SUNGAI RAWAS – RUPIT KERUH PEKAT! Rajawalinews Duga Ulah PETI Milik Salah Satu Mafia Desa Muara Kulam, APH Diminta Tak Tutup Mata

0
16 views

“SUNGAI RAWAS – RUPIT KERUH PEKAT!
Rajawalinews Duga Ulah PETI Milik Salah Satu Mafia Desa Muara Kulam, APH Diminta Tak Tutup Mata”

 

MURATARA – MEDIACAKRABUANA.ID

Kondisi Sungai Rawas yang melintasi wilayah Rupit kini memprihatinkan. Air sungai yang dulunya jernih dan menjadi sumber kehidupan warga, kini berubah keruh pekat kecoklatan. Sumber dari Warga sekitar, keruhnya air sungai akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di wilayah hulu, tepatnya di Kecamatan Ulu Rawas.

Pantauwan Tim Redaksi Rajawalinews dalam beberapa tahun terakhir, air sungai tidak lagi bisa digunakan untuk mandi, mencuci, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika sebelumnya warga masih bisa melihat dasar sungai, kini air terlihat seperti kopi susu.

_”Dulu air jernih bos, kami mandi, mancing, ambil air untuk kebun dari sungai ini. Sekarang keruh nian, coklat pekat, dak pacak dipakai lagi,”_ keluh salah satu warga Pangkalan, Rabu (30/9/2026).

Warga menyebut, sumber keruhnya air diduga berasal dari aktivitas PETI yang diduga kuat milik salah satu mafia tambang Ilegal di Desa Muara Kulam, Kecamatan Rawas Ulu. Oknum tersebut disebut-sebut sudah lama beroperasi dan kebal hukum.

_”Kalau hujan deras, beuh makin parah keruhnya. Lumpur dari atas ngalir deras. Kami duga kuat itu limbah dari dompeng-dompeng di Sungai Rawas. Yang punya itu orang kuat, mafia, makanya dak pernah disentuh,”_ tambah warga yang enggan disebutkan namanya karena takut diintimidasi.

Aktivitas PETI sendiri diketahui sangat merusak lingkungan. Selain membuat air keruh akibat sedimentasi lumpur, limbah merkuri dan sianida dari proses pemisahan emas juga berpotensi mencemari air dan membahayakan kesehatan warga yang mengkonsumsi ikan dari sungai tersebut.

Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) baik Polres Muratara, Polda Sumsel, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLHP) Muratara tidak tutup mata.

_”Kami minta Pak Kapolres, Pak Bupati Muratara, dan DLHP turun langsung. Cek ke hulu, Sungai. Jangan biarkan sungai kami mati. Kalau dibiarkan, yang rugi kami masyarakat kecil yang hidup dari sungai,”_ tegas warga.

Sampai berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Mafia Peti Tersebut, pihak DLHP Muratara, dan Kasat Reskrim Polres Muratara terkait dugaan pencemaran Sungai Rawas – Rupit akibat aktivitas PETI tersebut.

Warga mengecam, jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, mereka akan menggelar aksi dan melaporkan secara resmi ke Polda Sumsel dan KLHK.

Sunandi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini