“Pelayanan Buruk, Serta Harga Mahal Di Toko Sahabat Bangunan A Simpang Periuk Lubuk Linggau.”
.Lubuk Linggau.” Mediacakrabuana.id
Toko Bangunan Sahabat di kawasan Simpang Periuk Lubuk Linggau, menuai kritik tajam dari pelanggan. Keluhan konsumen bukan hanya soal pelayanan yang dinilai buruk dan semrawut, tapi juga menyeret dugaan pelanggara Harga barang yang Melebihi harga Standar yang kini jadi sorotan publik. Kejadian ini berlangsung pada Senin, (29/06/2026), dan langsung memicu reaksi di media sosial dan obrolan warga.
Menurut keterangan salah satu pelanggan berinisial A, pelayanan yang diterima sangat jauh dari kata profesional. empat rombongan pelanggan, masing-masing sudah dibayarkan, namun pesanan nya tak kunjung diantarkan.
“Kami bayar duluan, begitu pun rombongan berikutnya tapi malah disuruh tunggu karena katanya nunggu sopir. Anehnya, pelangggan yang baru datang justru langsung dilayani. Ini sungguh tidak masuk akal,” ujar A dengan nada kesal.
Ketika dipertanyakan, pihak toko sahabat bangunan malah berdalih bahwa pesanan belum dibayar. Pernyataan tersebut sontak memicu emosi konsumen yang merasa dipermalukan dan dirugikan.
“Bukan hanya lambat, pelayannya malah terkesan menantang. Tidak ada itikad baik minta maaf atau klarifikasi,” tambahnya.
Kejadian ini membuat sejumlah pelanggan memilih pulang dalam keadaan kecewa. Beberapa bahkan menyatakan tidak akan kembali ke tempat tersebut, menyebut perlakuan yang diterima sebagai bentuk penghinaan terhadap konsumen.
Kritik tak berhenti di soal pelayanan. Beberapa warga mendesak agar pihak berwenang meninjau legalitas dan kepatuhan pajak serta ketidakwajaran soal harga toko bangunan tersebut. Dugaan praktik nakal dengan tidak menyetor pajak menjadi isu baru yang kini mencuat.
“Kalau pelayanan buruk, harga barangnya mahal lalu pajak gimana, lalu kontribusinya apa untuk daerah?” ujar salah satu warga Lubuk Linggau yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Perlu diketahui, bahwa saat itu sejumlah pejabat dan awak media ada ditempat Tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola Toko Sahabat Bangunan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Tim Cakrabuana akan terus mengawal perkembangan kasus ini demi kepentingan publik.
cakrabuana















