BOBOL! Anggaran Revitalisasi SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas Rp 1,2 Miliar Tahun 2025 Diduga Jadi Bancakan, RAB Baja Jadi Kayu Murahan!

0
18 views

BOBOL! Anggaran Revitalisasi SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas Rp 1,2 Miliar Tahun 2025 Diduga Jadi Bancakan, RAB Baja Jadi Kayu Murahan!

 

MURATARA, MEDIACAKRABUANA.ID

Proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Tahun Anggaran 2025 senilai *Rp 1,2 Miliar diduga kuat menjadi bancakan korupsi. Anggaran jumbo yang seharusnya untuk atap baja ringan, justru diduga diganti dengan kayu murahan.

Temuan tim Cakrabuana.id di lapangan sangat mencengangkan. Dalam dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek DAK Fisik Pendidikan 2025 tersebut, kerangka atap jelas tertulis menggunakan Rangka Baja Ringan Galvanis Tipe C75 – 0,75mm yang harganya mahal dan tahan 20 tahun. Namun fakta di atas plafon SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas, yang terpasang adalah kayu kelas 3 yang harganya hanya sepertiga dari baja ringan.

“Ini akal-akalan kontraktor bos. RAB nya baja ringan Rp 1,2 Miliar, yang dipasang kayu. Jelas selisih harganya bisa Rp 400 sampai Rp 600 Juta masuk kantong pribadi. Ini namanya penipuan dan korupsi,” ungkap salah satu tukang bangunan yang pernah mengerjakan proyek sekolah di Muratara, Sabtu (03/10/2026).

Bukti Dugaan Penyelewengan Rp 1,2 Miliar:

1. RAB vs Fakta Berbanding Terbalik:
– RAB: Rangka Atap Baja Ringan + Plafon Gypsum + Atap Spandek Kualitas 1
– Fakta Lapangan: Rangka Kayu Campur, Plafon Asbes Murah, Atap Seng Tipis Bergelombang.

2. Hitungan Kasar Mark-up:
– Harga Baja Ringan per m2 terpasang: Rp 180.000
– Harga Kayu Murahan per m2 terpasang: Rp 70.000
– Luas atap SDN Kuto Tanjung sekitar 400 m2. Selisihnya saja sudah *Rp 44 Juta* hanya untuk rangka. Belum lagi mark-up plafon, cat, dan lantai.

3. Bangunan Baru Sudah Rusak: Padahal baru selesai 2 bulan lalu (Agustus 2025), plafon SDN Kuto Tanjung sudah jebol di 2 titik ruang kelas, kayu rangka atap sudah melengkung karena tidak kuat menahan beban, dan atap bocor saat hujan.

4. Papan Proyek Sengaja Dihilangkan: Tidak ada papan proyek di lokasi, sehingga warga tidak tahu siapa CV pelaksananya, siapa konsultan pengawasnya, dan berapa hari kalender kerja.

Akibat ulah nakal ini, puluhan siswa SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas terancam keselamatannya. Mereka belajar di bawah atap kayu yang lapuk dan terancam ambruk.

Warga Ngamuk, Desak Kajari Turun:

Wali murid dan Komite Sekolah SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas kini ngamuk dan meminta keadilan.

“Kami sudah foto semua bos, ini rangka kayunya. Di RAB baja ringan. Ini jelas pembohongan publik. Kami minta Bupati Muratara pecat Kadis Pendidikan jika tidak mau mengawasi. Kami minta Kejari Lubuklinggau segera sita dokumen RAB proyek Rp 1,2 Miliar ini dan periksa kontraktornya,” tegas Ketua Komite SDN Kuto Tanjung.

Mereka juga mendesak Inspektorat Muratara untuk melakukan audit fisik, dengan cara membongkar plafon untuk membuktikan apakah rangka atap tersebut baja atau kayu.

Jika terbukti RAB baja jadi kayu, maka kontraktor dan oknum Dinas Pendidikan Muratara terancam dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah SDN Kuto Tanjung Ulu Rawas, PPK Dinas Pendidikan Muratara, dan Kontraktor pelaksana belum bisa dikonfirmasi. Telepon seluler mereka tidak aktif.

Redaksi Cakrabuana.id masih di lokasi SDN Kuto Tanjung dan membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999.

 

Tim Investigasi: Cakrabuana.id
Red Gunadi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini