“HKTI Banyuasin Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Karhutla, Sugeng: Jaga Alam Demi Masa Depan Generasi”
Banyuasin – Mediacakrabuana.id
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan api yang membakar vegetasi, tetapi juga ancaman bagi kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi mendatang. Kepedulian bersama menjadi kunci untuk menghadapi ancaman tersebut.
Melalui pesan Pray For Karhutla Banyuasin, Bendahara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Banyuasin,dan juga Ketua Koperasi ( HKTI ) Sugeng Dwi Antoni, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memanjatkan doa agar bencana karhutla segera berakhir.
Sugeng menegaskan, menjaga hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.
“Kita semua berharap karhutla di Banyuasin segera berakhir. Mari bersama-sama menjaga alam, melindungi lingkungan, dan mendoakan agar masyarakat selalu diberikan keselamatan. Bagi petani, alam adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama,” ujar Sugeng.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya dirasakan melalui kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, serta mengancam produktivitas pertanian.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas terkait.
Sugeng juga berharap sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, petani, dan masyarakat terus diperkuat agar upaya pencegahan maupun penanganan karhutla berjalan optimal.
Senada dengan semangat organisasi, HKTI Kabupaten Banyuasin yang dipimpin Ketua Hutpal Permata Putra, ST, bersama Sekretaris Antonius Marbun, SP, terus membawa pesan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pertanian yang maju dan petani yang sejahtera.
Bagi HKTI, kelestarian hutan dan lahan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan sektor pertanian. Lingkungan yang terjaga akan mendukung kehidupan masyarakat sekaligus menjaga sumber penghidupan petani untuk masa depan.
“Jaga hutan, jaga masa depan kita bersama. Jangan sampai kelalaian hari ini merugikan anak cucu kita nanti. Semoga Banyuasin segera terbebas dari karhutla, alam kembali lestari, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Sugeng.
Pesan Pray For Karhutla Banyuasin menjadi pengingat bahwa menghadapi karhutla membutuhkan lebih dari sekadar doa. Kepedulian, pencegahan, dan tindakan nyata seluruh masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan demi Banyuasin yang lebih sehat, lestari, dan sejahtera.( Harto)















