GAPEMBI Hadir sebagai Wadah Kolaborasi Pengusaha MBG, Dorong Gizi Anak dan Tekan Stunting di Sumsel
Palembang – Mediacakrabuana.id
Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI) resmi memperkenalkan keberadaan DPW GAPEMBI Sumatera Selatan kepada masyarakat. Organisasi ini menjadi wadah kolaborasi bagi para pengusaha, supplier, mitra, hingga insan media yang berkontribusi dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak dan menekan angka stunting di Indonesia.
Ketua GAPEMBI DPW Sumsel, Tri Yulia Rizki Ananda, SE., MM, menyampaikan bahwa GAPEMBI lahir sebagai jembatan solusi atas berbagai tantangan pelaksanaan MBG di daerah.
“GAPEMBI ini adalah wadah pejuang-pejuang di garis depan Program Makan Bergizi. Kami menghimpun seluruh elemen yang ingin berkontribusi, mulai dari pengusaha dapur MBG, supplier bahan baku, hingga rekan-rekan media. Tujuan utamanya jelas, memastikan program MBG berjalan berkualitas, aman, dan berdampak nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia,” ujar Tri Yulia saat diwawancara di Resto Gemericik, Rabu (14/01).
Ia menjelaskan, GAPEMBI pusat terbentuk pada September lalu di Jakarta, sementara untuk Sumatera Selatan, kantor DPW GAPEMBI berlokasi di Jalan Mayor Zain, Palembang. Meski tergolong organisasi baru, GAPEMBI telah aktif berkontribusi, salah satunya membantu korban bencana Aceh Tamiang melalui penyediaan dapur umum.
“Kami sadar, organisasi baru pasti menghadapi kendala. Namun alhamdulillah, semua bisa kami lalui. Program MBG ini bukan sekadar memasak dan mendistribusikan makanan, tapi ada tujuan besar di dalamnya, yaitu membangun kualitas individu dan generasi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris GAPEMBI DPW Sumsel, Budi Suparyoto, ST, menekankan peran GAPEMBI dalam mendampingi dan memfasilitasi pengusaha yang ingin membangun dapur MBG sesuai standar.
“Saat ini dapur MBG jumlahnya sudah ratusan, dan ke depan akan terus bertambah. Tugas GAPEMBI adalah memfasilitasi, terutama bagi dapur yang sarana dan prasarananya belum sepenuhnya memenuhi standar. Standar dapur MBG ini cukup tinggi, mulai dari penjamah makanan, ketersediaan air, aspek halal, hingga penerapan HACCP untuk keamanan pangan berskala internasional,” jelas Budi.
Ia menambahkan, satu dapur MBG idealnya melayani maksimal 3.000 porsi per hari demi menjaga kualitas dan keamanan makanan, dengan kebutuhan lahan dapur minimal 400 meter persegi. Program MBG ini bersifat mandiri, sehingga membutuhkan kesiapan modal dari para pengusaha, meski pemerintah terus mendorong dan mendukung pelaksanaannya.
“Alhamdulillah, untuk Sumsel hingga saat ini ketersediaan bahan baku seperti beras, telur, ayam, dan lainnya masih aman. Belum ada dapur yang terkendala produksi akibat kekurangan bahan baku,” tegasnya.
Menutup pernyataan, Wakil Sekretaris GAPEMBI DPW Sumsel, Almarizan, menegaskan komitmen GAPEMBI sebagai ruang kolaborasi dan pengenalan bagi pengusaha baru di sektor MBG.
“GAPEMBI hadir untuk memperkenalkan, membina, dan mengolaborasikan para pengusaha dapur MBG, termasuk dalam pemenuhan syarat sertifikasi. Harapan kami, melalui kolaborasi ini, angka stunting di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, bisa terus ditekan. Inilah tujuan utama Program Makan Bergizi, dan GAPEMBI siap menjadi bagian penting dari perjuangan tersebut,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan DPW Sumsel yang solid, Ketua Tri Yulia Rizki Ananda, SE., MM; Sekretaris Budi Suparyoto, ST; Wakil Sekretaris Almarizan; serta Bendahara Indria Sari, SH. GAPEMBI optimistis menjadi motor penggerak kolaborasi pengusaha MBG demi terwujudnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. (Red)















