“Diduga Ahli Gizi SPPG Sungai Jauh Muratara Tidak memenuhi syarat dan tidak Memahami Bidangnya”
Muratara || Mediacakrabuana.id
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu upaya strategis yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Usai beredarnya polemik video yang di unggah oleh akun media sosial facebook milik Muhammad Hadi, terlihat jelas dalam video tersebut Makan Bergizi Gratis ( MBG) sudah busuk dan berjamur, Muhammad Hadi menekankan “Ini adalah kelalaian dari pihak SPPG nya serta Pihak sekolahnya.
Oleh karena itu Ahli Gizi yang bekerja di SPPG desa Sungai Jauh tersebut perlu dipertanyakan keahlianya dibidang Gizi
“Ujang” Salah satu warga Rawas Ulu Musi Rawas Utara mengatakan ” Ahli gizi SPPG sungai jauh tu kami dak kenal, entah dari mano datangnyo, tibo2 bae la kerjo di SPPG iti, soalnyo dari bahasonyo cak e bukan wong daerah Muratara” Ungkapnya
Program MBG diharapkan dapat memperbaiki masalah gizi kurang, seperti underweight, wasting, dan stunting, sehingga sasaran utama program ini adalah balita, anak-anak, remaja, dan ibu hamil.
Anak-anak dan remaja juga dilibatkan sebagai sasaran program ini karena nantinya anak-anak dan remaja, terutama yang putri, akan melahirkan generasi berikutnya, sehingga status gizi harus dipersiapkan dan diupayakan optimal.
Sesuai dengan namanya, maka program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus menyediakan makanan yang bergizi untuk sasaran. Oleh karena itu, keterlibatan pihak yang memahami bidang gizi sangat krusial, yaitu Ahli Gizi. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 342 tahun 2020 tentang Standar Profesi Nutrisionis, Ahli Gizi merupakan seorang yang mempunyai pendidikan di bidang gizi, baik lulusan Diploma III Gizi, Sarjana Terapan Gizi, Sarjana Gizi, Magister Gizi, dan Doktoral Gizi.
Nantinya Ahli Gizi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan memegang peran strategis mulai dari dapur hingga ruang kelas. Ahli Gizi bertugas dalam menghitung kebutuhan gizi sasaran, menyusun menu yang seimbang, serta memastikan porsi yang disajikan sesuai standar. Selain itu, Ahli Gizi juga harus memastikan bahwa bahan makanan yang digunakan aman, segar, dan bebas bahaya.
Cakra















