabila dilakukan pengerasan pada jalan tersebut maka akan memangkas jarak dan waktu perjalanan masyarakat, karena tidak perlu berputar lebih jauh lagi.

“Kami akan koordinasikan ini dengan dinas terkait agar pengerasan jalan bisa terus dilaksanakan, sehingga bisa menunjang kelancaran akses transportasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu Toni Hariadi menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalan Sukosari II milik masyarakat kampung Sukosari tersebut untuk ditanami pepohonan untuk mendukung program pemerintah kota Palembang dalam rangka penghijauan kota serta memanfaatkan akses jalan tersebut, apalagi jalan tersebut masih belum ada pengaspalan, sehingga dapat digunakan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat dengan Umkm, yakni berdagang dengan berjualan kebutuhan masyarakat sembako dan lain-lain nya seperti pasar kaget dan mendukung program pemerintah kota Palembang serta program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

Selain itu Toni Hariadi juga meminta pihak PLN Palembang untuk segera memberikan penerangan jalan dengan memasang fasilitas listrik guna untuk penerangan jalan umum tersebut sehingga dapat dipergunakan masyarakat dimalam hari demi terwujudnya Harkamtibmas tutupnya, Harto

RAMBO Resmi Terbentuk, Gerakan Rakyat Kawal Pemerintahan Prabowo Subianto

0

*RAMBO Resmi Terbentuk, Gerakan Rakyat Kawal Pemerintahan Prabowo Subianto*

BEKASI – MEDIACAKRABUANA.ID

Sebuah momentum penting lahir pada Minggu (28/9/2025) di Bekasi. Dengan semangat kebersamaan dan tekad kuat, rakyat dari berbagai kalangan resmi mendirikan organisasi Relawan Rakyat Membela Prabowo (RAMBO). Kehadiran organisasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah wujud nyata partisipasi rakyat dalam menjaga keberlanjutan pemerintahan Presiden H. Prabowo Subianto.

Rapat pembentukan menetapkan H. Haetami Abdullah sebagai Ketua Umum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan tegas sekaligus menggelorakan semangat perjuangan.

“RAMBO lahir dari tekad rakyat untuk menjaga keberlanjutan kepemimpinan Presiden H. Prabowo Subianto. Kami berdiri tegak sebagai benteng rakyat, untuk menghadapi segala bentuk ancaman, baik langsung maupun tidak langsung, baik dalam ranah politik maupun aspek lain yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan.

Kami ingin memastikan program pembangunan nasional benar-benar berjalan demi kepentingan rakyat. Dari desa hingga kota, dari akar rumput hingga pusat, RAMBO akan hadir sebagai kekuatan rakyat yang solid, mandiri, dan berdaulat. Kami bukan hanya mendukung, tetapi juga mengawal. Karena bagi kami, menjaga pemerintahan berarti menjaga masa depan bangsa.”

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan riuh peserta rapat. Bagi mereka, kata-kata Haetami bukan sekadar retorika, melainkan amanah perjuangan yang harus diwujudkan bersama.

Dalam struktur awal, Mulyadi ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal, sementara Hasan dipercaya sebagai Bendahara Umum. Keduanya memiliki latar belakang aktivisme sosial dan komitmen dalam memperkuat peran rakyat di tingkat akar rumput.

Struktur ini dipandang cukup untuk memulai langkah pertama RAMBO. Selanjutnya, organisasi berkomitmen membentuk kepengurusan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan. Dengan begitu, RAMBO dapat benar-benar hadir di tengah rakyat dan memastikan program pembangunan nasional menjangkau semua lapisan masyarakat.

*Visi dan Misi RAMBO*

Sebagai organisasi rakyat, RAMBO berdiri di atas landasan Pancasila dan UUD 1945. Visi RAMBO jelas: mewujudkan gerakan rakyat yang solid, mandiri, dan berdaulat dalam mendukung kepemimpinan nasional Prabowo Subianto demi Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

Adapun misi RAMBO meliputi:

1. Menghimpun kekuatan rakyat untuk mendukung program-program pembangunan nasional.

2. Melaksanakan kegiatan sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang bermanfaat bagi masyarakat.

3. Menjadi wadah aspirasi rakyat dalam menjaga keutuhan NKRI.

4. Mendorong terwujudnya pemerintahan yang kuat, bersih, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

*Dari Rakyat untuk Rakyat*

Dalam perjalanan bangsa, organisasi rakyat kerap lahir sebagai bentuk kesadaran kolektif. RAMBO menegaskan dirinya bukan sekadar pendukung, melainkan pengawal. Ia hadir untuk memastikan bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto tetap berada di jalur perjuangan rakyat.

Haetami Abdullah menekankan, “Dari desa kita kuatkan, dari rakyat kita kokohkan. RAMBO akan hadir di setiap jengkal tanah air untuk memastikan program pro-rakyat Presiden Prabowo benar-benar sampai kepada rakyat.”

*Harapan Besar dari Bekasi untuk Indonesia*

Bekasi ini menjadi titik awal. Dari sini, semangat RAMBO digadang akan menyebar ke seluruh pelosok negeri. Bekasi menjadi saksi bahwa rakyat mampu berinisiatif, bersatu, dan bergerak demi memastikan masa depan bangsa tetap kokoh.

Bagi para pendiri, RAMBO bukan sekadar singkatan. Ia adalah simbol keteguhan hati rakyat, simbol kebersamaan, sekaligus simbol perlawanan terhadap segala bentuk ancaman yang bisa mengganggu stabilitas pemerintahan.

Dengan deklarasi resmi ini, RAMBO menegaskan diri sebagai gerakan rakyat yang siap mendukung dan membela Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanat konstitusi. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, itulah napas perjuangan RAMBO.

Diduga Galian Liar Berjalan Lancar di Gunung Sembung Kec, Sukatani APH Kab Purwakarta Tutup Mata

0

“Diduga Galian Liar Berjalan Lancar di Gunung Sembung Kec, Sukatani. APH Kab Purwakarta Tutup Mata:

Purwakarta, Jabar|| Mediacakrabuana.id

Belum berapa lama Dedi Mulyadi menutup galian tanah merah di Gunung Sembung (kemungkinan besar mengacu pada lokasi-lokasi tambang yang ia tinjau) sebagai tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan, termasuk masalah kerusakan lingkungan dan keselamatan kerja.

Penutupan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk menata kembali sektor pertambangan agar lebih berkelanjutan.

Salah satu Contoh Desa Sukajaya Kec, Sukatani Kab Purwakarta Jawa Barat

Beredarnya aduan informasi warga terhadap awak media wilayah Sukajaya adanya galian Tanah merah yang setiap harinya di angkut puluhan damtruck di bawa keluar wilayah yang tidak mau di sebutkan namanya

Ia menambahkan dalam penarikan tanah merah tersebut di angkut keluar entah berapa di perjual belikan ujarnya.

Hal tersebut, setelah nantinya rata akan di buatkan tempat Pariwisata,dan kami pun juga bingung tau taunya sudah berjalan proyek tersebut.

Hal tersebut,di kami belum ada izin dari semua warga Sukajaya dan Pihak Dinas Pemerintah Kabupaten Purwakarta lukasnya.

Awak media ini,mencoba menemui Kades Sukajaya Hari selasa 7/10/2025, sedang tidak ada di kantor

Yadi Permana Sekdes Sukajaya mengatakan bahwa benar adanya galian tersebut karena saya dari awal sampai saat ini belum pernah ke lokasi, ungkap Sekdes.

Ia menambahkan nanti nya akan di buat Mini Soccer dan saat ini di kelola oleh Nenda BUMDES Sukajaya yang selalu ada di lokasi jelas Yadi.

Biar jelas terkait itu,Ke kades saja biar enak , kalau saya memberikan keterangan nanti takut salah Lukas sekdes dengan wajah tidak bersahabat.

“Untuk izin lingkungan sudah ada ,tapi di BUMDES kalau untuk izin di kabupaten itu urusan kades tegas sekdes

Awak media ini mencoba WhatsApp ke H Nenda ketua BUMDES Sukajaya, menanyakan kegiatan galian tersebut,tapi tidak ada jawaban sama sekali.

Dan Sekdes Sukajaya mengarahkan telpon saja Kadesnya ujarnya

Akhirnya awak media mencoba telpon WhatsApp Kades Sukajaya,ia mengatakan saat ini saya sedang di rumah besok aja kita ketemu di kota ucap kades ke awak media

Apa yang di janjikan pihak kepala desa untuk ketemu awak media di kota sampai siang pun ,baru di respon hanya mengirimkan video sedang di luar ada warga yang sedang bermasalah ujar kades.

Seharusnya kades kalau tidak bisa menemui awak media untuk di konfirmasi harusnya memberikan penjelasan dari awal.

Dalam pantauan galian tanah yang di keruk diduga jual belikan dengan modus pembuatan mini soccer dan pariwisata.

Diminta pihak APH Purwakarta segera usut tuntas adanya galian tersebut dan juga dasar Perizinan dari mana di keluarkan sedangkan Dedi Mulyadi juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat truk tambang yang merusak jalan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pemerintah.

Sangat di sayangkan kepala desa Sukajaya tidak menggubris adanya larangan yang di buatkan oleh Gubernur Jabar,tapi di tabrak dan di langgar aturan pihak kepala desa ( Red/ Tslm)

Polres Pagar Alam Tangkap PNS Diduga Gelapkan Mobil Rental

0

Polres Pagar Alam Tangkap PNS Diduga Gelapkan Mobil Rental

PAGAR ALAM SUMSEL MEDIACAKRABUANA.ID

Unit Pidsus Satreskrim Polres Pagar Alam menangkap seorang PNS asal Kabupaten Empat Lawang atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan mobil rental. Pelaku sempat menguasai kendaraan selama berbulan-bulan tanpa menyelesaikan pembayaran.

PAGAR ALAM – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial Muflianto (45), warga Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, diamankan Unit Pidsus Satreskrim Polres Pagar Alam lantaran diduga melakukan penipuan dan atau penggelapan satu unit mobil rental.

Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada S.I.K melalui Kasat Reskrim Iptu Heriyanto, S.H. didampingi Kasi Humas Iptu Mansyur, S.H. membenarkan penangkapan tersebut. Pelaku diamankan di rumahnya di wilayah Kabupaten Empat Lawang pada Jumat (10/10/2025) malam sekitar pukul 18.30 WIB.

> “Benar, pelaku berinisial Muflianto telah kami amankan di rumahnya. Ia diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP,” ujar Iptu Heriyanto, Sabtu (11/10/2025).

 

Kasus ini bermula pada Agustus 2023, saat pelaku datang ke kantor rental milik pelapor Romi Fatetilah (39), seorang anggota Polri, di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagar Alam Selatan. Pelaku menyewa satu unit mobil Daihatsu Xenia dengan sistem bulanan seharga Rp7 juta.

Namun, dalam perjalanan, pelaku hanya membayar sebagian dan sering menunggak. Setelah dilakukan kesepakatan baru, harga sewa dinaikkan menjadi Rp10 juta per bulan, tetapi pelaku tetap tidak memenuhi kewajiban pembayarannya.

> “Total pembayaran yang sempat diserahkan pelaku hanya sebesar Rp10 juta. Setelah itu, pelaku tidak lagi membayar, bahkan mengaku mobil tersebut sudah tidak dalam penguasaannya,” terang Iptu Heriyanto.

 

Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Pagar Alam pada Maret 2025. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas akhirnya berhasil melacak keberadaan pelaku di rumahnya di Desa Muara Karang.

> “Pelaku saat ini sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Barang bukti berupa satu unit mobil Daihatsu Xenia warna merah metalik dengan nomor polisi BG 1129 BN juga berhasil kami amankan,” tambahnya.

 

Kasat Reskrim menegaskan bahwa Polres Pagar Alam akan menindak tegas setiap tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan masyarakat. (Heri.ck)

> “Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi sewa-menyewa kendaraan dan selalu membuat perjanjian resmi agar tidak menjadi korban penipuan,” tutupnya.

 

Barang Bukti:

  • 1 unit mobil Daihatsu Xenia warna merah metalik, BG 1129 BN, Nomor Mesin 1NRG075364, Nomor Rangka MHKVSEA1JLK057576.

PEMBANGUNAN SIRING TERSIER SAWAH DESA TANJUNG BARU KEC TANJUNG TEBAT KAB LAHAT TA 2025 DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN

0

“PEMBANGUNAN SIRING TERSIER SAWAH DESA TANJUNG BARU KEC TANJUNG TEBAT KAB LAHAT TA 2025 DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN”

LAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Mekanisme pembuatan siring tersier melibatkan persiapan lahan (pembersihan, pengukuran, penggalian), pekerjaan pondasi (bekisting, tulangan, pengecoran), dan pekerjaan siring (pemasangan material). Material yang digunakan bisa beragam, seperti beton bertulang untuk pondasi, atau pasangan batu dan plesteran, tergantung desain. Untuk siring tersier beton, materialnya meliputi beton, besi tulangan, dan bekisting, sedangkan untuk siring pasangan batu meliputi batu, semen, dan pasir.Memasang cetakan (bekisting) untuk pondasi sesuai dengan bentuk dan ukuran yang ditentukan.
Pemasangan Tulangan: Memasang besi tulangan pada pondasi sesuai spesifikasi untuk memperkuat struktur.
Pengecoran Mengisi bekisting dengan beton secara bertahap dan merata agar padat dan kuat. Setelah pengecoran, pondasi perlu dirawat, misalnya dengan penyiraman air secara berkala. Pekerjaan Siring Memasang material siring yang telah dipilih
Siring Beton Bertulang Materialnya adalah beton, besi tulangan, dan bekisting.

Pembangunan siring Tersier di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang berada di Dusun Satu(1)dan Dusun Dua(2) Diduga dikerjakan Asal-asalan Material yang di gunakan Pasir Kotor bercampur batu atau SIRTU kotor,Pembesian menggunakan Besi Enam(6) untuk besi U dan Besi Delapan (8) untuk pembesian yang memanjang,Jarak Besi diduga tidak sesuai Spek berjarak kurang lebih 50cm ,pengecoran di isi dengan batu yang seharusnya untuk pondasi, Dari Titik Nol sampai tahap pengerjaan tidak ditemukan Papan informasi.

Masyarakat Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera yang mengaku Bernama Henzo 11-10-2025 menjelaskan
bangunan di Desa kami ada Dua diDusun (1) dan ada di Dusun(2) kami tidak tahu dari Dinas mana karena dilokasi bangunannya tidak ada papan informasi untuk mengetahui berapa dana dan yang lainnya,Bangunan dikerjakan Asal-asalan, Pembesiannya menggunakan Besi Enam(6) dan delapan,sebagian coran dimasukkan Batu. Pengadukan menggunakan tenaga manusia tidak menggunakan mesin Molen agar bisa tercampur merata. materialnya menggunakan Pasir bercampur batu dan tanah kotor(SIRTUNA), Pembesiannya jarak kurang lebih 50 cm.Dikhawatirkan dalam jangka beberapa bulan sudah banyak yang rusak dan hancur, “jelasnya”.

Salah satu Warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 11-10-2025 yang mengaku Bernama Usdi kepada awak media ini
menjelaskan,kami cuma meminta bangunan Siring disawah tempat kami ini dengan bagus, tetapi mengapa di bangun seperti Asal-asalan saja,mengapa besinya kecil-kecil seperti besi enam dan besi delapan,saya pernah bekerja sebagai tukang bangunan untuk besi enam biasanya digunakan untuk cincin rakitan pembesian dan besi delapan untuk besi panjang,Jika menggunakan besi tidak lagi menggunakan batu,Untuk material mereka menggunakan pasir kotor bercampur batu,Coran Bangunan diisi dengan batu besar yang biasa digunakan untuk pondasi.Dari titik nol sampai tahap pengerjaan dilokasi pekerjaan tidak dipasang Papan Kegiatan sehingga masyarakat tidak tahu berasal darimana dan berapa dananya”Ungkapnya.

Sampai Berita ini diterbitkan Dinas terkait Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan belum bisa di Konfirmasi

“BERSAMBUNG KE EDISI SELANJUTNYA”

NITA YUPIKA & HERI AS
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

Polri Perkuat Sinergi Media dan Masyarakat untuk Menjaga Keamanan Sumatera Selatan

0

Polri Perkuat Sinergi Media dan Masyarakat untuk Menjaga Keamanan Sumatera Selatan

Palembang — Media Cakrabuana ID

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Sumsel terus menggencarkan kampanye publik bertajuk *“Cegah Terorisme, Tolak Radikalisme, dan Intoleransi.”*
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Polda Sumsel dalam mendukung kebijakan Polri untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif serta memperkuat ketahanan sosial di tengah masyarakat.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa kampanye tersebut dilaksanakan secara masif dengan menggandeng berbagai media publikasi, mulai dari media online, media sosial resmi kepolisian, hingga pemasangan baliho di sejumlah titik strategis di wilayah Sumatera Selatan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Melalui publikasi dan sosialisasi yang luas, kami ingin masyarakat ikut berperan aktif dalam menangkal paham radikal dan intoleran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum,” ujar Kombes Pol Nandang.

Selain menggandeng media, Bidhumas juga rutin melakukan kegiatan *copy morning*, *doorstop interview*, dan *media gathering* untuk memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers dalam penyebaran informasi yang menyejukkan dan membangun kesadaran publik.

Kombes Pol Nandang menambahkan, stabilitas keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran paham yang dapat memecah belah. Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan segera laporkan kepada kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan,” tegasnya.

Selain melalui jalur publikasi, Polda Sumsel juga menjalin kemitraan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan komunitas pemuda untuk memperkuat nilai-nilai toleransi serta semangat kebangsaan.

Melalui langkah kolaboratif ini, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah Bumi Sriwijaya dari berbagai ancaman ideologi yang dapat mengganggu kedamaian dan keutuhan bangsa. Harto

Skandal Prioritas Anggaran di Tangerang: Rp 70 Miliar untuk Mal Pelayanan Publik, Jalan Rakyat Dibiarkan “Neraka

0

*Skandal Prioritas Anggaran di Tangerang: Rp 70 Miliar untuk Mal Pelayanan Publik, Jalan Rakyat Dibiarkan “Neraka”*

Tangerang – Mediacakrabuana.id

Di tengah kepungan “neraka” tentang jalan rusak di Jl. Raya Kramat Pakuhaji yang dikeluhkan warga hingga viral di media sosial, Pemerintah Kabupaten Tangerang justru memicu sorotan tajam dengan alokasi fantastis sebesar Rp 70 Miliar untuk pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Kontradiksi prioritas ini menimbulkan pertanyaan serius tentang akuntabilitas, transparansi, dan komitmen Pemkab Tangerang di bawah kepemimpinan Bupati Moch. Maesyal Rasyid terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

*Jalan Rusak Parah vs. Proyek Mercusuar*

Keluhan warga atas infrastruktur yang “sangat memprihatinkan” telah membanjiri ruang publik. Pengguna jalan menyebutkan bagaimana motor mogok, sandal putus, bahkan kendaraan “copot kelelep di kobakan” di jalan yang rusak parah. Ironisnya, di saat yang sama, proyek mercusuar MPP senilai puluhan miliar ini menjadi fokus utama.

“Meskipun pemerintah berdalih bahwa MPP akan meningkatkan pelayanan publik, banyak pihak berpendapat bahwa alokasi anggaran sebesar Rp 70 miliar untuk gedung baru terasa timpang,” tulis laporan. Sentimen ini menguatkan kecurigaan publik bahwa pemerintah daerah lebih mementingkan citra daripada kesejahteraan masyarakat.

*Temuan BPK Perkuat Dugaan Buruknya Pengawasan*

Keputusan untuk mengutamakan MPP menjadi semakin kontroversial mengingat temuan serius dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Banten. Laporan BPK tahun anggaran 2024 menemukan 33 proyek jalan, irigasi, dan jaringan (JIJ) tidak sesuai kontrak, dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,89 Miliar.

Temuan ini secara langsung terkait dengan keluhan warga yang menyoroti kualitas buruk perbaikan jalan sebelumnya—bahkan beberapa jalan yang baru diperbaiki setahun sudah rusak lagi, Ini mengindikasikan adanya dua masalah besar.

– Prioritas yang Keliru: Mengalihkan dana besar ke proyek baru (MPP) sementara infrastruktur dasar kritis dibiarkan.

– Akuntabilitas yang Buruk: Gagal mengawasi puluhan proyek perbaikan jalan yang sudah berjalan, sehingga merugikan negara dan masyarakat.

*Bupati Dituding ‘Duduk di Kantor’,*

Pemerintah Bungkam
Frustrasi publik juga mengarah pada pimpinan daerah. Komentar sinis yang menyebut “Bupati nya g ada d Tangerang MH pada ddk aja d kantor” mencerminkan kemarahan atas minimnya respons dan kehadiran pejabat di tengah masalah nyata.

Hingga berita ini diturunkan (Jumat, 11 Oktober 2025), pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang—baik Bupati Moch. Maesyal Rasyid maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait—belum memberikan penjelasan resmi mengenai kontradiksi prioritas anggaran ini.

*Publik menuntut transparansi:*

Apakah anggaran Rp 70 Miliar untuk MPP memang lebih mendesak daripada keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat di jalan? Dan langkah apa yang akan diambil terhadap puluhan proyek JIJ yang terbukti merugikan negara senilai Rp 1,89 Miliar?

Apakah pembangunan MPP dengan mengorbankan perbaikan jalan dasar merupakan sebuah bentuk ‘Pengkhianatan’ Anggaran terhadap masyarakat Tangerang? Karena isu perbaikan jalan sampai kini masih menjadi polemik. (Red)

KORUPSI DANA DESA LAHAT! KADES DIDUGA RAMPAS UANG RAKYAT, MENGAPA KAPOLDA DAN KAJATI SUMSEL DIAM? DESAK TANGKAP SEKARANG JUGA!!!

0

KORUPSI DANA DESA LAHAT! KADES DIDUGA RAMPAS UANG RAKYAT, MENGAPA KAPOLDA DAN KAJATI SUMSEL DIAM? DESAK TANGKAP SEKARANG JUGA!!!

LAHAT , SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

11 Oktober 2015– Skandal dugaan korupsi brutal melanda Desa Lubuk Layang Ilir, Kecamatan Kikim Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), di mana Dana Desa (DD) yang semestinya menjadi nadi pembangunan, disinyalir kuat telah beralih fungsi menjadi rekening pribadi dan bancakan keluarga Kepala Desa (Kades) Didi Kusnadi. Warga desa yang marah dan merasa haknya dirampok, melancarkan kritik pedas, mendesak keras agar Kapolda Sumsel dan Kajati Sumsel segera mencopot seragam indolen, bertindak cepat, dan menangkap pelaku korupsi yang merampok uang rakyat miskin!

Suara jeritan warga Lubuk Layang Ilir mengungkapkan betapa parahnya tata kelola desa di bawah kepemimpinan Didi Kusnadi. Mereka menuding Kades menjalankan pemerintahan desa layaknya “kerajaan pribadi” tanpa akuntabilitas sepeser pun.

“Apa pun yang dibangun, dan dalam bentuk apa pun, TIDAK ADA TRANSPARANSI! Semuanya dikendalikan Kades. Uang yang seharusnya dinikmati bersama oleh kami, dia nikmati sendiri bersama keluarganya!” ujar seorang sumber kunci dari desa yang meminta perlindungan identitas.

Kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Sumber tersebut bahkan menyebut bahwa banyak proyek yang dilaporkan telah menelan biaya besar, namun fisiknya ‘hilang ditelan bumi’ atau ‘dibangun’ tanpa fungsi yang jelas. “Banyak yang tidak jelas bahkan banyak juga yang dibangun tetapi tidak ada fungsinya. Sudah menelan biaya yang besar tetapi malah tidak ada kemana fisiknya di desa kami,” tambahnya, menuding adanya proyek fiktif atau mark-up besar-besaran.

Kekacauan dalam pengelolaan dana desa ini diperparah dengan anarki administrasi di tubuh pemerintahan desa. Warga juga mengungkap dugaan pemalsuan tanda tangan Sekretaris Desa (Sekdes) yang terjadi selama bertahun-tahun.

“Selama bertahun-tahun tanda tangan SEKDES dipalsukan! Sampai sekarang antara Kades dan SEKDES tidak sejalan, SEKDES tidak berfungsi!” ungkap sumber. Situasi ini mengindikasikan adanya pelanggaran pidana serius dan penyalahgunaan wewenang yang bertujuan melanggengkan praktik korupsi tanpa pengawasan.

Masyarakat desa kini menuntut keadilan, mendesak penegak hukum untuk tidak lagi bersikap pasif.

“Harapan kami, laporkan saja Kades yang tidak bertanggung jawab, bahkan berani korupsi uang desa!” ujar warga.

Tim media ini mengeluarkan desakan keras dan pedas kepada Kapolda Sumatera Selatan dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumsel: Tunjukkan taring Anda! Dana Desa adalah uang rakyat miskin; merampoknya adalah kejahatan moral dan hukum tertinggi. Kami menuntut Anda segera menurunkan tim Jatanras/Penyidik Khusus, melakukan audit investigasi terbuka, dan menangkap Didi Kusnadi jika terbukti merampok hak rakyat.

Hukum tidak boleh tumpul ke atas! Jangan biarkan pelaku korupsi berkeliaran bebas di tengah penderitaan rakyat!

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, Tim Pemburu Koruptor telah berupaya maksimal memberi hak jawab kepada Kepala Desa Didi Kusnadi. Konfirmasi via telepon ke nomor 0812-7896-XXXX pada tanggal 11 Oktober 2025 telah dilakukan TIGA KALI BERTURUT-TURUT, namun Kades tidak memberikan jawaban atau respons. Sikap diam Kades ini semakin menguatkan dugaan bahwa yang bersangkutan sengaja menghindari pertanggungjawaban publik.

TIM PEMBURU KORUPTOR
NITA YUPIKA & HERI AS

PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI TERSIER D.I AIR SALAR DESA BABATAN KEC MU LAHAT TA 2025 DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN LADANG KORUPSI KADES DAN KRONINYA

0

“PENINGKATAN JARINGAN IRIGASI TERSIER D.I AIR SALAR DESA BABATAN KEC MU LAHAT TA 2025 DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN LADANG KORUPSI KADES DAN KRONINYA”

Lahat Sumsel || Mediacakrabuana.id

P3-TGAI adalah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi, sebuah program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) untuk memperbaiki, merehabilitasi, atau meningkatkan jaringan irigasi secara partisipatif. Program ini melibatkan masyarakat petani dalam perbaikan jaringan irigasi tersier untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, memperluas lahan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, dan mensejahterakan petani.
“Kegiatan P3-TGAI ini dilaksanakan secara Swakelola dan atau Tidak Dipihak Ketigakan/Dikontraktualan”

Menindaklanjuti keluhan dan Laporan dari Narasumber yang dapat dipercaya menyangkut Realisasi Pembangunan Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi ( P3-TGAI ),Peningkatan Jaringan Irigasi Tersier D.I Air Salar Desa Babatan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat TA 2025,Sumber dana APBN Murni,didalam papan Kegiatan Tidak ditulis Plapon Anggaran,diduga sengaja ditutup-tutupi untuk membodohi masyarakat,Diduga dikerjakan asal-asalan,diduga dikerjakan oleh para Perangkat desa dan Diketuai perangkat desa,diduga dikelola istri kades,diduga material yg digunakan pasir kotor bercampur batu atau sirtu kotor,diduga coran dinding diisi batu besar ( batu pondasi ),diduga tanpa galian pondasi, diduga ada Unsur Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Warga Desa Babatan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang mengaku bernama Bembrik 10-10-2025 kepada awak media ini mengatakan Silahkan datang kedesa kami dan tolong dicek bangunan siring P3-TGAI pembangunannya sangat janggal dan asal-asalan , menggunakan batu yang sangat besar dan jenis batu yang tidak layak.Pengadukan coran mereka aduk dengan manual yaitu tenaga manusia tidak ada mesin molen, Material yang digunakan bukan pasir tetapi pasir kotor yang bercampur batu atau disebut sirtu kotor.Pekerjaan siring dikerjakan Oleh para perangkat Desa dan dikendalikan oleh istri Kades yang diketuai oleh Perangkat Desa juga”ujarnya”

Robert yang mengaku warga Babatan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 11-10-2025 kepada awak media ini mengatakan pekerjaan siring P3-TGAI didesa kami masih tahap pengerjaan dan adukan mereka menggunakan material yang seharusnya digunakan untuk lantai dasar bangunan bukan untuk pengecoran seharusnya mereka menggunakan split,pasir bersih dan semen, ukuran batu juga sebesar batu untuk pondasi bahkan lebih besar lagi.Itu namanya proyek asal-asalan mana ada pengecoran menggunakan batu besar, seharusnya jika langsung dicor mereka menggunakan besi dan bila menggunakan batu dipasang secara tersusun baru menggunakan adukan bukan malah langsung di cor.Saya sedikit mengerti tentang bangunan karena saya juga pernah menjadi Tukang bangunan,Bahkan dipapan informasi tidak dibuat berapa anggarannya seperti ditutup-tutupi oleh Kades dan perangkatnya “jelasnya”.

Rosidi Harto Kades Babatan Kecamatan Mulak Ulu Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan saat dikomfirmasi oleh awak media ini 11-10-2025 melalui WhatApps Nomor 0882-8635-XXXX menjawab “Mangke jelas nian tanye langsung ketua P3A ”

Berdasarkan Jawaban Kades Perli selaku Ketua P3-A Tiga Muara Saat dikomfirmasi 11-10-2025 oleh awak media ini Via WhatApps Nomor 0838-3960-XXX tiga kali dikomfirmasi oleh awak media ini tidak memberikan jawaban.

“BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”

NITA YUPIKA & HERI AS
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

DIDUGA KADES LUBUK LAYANG ILIR KIMTIM LAHAT RAJA KORUPSI DANA DESA PEMALSU TANDA TANGAN

0

“DIDUGA KADES LUBUK LAYANG ILIR KIMTIM LAHAT RAJA KORUPSI DANA DESA PEMALSU TANDA TANGAN”

LAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Seorang kepala desa yang membuat proyek fiktif dapat dijerat pidana korupsi berdasarkan Pasal 2 dan 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (yang telah diubah oleh UU No. 20 Tahun 2001), dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda. Selain itu, kepala desa juga dapat diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara dan subsider kurungan.

Pasal 263 KUHP ayat 1 KUHP mengatur mengenai pemalsuan dokumen, termasuk tanda tangan, dengan ancaman hukuman maksimal selama enam tahun penjara.

Menindaklanjuti keluhahan laporan narasumber yg dapat dipercaya menyangkut dugaan korupsi Dana Desa (DD) senilai lebih dari Rp 5,4 Miliar di Desa Lubuk Layang Ilir Kecamatan Kikim Timur dari tahun 2018 hingga 2025,dugaan pemalsuan tanda tangan Sekretaris Desa (Sekdes)
diduga Sekdes Tidak Tahu Aliran Dana.Sekdes yang seharusnya bertanggung jawab sebagai Koordinator Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD), diduga sekdes tidak pernah dilibatkan dalam pencatatan aliran serta total jumlah Dana Desa yang masuk maupun keluar.

Diduga tanda tangan Sekdes pada seluruh Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa selama Kades menjabat, diduga kuat telah dipalsukan.

Diduga Manipulasi dokumen memuluskan penyalahgunaan dana yang mencapai Rp 5,4 Miliar.

Dugaan Proyek Mangkrak Proyek Sumur Bor yang menelan total anggaran Rp 1,12 Miliar (2019-2024) dilaporkan tidak berfungsi.anggaran satu unit Sumur Bor pada 2019 mencapai Rp 360,4 Juta, mengindikasikan markup.

Dugaan Proyek Fiktif: Proyek ‘Kolam Ikan Gaib’ sebesar Rp 87,4 Juta (2024) yang dicairkan untuk Pemeliharaan Karamba Perikanan Darat, namun secara fisik diklaim tidak ada di lokasi desa.

Diduga Gagal Membangun Dana fantastis ini berbanding terbalik dengan status desa yang tercatat TERTINGGAL selama tiga tahun berturut-turut (2021-2023).

Warga Desa Lubuk Layang Ilir Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan yang mengaku bernama Boyliam 05-10-2025 kepada awak media ini mengatakan terlalu banyak yang disembunyikan oleh Kades kepada kami masyarakat seolah-olah dana desa yang digunakan itu miliknya pribadi. Sumur bor tidak berfungsi mubazir saja membuatnya tidak ada gunanya bagi kami bangunan sia-sia.Katanya ada kolam ikan akan tetapi sampai sekarang kami tidak tahu dimana dan kemana bangunannya atau jenis ikannya, “ujarnya”

Hal yang sama diungkapkan Efrindo yang mengaku warga Desa Lubuk Layang Ilir Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 05-10-2025 dari tahun ketahun Kades selalu tidak jelas apa saja yang dibangunkan dan apa saja bentuknya, tidak ada transparansi kepada masyarakat Semuanya dikendalikan oleh Kades.Uang yang seharusnya dinikmati bersama oleh kami selaku warga dia nikmati sendiri bersama keluarganya, banyak yang tidak jelas bahkan banyak juga yang dibangun tetapi tidak ada fungsinya. Sudah menelan biaya yang besar tetapi malah tidak ada kemana fisiknya didesa kami bahkan selama bertahun-tahun tanda tangan SEKDES dipalsukan dan sampai sekarang antara Kades dan SEKDES tidak sejalan SEKDES tidak berfungsi.Harapan kami laporkan saja kades yang tidam bertanggung jawab bahkan berani korupsi uang desa, “ujarnya”.

Didi Kusnadi Kepala Desa Lubuk Layang Ilir Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Saat Dikomfirmasi oleh awak media ini 11-10-2025 Nomor 0812-7896-XXXX tiga kali dikomfirmasi tidak memberikan jawaban

“BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”

NITA YUPIKA & HERI AS
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”

BERITA TERBARU