www.mediacakrabuana.id | PT Media Cakrabuana News | Halaman 162    
Beranda blog Halaman 162

DPRD Tanggamus Gelar Rapat Paripurna Istimewa Mendengar Pidato Perdana Bupati Tanggamus Pilihan Rakyat Periode 2025 – 2030 Hi.Moh Saleh Asnawi

0

DPRD Tanggamus Gelar Rapat Paripurna Istimewa Mendengar Pidato Perdana Bupati Tanggamus Pilihan Rakyat Periode 2025 – 2030 Hi.Moh Saleh Asnawi

Tanggamus — Mediacakrabuana.id

DPRD Kabupaten Tanggamus menggelar Rapat Paripurna Istimewa pada Kamis (6/3/2025) untuk mendengarkan pidato perdana Bupati terpilih periode 2025-2030, H. Moh. Saleh Asnawi.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus, Agung Setyo Utomo, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota DPR RI Komisi III Rano Alfath. Hadir juga anggota DPRD Provinsi Lampung Mukhlis Basri dan Heni Susilo, perwakilan Gubernur Lampung Sulfakar, Forkopimda Tanggamus. Kemudian tampak hadir Pimpinan OPD Pemkab Tanggamus, perwakilan Apdesi, camat, tokoh masyarakat, insan pers, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Tanggamus, Agung Setyo Utomo, mengapresiasi jalannya Pilkada yang berlangsung aman dan tertib hingga pelantikan Bupati dan Wakil Bupati oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025 di Istana Merdeka. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif dan bersatu dalam membangun Kabupaten Tanggamus agar semakin maju dan sejahtera.

“Kami, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tanggamus, bersama seluruh masyarakat, mengucapkan selamat kepada Bupati H. Moh Saleh Asnawi dan Wakil Bupati Agus Suranto. Semoga kepemimpinan mereka membawa perubahan positif bagi Tanggamus,” ujar Agung Setyo Utomo.

Sementara itu dalam pidato perdananya, Bupati Moh Saleh Asnawi menegaskan bahwa masa perbedaan politik telah usai. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu demi kemajuan Tanggamus.
“Hari ini saya tegaskan, tidak ada lagi perbedaan, tidak ada lagi kubu politik, tidak ada lagi sekat yang memisahkan kita. Kita semua adalah masyarakat Tanggamus yang memiliki satu tujuan: membangun daerah ini menjadi lebih baik, lebih hebat, dan lebih maju,” tegasnya.

Ia juga menekankan komitmennya untuk melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan selama lima tahun ke depan.

Untuk mewujudkan perubahan nyata, ia menyampaikan lima visi dan misi utama, yaitu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mengembangkan potensi ekonomi lokal, mendorong pemerataan pembangunan, memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan dengan berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Visi besar ini bukan sekadar janji, tetapi panggilan bagi seluruh masyarakat Tanggamus untuk berkomitmen bersama dalam pembangunan daerah,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, Bupati meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menerapkan budaya kerja yang transparan, akuntabel, dan fokus pada hasil nyata.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menerapkan budaya kerja ‘Jalan Lurus’. Kita harus memulai kebiasaan baru yang lebih transparan dan berorientasi pada hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Di akhir pidato, Bupati menegaskan bahwa salah satu prioritas utamanya adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Tanggamus.

“Setiap anak di Tanggamus berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah karena kemiskinan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berjanji akan meningkatkan layanan kesehatan dengan pemerataan tenaga medis, penyediaan obat-obatan yang memadai, serta optimalisasi layanan rumah sakit dan puskesmas.

“Kami akan memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang optimal dan berkualitas,” pungkasnya.

Pidato perdana Bupati H. Moh Saleh Asnawi menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata di Kabupaten Tanggamus. Dengan semangat persatuan, pemerintahan yang transparan serta fokus pada dunia pendidikan dan kesehatan, ia optimis bahwa Tanggamus akan berkembang lebih maju dalam lima tahun ke depan.( Redaksi)

DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT JUM”AT BERKAH BAGI-BAGI TAKJIL DIDESA ULAK LEBAR LAHAT

0

DPD IWO INDONESIA KAB LAHAT JUM”AT BERKAH BAGI-BAGI TAKJIL DIDESA ULAK LEBAR LAHAT

LLAHAT SUMSEL || MEDIACAKRABUANA.ID

Jumat Kedua dibulan Puasa 14-03-2025 bertempat diDesa Ulak Lebar Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan menjadi tempat Berbagi berkah Ratusan Takjil oleh Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO I) Kabupaten Lahat.Memberi bukan karena Lebih Hanya Peduli Sesama.Setelah berbagi takjil dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dikediaman Syahril ketua Divisi IWO Indonesia Kabupaten Lahat.

Cenik warga penerima berkah takjil 14-03-2025 disaat menerima bungkusan takjil dengan senyum ceria berkata , Alhamdulilah rezeki dibulan puasa, terimakasih atas berkahnya,semoga rezeki IWO Indonesia Kabupaten Lahat jaya selalu,sukses dan kedepannya dapat selalu berbagi kewarga Kabupaten Lahat ,” ujarnya seraya berlalu”.

Lisa warga Kabupaten Lahat yang melintas dijalan Desa Ulak Lebar 14-03-2025 dengan senyum sumringah berkata Terimaksih IWO Indonesia atas pemberian Takjilnya,ini rezeki kami untuk berbuka puasa nanti,bukan kue atau es nya tetapi kami sangat bangga ada yang perduli dan mau berbagi takjil dibulan ramadhan berkah ini,semoga amal ibadah teman-teman bertambah dan semoga rezeki teman-teman IWO Indonesia selalu berlimpah dan berkah ,Aamiin yra,”ujarnya”.

HERI AS Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO I) Kabupaten Lahat 14-03-2025 menyampaikan Alhamdulilah dijum”at kedua ini DPD IWO Indonesia Kabupaten Lahat dapat berbagi berkah takjil diDesa Ulak Lebar Kecamatan Lahat ini.Ini merupakan kegiatan sosial yang kedepannya akan tetap berlangsung dan akan selalu berbagi berkah, “ujarnya”.

Heri As menambahkan dibulan ramadhan ini yang berkah ini bukan hanya menahan haus dan lapar tetapi tentang berbagi dan peduli kesesama saling membantu. Semoga sedikit rezeki ini menjadi berkah dan nantinya Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia Kabupaten Lahat akan selalu berkontribusi untuk kepentingan masyarakat kabupaten Lahat ini, ” Tutupnya”.

HERI AS & NITA YUPIKA
“TEAM PEMBURU KORUPTOR”.

Endang Gustina: ‘Saya Hanya Jualan Baju, Menghidupi Banyak Anak Dengan Cara yang Halal’

0

Endang Gustina: ‘Saya Hanya Jualan Baju, Menghidupi Banyak Anak Dengan Cara yang Halal’

Sumatra Utara – BATUBARA,- MEDIACAKRABUANA.ID

Penggrebekan Polres Batubara yang dipimpin oleh Kanit Jimmy Sitorus dan kawan-kawan patut dipertanyakan, pasalnya pada saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan barang bukti narkoba.

Saat awak media yang bertugas mengkonfirmasi langsung terkait kejadian tersebut, diketahui bahwa endang membantah semua pemberitaan beberapa media dari rilisan pihak polres Batubara, pada Jum’at.(14/3/25)

Sebelumnya, penggeledahan tersebut dilakukan pada hari Rabu, tanggal 12 Maret 2025, sekitar pukul 11.40 WIB yang lalu.

Tim Satres narkoba bekerja sama dengan personil Polsek Indrapura dalam melakukan penggeledahan terhadap rumah yang diduga milik Incan dan Endang.

Namun, pada saat penggeledahan, tidak ditemukan barang bukti narkotika di tempat tersebut. Tim Satres narkoba tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah Batu Bara.

Kanit I Satres narkoba IPTU Jimmy Sitorus S.H mengatakan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Batu Bara untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah Batu Bara.

Endang mengatakan bahwa, “Saya hanya berjualan baju untuk menghidupi keluarga yang lebih kurang sebanyak 20 orang anak dengan cara yang halal”, ungkapnya kepada awak media yang bertugas.

Lebih lanjut, saat penggeledahan disaksikan oleh banyak warga yang pada saat itu sedang berbelanja baju disana.

“Ya bg, saya malu dengan suami saya saat Penggrebekan dari Polres Batubara dianggap saya berjualan Narkoba, padahal hanya jualan baju bg, masyarakat ramai di dalam rumah saya sedang milih baju”, katanya lagi.

Dalam penggeledahan tersebut yang dilakukan Satres narkoba Polres Batu Bara tidak ditemukan dari laporan masyarakat, “Masyarakat yang mana?”, ucapnya lagi sambil terheran heran.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa di Bulan Suci Ramadhan Tahun 2025, dia pun sangat mendukung agar pemberantasan narkoba di wilayah tersebut yang dianggap Aparat Kepolisian sebagai daerah yang rawan akan penyalahgunaan narkoba dapat diusut tuntas tanpa menyakiti hati masyarakat awam yang tidak terlibat dan buta akan hukum agar tidak salah persepsi di kemudian hari terhadap kinerja Polisi. (Tim/Rz)

Personel Brimob Evakuasi dan Bersihkan Material Longsor di Padangsidempuan

0

Personel Brimob Evakuasi dan Bersihkan Material Longsor di Padangsidempuan

Padangsidempuan,- Mediacakrabuana.id

Sedikitnya 30 personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut turun membersihkan material longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Padang Sidempuan. Operasi evakuasi dan pembersihan yang dipimpin Danki 1 Batalyon C, AKP, Marihot Sitorus bergerak cepat untuk menggeser tumpukan tanah longsor dan ranting pohon yang menutupi mulut jalan, sehingga akses vital di Jalan Raja Inal Siregar, Batunadua Jae, Kecamatan Padang Sidempuan Batunadua, Sumatera Utara dapat segera dibuka kembali.

Operasi pembersihan yang dimulai pada, Jumat (14/3) dini hari ini terus berlanjut hingga pukul 07.00 WIB. Dalam proses tersebut, tim tidak hanya membersihkan jalan dari sisa-sisa longsor, tetapi juga melakukan evakuasi terhadap kendaraan roda dua yang tertimbun.

Satu unit sepeda motor Honda CBR 150 cc yang terseret dan terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 5 meter juga berhasil diangkat oleh tim.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han dalam arahannya, Jumat (14/3) memberikan arahan tegas kepada seluruh personelnya untuk selalu cepat dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat. Ia juga menekankan pentingnya untuk tidak lupa berdoa sebelum melaksanakan tugas, sebagai fondasi semangat dan keberhasilan misi. Arahan tersebut tercermin dalam kinerja sigap dan terkoordinasi dari tim yang berhasil mengembalikan kondisi jalan ke keadaan normal, sehingga aktivitas masyarakat dapat segera beroperasi kembali.

Kejadian ini menjadi bukti nyata komitmen Brimob Polda Sumut dalam menghadapi bencana alam dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi.

Masyarakat setempat pun mengapresiasi kesigapan dan kerja keras tim, yang telah melindungi infrastruktur dan menyelamatkan aset warga di tengah ancaman bencana. Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat, Brimob terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat (Tim)

Gelar Aksi Damai, Warga Perumahan Cluster Elaeis Tagih Janji Depelover Penuhi PAM dan Bronjong

0

Gelar Aksi Damai, Warga Perumahan Cluster Elaeis Tagih Janji Depelover Penuhi PAM dan Bronjong

MEDAN,- MEDIACAKRABUANA.ID

Ratusan warga Perusahaan Kota Mandiri Bekala (BKB) Cluster Elaeis Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang menggelar aksi damai di kantor Depelover PT. Propernas Nusa Dua, Jumat (14/3/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dengan berbondong-bondong para warga juga membawa beberapa spanduk-spanduk yang bertuliskan berbagai tuntutan mereka yang sebelumnya telah dijanjikan oleh managamen developer perumahan tersebut.

“Penuhi janji kalian PND (PT. Propernas Nusa Dua) kepada kami. Jangan bohongi warga Elais. Segera pasang saluran PAM. Kami butuh bronjong dipinggir sungai. Di perumahan banyak maling dan PND pembohong,” tulis warga dalam spanduk seraya berharap pimpinan developer menemui mereka.

Perwakilan warga bernama Kristian Charles Ginting (59), kepada wartawan media ini menyampaikan maksud dan tujuan menggelar aksi hari ini adalah tak lain untuk menagih beberapa janji developer kepada pihaknya yang belum terpenuhi, meskipun diakuinya telah ada beberapa janji telah direalisasikan.

“Kami minta saluran PAM air bersih disambung dan dipasang, kemudian bronjong sungai serta tembok di pinggiran sungai Perumahan,” kata Kristian Charles Ginting.

Dia menegaskan bahwa masih banyak falilitas-fasilitas warga perumahan yang belum direalisasikan oleh developer PT. Propernas Nusa Dua, karena merupakan hak warga. Dia mencontohkan seperti bronjong sungai untuk menangkal abrasi dan longsor.

“Kami menuntut hak kami yang dijanjikan, karena sampai saat ini belum terealisasi semuanya. Seperti PAM dan bronjong sungai. Sudah setahun lebih janji mereka belum dipenuhi semua,” ujar Kristian diamini warga lainnya.

Kata Kristian, dulu developer berjanji bahwa tembok perumahan dibelakang dipinggir sungai tersebut akan dipasang dan harus tertutup, namun belum semua dilakukan. Itulah sebabnya pihaknya mendatangi developer.

Usai menggelar aksi, pihak warga diterima dan bertemu dengan managemen developer, lalu terjadi diskusi atau dialog atas tuntutannya.

“Tadi sudah bertemu dengan kami, alhamdulila air bakal diselesaikan lebih kurang sampai bulan 5 (Mei), dan mungkin bulan 3 – 4 ini akan ada yang masuk dan selesai semua. Untuk bronjong yang jelas minggu depan dikerjakan lagi kembali,” ungkap Kristian usai bertemu dengan Agus, Manager Operasional, dan Ragil Kepala Produksi.

Ditegaskannya, sebagian besar yang dijanjikan developer akan dilaksanakan berupa PAM Air dan Bronjong. “Harapan kami semua direalisasikan dan jangan hanya janji karena mereka yang berjanji kepada kami,” ucapnya bersama warga lain sambil meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.00 WIB. (Tim)

Kuasa Hukum FG Akan Segera Melaporkan Media Online Seroja News Ke Mapolda Riau

0

Kuasa Hukum FG Akan Segera Melaporkan Media Online Seroja News Ke Mapolda Riau

Pekanbaru | Mediacakrabuana.id

Dengan beredarnya berbagai pengusaha terkait legal atau ilegal ternyata masih banyak oknum – oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Disalah satu usaha pemilik FG yang tentunya membuka usaha yang seperti dilakukan penguasa lainnya. Namun tak di sangka oknum yang mengaku dari salah satu media online Seroja News melakukan kunjungan dan meminta bantuan diluar kemampuan.

Dari penjelasan AT sebagai kepercayaan pemilik usaha bahwa oknum tersebut meminta sejumlah uang dalam bentuk barang diluar batas kemampuan, sehingga FG terpaksa melaporkan kepada tim kuasa hukumnya dalam menanggapi persoalan percobaan pemerasan.

AT sebagai kepercayaan FG juga ikut akan melaporkan hal ini kepada tim kuasa hukumnya agar dapat ditindak lanjuti sesuai dengan pasal yang berlaku terkait mencoba melakukan tindakan pemerasan.

Pemilik usaha FG merasa adanya percobaan pemerasan dari salah satu media online Seroja News dengan meminta bantuan dalam bentuk barang untuk kepentingan pribadi. Dengan kejadian ini kuasa hukum FG akan melaporkan media online Seroja News dalam konteks melanggar kode etik Jurnalistik dan pelanggaran mencoba melakukan tindakan pemerasan sesuai pasal 369 ayat (1) KUHP.

Kuasa hukum FG, berharap media online Seroja News tersebut dapat dibekukan.

Sekali lagi kuasa hukum FG mengatakan dengan jelas kejadian ini memang terdapat mencoba melakukan tindakan pemerasan dengan meminta dalam bentuk barang untuk kepentingan dengan cara melakukan percobaan pemerasan, hal ini akan kami tampilkan dengan bukti2 melalui WhatsApp dengan nomor 08387952xxxx dengan pelanggaran kode etik jurnalis dan Pasal 369 ayat (1) KUHP dalam hal mencoba pemerasan. Sehingga Media online Seroja News dapat dibekukan oleh Dewan pers. Karena sudah mencoreng profesi jurnalis. Ungkapnya.

Red

Puskesmas Cipayung Berikan Pelayanan Kesehatan Maksimal Bagi Masyarakat Terdampak Banjir

0

Puskesmas Cipayung Berikan Pelayanan Kesehatan Maksimal Bagi Masyarakat Terdampak Banjir

Kabupaten Bekasi || Mediacakrabuana.id

Puskesmas Cipayung Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, berperan penting dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak musibah banjir.

Puskesmas Cipayung telah menyediakan berbagai layanan kesehatan dasar bagi masyarakat, seperti pelayanan kesehatan umum, kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan gigi, serta pelayanan kesehatan masyarakat lainnya.

Dalam melayani masyarakat baik saat menghadapi musibah banjir mapun pasca banjir, Puskesmas Cipayung telah mendirikan Pos Kesehatan di beberapa titik dan melayani masyarakat secara komprehensif.

Ajat Jatnika Kepala Puskesmas Cipayung, mengungkapkan bahwa pelayanan Puskesmas Cipayung diterapkan secara maksimal apalagi saat masyarakat terimpa musibah banjir.

” Saat terjadi bencana banjir, Kami siagakan pos kesehatan di sah satu rumah warga di kampung Ciranggon kami tempat kan petugas petugas kami untuk melayani masyarakat, mengantisipasi timbulnya penyakit baik penyakit kulit atau lainnya yang diakibatkan dampak dari musibah banjir yang melanda Cipayung, ujar Ajat Jatmika, Kamis, 13/03/2025.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, baik Pemeritah desa, Karang Taruna dan masyarakat yang telah membantu kami dalam melayani masyarakat terutama kepada warga dan tokoh masyarakat yang memberikan tempat untk dibuka nya pos kesehatan.

“Peran Puskesmas Cipayung dalam melayani masyarakat saat bencana banjir telah didukung oleh berbagai pihak, dan kami mengucapkan terimakasih atas peran aktinya membantu kami dalam melayani masyarakat dengan keterbatasan dan kekurangan kami, pungkasnya.**
( Red)

Jacob Ereste :Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit

0

Jacob Ereste :
Pulang Mudik Yang Terhimpit Kondisi Ekonomi Yang Sulit

Mediacakrabuana.id

Meski lebaran hari raya Idul Fitri 2025 masih beberapa hari lagi, bingkisan lebaran dan THR sudah datang dari seorang sahabat yang jauh. Agaknya, dia takut bingkisan dan THR yang dia kirimkan terlambat. Karena itu, dari sahabat yang lebih dekat tinggalnya, mungkin merasa tak terlalu khawatir untuk mengirimkan beberapa hari nanti. Meskipun saat mendekati waktu perayaan hari raya Idhul Fitri tiba, kesibukan jasa pengiriman termasuk Petugas Pos milik Pemerintah Ajan kewalahan juga seperti tahun lalu.

Arus mudik mungkin hari raya tahun ini tidak akan terlalu sibuk. Akibat kondisi ekonomi nasional serta rakyat sedang terpuruk. Mungkin sudah berada dibawah titik nol. Sebab semua usaha tampak macet. Banyak pedagang baru yang bermunculan tapi tidak ada pembeli. Hingga beragam macam buah-buahan yang melimpah hasilnya tahun ini, tampak merana karena tiada ada pembeli.

Agaknya, karena kondisi ekonomi umumnya sedang terkulai lesu seperti itu, gairah untuk mudik pun terkesan tidak terlalu menjadi minat banyak orang. Bahkan pergunjingan soal mudik pun seperti tak pernah menjadi topik bahasan yang serius. Padahal, pemerintah bersama sejumlah instansi bahkan pihak swasta sudah banyak menawarkan pulang mudik gratis.

Tiadanya gairah untuk pulang mudik, tentu saja masalahnya bukan sekedar ongkos. Tapi perlu menyangking semacam buah tangan untuk keluarga di kampung yang seabrek jumlahnya itu.

Betapa tidak, mulai dari Kakek dan Nenek hingga jajarannya sampai sepupu dekat dan sepupu jauh serta tetangga kiri dan kanan, terasa kurang abdol bila tidak dibawakan buah tangan khusus, seperti yang acap dibayangkan dahulu semasa di kampung bahwa apa saja yang berasal dari kota pasti memiliki daya tarik tersendiri. Ya, maklum saja di kampung tidak terlalu banyak seperti yang dapat ditemui di kota.

Dengan kata lain, dapat segera dibayangkan minimal untuk oleh-oleh itu dengan asumsi ongkos bisa gratisan. Sementara dalam tradisi mudik, tidak mungkin dan tidak jamak dilakukan sendiri tanpa mengikutsertakan keluarga. Lha, dengan anak istri atau suami saja minimal sudah tiga orang biayanya yang harus disediakan. Belum lagi kalau mau memboyong serta cucu dan menantu, minimal perlu disediakan satu unit kendaraan berikut bekel atau sangu dan kebutuhan lainnya selama dalam perjalanan. Maka dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit sekarang ini, hasrat atau semacam mimpi untuk pulang mudik ke kampung lebih dominan untuk ditunda pada lain kesempatan.

Karena itu hingga pertengahan bulan ramadhan berjalan, topik maupun wacana perihal mudik masih sepi-sepi saja. Soalnya bukan tak ada hasrat dan gairah untuk setahun sekali menjenguk kampung halaman dan keluarga yang ada, tapi peluang untuk mudik memang sedang terkekang oleh kondisi ekonomi nasional yang merata susahnya.

Agaknya itu pula sebabnya bingkisan lebaran dan THR sudah mulai berdatangan. Ini menunjukkan isyarat bahwa untuk sekedar kumpul pun sesama sahabat dan kerabat yang telah mengirimkan bingkisan dan THR-nya itu menunjukkan gejala yang kelak saat lebaran tak mungkin bisa berjumpa.

Yang pasti, soal ucapan selamat lebaran dan permohonan maaf sekiranya ada salah dan khilaf mulai dirancang sekalian menyusun daftar prioritas kepada siapa saja yang paling utama agar tidak sampai terlupakan.

Tradisi pulang mudik saat lebaran itu jelas bagian dari pengaruh agama — tak hanya Islam — karena berkumpul bersama keluarga merupakan bagian dari anjuran agama untuk menjaga silaturahmi agar tak terputus, utamanya dengan generasi berikutnya yang mungkin saja belum sempat berjumpa dan dikenal sebelumnya.

Kendati pada era media sosial berbasis internet sekarang ini menyediakan beragam kemudahan untuk berkomunikasi dan berinteraksi, tetap saja nuansa tatap muka langsung mempunyai nilai psikologis yang tidak dapat disublimasikan. Sebab pertemuan langsung itu memiliki getaran kejiwaan dan keindahan yang tidak akan terlupakan. Ya, apa boleh buat, kerinduan pulang mudik sedang terkait kondisi ekonomi yang sulit, tak hanya di kota, tapi juga di desa kampung halaman kita.

Banten, 13 Maret 2025

Kapolres Bersama Awak Media Membagikan Takjil Kepada Masyarakat!!!! .

0

Kapolres Bersama Awak Media Membagikan Takjil Kepada Masyarakat!!!! .

Pagar Alam-sumsel || Mediacakrabuana.id

Semangat berbagi dibulan suci ramadan 1446 H di jalanan Jalur Dua Demporeokan saat Polisi bersama awak media turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di jalur dua demporeokan tepatnya depan Bank Sumse,Kelurahan Pagar Alam,kecamatan Pagar Alam Utara Kota Pagar Alam Sumsel pada Selasa sore Pkl 16:00 /12/3/2025/.

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat, khususnya para pengendara yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba ini dipimpin langsung Kapolres Pagar Alam AKBP Erwin Aras Genda.

Terlihat Kapolres beserta jajaran Bhayangkari,Awak Media dan mahasiswa dengan antusias membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat sekitar yang melintas.

Dalam keterangannya, AKBP Erwin Aras Genda.menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Bulan Ramadan adalah momen penuh berkah. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama mereka yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa,” ujar Kapolres kepada awak media di lokasi kegiatan.

Senada dengan Kapolres, Ketua PWI Kota Pagar Alam Gusti Agustinus dalam kegiatan berbagi takzil yang di wakilkan langsung oleh Wakil ketua di bidang antar lembaga Len dan Rere turut dalam aksi sosial ini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara awak media dan kepolisian dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Polres Pagar Alam yang melibatkan awak media se Kota Pagar Alam dari beberapa perwakilan organisasi yang ada di Pagar Alam. dalam kegiatan sosial seperti ini Ramadan adalah bulan berbagi, dan kami berharap aksi ini bisa sedikit meringankan beban masyarakat yang masih di perjalanan saat waktu berbuka tiba,” Ujar Gustii

Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengendara yang mengapresiasi aksi berbagi tersebut dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh jajaran Polres Kota Pagar Alam.

Salah satunya, Bor, warga yang kebetulan melintas di lokasi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian aparat kepolisian.

“Alhamdulillah, ini sangat bermanfaat. Terkadang saat macet atau terburu-buru, kita tidak sempat beli makanan. Dengan adanya pembagian takjil ini, setidaknya ada yang bisa dikonsumsi sebelum sampai di rumah,” katanya.

Selain membagikan takjil, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara aparat kepolisian dan masyarakat. Beberapa anggota kepolisian terlihat berinteraksi langsung dengan warga, menyampaikan pesan-pesan keselamatan berkendara, serta mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama bulan Ramadan.

(Heri.CK)

Diduga Tak Miliki Legalitas Usaha, AMCTA Desak Polisi Tangkap Direktur PT MAS

0

Diduga Tak Miliki Legalitas Usaha, AMCTA Desak Polisi Tangkap Direktur PT MAS

MEDAN,- MEDIACAKRABUANA.ID

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cinta Tanah Air (AMCTA) mendesak Kapolrestabes Medan memeriksa dan menangkap Direktur PT MAS.

Pasalnya, PT MAS diduga melakukan penyelewengan terkait perizinan atau diduga tak miliki legalitas usaha pabrik peleburan besi yang berlokasi di Jl. Damar Wulan Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang, Aksi para unjuk rasa mahasiswa sempat memanas , para unjuk rasa memaksa masuk kedalam Polrestabes untuk menjumpai Kapolrestabes,

“Kami meminta agar Kaporestabes Medan memeriksa dan menangkap Direktur PT MAS diduga melakukan penyelewengan terkait perizinan dan legalitas usaha, mendirikan pabrik di tanah ilegal atau tidak sah,” teriak Rapi Lamnur Siregar saat melakukan aksi unjuk rasa di depan markas Polrestabes Medan Jl. H Mohammad Said, Kamis (13/3).

Dalam pernyataan sikap AMCTA yang dibacakan Rapi, mereka juga
meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup Deliserdang untuk segera turun langsung dan memberikan sanksi tegas terhadap pabrik peleburan besi Foundry & Workshop PT MAS yang diduga telah melakukan pencemaran lingkungan akibat kegiatan operasional pabrik tersebut. Diduga tidak memiliki AMDAL, UPL dan APL.

“AMCTA juga meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menangkap oknum-oknum yang diduga terlibat melakukan penyalahgunaan manipulasi data serta meminta kepada Polrestabes Medan untuk memeriksa dan tangkap Direktur PT MAS yang diduga telah menggelapkan pajak demi keuntungan pribadi,” sebut Rapi.

Massa aksi unjuk rasa membubarkan diri setelah surat pernyataan sikap dan tuntutan para pendemo diterima oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diduga tak memiliki sejumlah legalitas, pengusaha pabrik besi Foundry & Workshop Maha Akbar Sejahtera berlokasi di lahan garapan Jl. Damar Wulan Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Senin (10/3) dilaporkan ke Polrestabes Medan.

Laporan pengaduan masyarakat (Dumas) terhadap pabrik peleburan besi tersebut dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Cinta Tanah Air (AMCTA) melalui ketuanya Rapi Lamnur Siregar.

Kepada Wartawan media ini, Rapi menuturkan, berdasarkan observasi yang telah dilakukan AMCTA, diduga telah terjadi manipulasi data yang dilakukan oleh PT Maha Akbar Sejahtera untuk mendirikan pabrik peleburan besi Foundry & Workshop yang didirikan di lahan garapan dan diduga tidak memiliki legalitas bangunan yang sah.

“Berdasarkan hasil investigasi AMCTA, ditemukan beberapa kejanggalan terkait berdirinya pabrik, tidak memiliki legalitas keabsahan kepemilikan lahan/tanah, AMDAL, analisis pengaruh lingkungan (APL) dan upaya pengelolaan lingkungan (UPL),” ujar Rapi didampingi tim investigasi Fikril Hakim dan Ilham Syahputra.

Dijelaskan Rapi, sanksi tidak memiliki izin APL dan UPL berupa sanksi pidana penjara maksimal 3 tahun atau denda maksimal Rp750 juta sesuai Pasal 42 UU No 32 tahun 2009 dan pidana penjara maksimal 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp 1,5 miliar sesuai Pasal 43 UU No 32 tahun 2009.

“Menurut dugaan kami, dalam operasionalnya sejak dari tahun 2021 hingga 2025, pabrik tersebut diduga tidak membayar pajak sehingga mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Deliserdang,” sebut Rapi.

Oleh sebab itu, tambah Rapi, pihaknya meminta Bupati Deli serdang melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk memproses laporan Dumas AMCTA terkait dugaan tak memiliki legalitas keabsahan operasional pabrik peleburan besi tersebut.
Sementara itu, Direktur PT MAS Hazri Fadillah Harahap ketika dikonfirmasi enggan mengangkat sambungan telefon. Bahkan, konfirmasi via whatsApp hingga Senin (10/3) pukul 16:30 belum memberikan jawabannya.

Para mahasiswa yang tergabung dalam AMCTA saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Mako Polrestabes Medan, Kamis (13/3) (Tim)

Jacob Ereste :Bendungan Laut Raksasa Di Pantai Utara Pulau Jawa Jangan Sampai Mangkrak Seperti Hambalang dan IKN

0

Jacob Ereste :
Bendungan Laut Raksasa Di Pantai Utara Pulau Jawa Jangan Sampai Mangkrak Seperti Hambalang dan IKN

Mediacakrabuana.id

Gagasan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono untuk mewujudkan rencana pembangunan tanggul Laut raksasa (Giant Sea Wall) di wilayah pesisir Utara Jakarta, Banten hingga Jawa Timur sungguh bombastis. Sekedar gagasan ide besar itu sungguh menarik, setidaknya sebagai sensasi di tengah ekonomi nasional yang sedang sulit, sehingga dapat sedikit menghibur hati masyarakat.

Rencana program Giant Sea Wall ini tentu masih perlu kajian dan pematangan agar tidak sampai mangkrak, manakala jadi dilakukan. Sebab bisa meninggalkan kerusakan lingkaran bgan yang paling mengerikan. Apalagi perihal dana yang mau dicemplungkan ke laut itu tidak sedikit jumlahnya. Minimal nilainya puluhan kali — atau bahkan ratusan kali — dibanding duit rakyat yang tenggelam di Hambalang. Warisan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memang belum seberapa dibanding IKN Nusantara yang sudah berulang kali dilanda banjir selama musim penghujan sejak akhir tahun 2024 sampai bulan Maret 2025.

Proyek ambisius serupa itu jelas hanya menginginkan adanya legasi semata hingga mengabaikan perhitungan dan kecermatan serta ketelitian dalam teknis pelaksanaan yang diabaikan, akibat semangat untuk tidak mengulang kata ambisius yang melampaui batas kemampuan yang sesungguhnya.

Jadi berbagai kajian yang komprehensif masih perlu dilakukan. Tetapi sebagai mercusuar untuk membangun gairah dan semangat warga bangsa yang ikut loyo akibat kondisi ekonomi tak kunjung membaik, boleh jadi dapat menjadi semacam pemompa semangat agar rakyat tidak semakin ngelokro karena telah lelah memikul beban ekonomi yang semakin berat dan payah.

Tidak hanya soal dana yang perlu dipikirkan dari proyek ambisius dan idealisme itu untuk menyelamatkan penduduk di Pulau Jawa yang bisa tenggelam akibat hempasan air laut yang bakal datang entah kapan waktunya itu. Tetapi teknis dan bentuk konstruksinya serta denah perencanaan perlu kajian panjang dan matang. Belum lagi urgensi serta dampaknya terhadap lingkungan hidup serta model lalu lintas yang kelak bisa di akses oleh setiap agar tetap bebas dalam mengakses kawasan laut pantai Utara Pulau Jawa untuk berbagai keperluan dan kepentingan hidup yang lebih baik dan tetap bebas merdeka.

Sejumlah pelabuhan laut di pantai Utara Pulau Jawa diantara adalah Pelabuhan Sunda Kelapa dan pelabuhan Tanjung Priuk, serta Pelabuhan Labuhan (Panimbang) Banten hingga Pelabuhan Laut Tanjung Emas, Semarang dan Pelabuhan Laut Tanjung Tembaga yang lebih dikenal namanya Tanjung Perak, Surabaya.

Rencana pembangunan Giant Sea Wall yang nyaris 1.000 kilometer yang akan membentang dari ujung Barat sampai ujung Timur pantai Utara Pulau Jawa itu, dapat dibayangkan semacam jalan tool yang bisa dibuat persinggahan pada setiap kota terdekat di pantai Utara Pulau Jawa ini, sehingga memiliki manfaat ganda, tak hanya sekedar untuk menangkal hempasan air laut yang diperkirakan bakal terjadi pada suatu ketika, sehingga bisa menenggelamkan p
pulau Jawa.

Lalu muncul pikiran liar tentang keselamatan Pulau Sumatra yang ada di dekat Pulau Jawa, sungguhkah tidak perlu dikhawatirkan lantaran penduduk Jawa lebih padat atau memiliki keistimewaan tertentu sehingga perlu diprioritaskan ketimbang Pulau Sumatra ?

Pengakuan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penangan Pesisir Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa untuk merealisasikan pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul Laut raksasa yang akan menyita perhatian banyak orang ini. Intinya, tanggul Laut itu untuk menyelamatkan tenggelamnya pantai Utara Jawa akibat gelombang pasang yang konon akan datang dalam waktu dekat.

Satgas Penangan Pesisir Laut Utara Pulau Jawa ini hanya disebutkan terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Agraris dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Pemerintah Daerah. Tak jelas proyek di atas laut ini tidak menyebutkan keterlibatan Kementerian Kelautan, Angkatan Laut dan Bakamla (Badan Keamanan Laut) yang ada.

Kedua instansi yang terkait dengan laut ini jadi menarik tidak disebut terlibat. Padahal jelas tugas pokok Angkatan Laut Republik Indonesia adalah menjaga keamanan dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia di wilayah laut. Karena salah satu tugas TNI Angkatan Laut diantaranya memberi jaminan keselamatan warga bangsa dan negara Indonesia di laut. Bahkan dalam tugasnya Angkatan Laut RI melaksanakan pembangunan dan pengembangan kekuatan Matta Laut. Melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut dan menjaga perairan negara Indonesia dari ancaman bahaya navigasi. Bahkan, TNI Al bertugas pula untuk melakukan pembinaan terhadap masyarakat pesisir pantai dan nelayan.

Sedangkan Badan Keamanan Laut sebagai lembaga pemerintah non kementerian bertugas menjaga keamanan dan keselamatan wilayah perairan Indonesia, bahkan bertugas memberi bantuan SAR (Search and Rescue) di laut. Lalu apa arti serta fungsinya sistem perlengkapan dini yang dimiliki oleh Bakamla ?

Satgas Pesisir Pantura Pulau Jawa memang sudah terbentuk guna mengawal persiapan dan pelaksanaan pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 946 kilometer yang membentang dari ujung Banten hingga ujung Jawa Timur di Gresik.

Atas dasar besaran biaya proyek bendungan raksasa ini, pemerintah berharap dapat dibiayai oleh investor dengan imbalan land value capture dalam arti pemanfaatan lahan kosong dari reklamasi yang akan dilakukan hingga menjadi semacam tanggul raksasa dan luas di atasnya. Begitulah peluang pihak swasta dibuka untuk ikut berperan dalam Giant Sea Wall yang mungkin kelak setelah jadi akan menjadi pesaing tembok China yang legendaris itu. Hanya saja tanggul raksasa yang akan dimiliki oleh bangsa Indonesia tak hanya akan menjadi obyek wisata alam yang menakjubkan, tetapi juga direncanakan pemanfaatannya sebagai jaringan jalan tool, pembangkit listrik tenaga Surya,(PLTS) terapung, real estate dan beragam usaha komersial lainnya serta lahan pemukiman atau untuk lokasi pembangunan 3 juta rumah murah yang juga sedang digagas pemerintah. Yang lebih ideal dan pasti Giant Sea Wall dapat juga dijadikan pula sebagai usaha untuk memperbaiki atau memodernisasi pelabuhan laut Indonesia yang ada di Pantai Utara Pulau Jawa dengan desain dan konstruksi yang memiliki keindahan seni agar dapat menjadi bagian dari obyek wisata alam di tepian laut untuk warga masyarakat kota setempat yang memerlukan tempat rekreasi bersama keluarga. Siapa tahu dengan fasilitas serupa itu, tingkat kesejahteraan warga masyarakat dalam indeks kebahagiaan bisa semakin meningkat.

Banten, 13 Maret 2025

Jacob Ereste :Agama Tidak Dapat Dipisahkan Dari Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Bangsa dan Negara

0

Jacob Ereste :
Agama Tidak Dapat Dipisahkan Dari Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya Bangsa dan Negara

Mediacakrabuana.id

Agama tidak bisa dipisahkan dengan politik, bahkan ekonomi dan sosial agama hingga budaya. Sebab hanya agama yang memberi muatan-muatan spiritual yang meliputi etika,oral dan akhlak manusia agar tetap sempurna sebagai makhluk Tuhan di bumi sehingga pantas dan disebut khalifatullah. Setidaknya dapat segera dibayangkan ketika politik merenggang saja dari agama — belum benar-benar terpisah sehingga pengakuan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa masih tersisa — maka ketimpangan itu dapat dilihat dari apa yang terjadi di Indonesia sejak reformasi 1998 sampai sekarang.

Politik saling Sandra seperti yang terjadi sekarang merupakan buah langsung dari agama yang diabaikan menjadi penuntun etika, moral dan akhlak mulia manusia Indonesia yang terus gaduh mengurus masalah korupsi, sikap khianat dengan menguras sumber daya alam hingga menyalahgunakan mandat rakyat untuk mengelola keperluan orang banyak untuk rakyat.

Hukum yang dipermainkan sampai keadilan yang dijual untuk memperkaya diri, sampai jabatan yang diperdagangkan dalam praktek politik uang, kini menambah penderitaan rakyat yang tidak bergerak dalam kemiskinan dan kebodohan seperti yang tersurat dalam konstitusi Indonesia untuk merdeka secara lahir dan batin. Karena itu dalam politik negara hingga ekonomi pemerintahan tidak bisa mengabaikan agama sebagai penuntun jalan agar tidak tersesat maupun menyesatkan diri untuk menempuh jalan pintas, seperti ingin kaya melalui korupsi, ingin gelar untuk pencitraan dan gengsi melalui makelar atau membeli dengan cara apapun. Sehingga esensi keilmuan pun palsu mengikuti janji-janji bohong untuk menipu orang lain. Padahal, pada hakikatnya semua itu lebih parah dari sikap menipu dirinya sendiri.

Agama yang terpisah dari ekonomi telah melepas persaingan tak sehat, tipu daya dan kecurangan dalam berbagai bentuk usaha dan perniagaan yang tidak berbasis pada etika, moral dan akhlak mulia bahwa kejujuran itu hanya mungkin terpelihara dari bilik agama yang kini diabaikan juga, seperti dalam bidang politik yang terus merusak budaya bangsa yang sudah mengakar dalam pada warisan leluhur yang menjunjung tinggi sikap kesatria seperti yang telah dibuktikan oleh para pahlawan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kebebasan dari ketertindasan dan kolonialisme bangsa asing.

Demikian juga dalam tatanan sosial dan budaya masyarakat, agama tidak mungkin tercerabut dari akar sosial dan budaya masyarakat — khususnya Indonesia yang lebih religius — sehingga dalam tatanan sosial pun agama dapat menjadi perekat kebersamaan, solidaritas, sikap gotong royong serta kepedulian maupun empati terhadap manusia yang lain.

Karena itu upaya untuk memisahkan agama dari politik, ekonomi dan sosial budaya hingga praktek hukum telah membuktikan etika, moral dan akhlak mulia manusia — utamanya di Indonesia menjadi persoalan pokok untuk dibenahi. Sebab politik tidak membenahi dirinya sendiri dengan politik. Begitu juga masalah ekonomi, sosial dan budaya masyarakat terkesan ambruk, hanya mungkin dibenahi melalui ketangguhan etika, moral dan akhlak manusia yang berbasis pada agama, sebagai pengingat, pemberi jalan serta penuntun hidup yang tertib. Tidak tamak dan rakus hingga menggagahi hak orang lain. Dalam kontek inilah gerakan kebangkitan, kesadaran dan pemahaman spiritual sangat relevan untuk didorong dan didukung sekaligus dilakukan secara bersama untuk membenahi negeri kita dengan etika, moral dan akhlak mulia manusia supaya dapat mengendalikan diri tidak mabuk duniawi.

Artinya, agama jelas tidak dapat dipisahkan dari politik, ekonomi dan sosial budaya bangsa dan negara yang tidak ingin terjerembab dalam kekalutan dunia yang tidak berujung. Sebab hasrat dan birahi manusia tidak pernah bisa diukur, sehingga yang diperlukan hanya pengendalian belaka. Dan kemampuan untuk itu hanya mungkin diperoleh dari dalam kedalaman agama yang terpelihara dan dijalani dengan baik dan tekun.

Banten, 12 Maret 2025

Gubernur Sumut Bobby Nasution Bersama Wagub Gelar Safari Ramadan Perdana di Medan

0

Gubernur Sumut Bobby Nasution Bersama Wagub Gelar Safari Ramadan Perdana di Medan

MEDAN,- MEDIACAKRABUANA.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut Surya mengegelar Safari Ramadan perdana tahun 1446 H/2025 Masehi di Masjid, Ar Rohmatul Hidayah, Jalan Panglima Denai, Pasar V, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu (12/3/2025). Fokus utama kegiatan ini adalah mengunjungi kawasan masjid yang masih dalam kondisi membangun sekaligus mendorong fungsi rumah ibadah umat Islam sebagaimana zaman Rasulullah SAW.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan ini adalah melanjutkan program yang sempat terhenti karena kondisi Covid-19 beberapa tahun lalu. Karena itu, ia mengagendakannya tahun ini dengan membawa konsep yang lebih mengarah kepada kemanfaatan bagi keberadaan rumah ibadah, dan terutama pengembangan di luar aktivitas ibadah.

“Saya minta kita datang ke masjid-masjid yang masih dibangun. Agar kehadiran kami membawa berkah bagi kita semua, terutama untuk masyarakatnya. Dan di sini saya membawa para Pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah), supaya ikut juga memberikan sumbangsih untuk masjid ini,” kata Bobby Nasution didampingi Wakil Gubernur Surya.

Menurut Gubernur, ada cita-cita yang sama dengan apa yang direncanakan oleh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ar Rohmatul Hidayah melalui Ketuanya H Jamaluddin Pane. Bahwa masjid harus mengikuti perkembangan sekaligus kebutuhan tantangan zaman modern sekarang ini. Sebab selain teknologi yang memudahkan banyak hal, umat Islam juga harus melihat fungi masjid bukan sekadar tempat ritual ibadah saja.

“Masjid sekarang harus mengikuti perkembangan (tantangan) zaman. Jadi kita harus mengembalikan fungsinya (masjid) seperti ketika Rasulullah Muhammad SAW mendirikan masjid. Kalau ibadah itu pasti. Tetapi kegiatan yang lain kita harus mulai lagi. Masjid tempat pendidikan, pengembangnan sumber daya manusia, pembentukan akhlak hingga tempat bantuan sosial,” sebut Bobby Nasution sembari menceritakan betapa di zaman Rasulullah, persoalan sosial ekonomi menjadi tanggug jawab masjid.

Untuk itu, kata Bobby, fungsi masjid bukan hanya di dalam saja, tetapi di sekitar dan di luar juga. Apalagi yang menurutnya harus diubah, bahwa selama ini informasi dan pengetahuan tentang perbankan syariah (ekonomi syariah), masyarakat mendapatkanannya dari kampus atau bank. Padahal sejatinya itu adalah peran dari masjid. Termasuk juga peran pencerahan lainnya.

Senada dengan itu, Wagub Sumut Surya BSc mendoakan agar pembangunan Masjid Ar Rohmatul Hidayah tersebut bisa segera selesai. Apalagi niat dan pola pembangunannya tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan ada usaha penunjang seperti keberadaan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) yang berdiri di samping bangunan.

Sementara Ketua BKM Ar Rohmatul Hidayah menyampaikan terimakasih atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di Masjid yang masih dalam tahap pembangunan sejak lima tahun lalu. Dengan dana berkisar Rp6 Miliar. Bahkan untuk membangun rumah ibadah ini, kondisi kas dalam keadaan minus. Namun karena prosesnya berlangsung secara mandiri, maka pihaknya ingin bisa melahirkan nilai-nilai kemandirian dan kebaikan untuk masyarakat sekitar, dan dengan prospek untuk generasi penerus.

Senada disampaikan Walikota Medan, Rico Waas mengajak semua pihak untuk beramai memberikan bantuan bagi pembangunan Masjid. Dengan kemakmurannya, maka akan dapat mendorong kemakmuran masyarakat, khususnya bagi umat muslim di sekitar. Karenanya ia berharap pembangunan Masjid ini bisa selesai dengan cepat dan sesuai harapan.

Dalam Safari Ramadan itu, Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis untuk pembangunan Masjid Rp250 Juta, santunan kepada puluhan anak yatiim piyatu, alat-alat olahraga untuk Remaja Masjid serta bantuana peralatan UMKM. Hadir di antaranya Wakapolda Sumut Brigjen Pol Rony Samtana, Wakil Walikota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Baznas Medan Ustadz Nursyam serta unsur Forkopimda Provinsi.

Turut mendampingi Gubernur sejumlah pimpinan OPD yakni Sekretaris DRPD Sumut Zulkifli, Asisten Admum Lies Handayani, Kadiskanla Hamdan Sukri Siregar, Kadis Perindag ESDM Mulyadi Simatupang, Kadis Koperasi dan UMKM Naslindo Sirait, Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Dinas PMPTSP Faisal Nasution, Kabiro Kesra Juliadi Harahap, Inspektur Sulaiman Harahap, Kepala BKD Sumut Sutan Tolang Lubis, Kepala Dinas PUPR Topan Ginting, Kepala Perumda Tirtanadi Ewin Putra, Dirut Bank Sumut Babay Parid Wazdi serta pejabat lainnya. (Rizky Zulianda)

FOTO : Gubernur Sumut, Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Sumut, Surya hadiri Safari Ramadhan yang diselenggarakan di Masjid Ar-Rohmatul Hidayah, Jalan Panglima Denai, Medan, Rabu (12/3/2025). Turut hadir sebagai Penceramah, Ustadz H. M. Nur Syam.

Jacob Ereste :Gagasan Besar GMRI Untuk Acara Pertemuan Persaudaraan Bangsa-bangsa dan Tokoh Spiritual Dunia di Indonesia

0

Jacob Ereste :
Gagasan Besar GMRI Untuk Acara Pertemuan Persaudaraan Bangsa-bangsa dan Tokoh Spiritual Dunia di Indonesia

Mediacakrabuana.id

Tasawuf dalam ajaran dan perspektif Islam adalah pilihan jalan spiritualitas untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta upaya untuk menjaga diri dari ketamakan duniawi. Sehingga upaya untuk menjernihkan pikiran dan hati memperkuat diri dalam arti lahir dan batin untuk kebahagiaan diri yang acap tidak banyak diketahui atau bahkan sulit dipahami oleh orang lain.

Maka itu, perilaku para spiritualis acap membuat banyak orang marasa aneh atau sekedar menilainya sebagai sesuatu yang aneh. Termasuk perbuatan yang dilakukannya terhadap orang lain. Pengalaman bersama Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu yang telah melakoni laku spiritual sejak masih bermukim di kota kelahirannya Solo pada 30-an tahun silam, pernah menyumbang sebuah ambulan dalam bentuk satu unit kendaraan roda empat yang baru dengan cara melakukan akad kredit, karena hanya memiliki uang cuma Rp. 30 juta. Namun dengan uang yang dimilikinya itu, sudah dapat digunakan untuk melakukan akad kredit dengan sisa pembayaran yang dibayar dengan cara cicilan.

Bagi Sri Eko Sriyanto Galgendu yang utama adalah dia bisa membantu warga masyarakat tetangga kampungnya di Solo dapat memiliki ambulan yang dapat segera dioperasikan.

Beban cicilan kredit yang harus dia tanggung hingga beberapa tahun kemudian, toh lunas juga tanpa pernah menimbulkan masalah. Padahal, ketika itu usaha kuliner yang dia kelola belum terbilang besar pula memberi keuntungan bagi dirinya. Jadi begitulah realitas laku spiritual yang acap dia katakan selalu dalam bimbingan bisikan hati untuk melakukan segala sesuatu yang diyakini sebagai bisikan dari langit. Yaitu pilihan dan keputusan untuk melakukan sesuatu berdasarkan bisikan hati.

Dalam perspektif spiritualitas juga, inilah yang dikatakan oleh orang terdekat Sri Eko Sriyanto Galgendu sekaligus asisten ahlinya yang bernama Wowok Prastowo sebagai manajemen wangsit.

“Jadi dalam menjalankan usaha kulinernya pun, Mas Eko selalu berpatokan pada bisikan hati”, kata Wowok Prastowo dalam berbagai kesempatan dialog informal bersama di berbagai tempat yang acap dikunjungi bersama sebagai rangkaian dari laku spiritual yang acap terkesan aneh itu.

Seperti kunjungan ke tempat-tempat tertentu di Jawa Barat hingga Jawa Tengah dan Jawa Timur, dilakukan Sri Eko Sriyanto Galgendu dengan suasana hati yang riang gembira. Kendati lokasi yang dikunjungi itu seperti makam Sunan Gunung Jati yang berada di Cirebon. Candi Ceto, Jawa Tengah dan sejumlah tempat yang acap dianggap wingit oleh orang lain, termasuk petilasan di Gunung Kawi hingga makam para Raja di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Demikian juga dalam penyelenggaraan acara diskusi, dialog hingga syukuran semacam upacara balas budi kepada Paku Buwono XII yang nyaris berlangsung sepekan di kediaman Raja Surakarta itu pada beberapa tahun silam. Padahal, kondisi ekonomi termasuk usaha kuliner yang dia kelola sedang mengalami kesulitan akibat Covid 19 sedang melanda Indonesia.

Sebagai pemegang wasiat Gus Dur bersama Paku Buwono XII, Prof. Dr. (HC) KH. Habib Khirzin serta sejumlah tokoh dan pemuka agama dan dirinya sendiri yang memegang warisan itu dalam bentuk perkumpulan yang disebut GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) adalah sebuah lembaga non profit yang telah memiliki kekuatan hukum yang tercatat dalam akte notaris untuk membangun gerakan kebangkitan kesadaran serta pemahaman spiritual bagi bangsa dan negara Indonesia agar dapat hidup langgeng, tenteram dan sejahtera untuk memasuki tata kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera dengan kenyamanan dan keamanan yang terjaga untuk generasi berikutnya.

Implementasi dari gagasan besar itu untuk memposisikan Indonesia sebagai motor utama sekaligus pusat dari gerakan kebangkitan spiritual di dunia, telah mulai dirintis serangkaian acara pertemuan besar persaudaraan antar umat beragama di dunia yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian program pertemuan besar persaudaraan bangsa-bangsa bersama tokoh agama-agama dari berbagai negara ini, akan dimulai dengan perjalanan Muhibbah ke berbagai negara untuk menyambangi para tokoh dan pemuka agama yang ada, sehingga para saat pertemuan besar persaudaraan antar bangsa bersama para tokoh dan pemuka agama-agama yang ada dapat berlangsung baik dan menghasilkan kata sepakat yang dapat mewarnai dunia dengan dimensi dan nilai-nilai spiritual guna membangun peradaban dunia yang baru yang lebih sejuk dan lebih damai dalam hidup dan kehidupan yang tidak lagi mungkin untuk dinikmati dan dilakukan sendiri.

Begitulah, gagasan dan tanggung jawab GMRI yang terus diperjuangkan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu yang juga berdasarkan petunjuk dan bisikan batin selaku Pemimpin Spiritual Nusantara yang sangat yakin dan percaya bahwa kebangkitan spiritual bangsa-bangsa di dunia akan muncul dan tampil dari Indonesia sebagai pelanjut dari kejayaan suku bangsa Nusantara.

Banten, 11 Maret 2025

Jacob Ereste :THR, Lebaran Hingga Ketupat dan Baju Koko, Kopiah dan Sarung Baru

0

Jacob Ereste :
THR, Lebaran Hingga Ketupat dan Baju Koko, Kopiah dan Sarung Baru

Mediacakrabuana.id

Tunjangan Hari Raya (THR) memang tidak tergolong pajak atau pun sedekah, karena tidak wajib sifatnya dan tidak pula sesuka hati, karena THR itu dimaksudkan untuk menopang kebutuhan untuk merayakan hari lebaran, atau Hari Raya Idhul Fitri 2025. Setidaknya, kebutuhan pada hari raya Idhul Fitri dapat terpenuhi, kendati tidak perlu mewah dan berlebihan. Tapi mulai dari ketupat hingga beragam sayur yang menyertai ketupat itu diperlukan, agar dia tidak terkesan seperti yatim piatu yang bukan saja tidak punya orang tua, tapi juga tiada sanak saudara.

Biasa untuk merayakan Hari Raya Idhul Fitri mulai dari kopiah, baju Koko hingga sarung yang baru — walau tak harus mahal — bisa dikenakan saat sholat Idhul Fitri dan saat merayakan hari lebaran. Karena semua sudah diperbaharui selama bulan Ramadhan yang dapat dipahami sebagai ritual pembersihan diri dari segala kotoran yang terlihat maupun kotoran yang tidak terlihat. Karena untuk kotoran yang tidak terlihat — biasanya bisa lebih banyak jumlahnya — perlu dicuci bersih seperti kendaraan hingga gres dan plong ketika dijalankan kembali untuk meluncur di jalan raya.

Jadi, dari hari raya ke jalan raya memang harus dengan penuh kesabaran, kejujuran, keikhlasan dan kegembiraan, karena puasa itu sendiri untuk “mempersakti” ketangguhan diri kita sendiri. Bukan untuk orang lain. Karenanya, puasa dengan segenap tata caranya yang baik dan benar patut dan harus kita patuhi, karena disiplin yang tidak ada tawar menawar itu, merupakan bagian dari upaya memperkuat disiplin diri agar tetap menjadi manusia yang konsisten terhadap komitmen bukan hanya kepada orang lain, karena yang tidak kalah penting dan utama adalah komitmen dan konsisten terhadap diri sendiri.

Orang lain dapat tertipu dan ditipu dengan gampang untuk kemudian memberi maaf pada kesalahan atau kedegilan diri kita terhadap mereka, akan tetapi kebohongan terhadap diri sendiri, kepada siapa bisa kita dapatkan permaafan terhadap kesalahan atau keculasan dalam menipu diri kita sendiri ini ?

Karena itu ramadhan dapat dipahami sebagai seribu bulan lebih baik dari bulan-bulan yang lain, karena memberi kesempatan kepada siapa saja yang mau menikmati hikmah dan barokah dari bulan ramadhan merupakan peluang dan kesempatan yang langka. Toh, ramadhan itu sendiri hanya sekali datang pada setiap tahun. Sementara untuk mereka yang percaya pada hikmah dan nikmatnya puasa acap melakukan juga pada hari Senin dan Kamis, bahkan tidak sedikit yang juga melakukan puasa ala Nabi.

Puasa ala Nabi ini, kata Nenek dahulu berkisah semasa kecil di kampung, dilakukan berselang seling — satu hari puasa dan satu hari tidak berpuasa — kata Nenek hanya untuk mengingat atau menyadari diri kita sedang berpuasa atau tida, sudah diperlukan kesadaran dan kontrol diri yang baik, tidak sampai lupa diri. Hingga dengan melakukan puasa ala Nabi ini, tongkat kecerdasan spiritual, mawas diri dan disiplin serta konsisten mematuhi ketetapan yang dilakukan oleh diri sendiri ini sungguh diperlukan kekuatan spiritual yang mumpuni.

Begitulah cara pandang terhadap THR pun dalam kondisi ekonomi secara umum di Indonesia yang sungguh sulit, dapat diterima apa adanya dan seadanya, tanpa harus mengurangi hakikat dan nikmat yang dapat dirasakan pada perayaan hari Raya Lebaran. Sebab makna lebaran pun, kata ustad di surau kami semalam seusai menunaikan tharawih, makna lebaran itu sendiri adalah melebar atau meluasnya daya nalar dan daya pikir hingga cakrawala spiritual untuk menghadapi hidup tidak dari pandangan yang sempit. Maka itu, tak ada ketupat bersama rendang pun, ketupat sayur pun pasti nikmat setelah mendapatkan selama menunaikan ibadah puasa dengan riang gembira.

Apalagi hanya sekedar kopiah dan baju Koko serta Sarung yang cuma bagian dari budaya suku bangsa kita saja, toh tidak akan pernah mengurangi hakekat lebaran yang dapat kita peroleh. Karena makna dan hakikat dari perayaan lebaran itu sendiri jangan sampai dipatok sebagai simbol dari budaya semata, tapi harus mampu juga ditangkap simbolika dari spiritualitas.

Artinya, image tentang THR, Lebaran, hingga ketupat dan baju Koko, kopiah dan sarung baru itu adalah budaya masa lalu saat di kampung dahulu yang terlanjur menjadi bagian dalam acara dan upacara yang bersifat ritual. Padahal semua itu hanya semacam asesoris untuk memperindah perayaan lebaran atau upacara yang bersifat sakral — mengusung nilai spiritual — yang patut untuk dihormati dan junjung tinggi.

Banten, 12 Maret 2025

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Selamat Datang Perbatasan Simalingkar B

0

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tugu Selamat Datang Perbatasan Simalingkar B

MEDAN,- MEDIACAKRABUANA.ID

Lurah Simalingkar B Junedi Sembiring meletakan batu pertama pembangunan Tugu Selamat datang di Perbatasan jalan Bunga Rampe Raya Ling.1 Kecamatan Medan Tuntungan dengan Kelurahan Kwala Bekala, pada Rabu Pagi. (12/3/25)

Prosesi peletakan batu pertama ini juga turut dihadiri, Babinsa Charles Sitinjak, Tokoh Agama Mehamet Ginting, Tokoh Masyarakat Ngalemi Ginting, Tokoh Kepemudaan dari IPK Matius Tarigan, Ketua PMS Salinda Tarigan, PAM Swakarsa Franky Munthe, Kepling Lingk. 1 Oni Gurusinga, Kepling Ling.19 Kwala Bekala Edi Suryadi dan undangan lainnya dari kelurahan Simalingkar B.

Dalam sambutannya, Lurah Simalingkar B Junedi Sembiring memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dari dan elemen masyarakat atas dukungan sehingga acara peletakan batu pertama ini terselenggara dengan baik.

Ia berharap kehadiran Tugu Selamat datang di Perbatasan Simalingkar B dapat menjadi salah satu monumen bersejarah yang mengedukasi masyarakat Kelurahan Simalingkar B betapa pentingnya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Pada kesempatan yang sama, Sastra Ginting mewakili masyarakat Simalingkar B yang sekaligus pemerkasa pembangunan Tugu ini, memberikan ucapan terimakasih dan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah setempat, Ormas, OKP dan masyarakat yang turut hadir dalam pembangunan Tugu Selamat datang di Perbatasan Kelurahan Simalingkar B dan Kwala Bekala.

“Tugu ini kami bangun bukan karena kelebihan yang kami miliki, tetapi karena didasari oleh semangat mempromosikan Kelurahan Simalingkar B sebagai Kelurahan yang Bertoleransi bersama para tokoh-tokoh adat dan para tokoh pemuda, serta masyarakat untuk dapat saling bahu membahu di tengah-tengah masyarakat luas”, ucap Sastra Ginting.

“Mengatasi masalah-masalah sosial adalah bagian yang tak kalah pentingnya disamping pelaksanaan formal. Bahkan dalam batas-batas tertentu, keimanan seseorang bisa diukur dari sejauh mana tingkat kepedulian sosialnya terhadap sesama. Oleh karena itu, mari kita berjalan beriringan tangan bersama demi mensejahterakan masyarakat Kelurahan Simalingkar B”, tambahnya. (Rizky Zulianda)

Warga Simalingkar B: ‘Kantor Lurah Simalingkar B Butuh Bantuan Perhatian Dari Pemko Medan

0

Warga Simalingkar B: ‘Kantor Lurah Simalingkar B Butuh Bantuan Perhatian Dari Pemko Medan

Medan,- Mediacakrabuana.id

Kantor Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kotamadya Medan tampak sudah usang karena bangunannya sudah hancur tampak pada pintu kayu dan dinding aula sudah pada lapuk.

Bagaimana pelayanan di kantor kelurahan Simalingkar B bisa berjalan dengan baik kalau bangunannya sudah pada usang dan rusak, apalagi kalau hujan datang air sudah pasti masuk, dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas yang sedang berada di aula gedung tersebut.

Saat salah satu warga bermarga Ginting didampingi Babinsa Charles Sitinjak mendatangi Kantor Kelurahan Simalingkar B dimana saat ini dipimpin oleh Bapak Lurah Junedi Sembiring sembari melihat keadaan yang sangat memprihatikan tepat di Gedung Aula Serbaguna Kelurahan Simalingkar B, pada Rabu.(12/3/25)

Ia pun sangat prihatin dan iba melihat kantor Lurah yang sudah hancur dan tidak layak ditempati karena bangunannya sudah pada hancur, karena diketahui sebelumnya bahwa Pemerintah Kota Medan belum pernah memberikan perhatiannya kepada Kelurahan Simalingkar B.

Warga juga meminta kepada Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakilnya Zakiyuddin yang baru saja menjabat, agar segera memperbaiki kantor Lurah Simalingkar B, dikarenakan ingin kantor Kelurahan tersebut layak sepertinya kantor Lurah yang ada di daerah lainnya, sehingga pelayanan publik menjadi lebih baik di tengah-tengah masyarakat.

Lurah Simalingkar B Junedi Sembiring mengaku bahwa sebelumnya banyak warga yang sudah turut bersumbangsih terhadap perbaikan kantor serta aula tersebut, dan itu sudah sangat lama sekali terjadi hingga sekarang dimana bangunan yang sudah mulai tampak rusak Kelurahan Simalingkar B memang butuh perhatian lebih dari Pemko Medan dan dinas terkait.

Dari ucapan salah seorang warga ini juga mengatakan Kelurahan Simalingkar B ini wilayahnya cukup luas, Tapi sangat diherankan bentuk kantor tak ada perubahan masih juga dengan bangunan lama belum ada pembangunan kantor untuk direnovasi dengan bangunan baru dari Pemerintah Kota Medan dibawah Kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas serta dinas terkait. (Tim)

Beberapa Oknum Media Backup Gudang Penimbunan BBM Ilegal

0

Beberapa Oknum Media backup Gudang Penimbunan BBM Ilegal

Pekanbaru – Mediacakrabuana.id

Terkait pemberitaan yang terbit sebelumnya yang menyampaikan bahwa pemberitaan dari media jerathukumnews.com bahwa opini dan tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada Ar penjaga Gudang milik FR pemilik Diduga BBM Ilegal di jalan Melati.

Awak media kemudian melakukan komunikasi dengan salah satu kaki tangan kepercayaan pengusaha inisial AR dan kemudian melakukan konfirmasi tentang gudang penimbunan BBM Iegal yang masih beroperasi tersebut, namun Ar tidak merespon dan kemungkinan karena merasa sudah dibackup oleh 12 media yang dalam beritanya menyatakan gudang tersebut sudah lama tidak beroperasi. Dari sinilah awak media merasa, apakah media yang mengklarifikasi tentang tidak beroperasinya gudang tersebut, sudah turun kelapangan sebelum mengklarifikasinya atau ada sesuatu?

Perlu diketahui sebelum pemberitaan ini naik awak media juga telah berulang mencoba melakukan komunikasi dengan saudara Ar, yang kemudian tiba-tiba berubah drastis setelah ada berita dari beberapa media tersebut dengan menyampaikan perkataan kotor yang tidak sepatutnya disampaikan kepada awak Media.

Secara pasti sebagai wartawan tentunya kita selalu mencari berita untuk dijadikan sebagai informasi yang valid kepada masyarakat. Dan dalam pantauan awak media gudang milik Franst Gultom masih beroperasi.

Gudang penimbunan BBM Subsidi Ilegal milik Frans Gultom itu masih aktif beroperasi dan tidak ada tutup seperti yang di beritakan oleh beberapa media yang diduga membackup Gudang Frans gultom tersebut.

Kita sebagai wartawan pencari kebenaran dengan data yang sebenarnya berharap agar APH Polresta Pekanbaru dan Ditkrimsus Polda Riau dapat segera menindak lanjuti informasi ini dan segera melakukan rajia dan penangkapan terhadap gudang Penimbunan BBM subsidi ilegal tersebut, dan kita berharap tidak ada lagi pertikaian Terkait informasi diantara sesama media dan jurnalis karena kepentingan pribadi dengan melupakan tanggung jawab selalu wartawan.

Jangan hanya karena Mafia, Dunia Jurnalistik tercoreng oleh oknum oknum wartawan yang hanya mementingkan diri sendiri demi pundi pundi rupiah, lupa kepada fungsinya sebagai seorang wartawan yang mengabdi dalam membela masyarakat, mencari kebenaran dan informasi publik dan sebagai salah satu pilar demokrasi di Negara ini.

Tim

Soal Dosen Bunuh Suami, Pengacara Korban: Hakim, JPU Dan Saksi Objektif

0

Soal Dosen Bunuh Suami, Pengacara Korban: Hakim, JPU Dan Saksi Objektif

Medan,- Mediacakrabuana.id

Ojahan Sinurat, SH pengacara korban dugaan pembunuhan, Rusman Maralen Situngkir oleh istrinya yang juga seorang dosen, Dr, Tiromsi Sitanggang, SH,MH, MKn, menilai Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani jalanannya sidang perkara ini dinilai cukup objektif.

Adapun keterangan kedua saksi pelapor Anggiat Situngkir dan Haposan Situngkir yang dibantah terdakwa, Tiromsi Sitanggang, itu merupakan hak terdakwa. Ada waktunya nanti bagi terdakwa untuk di dengar keterangannya oleh Majelis Hakim. “Kalau kita dengar tadi keterangan dari para saksi yang mendapat kabar kematian korban lalu mereka cek ke rumah sakit untuk memastikan kabar tersebut. Sampai pada permintaan autopsi oleh pihak keluarga kepada terdakwa dan ditolak Tiromsi dan terdakwa sendiri mengakui menolak untuk dilakukan autopsi. Saya kira para saksi sudah memberikan keterangan yang objektif,”jelas Ojahan Sinurat pada wartawan, Selasa (11/3).

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Eti Astuti, SH, MH, Hakim Anggota, Lucas Sahabat Duha, SH, MH dan Deny Syahputra, SH, MH, Saksi Haposan Situngkir menerangkan, ia mendapat kabar bahwa adiknya, Usman Maralen Situngkir tewas dan mayatnya sudah dibawa ke rumah sakit.

“Lalu saya berangkat dari rumah berangkat ke rumah Anggiat Situngkir. Lalu kami ke RS Advent melihat kondisi korban, Usman Maralen Situngkir. Kami bertanya ke istri korban (terdakwa) kenapa adik saya meninggal. Lalu terdakwa menjelaskan. Korban saat itu sedang ngelap mobil lalu terdengar suara benturan keras dan dilihat terdakwa korban sudah meninggal terkapar,”jelasnya.

Kemudian saksi, Anggiat Situngkir menanyakan ke terdakwa apakah sudah divisum? Terdakwa mengatakan tidak perlu divisum karena dia menyaksikannya langsung kejadian kecelakaan itu.

Sampai di rumah duka di Jalan Gaperta, Medan, kedua saksi yang melihat rumah duka sudah ramai. Mereka berdua tidak ikut membantu mempersiapkan kebutuhan pemakaman. Karena penasaran kedua saksi lalu pergi ke lokasi yang katanya tempat kejadian kecelakaan. Setelah dicek tidak ada tanda-tanda kecelakaan.

Lalu kedua saksi pergi ke Polsek Helvetia untuk menanyakan kejadian Laka Lantas. Sampai di Polsek Helvetia petugas unit Laka masih di TKP, lalu petugas mengarahkan kedua saksi ke TKP.

Kedua saksi bertemu petugas di TKP. Lalu keduanya menanyakan pada petugas. Apa benar ada Laka Lantas di lokasi? Petugas mengatakan tidak ada. Petugas kemudian menyarankan agar membujuk istri korban untuk melakukan visum.

Keduanya kembali ke rumah duka dan kembali menyarankan agar dilakukan visum. Istri korban lagi-lagi menolak. Dan mengatakan tidak usah bang. Saya melihatnya langsung.

Atas kematian korban yang penuh kejanggalan ini pada, 27 Maret 2024 saksi Haposan Situngkir atas nama keluarga melaporkan kasus ini ke Polsek Helvetia. Setelah melapor, kedua saksi dibawa petugas ke TKP pada 27 Maret 2024.

Usai dari TKP kedua saksi kembali ke Polsek Helvetia. Pada 28 Maret sekitar pukul 06.00 WIB, terdakwa mendatangi saksi, Anggiat untuk mediasi mencabut laporan agar berdamai.

Namun, pernyataan saksi ini, dibantah oleh terdakwa. Menurut terdakwa dia datang menemui Anggiat Maralen bukan untuk mediasi tapi mengajak duduk bersama demi menjaga marwah keluarga. (Tim/Rz)

Jacob Ereste :Presiden Filiphina Redrigo Duterte Memberantas Kejahatan Dengan Cara Yang Jahat Juga

0

Jacob Ereste :
Presiden Filiphina Redrigo Duterte Memberantas Kejahatan Dengan Cara Yang Jahat Juga

Mediacakrabuana.id

Tragis memang, mantan Presiden Filiphina Rodrigo Duterte sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Nimoy Aquino, Manila sepulang dari Hong Kong, pada 11 Maret 2025. Ia langsung digelandang ke ruang tahanan untuk diperiksa. Info yang diperoleh Atlantika Institut Nusantara penangkapan Redrigo Duterte dilakukan Polisi Filiphina atas perintah Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Curt / ICC) dengan dakwaan melakukan kejahatan kemanusiaan saat menjadi Presiden Filiphina.

Informasi yang diperoleh Atlantika Institut Nusantara dari berbagai sumber menyebutkan ikhwal kasus yang menjerat Redrigo Duterte terkait dengan operasi anti narkoba saat dia masih menjadi Presiden Filiphina. Karena ribuan orang meninggal tanpa proses pengadilan.

Penangkapan mantan Presiden Filiphina ini seger mendapat perhatian publik. Setidaknya ada yang melihat skenario penangkapan orang yang pernah berkuasa di negaranya sendiri ini, harus menghadapi mafia narkoba yang begitu kuat, sekaligus membuktikan bahwa pengaruh kekuasaan yang seperti apapun, bisa ditaklukkan juga, bila kesempatan sudah sampai pada waktu gilirannya datang.

Dalam surat perintah penangkapan yang dikeluarkan ICC menyatakan setelah penangkapan Redrigo Duterte dikakukan harus segera dibawa ke hadapan otoritas peradilan yang berwenang di negara tempat penangkapan yang bersangkutan.

Itulah sebabnya, Redrigo Duterte segera dibawa ke pengadilan Filiphina untuk ditahan di Pusat Penahanan di Den Haag, Belanda.

Diinformasikan juga menurut ICC, prosedur penyerahan diri ke pengadilan berbeda dengan prosedur ekstradisi. Karena dalam proses penyerahan tahanan ini, seperti yang dilakukan terhadap Redrigo Duterte dari suatu negara kepada ICC sangat tergantung pada pengadilan nasional untuk menentukan bahwa, (1) surat perintah penahanan berlaku untuk orang tersebut. (2) orang tersebut ditangkap sesuai dengan prosedur yang berlaku. (3) hak-hak orang tersebut telah dihormati.

Pemberlakuan syarat ini wajar dan patut katena ICC harus menghormati gak asasi manusia yang harus ditegakkan. Bahkan pihak yang berwenang dari negara wajib memberitahukan kepada Panitera Pengadilan saat prosedur penyerahan hendak dilakukan di negara tempat penangkapan, atau di Belanda, tempat Pusat Penahanan Pengadilan Tentang HAM itu berada. Pemberitahuan kepada tahanan yang bersangkutan tentang hak-haknya harus dihormati sesuai dengan Statuta Roma. Termasuk hak bagi tersangka untuk mengajukan pembebasan sementara saat menunggu waktu persidangan dilakukan.

Pengadilan terhadap Redrigo Duterte dapat dipastikan akan berlangsung di Den Haag, Belanda. Persidangan pun akan dilaksanakan secara terbuka. Kecuali Majlis Hakim menganggap situasi persidangan tidak aman, maka akan dilakukan secara tertutup.

Saat penangkapan Redrigo Duterte di Bandara Ninoy Aquino, Manila dilakukan, Redrigo Duterte mengatakan “Anda harus membunuh saya”, katanya yang juga sudah menduga dirinya akan segera di tangkap saat masih berada di Hong Kong.

Anak Redrigo Duterte, Veronica sempat merilis video sang ayah saat ditahan pihak berwenang di story akun Instagram milik pribadinya. Saat ditangkap dia tampak hanya menggunakan kaos gelap dsn berjaket hitam. Pihak Istana Kepresidenan Filiphina menginformasikan penangkapan Redrigo Duterte dilakukan setelah Interpol di Manila mendapat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Dari Kantor Kepresidenan Filiphina (PCO) diperoleh informasi bila Organisasi Polusi Kriminal Internasional di Manila telah menerima surat resmi perintah penangkapan mantan Presiden Filiphina ini.

Jejak Redrigo Duterte memang telah menjadi target Interpol Internasional terkait dengan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi anti narkoba di Filiphina yang menewaskan banyak orang. Sehari setelah Redrigo Duterte menjabat Presiden Filiphina pada 1 Juli 2016, Kepolisian Nasional Filiphina meluncurkan Projeck Double Barrel, kampanye anti narkoba.

Sejak itu, catatan kelompok hak asasi manusia mendata tidak kurang dari 12.000 hingga 30.000 orang terbunuh selama 2016 dan 2017. Sementara pihak Kepolisian Filiphina hanya mencatat 6.200 orang saja. Mereka yang tewas dalam pembersihan narkoba di Filiphina meliputi pengguna dan pengedar narkoba yang kecil, karena tidal menyebutkan bandar maupun gang mavia narkoba yang terbilang besar. Ketika itu pun Redrigo Duterte mengatakan, penjahat dan pengedar narkoba, halal untuk ditembak mati tanpa harus merasa takut.

“Saya hanya akan menjadi diktator, tapi hanya untuk melawan kejahatan, narkoba, korupsi di pemerintahan”, katanya dulu saat pemilihan Presiden Filiphina tahun 2016.

Jaksa ICC Fatou Bensouda menyatakan keprihatinannya atas kapiran eksekusi di luat hukum terhadap para tersangka pengguna dan pengedar narkoba di Filiphina, pada 13 Oktober 2016. Dan ICC terus memantau praktek pembersihan peredaran dan pemakaian narkoba yang dilakukan dengan cara melanggar hukum dan hak asasi manusia. Karena bisa saja cara semena-mena itu disalah gunakan untuk memusnahkan lawan politik atau mereka yang dianggap pesaing dalam berbagai usaha.

Karena itu sejak Februari 2018, ICC membuka penyelidikan awal terhadap pelanggaran dan tindak kejahatan yang juga dapat dipastikan telah melanggar hak asasi manusia. Dan Redrigo Duterte harus menebus dosa-dosanya yang dia klaim baik untuk bangs dan negara Filiphina.

Jakarta, 11 Maret 2025

BERITA TERBARU