“DUGAAN KEJAHATAN MAFIA BBM BERSUBSIDI DI BANGGAI LAUT: 575 JERIGEN TERBONGKAR, JANGAN BIARKAN HUKUM HANYA GARANG KE RAKYAT KECIL!”
BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH || MEDIACAKRABUANA.ID
Penggerebekan 575 jerigen solar dan Pertalite di atas kapal jolor tujuan Taliabu, Maluku Utara, bukanlah angin lalu. Ini adalah alarm keras atas karut-marut distribusi energi yang langsung mencekik perut rakyat.
Yang bikin geram, penyelidikan awal justru menyeret nama oknum aparat kepolisian. Kalau ini benar, masalahnya bukan lagi BBM ilegal, tapi sudah menginjak-injak marwah institusi yang digaji dari uang rakyat untuk menegakkan hukum, bukan malah jadi backing atau Pelaku Kejahatan Mafia.
SIAPA PEMASOK, SIAPA PENAMPUNG, SIAPA BEKINGNYA?
Angka 575 jerigen itu bukan sedikit. Itu jumlah masif yang mustahil bisa jalan tanpa restu pihak-pihak berkekuasaan.
Dari mana asal muasal lautan jerigen ini?
Bagaimana bisa lolos dari pengawasan SPBU?
Siapa aktor intelektual di balik layar yang memegang kendali distribusi dan aliran dananya?
Bidpropam Polda Sulteng tidak boleh main-main atau sekedar cari aman. Jangan sampai proses hukum cuma tajam ke nelayan atau pengecer kecil, tapi tumpul begitu menyentuh oknum berseragam. Pangkat, jabatan, atau relasi kedinasan tidak boleh jadi tameng untuk cuci tangan.
SERAGAM BUKAN SURAT IJIN KEBAL HUKUM!
Dugaan keterlibatan Bripka RRP dan lampu hijau yang mengarah ke Kapolsek Banggai harus disidik terbuka tanpa ditutup-tutupi. Ingat, sidang etik dan proses pidana itu dua hal yang beda! Jangan jadikan sidang kode etik sebagai alat diskon hukuman untuk mengaburkan unsur pidana murni. Kalau terbukti ada unsur kejahatan terstruktur, seret ke pengadilan umum. Jangan beri ruang bagi impunitas!
Mutasi jabatan atau penunjukan Plh Kapolsek baru tidak akan menyelesaikan masalah kalau otak di balik kejahatan ini dibiarkan melenggang bebas. Publik butuh keadilan nyata, bukan sekedar rotasi administratif untuk meredam kemarahan massa.
BBM SUBSIDI Bukan KAVLING BISNIS GELAP
melainkan hak rakyat kecil, nelayan, dan pelaku usaha mikro yang berdarah-darah mencari nafkah di tengah himpitan ekonomi.
Dirampok demi keuntungan segelintir mafia berdasi dan oknum serakah adalah bentuk pengkhianatan terhadap negara.
Pesan tegas untuk Kapolda Sulawesi Tengah: Buktikan bahwa institusi Polri benar-benar bersih dan berpihak pada kebenaran. Jangan biarkan istilah “mafia BBM” cuma jadi tajuk berita sensasional yang ujung-ujungnya masuk angin.
Hukum wajib berdiri tegak tanpa pandang bulu. Barang bukti 575 jerigen sudah di depan mata jangan biarkan dalangnya menguap begitu saja!
BONGKAR JARINGANNYA, SERET OKNUMNYA, ADILI PELAKUNYA! JANGAN ADA YANG KEBAL HUKUM!















