“PEMBANGUNAN JALAN COR BETON DIDESA BANDAR JAYA KIMBAR LAHAT APBD TA 2026 DIDUGA SUDAH BANYAK YANG RETAK INDIKASI KERUGIAN NEGARA MENGUAT”
Lahat, Sumsel || Mediacakrabuana.id
Pembangunan Jalan Cor Beton Permukiman Desa Bandar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan Sumber Dana APBD Tahun 2026 Pelaksana CV. KAE LANGGENG WIJAYA nilai Kontrak Rp.382.926.000, 00 Pemerintah Kabupaten Lahat Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan diduga sudah banyak yang retak ,menggunakan semen conch dan baturaja, diduga menggunakan material tidak sesuai spek jalan cor beton.
Tindakan mengurangi takaran material demi menghemat biaya (fraud atau kelalaian kerja) berakibat fatal pada kekuatan beton.
Kandungan Semen Terlalu Sedikit atau Tidak sesuai dengan standar mutu beton jalan minimal (misalnya setara K-250 atau K-300).
Agregat Kotor Pasir atau kerikil yang digunakan mengandung lumpur/tanah di atas batas toleransi, sehingga semen tidak bisa mengikat agregat dengan sempurna.
Kegagalan Fondasi dan Tanah Dasar Ini adalah penyebab fatal nomor satu. Beton memiliki kuat tekan yang sangat tinggi, tetapi kuat tariknya sangat lemah. Jika tanah di bawahnya amblas atau tidak stabil, beton akan menggantung.
Kurang Pemadatan Tanah dasar atau lapisan makadam di bawah beton tidak dipadat menggunakan roller (stoomwalls) dengan benar.Tanah Labil/Bergerak,Konstruksi dilakukan di atas tanah ekspansif (mudah menyusut dan mengembang) tanpa adanya perbaikan tanah terlebih dahulu.Lapisan agregat di bawah beton terlalu tipis, sehingga tidak mampu membagi beban mati beton secara merata.
Warga kecewa ketika retak tembus struktural hanya ditambal menggunakan acian semen tipis (kamuflase) demi mengejar formalitas foto laporan serah terima.
“Kalian pikir kami tidak mengerti dan tidak tahu teknik? Retak terbelah begini cuma diolesi semen encer biar kelihatan mulus dari jauh. Itu bukan memperbaiki, itu namanya membohongi publik dan menipu negara!” ujar salah satu warga desa Bandar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan 10-2026 yang mengaku bernama ijonk”.
Untuk Pengawas proyek yang dibayar untuk kerja,Jalan retak dari ujung ke ujung begini kok bisa lolos pengawasan,Jangan sampai tidak diawasi. Sering kali kontraktor mencoba menutupi komplain dengan menyiram celah retakan menggunakan semen encer atau aspal tipis agar terlihat rapi secara visual saat serah terima,kami warga berharap proyek seperti ini jangan asal diterima,jangan asal bayar karna uang itu uang rakyat.”tutur salah satu warga yang meminta namanya jangan ditulis”.
Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan Kabupaten Lahat Sampai berita ini diterbitkan belum bisa dikomfirmasi.
” BERSAMBUNG KEEDISI SELANJUTNYA”
HERI AS & NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”















