Oleh:Jacob Ereste
Kamis, 17 Agustus 2033 sedianya Foddcast Forum Negarawan sudah merencakan untuk masuk studio rekaman pembicaraan bersama dokter Tifauzia Tyassuma sebagai sagavat dan kerabat negarawan, lalu direncanakan pula disusul oleh Prof. Ir. Sayuti Asyahri. Tapi justru yang terjadi adalah ngobrol di luar Studio sejak tengah hari hingga menjelang waktu sholat maqrib masih terus berlanjut.

Tentu saja cakupan topik bahasan sangat menarik dan luas, tak hanya politik, tapi juga tentang sumbangan peradaban Islam yang sangat besar peranannya dalam masa perceragan dj Eropa.

Wawasan dan khazanah ilmu dan pengetahuan Habib Sayuti Asyahri memang patut menjadi rujukan. Minimal dalam gal retorika dan penguasaan narasi yang tersisa sebagai aktivis kampus dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang telah menghasilkan tiga rumusan Undang-undang lebih dari cukup membuktikan kepiawaian serta intelektualitasnya yang tidak sedikit pun diragukan.

Realitasnya, toh alumnus Fakultas Teknik Universitas Indonesia ini telah mengubah jadual Fodcast yang sudah menjadi program Forum Negarawan jadi urung menjadi acara ngobrol yang lebih serius dan lebih luas liputannya dengan tampilan yang kas-lasan.

GMRI sebagai pencetus Posko Nrgarawan dan juga kemudian melahirkan Forum Negarawan telah memperoleh kepercayaan dari para tokoh agama, intelektual serta para akademisi dan budayawan. Sri Eko Sriyanto Galgendu selaku motor penggerak bersama sahabat dan kerabat Negarawan lain pun telah menetapkan jadual pertemuan rutin setiap tanggal 11 dan pada bulan September 2023 akan diunduh oleh Universitas 17 Agustus 1945, di Kampus Semper, Jakarta.

Melalui Forum Negarawan diharap menjaga dan mengarahkan bangsa serta negara Indonesia menjadi bangsa yang sepenuhnya merdeka dan berdaulat. Dan pedoman Negara harus mengacu pada UUD 1945.

Hingga pada akhirnya, Forum Negarawan bisa membangun watak dan martabat bangsa dengan intelektual yang tangguh, itika dan moral serta akhlak mulia sebagai jati diri dan kepribadian bangsa yang bermartabat.

Atas dasar itu Ir. Sayuti Asyahri mengungkapkan dasar pijak materialisme adalah hawa nafsu — tamak, serakah dan rakus — seperti yang telah diingatkan dari langit yang termuat dalam Al Qur’an, paparnya. Dan pada saatnya kelak, segenap sikap serta perbuatan manusia akan, ditakar atau diverifikasi untuk dimintakan pertanggung jawaban.

Dokter Tifauzia Tyassuma yang pernah memonopoli media sosial akibat telisikannya terhadap foto wajah Joko Widodo yang palsu saat wisuda. Karena menurut dia, hidung dan bibir Joko Widodo dalam foto yang ditayangkan itu berbeda dengan yang asli.

Tifa yang pernah mengambil mara kuliah 15 Satuan Kredit Semester (SKS) merasa layak melalukan analisis demi dan untuk kebenaran agar tidak menyesatkan publik.

Selaku Kepala Alhina Institut, dokter Tifa menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Gelar Ph.D untuk Moleculer Epidemiology, Univerditas Indonesia. Bahkan kini dia juga sedang mengikuti Pendidikan S3 Filsafat, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Jauh sebelum itu, dia telah menjabat Executive Director, Center for Clinical Epidemiology & Evidence RSCM Jakarta sejak tahun 2009. Lalu menjabat Sekretaris Jendral lembaga yang sama ini pada tahun 2010.

Kali ini pun, dokter Tifa mengjtitik keras sikap umumnya dokter di Indonesia yang arogan, katanya. Meski dia pun nengakui sebagai pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Contohnya, sejak pulang belajar dari luar negeri dokter Tifa tak lagi punya SIP (Surat Ijin Praktek), namun tetap melayani pasien yang menyambangi tempat prakteknya setiap hari.

Kecuali itu, dokter Tifa juga mengingatkan, jika kelak dokter asing mulai masuk ke Indonesia, maka dokter muda yang ada menjadi kacung saja di negeri ini. Begitulah kelak kondisi Indonesia, akibat dari kekacauan tata kelola dan kacaunya peraturan kedokteran di Indonesia, seperti yang terjadi dalam banyak bidang yang lain, kata Dokter Tifa.

Topik inilah yang menyulut antusias Ir. Sayuti Asyahri bersama Dokter Tifa saat menyambangi Sekretarat GMRI dan Posko Negarawan yang diterima langsung oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu menjadi ajang dialog yang super hangat di negeri ini, termasuk pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo pada pagi hari tadi yang tak kalah seru komentar dan pendapatnya dari perspektif politik maupun budaya seperti pakaian khas adat yang juga dipakai Prediden Joko Widodo.

Jakarta, 17 Agustus 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here