Editor : Ridho

Bekasi, Media Cakrabuana.id :

Jawa Barat (24/12/2021). Pemerintah Desa Sirnajati Kecamatan Cibarusah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kinerja bagi kader Posyandu dan PKK, dalam rangka menurunkan angka stunting di Desa Sirnajati. Kegiatan tersebut diikuti oleh 56 kader Posyandu dan PKK, serta dibimbing 5 (lima) narasumber TP PKK Kecamatan Hj. Endang, Kepala Puskesmas Cibarusah dr. Nia Hasan, Pendamping Desa Kecamatan Cibarusah Pupu, Perlindungan Perempuan dan Anak Cicih dan Pendamping Posyandu Juara Tarhali, yang dilaksanakan di Villa Malati Singasari Jonggol Bogor, Jum’at (24/12/2021).

Kepala Desa Sirnajati H. Ridwan Sunarya mengatakan,” Saya bangga terhadap kader posyandu dan PKK yang selalu kompak. Termasuk dalam kegiatan bimtek ini. Tentu saja kegiatan ini harus dimanfaatkan dengan baik.Saya berharap para kader dapat mengambil manfaatnya, hingga bertambah ilmunya,” paparnya.

Salah satu Narasumber dari Pendamping Desa Kecamatan Cibarusah Pupu memaparkan, “Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan berhasil menyusun Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting. Buku ini diharapkan bisa menjadi panduan bagi warga Desa dalam upaya menekan angka stunting. Stunting tengah menjadi ancaman bagi generasi Indonesia mendatang.

Tidak kurang 9 juta anak Indonesia menderita stunting. Artinya, 1 dari 3 anak Indonesia didera stunting.


Dalam kaitan penanganan stunting, Pemerintah Indonesia merumuskan 5 pilar penanganan stunting :

Pilar 1 Komitmen dan Visi Pimpinan Tertinggi Negara;


Pilar 2 Kampanye Nasional berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas.


Pilar 3 Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi Program Nasional, Daerah, dan Masyarakat;


Pilar 4 Mendorong Kebijakan Akses Pangan Bergizi; dan Pilar 5 Pemantauan dan Evaluasi.

Dalam rangka intervensi penanganan stunting di 2018, disasar 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pun terlibat aktif dalam upaya menekan angka stunting. Ragam penanganan stunting yang berhubungan dengan intervensi spesifik dan sensitif terkait stunting terwadahi lewat Peraturan Menteri Desa tentang Pemanfaatan Dana Desa. Lewat peraturan yang dikeluarkan tersebut, Warga Desa bisa terlibat aktif menghadirkan aneka kegiatan yang berhubungan upaya penanganan stunting. Kehadiran Dana Desa telah membangun 6.041 Pondok Bersalin Desa (Polindes), penyediaan 32.711 unit air bersih, 82.356 unit sarana Mandi, Cuci dan Kakus (MCK). Berhasil pula membangun 13.973 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), 21.357 unit bangunan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Semoga kehadiran Buku Saku Desa dalam Penanganan Stunting bisa lebih menggairahkan warga Desa untuk semakin aktif terlibat dalam penanganan Stunting di Desa.
Desa menjadi tumpuan Pemerintah Indonesia dalam upaya menekan angka stunting. Generasi sehat dan cerdas di Desa merupakan penopang generasi emas Indonesia mendatang. Sebagaimana dinyatakan Bung Hatta, Indonesia berjaya lantaran nyala lilin-lilin yang berpendar di desa,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Kinerja bagi Kader posyandu dan PKK, Kepala Desa dan Sekdes Sirnajati, perangkat desa, Babinsa, lima Narasumber dan 56 orang Kader posyandu dan PKK.

Reporter Liputan :

Sudarmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here