Sumsel : Mediacakrabuana.id

Menjamurnya penambang batubara liar akibat sulit mendapatkan perijinan dari pihak pemerintahan Daerah maupun pusat . Sehingga terjadi rakyat nekat untuk berusaha membuka tambang batu bara tersebut demi perut anak dan keluwarga

Sehingga rakyat disekitar tambang batu bara ilegal dapat berkerja Sesuwai dengan keahliannya , Haltersebut dapat mengurangi pengangguran

Tambang batu bara ilegal. tidak akan pernah habis diwilayah hukum Sumsel , selagi pihak pemerintah dan Aparat penegak hukum Masi doyan uwang Suwap.
Sehingga tambang batu bara ilegal masih terus beraktivitas. Terbukti pihak jajaran Kementrian Lingkungan hidup mandul di Sumsel sementara anggaran belanja Kematrian Lingkungan Hidup sudah cukup besar ironisnya perambah tambang batu bara menjamur

Keberadaan tambang batu bara ilegal dapat kita lihat di sekitaran Desa Darmo Kecamatan Lawang Kidul, Dan Kecamatan Tanjung Agung yakni di wilayah Desa Tanjung Lalang, Desa Penyandingan, Desa Seleman dan sekitarnya. Dapat dilihat Langsung stock file batu bara ilegal yang hanya ditutupi dengan pagar seng. Terkait batu bara ilegal,

Pasalnya Polres Muara Enim berhasil mengamankan salah seorang sopir diduga sedang mengangkut batu bara ilegal yang berasal dari tambang batu bara ilegal, Jum’at (05/05/2023). dump truck mengangkut batu bara ilegal tersebut bersumber dari peran serta warga yang melapor melalui aplikasi Bantuan Polisi, Polres Muara Enim.. keresahan dengan keberadaan penambangan tanpa izin (PETI) dan angkutan batu bara ilegal,

Polres Muara Enim menerima laporan melalui aplikasi Bantuan Polisi , Polres Muara Enim. Langsung tanggap dan sigap sehingga berasil menangkap seorang sopir pengangkut batu bara ilegal berinisial DS (32th,) warga Air sebakul Desa Air Sebakul, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu.

Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi SH SIK MH melalui Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang membenarkan
Dijelaskan Situmorang, terungkapnya kasus itu karena ada laporan warga melalui aplikasi bantuan Polisi Polres Muara Enim.

“Diamankan pelaku berawal dari laporan masyarakat tentang telah terjadi kemacetan di Jalan Jembatan Enim III Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim,” tegas Situmorang.

Selain pelaku sudah mengangkut batu bara ilegal, mana pula tidak seharusnya angkutan Batubara melewati Jembatan Enim III ditambah lagi sudah mengakibatkan kemacetan, terang AKP RTM Situmorang.
” Adanya laporan warga itu Kapolres Muara Enim memerintahkan anggota untuk melakukan cek kemacetan tersebut.

Setelah anggota mendatangi tempat kejadian kemacetan tersebut, ternyata penyebabnya ada 1 (satu) Unit Mobil Dump Truck merk Mitsubishi BA 9642 AQ yang terperosok di jalan karena jalan yang dilalui tanahnya masih sangat labil,” ungkap Kasi Humas Polres Muara Enim .

Saat ini pelaku bersama barang bukti 1 (satu) unit dump truck merk Mitsubishi warna orange BA 9642 AQ bersama dua puluh Ton Batu bara sudah diamankan di Polres Muara Enim,” jelas Situmorang.
“Dalam kasus ini, Pelaku di jerat dengan Pasal 161 UU no 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas UU No 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral Dan Batubara ( Team V Pemburu Fakta Cakrabuana )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here