“Dari AC hingga Teknologi Informasi, BLKPPKT Sumsel Seleksi Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi 2026”
Palembang – Cakrabuana Id
Sebanyak 130 peserta mengikuti tahapan seleksi Pelatihan Berbasis Kompetensi Reguler Tahun 2026 yang digelar UPTD Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktivitas dan Keterampilan Transmigrasi (BLKPPKT) Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) provinsi Sumatera Selatan, Rabu (26/8/2026).
Seleksi yang berlangsung di UPTD BLKPPKT Disnaker provinsi Sumatera Selatan dibawah Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut menjadi tahapan akhir sebelum peserta ditetapkan mengikuti pelatihan. Proses seleksi meliputi tes tertulis dan wawancara, dengan peserta yang telah melalui proses pendaftaran dan seleksi administrasi secara daring.
Kepala UPTD BLKPPKT Disnaker provinsi Sumatera Selatan, Hari Wahyudi, SH., M.Si., mengatakan, pada pelaksanaan kali ini terdapat enam kejuruan yang dibuka, yakni Air Conditioner (AC), bubut, motor/otomotif, listrik, pengelasan, serta komputer dan Teknologi Informasi (TI).
“Untuk AC ada 14 peserta, bubut 6, motor atau otomotif 7, listrik 18, las 48, kemudian komputer dan TI sebanyak 37 peserta,” ujar Hari.
Ia menjelaskan, kapasitas ideal dalam satu kelas pelatihan sebanyak 16 peserta. Namun, berdasarkan ketentuan yang diterapkan, satu kelas sekurang-kurangnya harus memiliki 10 peserta agar pelatihan dapat dilaksanakan.
“Kalau tidak mencapai 10 peserta, kejuruan tersebut akan ditunda ke batch berikutnya. Karena aplikasi Siapkerja juga tidak bisa ditutup, sehingga peminat di setiap kejuruan memang berbeda-beda,” jelasnya.
Hari menambahkan, hasil seleksi peserta dijadwalkan diumumkan pada 28 Agustus 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti pelatihan sesuai kejuruan yang dipilih dan memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Pelatihan tersebut menyasar masyarakat yang telah menyelesaikan pendidikan SMA dengan usia minimal 18 tahun. Sementara bagi lulusan perguruan tinggi atau S1, BLK lebih mendorong program pemagangan kerja yang dapat menjadi jembatan bagi mereka untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri.
“Kalau untuk S1, seluruh jurusan kita arahkan untuk mengikuti program magang kerja,” katanya.
Durasi pelatihan yang diberikan nantinya menyesuaikan jenis kejuruan. Hari menyebutkan, terdapat pelatihan yang berlangsung sekitar 20 hari hingga 30 hari.
Lebih dari sekadar memberikan sertifikat pelatihan, BLK Disnaker Palembang menargetkan peserta benar-benar memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja.
“Target kita setelah pelatihan mereka mendapatkan skill dan kalau bisa 100 persen dapat diserap menjadi tenaga kerja di perusahaan. Jadi setelah pelatihan, mereka punya keterampilan dan bisa langsung diterima di perusahaan,” ungkap Hari.
Ia pun mengimbau seluruh peserta mengikuti proses seleksi maupun pelatihan dengan serius. Menurutnya, kedisiplinan, kemauan belajar dan kesesuaian dengan kriteria menjadi bagian penting dalam membentuk tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Reguler Tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar bagi peserta, tetapi juga membuka jalan menuju kesempatan kerja yang lebih luas sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Kota Palembang.( Harto)















