SOSIALISASI MITIGASI BANJIR MELALUI SUMUR RESAPAN, PUPR PALEMBANG TEKANKAN PERAN MASYARAKAT

0
7 views

“SOSIALISASI MITIGASI BANJIR MELALUI SUMUR RESAPAN, PUPR PALEMBANG TEKANKAN PERAN MASYARAKAT”

Palembang, Cakrabuana Id

23 Juni 2026 – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggencarkan upaya mitigasi banjir dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Mitigasi Penanggulangan Banjir melalui Sumur Resapan yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor Camat Sako, Selasa (23/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Irigasi dan Limbah PUPR Kota Palembang, Ir. R.A Marlina Sylvia, ST., M.Si., M.Sc., IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa permasalahan banjir di Kota Palembang tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat ulah manusia.

“Penyebab banjir ada dua, yaitu faktor alam seperti curah hujan, topografi, dan pasang surut, serta faktor manusia. Faktor alam tidak bisa kita kendalikan, namun faktor manusia inilah yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya saat diwawancarai awak media.

Ia menjelaskan, rendahnya daya tampung saluran air di Kota Palembang salah satunya disebabkan oleh penumpukan sampah dan limbah yang dibuang sembarangan ke saluran drainase. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi menjadi lebih cepat dan menghambat aliran air.

“Kalau hanya sedimentasi, masih bisa ditangani secara berkala oleh pemerintah. Namun jika ditambah sampah dan limbah, dalam hitungan hari saluran bisa kembali tersumbat. Ini yang menjadi tantangan besar,” jelasnya.

Selain itu, pihak PUPR juga telah melakukan langkah konkret dengan turun langsung ke lapangan bersama instansi terkait untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaku usaha, seperti restoran, rumah makan, hingga dapur usaha lainnya.

“Kami tidak hanya sosialisasi di ruangan, tetapi juga turun ke lapangan untuk memastikan para pelaku usaha tidak membuang limbah sembarangan dan tetap memperhatikan dampak lingkungan,” tambahnya.

Marlina juga menekankan pentingnya peran pengembang dan pelaku usaha dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk menyediakan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru seperti kolam retensi dan saluran air.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan banjir.

“Jangan memperkecil ruang air, jangan buang sampah sembarangan, dan mari kita jaga lingkungan bersama. Gotong royong menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini,” tegasnya.

Menurutnya, upaya penanggulangan banjir tidak akan efektif jika hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa dukungan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa anggaran besar yang dikeluarkan pemerintah akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat.

“Kalau masyarakat peduli, anggaran bisa diminimalisir dan hasilnya lebih maksimal. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mendorong aksi nyata dalam mengurangi risiko banjir di Kota Palembang.

PUPR Kota Palembang juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi seperti ini akan terus dilakukan secara rutin, baik melalui forum diskusi maupun kegiatan lapangan, guna memastikan pesan edukasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan permasalahan banjir di Kota Palembang dapat diminimalisir secara bertahap.( Harto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini