Kalimantan Barat Keatapng ‘’ Media Cakrabuana.id ‘’

Warga masyarakat Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) mengeluhkan pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Siduk jalan lintas Ketapang –Sukadana terindikasi disinyalir lebih mengutamakan pengisian kepada konsumen yang membeli menggunakan drum, sehingga membuat BBM di Siduk sering mengalami kekosongan.

Tudingan warga Desa setempat berinisial RW mengatakan pada Rajawalinews (RN) Group Kamis (28/07/22),” Kondisi pelayanan SPBU di Siduk terkesan kurang baik sehingga membuat warga merasa kesal.” katanya RW.

Dijelaskan warga masyarakat Desa Tanjung Pak Mis,” Kita meminta pada pihak SPBU dan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk perduli terhadap masalah ini, serta pemilik SPBU bisa menyalurkan penjualan BBM ke masyarakat sesuai dengan aturan berlaku,” ucapnya.

Lanjut dijelaskannya,” Supaya masyarakat tahu dan bisa ikut mengontrol terkait adanya Video yang viral di akun FB dan Group. Saya menegaskan bahwa Video yang disebarkan dan mengatasnamakan Media tersebut hanya sebatas pengadopsian untuk di konsumsi pribadi atau Dokumentasi pribadi, tidak ada kita menyebarluaskan Video tersebut.

Video yang diviralkan di akun FB mengatasnamakan Media dan nama saya itu bukan untuk disebarluaskan, akan tetapi untuk di konsumsi pribadi, saya merasa keberatan dengan Video berdurasi 2.51 menit yang beredar di akun Fb dan link Group. Itu tidak benar dan bukan saya yang mempostingnya, saya secepatnya mengklarifikasi dan melapor atas pemostingan Video tersebut tanpa ijin saya.’’ Pungkasnya Mis.

Ikwal SPBU di Siduk melayani pembelian BBM via Drum menggunakan truck dan pick-up untuk kepentingan tersebut disangah pihak SPBU, dijelaskan pihak SPBU Siduk bahwa pengisian tersebut untuk penyaluran ke Desa terpencil yang di luar jangkauan sehingga di isi terlebih dulu karena lokasi penyaluran cukup jauh. *## (Tim Gabungan Rajawali.002)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here