“Diduga Galian Liar Berjalan Lancar di Gunung Sembung Kec, Sukatani. APH Kab Purwakarta Tutup Mata:
Purwakarta, Jabar|| Mediacakrabuana.id
Belum berapa lama Dedi Mulyadi menutup galian tanah merah di Gunung Sembung (kemungkinan besar mengacu pada lokasi-lokasi tambang yang ia tinjau) sebagai tindakan tegas terhadap aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan, termasuk masalah kerusakan lingkungan dan keselamatan kerja.
Penutupan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi untuk menata kembali sektor pertambangan agar lebih berkelanjutan.
Salah satu Contoh Desa Sukajaya Kec, Sukatani Kab Purwakarta Jawa Barat
Beredarnya aduan informasi warga terhadap awak media wilayah Sukajaya adanya galian Tanah merah yang setiap harinya di angkut puluhan damtruck di bawa keluar wilayah yang tidak mau di sebutkan namanya
Ia menambahkan dalam penarikan tanah merah tersebut di angkut keluar entah berapa di perjual belikan ujarnya.
Hal tersebut, setelah nantinya rata akan di buatkan tempat Pariwisata,dan kami pun juga bingung tau taunya sudah berjalan proyek tersebut.
Hal tersebut,di kami belum ada izin dari semua warga Sukajaya dan Pihak Dinas Pemerintah Kabupaten Purwakarta lukasnya.
Awak media ini,mencoba menemui Kades Sukajaya Hari selasa 7/10/2025, sedang tidak ada di kantor
Yadi Permana Sekdes Sukajaya mengatakan bahwa benar adanya galian tersebut karena saya dari awal sampai saat ini belum pernah ke lokasi, ungkap Sekdes.
Ia menambahkan nanti nya akan di buat Mini Soccer dan saat ini di kelola oleh Nenda BUMDES Sukajaya yang selalu ada di lokasi jelas Yadi.
Biar jelas terkait itu,Ke kades saja biar enak , kalau saya memberikan keterangan nanti takut salah Lukas sekdes dengan wajah tidak bersahabat.
“Untuk izin lingkungan sudah ada ,tapi di BUMDES kalau untuk izin di kabupaten itu urusan kades tegas sekdes
Awak media ini mencoba WhatsApp ke H Nenda ketua BUMDES Sukajaya, menanyakan kegiatan galian tersebut,tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Dan Sekdes Sukajaya mengarahkan telpon saja Kadesnya ujarnya
Akhirnya awak media mencoba telpon WhatsApp Kades Sukajaya,ia mengatakan saat ini saya sedang di rumah besok aja kita ketemu di kota ucap kades ke awak media
Apa yang di janjikan pihak kepala desa untuk ketemu awak media di kota sampai siang pun ,baru di respon hanya mengirimkan video sedang di luar ada warga yang sedang bermasalah ujar kades.
Seharusnya kades kalau tidak bisa menemui awak media untuk di konfirmasi harusnya memberikan penjelasan dari awal.
Dalam pantauan galian tanah yang di keruk diduga jual belikan dengan modus pembuatan mini soccer dan pariwisata.
Diminta pihak APH Purwakarta segera usut tuntas adanya galian tersebut dan juga dasar Perizinan dari mana di keluarkan sedangkan Dedi Mulyadi juga menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas akibat truk tambang yang merusak jalan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pemerintah.
Sangat di sayangkan kepala desa Sukajaya tidak menggubris adanya larangan yang di buatkan oleh Gubernur Jabar,tapi di tabrak dan di langgar aturan pihak kepala desa ( Red/ Tslm)















