“Geram Terus Dilewati Truk Besar. Warga Blokir Total Aktivitas Angkutan Batu Bara PT MME dan PT BAS”
MUARA ENIM. SUMSEL.MEDIACAKRABUANA.ID
Sabtu 12 September 2026
Masyarakat desa darmao,kec lawang Kidul,kabupaten muara enin Menyetop Aktipitas angkutan memicu Ketegangan terjadi di ruas jalan umum yang menjadi jalur perlintasan armada angkutan batu bara. Sejumlah warga dan elemen masyarakat dan Masyarakat desa darmao,kec lawang Kidul,kabupaten muara enin
Melakukan aksi sepihak dengan menyetop total aktivitas hauling (pengangkutan) batu bara yang melintas dari wilayah jln umum PT MENAMBANG MUARA ENIM (MME) Dan PT BARA ANUGERAH SEJAHTERA (BAS).
Aksi penyetopan ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap aktivitas truk tronton bermuatan besar yang terus memanfaatkan jalan raya umum sebagai jalur perlintasan utama mereka.
Menurut perwakilan warga di lapangan, operasional angkutan ini dinilai telah melanggar kesepakatan bersama terkait batasan penggunaan jalan pemukiman dan fasilitas umum.
Selain masalah regulasi dan komitmen, warga mengeluhkan dampak nyata yang mereka rasakan sehari-hari. Mulai dari debu pekat yang mengganggu kesehatan, tingginya risiko kecelakaan lalu lintas akibat volume truk yang padat, hingga ceceran material tanah dan batu bara yang membuat kondisi jalan raya menjadi licin dan berbahaya bagi pengendara Sepeda motor dan pejalan kaki lain. Nya
“Kami sudah sering menyuarakan hal ini, bahkan sempat ada beberapa kali mediasi antara perwakilan warga dan pihak manajemen perusahaan. Namun sampai saat ini belum ada solusi konkret yang memihak pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat setempat,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam aksi pemblokiran jalan tersebut.
Masyarakat menegaskan aksi penyetopan ini akan terus berlanjut sampai ada jaminan tegas dari pihak PT MME dan PT BAS, serta tindakan nyata dari pemerintah daerah kabupaten Muara ini Sumatera Selatan untuk menghentikan seluruh aktivitas angkutan batu bara di jalur umum. Warga menuntut perusahaan agar segera memaksimalkan dan menyelesaikan jalur khusus (hauling) internal tanpa harus mengorbankan fasilitas masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, arus kendaraan angkutan batu bara di lokasi dilaporkan lumpuh total. Sementara itu, pihak kepolisian dan aparat desa setempat masih berjaga di lokasi guna memediasi massa agar situasi tetap kondusif dan mencegah terjadinya konflik masyarakat di lokasi penyetopan kendaraan”.
( Kabiro)















