Ziarah GMRI Bersama Sahabat Negarawan ke Makam Proklamator dan Tokoh Pejuang Bangsa Indonesia.

0
466 views

Oleh: Jacob Ereste
Menyambut bulan proklamasi bangsa Indonesia, Tim GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) yang aktif ikut membangun Forum Negarawan, sudah lama ingin melakukan ziarah kepada tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Pada hari Senin, 31 Juli 2023 berziarah ke makam Pejuang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Dr. H. Mohammad Hatta di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Setidaknya di makam rakyat kebanyakan ini, terdapat tiga tokoh yang telah mengukir sejarah di Indonesia. Selain Wakil Presiden RI yang pertama kelahiran 12 Agustus 1908 yang mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden Indonesia pada tahun 1956, ada juga Kakek dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, Abdurahman Baswedan serta Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah yang lebih dikenal dengan sebutan Buya Hamka pendiri dan perintis perguruan Al Azhar , ulama, filsuf, dan sastrawan Indonesia.

Ziarah khusus Tim GMRI kali ini untuk memperoleh petunjuk, inspirasi maupun aspirasi agar dapat memperoleh kemudahan dalam melaksanakan program Posko Negarawan serta Forum Negarawan yang telah mempunyai jadual rutin pertemuan setiap bulan pada tanggal 11, dan pada bulan Agustus 2023 akan kembali dilaksanakan di Museum Satria Mandala, Jl. Gatot Subroto , Jakarta dengan topik utama Kebangsaan dan Kenegaraan dalam pandangan para tokoh dan sahabat negarawan.

Bung Hatta, demikian panggilan akrab serta penghormatan kepada Pejuang Kemerdekaan serta Proklamator bangsa dan negara Indonesia pada 17 Agustus 1945. Proklamator dan pejuang kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta lahir di Kampung Aur, Tajungkang, Bukitinggi, 12 Agustus 1902, wafat pada 14 Maret 1980. Sedangkan Hj. Siti Rahmiati Hatta, lahir di Bandung pada 16 Februari 1926, wafat di Jakarta, pada 23 April 1999.

Tim GMRI mengirim do’a khusus kepada para Pahlawan Kesuma Bangsa Indonesia tersebut agar memperoleh restu dan kemudahan dalam meneruskan perjuangan funding fathers, agar cita-cita kemerdekaan segera terwujud, yaitu menuju masyarakat yang makmur dan berkeadilan serta merdeka sepenuhnya di negeri kita sendiri.

Ziarah ke makam para tokoh ini merupakan bagian dari tradisi spiritual GMRI sebagai penggerak utama dari gerakan kebangkitan kesadaran spiritual bagi segenap warga. bangsa Indonesia yang harus dan patut berpegang pada etik profetik dalam setiap gerakan dan tindakan atau perbuatan yang senantiasa harus berpegang kepada ajaran serta tuntunan illahi Rabbi yang dibawa oleh para Nabi .

Setidaknya, untuk menyambut suasana bulan proklamasi bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai spiritual dan religiusitas dari suasana kebatinan bangsa Indonesia perlu dibangun dan dibangkitkan terus menerus seperti semangat dan heroisme pejuang kemerdekaan pada waktu itu. Sebab esensi dari upaya memperingati momen proklamasi pada 78 tahun silam itu, patut dan pantas untuk terus dipelihara nyala api dari semangat juang yang heroik para pejuang kita yang tiada pamrih itu dapat diteruskan, tanpa lelah dan tiada hasrat untuk menyerah.

Sebab hanya dengan cara itu, sikap khianat terhadap cita-cita proklamasi bangsa Indonesia yang nyaris memasuki satu abad usianya, musuh kita semakin nyata adalah kini bangsa kita sendiri. Karena itu, ziarah ke makam para leluhur yang telah dilakukan GMRI ke berbagai tempat, merupakan bagian dari kesadaran diri agar tidak sampai durhaka dan terkutuk seperti mereka yang tega menggadaikan kekayaan dan harga diri bangsa Indonesia kepada bangsa asing.

Tanah Kusir, 31 Juli 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini