TANGKAP. GEMBONG DRILLING. TELAN KORBAN JIWA MANUSIA DI WILAYAH KABUPATEN MUBA SUMSEL
Bayung Lincir. Mediacakrabuana.id
Aparat penegak hukum Sumsel mandul dimintak pihak jajaran kabinet merah putih yang di pimpin Prabowo Subiyanto Persiden RI. Ke 8 Bertindak . Pasalnya Kilang minyak yg tak berijin sudah beroperasi mencapai 7 tahun kini terjadi kebakaran yang ke sekian kalinya menelan korban 6 orang diduga keras hal tersebut menjadi ajang ATM Pihak aparat pasalnya
Seorang Mantan Kades Menjadi Korban Dan Meninggal Dunia, Dalam Peristiwa Kebakaran Sumur Minyak Di Desa Kali Berau,
Diduga dua korban jiwa dalam peristiwa kebakaran hebat yang terjadi pada hari Selasa 09/09/2025, Korban adalah Seorang mantan kades beruge,RM di nyatakan meninggal dunia,dan Keponakan nya bernama ND Kedua Korban’ di nyatakan, MD, dirumah sakit Bayung Lincir sementara tiga Korban lain nya masih dalam perawatan intensif oleh tim medis RSUD Bayung Lincir,
Setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Bayung Lincir Ahir nya pada malam ini Rabu Tanggal 10/09/2025, sekitar jam 19,30,Kedua Korban di nyatakan meninggal dunia dan sempat kritis, Hampir 26,jam kerna luka bakar sekujur tubuh nya, sementara 3 korban lain nya masih di rawat dan 1 Korban di nyatakan hilang belum di temukan jadi jumlah korban ada 6 orang,
Kedua Korban adalah Karyawan Sumur minyak yang kebakaran tersebut dan posisi,kedua almarhum sebagai tukang Polot Atau operator sumur tersebut,
Nama nama Korban,dalam peristiwa tersebut,
1,Romsi Mantan Kades, warga beruge status,MD,
2,Nanda Warga Beruge status,MD,.
3,Roy warga Kali Berau masih di rawat,
4 Putra warga Beruge,masih di rawat,
5,Wardi warga Kali Berau,masih di rawat,
Ini lah Kelima,Nama Korban 3, warga beruge dan 2, Warga kali Berau
Jadi ada berapa media yang memberitakan simpang siur dan menganggap banyak berita hoax tentang kebakaran tersebut,
Itu hanya menutupi dan ada kesan berpihak pada mafia minyak dan bisa jadi media tersebut suda ada Kong kalikong dengan pemilik sumur yang meledak tersebut,
Yang isi berita nya mengatakan kelima korban sedang melakukan perbaikan mobil dan sumur tersebut sedang tidak beroperasi itu sangat tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan dan media tersebut kami anggap menciderai kepercayaan publik karna berita nya sangat tidak transparan,dan tidak berimbang karna sejatinya seorang insan pers membuat berita harus jujur dan transparan,agar masyarakat tau kebenaran yang terjadi,
Jangan membingungkan publik, dengan isi berita yang tidak jujur dan ada kesan berpihak pada kelompok tertentu, untuk kepentingan diri sendiri.
Kami minta pihak Polres Muba dan Polsek Bayung Lincir harus bertindak tegas terhadap para pemilik sumur tersebut segera tetapkan pemilik nya sebagai tersangka karna ini sudah ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,
Karna menurut masyarakat kejadian seperti ini sudah pernah terjadi berkali kali dan sumur ini sudah beroperasi lebih dari 7 tahun namun sumur ini tidak tersentuh oleh APH bahkan sudah berapa kali Kapolsek dan juga Kapolres di ganti namun sumur tersebut tetap beroperasi diduga ada orang hebat’ di balik layar yang ikut membekingi sumur tersebut,
Dan pihak Polsek Bayung Lincir serta Polres ada kesan pembiaran jadi kami masyarakat menduga jangan jangan diduga pihak Polsek Bayung Lincir serta polres Muba menerima setoran dari sumur tersebut ujar warga saat di wawancarai oleh awak media,
Diduga juga Pertamina selama ini tutup mata seolah olah mandul dalam pengambilan tindakan selama ini. ( bersambung ke edisi selanjutnya )
Laporan tim Red….(*).















