Seleksi Security PT Rajawali Agro North Jadi Sorotan: Diduga Tak Sesuai Standar Gada Pratama, Ada Yang Bertato Lolos

0
2 views

“Seleksi Security PT Rajawali Agro North Jadi Sorotan: Diduga Tak Sesuai Standar Gada Pratama, Ada Yang Bertato Lolos”

 

MURATARA, MEDIACAKRABUANA.ID

Proses rekrutmen dan seleksi tenaga keamanan (Security) di PT Rajawali Agro North yang beroperasi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi sorotan tajam publik dan karyawan.

Pasalnya, penerimaan security di perusahaan perkebunan tersebut diduga tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan yang berlaku secara nasional, yakni Standar Gada Pratama dan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No 4 Tahun 2020 Tentang Pengamanan Swakarsa.

Informasi yang dihimpun oleh Tim Cakrabuana.id dari sumber internal menyebutkan, ada beberapa personel security yang saat ini bertugas di PT Rajawali Agro North diduga tidak memenuhi kualifikasi standar. Diantaranya, ada personel yang memiliki tato yang terlihat jelas di bagian tubuh, serta ada yang tinggi badannya tidak mencapai standar minimal yang ditetapkan untuk seorang security profesional.

“Jelas bos, kalau sesuai SOP Gada Pratama itu kan tidak boleh bertato, apalagi tato yang terlihat di lengan atau leher. Tinggi badan juga minimal 165 cm sampai 168 cm. Tapi di PT Rajawali Agro North ini ada yang pakai tato masih lolos jadi security, ada juga yang tingginya di bawah standar tapi diterima,” ungkap salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (12/10/2026).

Dalam dunia jasa pengamanan, aturan untuk menjadi seorang security profesional sudah sangat jelas dan baku.

Berdasarkan Perpol No 4 Tahun 2020 dan Standar Gada Pratama yang menjadi kurikulum wajib pendidikan security di seluruh Indonesia, disebutkan beberapa persyaratan fisik yang mutlak:

1. Tidak bertato dan tidak bertindik, terutama tato yang terlihat saat menggunakan seragam security.
2. Tinggi badan minimal: 165 cm untuk wilayah umum dan 168 cm untuk industri tertentu (Pria), serta proporsional.
3. Tidak berkacamata, sehat jasmani dan rohani, serta telah mengikuti diklat Gada Pratama dan memiliki KTA Satpam yang masih aktif.
4. *Berkelakuan baik dan tidak pernah terlibat tindak pidana.

Aturan larangan tato bagi security bukan tanpa alasan. Security adalah garda terdepan perusahaan yang berhadapan langsung dengan tamu, mitra, dan karyawan. Penampilan harus bersih, tegas, dan profesional untuk menimbulkan rasa aman, bukan sebaliknya.

“Kalau security-nya bertato bos, yang ada malah bikin takut orang yang mau bertamu. Kesannya premanisme bos, bukan profesional. Makanya di SOP Polri sudah jelas dilarang,” tambah sumber tersebut.

Dugaan penerimaan security yang tidak sesuai SOP di PT Rajawali Agro North ini menimbulkan pertanyaan besar soal profesionalitas sistem pengamanan di perusahaan tersebut.

Security bukan sekadar penjaga pintu bos. Mereka adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menjaga aset perusahaan bernilai miliaran rupiah, menjaga keselamatan karyawan, dan mencegah terjadinya tindak pidana di lingkungan perusahaan.

Jika rekrutmennya saja diduga asal-asalan dan tidak sesuai SOP Gada Pratama, bagaimana mungkin mereka bisa menjalankan tugas pengamanan secara profesional sesuai prosedur?

“Jangan-jangan perekrutannya ada unsur KKN atau titipan orang dalam bos. Kalau memang sesuai SOP, mana mungkin yang bertato dan tinggi tidak standar bisa lolos? Harus ada seleksi ketat dari BUJP-nya,” ujar Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia (GRAKI) Muratara.

Ia mendesak agar pihak PT Rajawali Agro North dan BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan) yang menjadi vendor penyedia security di perusahaan tersebut untuk dievaluasi.

“Kami minta Disnaker Muratara dan Polda Sumsel melalui Dit Binmas untuk turun tangan memeriksa legalitas dan kualifikasi security yang bertugas di PT Rajawali Agro North. Cek KTA Satpamnya masih aktif atau tidak, cek sertifikat Gada Pratama-nya asli atau tidak, dan cek fisiknya sesuai SOP atau tidak. Ini demi keamanan dan kenyamanan investasi di Muratara,” tegasnya.

 

Untuk menjaga prinsip keberimbangan dan cover both side sesuai Kode Etik Jurnalistik, Tim http://Cakrabuana.id telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PT Rajawali Agro North.

Konfirmasi dilayangkan melalui pesan WhatsApp kepada Humas PT Rajawali Agro North pada hari Sabtu, 11 Oktober 2026, Pukul 14:00 WIB dengan 3 pertanyaan inti:

1. Benarkah ada personel security di PT Rajawali Agro North yang memiliki tato terlihat dan tinggi badan tidak sesuai standar Gada Pratama?
2. Siapa BUJP yang menjadi vendor penyedia jasa security di PT Rajawali Agro North dan apakah rekrutmennya sudah sesuai Perpol No 4 Tahun 2020?
3. Apakah semua personel security di PT Rajawali Agro North sudah memiliki sertifikat Gada Pratama dan KTA Satpam aktif?

Hingga berita ini diterbitkan pada Minggu, 12 Oktober 2026, Pukul 15:00 WIB (lebih dari 1×24 jam), pihak Humas PT Rajawali Agro North belum memberikan jawaban, meskipun pesan WhatsApp sudah centang dua biru (telah dibaca).

http://Cakrabuana.id juga masih berupaya menghubungi pihak BUJP yang bersangkutan.

http://Cakrabuana.id tetap membuka ruang Hak Jawab dan Hak Koreksi seluas-luasnya kepada pihak PT Rajawali Agro North dan BUJP terkait untuk menjelaskan duduk persoalan rekrutmen security yang diduga tidak sesuai SOP Gada Pratama tersebut.

Gunadi | Biro Muratara – Cakrabuana.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini