MENEJEME. PT. BUKIT ASAM TANJUNG ENIM AMBURADUL DIMINTA TEAM MERAH PUTIH DIBAWAH KEPEMIMPINAN PERSIDEN PRABOWO SEGERA TURUN TANGAN

0
436 views

MENEJEME. PT. BUKIT ASAM TANJUNG ENIM AMBURADUL DIMINTA TEAM MERAH PUTIH DIBAWAH KEPEMIMPINAN PERSIDEN PRABOWO SEGERA TURUN TANGAN

.TANJUNG ENIM. SUMSEL|| MEDIACAKRABUANA.ID

PT.Bukit Asam Tanjung Enim yang bergerak bidang pertambangan batu bara berpengalaman di batu bara puluhan tahun di bidang pertambangan Ironisnya Menejeman kok bisa amburadul . Diduga keras bertenggernya sendikat koruptor yg sangat licik. Menggerogoti hasil pertambangan. Ratusan meliaran rupiah Dimintak TIM KORTAS TIPIDKOR MABES POLRI DIBAWAH PIMPINAN BAPAK BRIGJENPOL CAHYONO WIBOWO Agar dapat segera bertindak sebelum perusahaan tersebut kolep .
Pasalnya Penambahan nilai invoice berasal dari bonus, sedangkan pengurangan nilai invoice berasal dari price adjustment sebesar Rp593.530.745.901,36 dan USD8.641.213,93 serta penaltysebesar Rp28.507.161.170,86 dan USD22.440,00. Nilai kalori batu bara, kadar air, kadar abu, serta ketidaksesuaian ukuran ayakan batu bara menjadi faktor dengan porsi dominan dalam pengenaan price adjustment dan penalty.

Berdasarkan draft laporan akhir Kajian Kualitas Batu Bara PT Bukit Asam oleh Lembaga Afiliasi Peneliti dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) bertanggal 25 April 2019 sesuai Perjanjian Jasa Pekerjaan Kerjasama Penelitian Kualitas Batubara (SPPH
10825) Nomor 167/T/PJJ/AO1158/HK.03/2018, diketahui bahwa penurunan kualitas batu
bara dipengaruhi beberapa faktor, dan yang paling dominan adalah: 1) heterogenitas batu
bara yang ada di lapisan batu bara tertambang dan 2) stratifikasi batu bara berdasarkan ukuran saat handling, stacking, dan reclaiming.

Untuk memperkecil perubahan kualitas batu bara, hasil evaluasi LAPI ITB antara lain
menyebutkan beberapa permasalahan dan upaya perbaikan yang sebaiknya dilakukan PT
Bukit Asam dalam pengambilan sampel batu bara, yaitu sebagai berikut.
1) Front Tambang
a) Pengambilan sampel sebaiknya dilakukan dengan jumlah lapisan (ply) yang lebih
banyak, dengan ketebalan maksimum 2 m untuk setiap lapis, agar diperoleh data
lebih rinci variabilitas kualitas batu bara setiap lapisan secara vertikal. Data tersebut
juga dapat digunakan untuk menentukan sequence penambangan harian agar
diperoleh kualitas batu bara yang lebih konsisten.

b) Selain atas bongkah besar, sampel batu bara sebaiknya juga diambil atas ukuran
halus menggunakan sekop tangan agar memuat semua ukuran butir. Pengambilan
sampel dengan tangan tidak direkomendasikan karena cenderung akan mengambil batu bara ukuran relatif besar saja.

c) Jika ditemukan parting pada suatu lapisan batu bara, sebaiknya tetap diambil dan
disatukan dengan sampel dengan memperhatikan proporsinya dalam lapisan.

d) Sampel sebaiknya langsung dimasukkan ke
dalam plastik dengan kondisi tertutup
rapat untuk mencegah berkurangnya kandungan air karena penguapan.

e) Pengambilan sampel satu kali setiap bulan kurang representatif mewakili dimensi
seam batu bara yang ditambang selama satu bulan yang relatif heterogen secara
horizontal. Semakin heterogen kualitas batu bara yang ditambang, semakin banyak
jumlah sampel yang harus diambil atau jarak antar sampel harus semakin rapat.Rp353.950.546.209,81 dan USD16,904,888.93 serta pengurangan nilai sebesar Rp622.037.907.072,22 dan USD8,663,653.93, dengan rincian sebagai berikut.Penambahan nilai invoice berasal dari bonus, sedangkan pengurangan nilai invoice berasal dari price adjustment sebesar Rp593.530.745.901,36 dan USD8.641.213,93 serta penalty sebesar Rp28.507.161.170,86 dan USD22.440,00. Nilai kalori batu bara, kadar air, kadar abu, serta ketidaksesuaian ukuran ayakan batu bara menjadi faktor dengan porsi dominan dalam pengenaan price adjustment dan penalty.

Berdasarkan draft laporan akhir Kajian Kualitas Batu Bara PT Bukit Asam oleh Lembaga Afiliasi Peneliti dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) bertanggal 25 April 2019 sesuai Perjanjian Jasa Pekerjaan Kerjasama Penelitian Kualitas Batubara (SPPH
10825) Nomor 167/T/PJJ/AO1158/HK.03/2018, diketahui bahwa penurunan kualitas batu
bara dipengaruhi beberapa faktor, dan yang paling dominan adalah: 1) heterogenitas batu
bara yang ada di lapisan batu bara ( Red)*