LAPAS NARKOTIKA KELAS IIB BANYUASIN TEGASKAN KOMITMEN ZERO HALINAR

0
7 views

“LAPAS NARKOTIKA KELAS IIB BANYUASIN TEGASKAN KOMITMEN ZERO HALINAR:

Banyuasin, Cakrabuana id

18 April 2027 – Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin menegaskan komitmennya dalam pemberantasan peredaran narkoba, penggunaan handphone ilegal, serta praktik pungutan liar melalui kegiatan Pelaksanaan Ikrar Anti Narkoba & Handphone (Zero HALINAR) yang digelar di lingkungan lapas.

Kepala Lapas, Luhur Pambudi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa integritas dan kedisiplinan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan aman.

“Komitmen ini bukan sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Keberadaan handphone ilegal di dalam lapas berpotensi besar memicu gangguan keamanan, seperti penipuan hingga peredaran narkoba,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah konkret untuk menekan potensi gangguan keamanan tersebut, terutama dengan menghilangkan akses handphone ilegal di dalam lapas.

Namun demikian, sebagai solusi humanis, pihak lapas juga menyediakan fasilitas komunikasi resmi dan gratis bagi warga binaan, seperti layanan telepon dan video call, guna tetap menjaga hubungan dengan keluarga tanpa melanggar aturan.

Kami siapkan wadah komunikasi resmi dan gratis. Jadi saat dilakukan penegakan aturan, warga binaan tetap memiliki akses komunikasi yang aman dan terkontrol,” jelasnya.

Selain penegakan disiplin, pembinaan juga menjadi fokus utama.

Lapas menyediakan berbagai program pembinaan, mulai dari kegiatan keagamaan hingga pendidikan dan keterampilan.

“Kami perbaiki mental melalui kegiatan keagamaan, baik di masjid maupun gereja, dengan bimbingan ustaz dan pendeta.

Setelah itu dilanjutkan dengan pendidikan, termasuk program kejar paket, serta pelatihan keterampilan seperti perkebunan dan pertukangan,” ungkap Luhur.

Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin mencapai sekitar 908 orang, dengan keterbatasan jumlah petugas yang hanya sekitar 10 hingga 11 orang per regu.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Dengan keterbatasan tersebut, kami harus bekerja ekstra keras agar hasil yang dicapai tetap maksimal,” tambahnya.

Melalui kegiatan ikrar ini, Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin menegaskan komitmen penuh dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan pungutan liar.

“Harapan kami, warga binaan yang telah mendapatkan pembinaan dapat memiliki bekal keterampilan dan mental yang baik, sehingga setelah bebas dapat kembali ke masyarakat dan memiliki mata pencaharian yang layak,” pungkasnya. Harto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini