Cianjur, Mediacakrabuana.id

Potensi Penerimaan Pajak Restoran Sebesar Rp404.089.507,00 Belum Terpungut
Pemerintah Kabupaten Cianjur menganggarkan PAD – Pajak Restoran pada TA
2020 sebesar Rp8.355.793.325,00 dan merealisasikan sebesar Rp8.651.153.807,00 atau
103,53%. Salah satu Sumber PAD diantaranya dari Pajak Restoran yang diperoleh dari
transaksi Belanja Makan Minum SKPD sebesar Rp92.081.375,00. Pajak Restoran adalah
pajak atas layanan yang disediakan oleh restoran, dimana restoran adalah fasilitas penyedia
makanan dan/atau minuman dengan dipungut bayaran, yang mencakup juga rumah makan,
kafetaria, kantin, warung, bar, dan sejenisnya termasuk jasa boga/katering.
Pajak Restoran atas Belanja Makan Minum SKPD adalah Pajak Restoran yang
dipungut dan disetorkan oleh Bendahara Pengeluaran SKPD atas transaksi Belanja Makan
Minum yang dilakukan oleh SKPD terkait. Belanja Makan Minum adalah pengeluaran
belanja pengadaan konsumsi (makanan dan minuman) oleh Bendahara Pemerintah melalui
pembelian langsung ke warung/rumah makan ataupun pengadaan makan atau minum
melalui penyedia jasa boga atau katering. Jasa katering merupakan jasa penyediaan
makanan dan minuman dimana terdapat peralatan yang lengkap untuk proses pembuatan,
penyimpanan, dan penyajian sementara penyajiannya diantar ke lokasi yang diinginkan
oleh pemesan.
Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menerbitkan Perbup Nomor 16 Tahun 2011
tentang Sistem dan Prosedur Pemungutan Pajak Daerah sebagaimana telah diubah terakhir
kali dengan Perbup Nomor 95 Tahun 2019. Perbup tersebut telah mengatur prosedur
pemungutan Pajak Restoran, namun belum mengatur secara jelas mekanisme pemungutan
Pajak Restoran atas Belanja Makan Minum yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran
SKPD.
Konfirmasi kepada BPPD diketahui pada tahun 2013 dan 2014 Bupati Cianjur telah
menerbitkan SE Nomor 973/7685/DPD/2013 tanggal 26 November 2013 tentang
Pengenaan Pajak Restoran untuk Belanja Makan dan Minum yang dilaksanakan oleh PihakKetiga/LS serta SE Nomor 973/7146/Dipenda tanggal 10 November 2014 tentang
Pelaksanaan Pengenaan Pajak Restoran untuk Belanja Makan dan Minum kepada seluruh
Pimpinan SKPD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah
(BUMD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur terkait pelaksanaan pengenaan
Pajak Restoran untuk Belanja Makan dan Minum. Dalam SE tersebut, Bupati menghimbau
kepada para Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu masing-masing
SKPD agar dapat membantu melaksanakan pemungutan dan penyetoran Pajak Restoran
atas Belanja Makan dan Minum. Mekanisme pemungutan dan penyetoran Pajak Restoran
yang dimaksud yaitu, Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran Pembantu
memungut Pajak Restoran sebesar 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan atas
pembelian makanan dan/atau minuman kepada restoran/rumah makan/cafeteria/kantin
termasuk usaha jasa katering. Kemudian Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran
Pembantu menyetorkan ke Bendahara Penerimaan BPPD atau Kas Daerah dalam kurun
waktu 1 x 24 jam disertai Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) yang ditandatangani
oleh WP.
Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas realisasi Belanja Makan Minum
pada 12 SKPD, diketahui terdapat sejumlah transaksi Belanja Makan Minum yang
bersumber dari APBD yang tidak dipungut Pajak Restoran sebesar Rp404.089.507,00
dengan rincian pada Tabel 1.5 berikut.
Tabel 1.5 Daftar SKPD yang tidak memungut PaAyat (3) yang menyatakan bahwa pelayanan yang disediakan restoran meliputi
pelayanan penjualan makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi oleh pembeli, baik
dikonsumsi di tempat pelayanan maupun di tempat lain.
Permasalahan di atas mengakibatkan kehilangan potensi atas Pajak Restoran sebesar
Rp404.089.507,00.
Hal tersebut disebabkan oleh:
a. Bendahara Pengeluaran pada 12 SKPD belum optimal dalam melaksanakan tugasnya
dalam hal pemungutan dan penyetoran pajak sesuai dengan peraturan perundang-
undangan khususnya pajak daerah;
b. Kepala Bidang Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah kurang optimal dalam
melakukan pengumpulan data WP ( Red)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here