Oleh :Jacob Ereste
Kepemimpinan spiritual sebagai sebuah model yang diidolakan oleh GMRI (Gerakan Modal Rekonsiliasi Indonesia, 2013) dengan motor penggerak utama Sri Eko Sriyanto Galgendu, setidaknya terus semakin gencar dan vokus sejak tiga tahun silam (2020) hingga tahun 2022 telah mengembangkan sayap aktivitas serta kiprah pergerakannya dengan membuat sejumlah Posko Negarawan di berbagai wilayah dan daerah untuk menemukan satu model dari kepemimpinan spiritual yang diharap mampu menjaga, membangun serta menuntun bangsa dan negara Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, jujur, adil, sejahtera, rukun dan damai dalam suatu tata peradaban yang dapat menjadi acuan serta kebanggaan manusia di muka bumi.

Kepemimpinan spiritual adalah kepemimpinan yang diilhami oleh keyakinan serta kepercayaan terhadap Tuhan sebagai pencipta bumi serta segenap isinya yang ada dibawah langit sebagai simbol nyata dari kekuasaan Allah SWT yang tidak mungkin tergapai atau sekedar ingin disaingi oleh jenis makhluk apapun.

Model dari kepemimpinan spiritual yang diidolakan oleh GMRI adalah kepemimpinan yang sadar sebagai pengemban amanah mulia (Tuhan, jagat raya dan seisinya teristimewa bagi manusia sebagai khalifah) di bumi.

Kejujuran, cinta damai, tulus dan ikhlas beramal saleh, memiliki semangat bekerja keras dan gigih, bisa menjadi motivator serta contoh tauladan mulai dari kata hingga sikap dan perbuatan demi dan untuk orang banyak.

Sosok ideal dari kepemimpinan spiritual ini dalam kreteria (rumusan sementara) GMRI bersama Posko Negarawan adalah untuk siapa saja dari mereka yang memiliki kerendahan hati, tidak pongah (apalagi suka berjanji bohong), tak gemar pada pencitraan, rendah hati dan tidak sombong. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah, ugahari dan sikap serta sifatnya yang merakyat, kesederhanaan, tidak tamak dan tidak pula rakus, utamanya untuk tidak culas mengangkangi hak orang lain.

Meski begitu, sosok ideal seorang yang berjiwa kepemimpinan spiritual selalu berpagang teguh pada prinsip serta sikap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan milik siapapun, serta mempunyai harga diri yang tinggi, tak hendak malanggengkan kekuasaan dengan curang, termasuk usaha menumpuk harta guna melanggengkan kekuasaan.

Sikap ugahari dari sosok seorang yang memiliki karakter dalam kepemimpinan spiritual telah berulang kali menjadi topik diskusi intensif bersama kerabat dan sahabat GMRI dan Posko Negarawan yang dikomando oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu selaku wali spiritual Indonesia untuk siapa saja mereka yang bersedia berkorban untuk orang lain. Sikap yang tegat dan teguh itu dilakukan bila dianggap dapat membuat kondisi maupun situasi akan lebih baik bagi orang banyak. Sehingga nilai serta harkat dan martabat manusia senantiasa dijunjung tinggi, mendapat tempat yang terhormat. Apalagi ketika ada berkaitannya dengan harga diri serta martabat bangsa yang tidak boleh sedikitpun direndahkan oleh bangsa-bangsa lain yang ada di dunia ini.

Banten, 28 Maret 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here