TANGKAP SENDIKAT PROYEK ABAL ABAL SUMSEL, KELUARGA PEJABAT ATAU PENJAHAT PEMBORONG. ATAU. PEMBOHONG .

0
255 views

Sumsel : Mediacakrabuana.id

Proyek Jalan Aspal Rp 8,7 M di Ogan Ilir Bisa Dikelupas Pakai Tangan, tidak ber Kualitasnya 18 Mei 2023
Pasalnya Proyek Pembanguna Jalan Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menelan anggara Rp 8.7 Milyar ironisnya Jalan aspal hotmix Desa Burai-Sakatiga menghabiskan dana mencapai Rp 8,7 Milyar yang baru selesai dibangun sudah terkelupas.

Bahkan menggunakan tangan kosong pun bisa dikelupas. Hasil kerja proyek pengaspalan jalan menuju destinasi wisata unggulan Kabupaten Ogan Ilir, Desa Burai-Sakatiga, dengan anggaran Rp8,7 Miliyar tahun 2022 menjadi sorotan pengguna. Jalan .

Pasalnya kualitas proyek yang dikerjakan CV. Trida Sarana (diduga masih grup PT. Gajah Mada Sarana) itu, sangat tidak kualitasnya. Aspalnya tipis dan mudah terkelupas. Yah maklum. Kontraktornya dalam lingkarn. Pejabat. Di PEMDA PROPINSI SUMSEL . tampak seorang warga sedang mengopak aspal jalan tersebut dengan tangannya. Menandakan kalau aspal proyek itu ditengarai mengabaikan kualitas.

Buruknya hasil pekerjaan proyek itu dinilai tidak sepadan dengan harga tender yang cukup tinggi Rp8,7 M.

Penilailan buruknya kualitas proyek peningkatan jalan Burai – Sakatiga ini dinilai langsung oleh pengamat jalan dan jembatan yang sekaligus Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia Kabupaten Ogan Ilir, Deswilton Kawilarang.

Dikatakannya, dengan mengunakan tangan kosong aspal begitu mudah diangkat dan itu dapat saja menunjukan kualitas aspal yang tidak baik, selain itu sepanjang ruas peningkatan jalan Burai-Sakatiga tersebut tidak semua dilakukan pengaspalan, hanya titik – titik tertentu yang di aspal.

“Dengan angka Rp8,7 Miliyar, peningkatan jalan ruas Burai-Sakatiga ini kualitasnya sangat kurang untuk campuran aspalnya, karena saya bisa meremas aspal itu dengan tangan saya sendiri, kualitas aspalnya sangat buruk, untuk ketebalan aspalnya juga sangat tipis, sehingga kemungkinan kedepannya jalan hasil pengerjaan ini akan kembali berlobang sehinga jalan bisa rusak kembali,” ucapnya belum lama ini, (12/3/22).¹

Menurut Deswilton Kawilarang, kualitas proyek aspal jalan yang buruk seperti ini, dinilai karena lemahnya pengawasan atau ada indikasi ‘main mata’ antara Dinas PU dengan kontraktor.

Kontrol pekerjaan oleh pihak Dinas PU kepada para kontraktor hanya formalitas, alhasil pekerjaan pihak ketiga (kontraktor) tetap diterima walau dengan kualitas hasil pekerjaan yang buruk.

“Lucu terkadang, hasil pengawasan Dinas PU langsung tanda tangan semua berkas dengan keterangan baik dan sesuai spesifikasi walaupun kenyataannya proyek tersebut sangat buruk kualitasnya, seperti proyek Rp8,7 M ini,” kata Deswilton.

Dibeberkan pengamat kontruksi dari Gapeksindo ini, Kabupaten Ogan Ilir saat ini menjadi ladang bacakan korupsi para keluarga, kerabat, timses pejabat di Sumsel dan Ogan Ilir, terkait proyek.

“Yang kerja dan dapat proyek di Ogan Ilir ini baik yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel maupun APBD Kabupaten Ogan Ilir, rata-rata dikerjakan oleh mereka -mereka para keluarga, kerabat, para kroni dan timses Wakil Gubernur Mawardi Yahya dan Bupati Panca (anaknya Mawardi),” ucapnya.

Sekedar diinformasikan, proyek bermasalah peningkatan jalan Babatan Saudagar-Srijabo Rp 96 Milyar, dikerjakan adik ipar Wagub Mawardi Yahya (Fikri), Ponakan Wagub Mawardi Yahya (Dona/ Anak Fikri), dan Ipar Wagub (Hadi).

Proyek peningkatan jalan yang menelan anggaran senilai Rp54,6 Miliar (APBD 2019), Rp21,4 Miliar (APBD-P 2019) dan dilanjutkan Rp19,5 Miliar (APBD 2020) dari provinsi Sumsel itu, hasilnya baru dikerjakan kondisinya itu rusak parah bergelombang, retak-retak dan terkelupas.

Proyek peningkatan badan jalan yang dikerjakan kontaktor PT. Asdeska Berlian Utama (APBD 2019), PT. Putra Atama Hadi (APBD-P 2019) dan PT. Lebong Karang Sakti (APBD 2020) tersebut tampak buruk sekali kualitasnya.

Kini kasus dugaan korupsi proyek Rp 96 M jalan Babatan Saudagar – Srijabo sedang ditangani Kejati Sumsel.
( Tim V Cakrabuana )*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini