“DUA ORANG PENAMBANG TEWAS DITIMPAH BATU GUNUNG SEMBUNG SUKATANI PURWAKARTA BERDUKA”
PURWAKARTA JABAR MEDIACAKRABUANA.ID
Ali Sopyan Relawan Rambo Nusantara . Rakyat Membela Prabowo ( Rambo ) mendesak pihak Polda Jawa barat dapat segera bertindak untuk melakukan pengusutan dan penangkapan pengusaha tambang batu gunung sembunh pasalnya pertambangan batu gunung sembung tidak memiliki ijin galian C. Tegas Ali Sopyan. Sehingga dapat dikata gorikan penambang Liar dan perusak lingkungan hidup serta merugikan negara . Terbukti pemerintah daerah tidak pernah menerima pembayaran Ritribusi pajak penghasilan dari pertambangan batu gunung sembung. Tutur Ali Sopyan Relawan Rambo Rakyat Membela Prabowo.
Penambang liar di gunung sembung Purwakarta dua orang pekerja Tewas di timpah Batu Berukuran Besar Pada Hari Sabtu 14/03/2026 Di lokasi Galian Tambang batu Gunung sembung Desa Sukajaya kec Sukatani kab Purwakarta jawabarat . Ironisnya lokasi tersebut sudah di tutup oleh Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat. Sebut saja bapak Aing namun larangan tersebut di Kangkangi oleh pihak pengusaha tambang batu yang berjiwa pereman diduga keras lokasi gunung sembung di bekingi Herder bertaring tajam .
Namun nasib naas menimpa (J) dan (D) dua orang pekerja tambang batu tersebut sampai merenggut dua nyawa sekaligus setelah tertimpa bongkahan batu berukuran besar
Peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 09:Wib Di Gunung sembung Blok A berawal para penambang mengali dari bagian bawah bebatuan berukuran besar Singga batu tersebut tidak ada penompang,,dan menimpa (J) dan (D) dua orang penambang sampai meningal di tempat,Jasad dua korban baru bisa di ambil setelah team penyelamat datang mengunakan alat berat Excavator,” karena pihak keluarga tidak memperbolehkan divisum Kemudian jasad korban langsung di bawa ke kerumah duka kp pasirkepuh (RT05/RW 03) Ds Sindanglaya kec Sukatani kab Purwakarta Jawa Barat Dari hasil keterangan dan informasi bahwa galian tambang batu tersebut berstatus tidak berizin atau (Ilegal) dan tidak memenuhi syarat standar Quari sampai berita ini diterbitkan pihak pengelola belum bisa di konfirmasi alias kabur.
( Red)















