Banjir Bandang Terjang Desa Bendungan, TPT Sungai Cisande Ambruk dan 4 Rumah Warga Terdampak
Kuningan, Mediacakrabuana.id Musibah banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Kuningan. Kali ini, Desa Bendungan, Kecamatan Lebakwangi, menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup serius akibat intensitas hujan tinggi di bagian hulu pada Senin sore, 16 Juni 2025.
Sekitar pukul 17.00 WIB, derasnya aliran sungai Cisande menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terbuat dari pasangan batu belah dengan tinggi 4 meter dan panjang sekitar 25 meter ambruk. Selain kerusakan fisik pada infrastruktur, peristiwa ini juga memicu abrasi tanah di bantaran sungai yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga.
Pemerintah Desa Bendungan melalui Pj. Kepala Desa, Ucu Samsuri, S.Kom, dan Sekretaris Desa Supriatna, menyampaikan laporan resmi atas kejadian tersebut kepada Bupati Kuningan melalui kanal Hotline Kuningan Melesat sebagai bentuk respons cepat tanggap darurat. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa sebanyak 4 rumah terdampak langsung dan 1 rumah lainnya dalam kondisi terancam akibat abrasi dan longsoran tanah.
Adapun daftar warga yang terdampak musibah ini meliputi:
1. Bapak Hasan (67 tahun)
2. Sdr. Bayu Pamungkas Bagaskara (pemilik rumah, berdomisili di Jakarta)
3. Bapak Jaedi (75 tahun) dan Ibu Aminah (73 tahun)
4. Bapak Mulyana (50 tahun) dan Ibu Aan Anengsih (40 tahun)
Sementara satu rumah yang berada dalam kondisi rawan longsor adalah milik Ibu Hj. Atik Mulyani (72 tahun).
Pemerintah Desa Bendungan memperkirakan total kerugian material mencapai Rp.150.000.000. Selain kerusakan fisik, musibah ini juga menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
“Kami mohon agar ada tindak lanjut segera dari pemerintah kabupaten maupun pihak terkait untuk melakukan normalisasi sungai, guna mencegah bencana susulan dan melindungi keselamatan warga,” ujar Ucu Samsuri dalam keterangannya.
Pemerintah desa berharap agar penanganan tanggap darurat, bantuan logistik, serta langkah teknis seperti pembangunan kembali TPT dapat segera dilakukan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan bencana lanjutan.
(Guntur – Kaperwil Jabar)















