OGAN ILIR, SUMSEL|| MEDIACAKRABUANA.ID

Menjamurnya SENDIKAT koruptor dilingkungan Pemda Ogan Ilir Sumatera Selatan kebal hukum pasalnya terdapat 36 paket pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir tahun 2022 menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasarkan data yang didapat Ali Sopyan Ketua Umum Media Rajawali News yang merupakan hasil Temuan BPK itu, ada -36 paket pekerjaan berupa 3 paket proyek pembangunan gedung dan bangunan serta 33 paket pekerjaan berupa belanja jalan, jaringan dan irigasi atau JJI.
Menyasar temuan BPK atas 36 paket pekerjaan di dinas PUPR Ogan Ilir tersebut mengalami kekuarangan volume dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 8,4 milyar lebih.
“Kita besarma BPK dibantu pengawas juga telah berupaya melakukan pengawasan atas 36 paket pekerjaan tersebut. Namun mungkin ada kualitasnya kurang (kekurangan volume),” ungkap Ali Sopyan kepada Awak Media diruang kerjanya. Sabtu, 27 Januari 2024.
Hal itu ungkap Ali Sopyan di pengaruhi Banyaknya oknum Kontraktor pekerjaannya yang tidak sesuai Spektek yang telah ada. Sehingga mempengaruhi kulaitas atau mutu semen atau aspal.
Sehingga kata Ali Sopyan dari kerugian negara atas hasil audit BPK yang menyatakan adanya kekurangan volume atau kurangnya mutu kuliatas pekerjaan dengan total kerugian Rp 8,4 milyar lebih itu harus sesegera mungkin untuk di kembalikan kepada kas daerah Kabupaten Ogan Ilir.
Ali Sopyan Menambahkan dari total Rp 8,4 milyar dari kerugian negara,”Sudah menjadi keharusan pihak ketiga untuk mengembalikan sejumlah uang hasil audit BPK itu kalau tidak maka itu akan menjadi ranahnya APH,”tutupnya.* ( Red )*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here