Rekrutmen Hanya Formalitas? PT SIPEF Dendy Marker Bingin Rupit Diduga Tak Prioritaskan Warga Muratara, Kebanyakan Dari Medan!

0
33 views

“Rekrutmen Hanya Formalitas? PT SIPEF Dendy Marker Bingin Rupit Diduga Tak Prioritaskan Warga Muratara, Kebanyakan Dari Medan!”

MURATARA,  MEDIACAKRABUANA.ID

Dugaan praktik rekrutmen karyawan yang tidak memprioritaskan masyarakat lokal kembali mencuat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kali ini sorotan tajam tertuju kepada PT SIPEF Dendy Marker yang beroperasi di wilayah Kecamatan Rupit Desa Bingin Rupit, Kabupaten Muratara.

Berdasarkan pengakuan warga dan calon pelamar kerja asal Muratara, proses rekrutmen yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut diduga hanya formalitas belaka. Pasalnya, meskipun telah membuka lowongan dan menerima berkas lamaran dari warga lokal, namun kenyataannya karyawan yang direkrut dan dipekerjakan kebanyakan berasal dari luar daerah, khususnya dari Medan, Sumatera Utara.

“Rekrutmen hanya formalitas saja bos. Kami warga Muratara sudah melamar, sudah tes, sudah interview, sudah lengkap berkas. Tapi yang dipanggil dan dipekerjakan kebanyakan orang dari Medan. Kami warga lokal hanya jadi penonton di tanah kami sendiri. Kami jadi pengangguran di kampung sendiri yang dikelilingi perusahaan sawit,” ungkap salah seorang warga Bingin Rupit yang enggan disebutkan namanya kepada tim Cakrabuana.id, Minggu (05/10/2026).

Menurut warga, PT SIPEF Dendy Marker seharusnya mengacu pada Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati Muratara tentang kewajiban perusahaan untuk memprioritaskan Tenaga Kerja Lokal (TKL) minimal 60-70% untuk posisi non-skill dan semi-skill. Namun faktanya, warga lokal Muratara merasa terpinggirkan.

“Coba cek saja di mess karyawan dan di lapangan bos, berapa persen warga Muratara? Paling cuma 10-20%. Sisanya dari Medan semua. Padahal kami banyak sarjana, banyak pemuda yang butuh kerja. Kalau begini terus untuk apa perusahaan ada di Muratara kalau tidak menyejahterakan warga Muratara? Kami minta perusahaan ini diaudit soal rekrutmennya,” timpal warga lainnya.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan pemuda dan tokoh masyarakat Bingin Rupit. Mereka menilai perusahaan tidak memiliki komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar kebun.

“Kami bukan anti pekerja dari luar, tapi tolong prioritaskan dulu kami warga Muratara. Kami yang kena debu, kami yang kena banjir karena kebun, kami yang jalannya rusak dilewati truk sawit, tapi kami tidak dapat kerja. Ini tidak adil bos. Kami minta Disnaker Muratara turun investigasi ke PT SIPEF Dendy Marker ini,” tegas tokoh pemuda Muratara.

Atas polemik rekrutmen tersebut, warga Muratara mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Muratara, DPRD Muratara Komisi III, dan Bupati Muratara untuk segera melakukan investigasi dan memanggil manajemen PT SIPEF Dendy Marker Bingin Rupit.

“Kami minta Disnaker Muratara segera panggil HRD PT SIPEF Dendy Marker. Buka data rekrutmen 2024-2025, berapa warga Muratara yang melamar, berapa yang diterima, dan berapa pekerja dari Medan yang didatangkan. Jika terbukti melanggar Perda Ketenagakerjaan Lokal, harus diberi sanksi tegas. Jangan biarkan warga Muratara jadi penonton di tanahnya sendiri,” desak warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT SIPEF Dendy Marker Bingin Rupit belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan rekrutmen karyawan yang tidak memprioritaskan masyarakat Muratara dan diduga hanya formalitas tersebut. Tim Cakrabuana.id masih berupaya melakukan konfirmasi guna hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Tim Investigasi: Cakrabuana.id
Red: Andika / Gunadi – Biro Muratara

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini