“Dugaan Penggunaan Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Revitalisasi KB Assalam Rp896 Juta Disorot”

0
1 views

“Dugaan Penggunaan Besi Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Revitalisasi KB Assalam Rp896 Juta Disorot”

Purwakarta. Jabar || Mediacakrabuana.id

Pelaksanaan proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kelompok Bermain (KB) Assalam kini tengah menjadi sorotan tajam publik.

Pembangunan yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp896.000.000 tersebut diduga kuat menggunakan material bangunan yang tidak sesuai dengan standar spesifikasi teknis yang ditentukan.

Terlihat Bentangan Cor diatas Menggunakan besi 6. Mm sedangkan untuk cincin besi dan besi balok mengunakan
Besi 10.Mm

Saat berbincang bincang dengan awak media 30 September 2026

Rahmat mandor pekerjaan Saat di konfirmasi di lokasi pekerjaan menjelaskan ke media untuk cincin balok mengunakan matrial besi 6.Mm dan balok menggunakan besi 10.Mm

Saat di tanya mana P2SP . Rahmat mengatakan Kepala sekolah,sedang Bintek di Bandung

Kalau untuk P2SP saya tidak tau siapa disini,hanya tau saya di sini sebagai mandor dan pihak kepala sekolah dan para pekerja diungkap Rahmat

Ia menambahkan kembali ,kalau yang kerja masyarakat setempat”kami melaksanakan pekerjaan yang sudah di siapkan pihak sekolah ,dan tugas pekerja hanya melaksanakan kegiatan saja,entah belanja dimana kami tidak tau dan masalah matrial kita tidak tau, sama sekali. Ucap Rahmat mandor

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas belajar anak usia dini ini diduga kuat menggunakan besi berdiameter 6 milimeter (besi 6).

Padahal untuk struktur bangunan publik, penggunaan besi ukuran tersebut dinilai sangat riskan dan berpotensi membahayakan keselamatan konstruksi jangka panjang.

Awak media mencoba konfirmasi ke kepsek perihal kegiatan
Devi selaku Kepala sekolah mengatakan silakan hubungi langsung yadi

Yadi selaku P2SP Saat di konfirmasi melalui What’sApp dan membalas What’sApp mengatakan hari senin saja kita ketemu”. Ungkap yadi

Sorotan Tajam Analisis teknis mengapa rancangan tersebut tidak diperbolehkan atau tidak aman dalam Pembangunan :

Kesalahan Fatal pada Balok (Besi Tulangan Utama vs Sengkang/Cincin)

Aturan Baku :

Besi tulangan utama (longitudinal) pada balok harus selalu lebih besar atau minimal sama dengan besi sengkang/cincin.

Masalah Rancangan Anda:

Anda berencana menggunakan besi 10 mm untuk cincin dan besi yang lebih kecil (besi 6 mm) untuk bentangan balok utama. Ini terbalik.

Cincin berfungsi mengikat tulangan utama.

Jika tulangan utamanya hanya 6 mm, balok akan sangat lentur, mudah melendut, dan berpotensi runtuh karena tidak mampu menahan beban lentur dan beban vertikal dari dak beton di atasnya.

Penggunaan Besi 6 mm untuk Bentangan Dak Cor :

Aturan Baku:

Untuk plat lantai beton (dak cor), standar minimum diameter besi yang aman adalah 8 mm (tulangan praktis), atau sangat disarankan menggunakan besi 10 mm (terutama sistem wiremesh atau tulangan ganda) jika bentangannya cukup lebar atau akan dibebani ruangan di atasnya.

Masyarakat dan pemerhati pendidikan setempat mendesak agar instansi terkait bertindak tegas.

Dinas Pendidikan (Disdik) diminta tidak menutup mata dan segera turun ke lokasi untuk melakukan audit serta pengawasan langsung terhadap jalannya proyek tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola proyek maupun Dinas Pendidikan setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penggunaan material di bawah standar operasional tersebut.

Warga berharap pihak berwenang dapat memastikan anggaran ratusan juta rupiah dari uang negara tersebut benar-benar dialokasikan untuk membangun fasilitas yang aman dan ramah anak belajar.

Gedung PAUD dikategorikan sebagai fasilitas publik dengan risiko tinggi karena menampung banyak anak-anak.

Kegagalan struktur akibat salah memilih diameter besi dapat berakibat fatal.

( Red/Tslm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini